Bangkit dari Keterpurukan
Apakah Anda pernah merasa berada di jurang terdalam dalam hidup Anda, sehingga benar-benar merasa kehilangan jati diri?
Pernah jatuh dalam kondisi yang paling sulit, namun memilih untuk tidak menyerah. Perlahan membangun kembali kepercayaan diri, dan akhirnya membalikkan keadaan dengan berhasil meraih kesuksesan.
Kita semua pernah merasa sedih. Sedih adalah sebuah emosi normal yang bisa membuat hidup kita lebih berwarna. Rasa sedih sendiri biasanya berjalan beriringan dengan kehilangan.
Bukan rahasia lagi jika kerasnya kehidupan seringkali menjadi sebab seseorang mengalami sedih. Bahkan, sedih yang mendalam menjadikan seseorang mulai depresi.
Ada pepatah lama yang mengatakan jika keterpurukan adalah pondasi terkuat dimana seseorang bisa membangun kembali kehidupannya. Sehingga dengan melewati masa terpuruknya, maka ia adalah orang yang matang dan siap mengarungi dunianya yang baru.
Apakah setiap orang bisa bangkit dari keterpurukan yang membelenggunya? Setiap orang memiliki cara untuk menghadapi masalah dan menyelesaikannya. Hal tersebut, yang membedakan waktu seseorang, untuk bangkit dari keterpurukan.
Kesedihan yang mendalam, kehilangan dan himpitan masalah kehidupan, seringkali menjadikan seseorang merasa terpuruk, merasa paling menderita di dunia dan perasaan-perasaan negatif lain yang menghancurkan mentalnya.
Sampai ada yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, karena tak sanggup untuk bangkit dari keterputukan atau dari masalah yang datang bertubi-tubi.
Tidak peduli bagaimana tekanan yang didapatkan dari orang lain, percayalah bahwa bisa jadi kondisi terburuk justru karena kita mati-matian memenuhi ekspektasi mereka. Menyadari jika tidak semua rencana berjalan sesuai alurnya adalah cara yang tepat.
Dengan begitu, akan sedikit mengurangi beban mental yang tidak baik untuk dipendam berlama-lama. Sebab tidak hanya fisik, mental juga perlu untuk diistirahatkan.
Kondisi ketika sedang merasa jatuh, merasa terpuruk, yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya. Allah tau. Kita mampu melewatinya. yang harus kita lakukan, adalah meyakini diri bahwa Allah maha baik. Pasrah kepada takdir yang sudah Allah gariskan, karena kita hanya manusia, hanya perlu patuh dan taat.Tetap optimis, bahwa akan ada pelangi setelah datangnya hujan. Langit tak selalu mendung.
Ingatlah ! Sebuah analogi keramik cantik. Ia dihasilkan dari proses-proses yang menyakitkan. Dari tanah pilihan, di injak-injak, dibanting, dibentuk, di jemur dibawah terik, dibakar dalam api yang panas, terakhir dia akan di hias dengan cantik. Atau kita belajar dari metamorfosis kupu-kupu. Dari bentuk yang menjijikan melewati proses yang panjang hingga ia bisa menjadi kupu-kupu cantik. Ikuti saja alurnya, nikmati prosesnya dan jadilah pemenang !!!














