Perjalanan ke Sumatera Barat, bagian pertama
Perkenalan dengan mereka nggak pernah ada di bayanganku, apalagi bergabung menjadi satu tim. Perjumpaan dengan mereka memang bukan yang pertama kalinya, tapi dalam bayanganku, ya...akan tau saling tau saja. Dan sampailah kami di sini, diskusi-curhat-candaan-serius, kami lewati hari demi hari, bulan demi bulan.
"Yuk ke SUMBAR"
Bagi mereka ini kesempatan kedua (atau ketiga keempat kelima, entahlah), namun bagiku ini adalah pertama kalinya. Kali pertama aku akan meninjakkan kakiku ke tanah Minangkabau. Budaya, adat, salah satu bagian dari Nusantara ini yang hanya aku nikmati lewat buku, tayangan video, media sosial, dan rumah makan Padang.
Danau Maninjau,
menjadi tujuan utama kami.
Danau ini berlokasi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Untuk sampai ke sana, kami yang memulai perjalanan ini dari Riau, melewati beberapa Kota/Kabupaten di Riau dan Sumbar. Beberapa titik yang teringat:
Tol Bangkinang-Koto Kampar, Riau
Gulamo di Koto Kampar, Riau
Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar
Kelok 9 (masih Lima Puluh Kota, Sumbar)
Payakumbuh, Sumbar
Bukittinggi, Sumbar (dengan Jam Gadang-nya)
Kelok 44 di Kabupaten Agam, Sumbar
Kami menyempatkan satu hari untuk melihat Danau Maninjau, danau terluas kedua di Sumbar setelah Danau Singkarak yang berada di Kabupaten Tanah Datar dan Solok. Kami melihatnya dari dua lokasi yang berbeda, yakni dari pinggir danau dan dari atas bukit.
Pagi-siang hari kami memandangi danau ini dari atas bukit. Melihat kabut yang menutupi permukaan air danau, hingga perlahan kabut pergi dan menyisakan pemandangan yang menakjubkan. Terlihat air yang sangat luas dengan bukit-bukit yang berada di sekitarnya. Terlihat di tepi-tepi danau yang dimanfaatkan warga sekitar. Terlihat pantulan langit yang bersih, biru. Matahari boleh saja memancarkan cahayanya begitu terang, namun dari tempat kami memandangi danau ini tetap terasa kesejukannya.
Siang-sore hari kami habiskan dengan melihat sekeliling danau. Salah satunya dengan makan di pinggir danau. Airnya tenang dan luas, sempat membuatku lupa bahwa ini danau ya, bukan lautan!
Jalanan dibuat tidak jauh dari tepi danau, sehingga selama perjalanan mengitarinya pun kita hampir selalu bisa melihat air danau. Di sepanjang jalan, banyak penduduk yang tinggal dan menjadi pusat kegiatan sehari-hari. Membuatku berpikir, sebanyak apa yang terbantu atau lebih tepatnya menggantungkan hidupnya dari danau ini. Bukan sekedar menjadi hiburan pemandangan, namun menjadi sumber kehidupan.
Terima kasih sudah mengizinkanku untuk mampir. Semoga akan ada kesempatan lain mengunjungi Danau Maninjau dengan perasaan yang sama namun dengan sudut pandang yang lain.
















