Video dokumentasi TRASH SQUAD oleh Muhammad Iqbal & Devi Yuriko
Jules of Nature

No title available

pixel skylines

tannertan36
DEAR READER
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Love Begins
wallacepolsom
Cosmic Funnies
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Sweet Seals For You, Always
Today's Document
noise dept.
I'd rather be in outer space 🛸
occasionally subtle

Kiana Khansmith
Mike Driver
we're not kids anymore.

oozey mess
he wasn't even looking at me and he found me
seen from United States
seen from Brazil
seen from Malaysia
seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
@trashsquad
Video dokumentasi TRASH SQUAD oleh Muhammad Iqbal & Devi Yuriko
Kerja di hari terakhir
Trash Squad Car
Instalasi Posko Trash Squad
While Indonesia's art boom has put high-priced painters in the spotlight, there is a strong social-activist tradition in the local art scene. Just look at this year's sprawling Jakarta Biennale, which runs through Nov. 30.
Pembukaan pameran Jakarta Biennale 15, 9 November 2013
Foto oleh Edo Oktariansyah (Barengbareng Design Studio)
Video Trash Squad
Latihan menyanyikan lagu mars di Posko Trash Squad, 7 November 2013.
Video oleh Edo (Tim Dokumentasi Jakarta Biennale 2013)
Kita Peduli Dengan Kotoran Kotoranmu Semua! Kita Tak Peduli Walau Kau Tak Suka, Itu Sudah Biasa! Oi! Oi! Oi! Trash Squad!
Bung Kalz
Hari Kerja Pertama, 7 November 2013. Lokasi: 7-Eleven Cikini dan Matraman.
Hanya 30 menit sebelum aksi, Irwan 'Kalz' Diansyah menciptakan lagu mars dan yel-yel tim kerja. Lagu tersebut merupakan gubahan atas lagu berjudul "Ku Tak Peduli" milik Marjinal. Berikut ini lirik lagu yang digubah oleh bung Kalz:
"Kita Peduli Dengan Kotoran Kotoranmu Semua! Kita Tak Peduli Walau Kau Tak Suka Itu Sudah Biasa!
Oi! Oi! Oi! Trash Squad!"
Di Cikini, aksi berjalan lancar. Seorang staff dari 7-Eleven mengucapkan terima kasih. Sangat jauh berbeda dengan yang terjadi di Matraman. Staff memohon dengan sopan kepada kami untuk menghentikan aksi. Mereka merasa takut akan aksi kami yang terekam di kamera CCTV akan membuat manajer mereka marah karena menganggap kerja staff tidak baik.
Setelah aksi, tim meluncur balik ke posko yang juga merupakan instalasi proyek Trash Squad di lokasi pameran Jakarta Biennale. Di posko, tiap pekerja wajib mengisi kartu absensi kerja dan menerima upah harian. Bagian personalia dipimpin oleh Irwan 'Kalz' Diansyah.
Foto oleh Edo Oktariansyah
Beberapa partisipan pada saat persiapan aksi dan instalasi di basement parkir Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Dari kiri ke kanan: Tim Dokumentasi, Ciko, Iqbal, Dado, Kalz, Wok dan Ronald
Foto oleh Tim Dokumentasi Trash Squad.
Bendera, Keitansi Gaji, Kartu Kerja dan Pin
Produksi rak produk di Pasar Poncol, Jakarta
Survey property instalasi di Pasar Poncol dan 7-Eleven, Jakarta
Sosialisasi proyek bersama beberapa komunitas punk dari berbagai macam idealisme dan daerah. Diskusi berjalan dengan santai meskipun mendapat banyak pertanyaan, komentar dan masukan yang sangat kritis.
Komunitas punk dari Pondok Jati secara jujur merasa terbuka dengan adanya proyek ini meskipun mereka tidak sepakat dengan konsep Trash Squad yang membuat aksi kebersihan di 7-Eleven. Mereka khawatir proyek ini akan membingungkan rekan-rekan punk baru atas sikap melawan korporasi kapitalis. Beberapa komunitas lain yang bersedia bergabung, tertarik untuk mencoba sesuatu yang berbeda dan ingin bereksperimen dengan idealisme yang mereka lakukan selama ini.
Foto-foto oleh Ary Sendy
Bersenang-senang bersama Orkes Melayu Pengantar Minum Racun selepas bekerja
Produksi atribut (emblem) di Rotor Schablone, Yogyakarta