(2015) Sudahkah Kita Melakukan Semuanya Bengan Baik?
Tik tik tik tik.. Deras hujan tak henti-hentinya membasahi bumi. Langit Ujungberung tampak kelabu, dinginnya udara membuat saya ingin sekali mendekap di dalam selimut yang hangat. Tapi, ah tidak, bukan saatnya bermalas-malasan. Minggu (27/12) sore ini, justru membuat saya ingin kembali menulis seperti yang dulu saya lakukan. Banyak orang menganalogikan hujan sebagai momen dimana mereka akan terhanyut dalam kenangan indah masa lalunya. Mungkin saya pun merasakan ihwal yang sama, namun ini bukan sebatas memori cinta belaka, melainkan evaluasi pengembangan diri dari awal tahun hingga sekarang. Penghujung tahun tinggal menghitung hari. Orang-orang mungkin akan berkumpul di pusat kota, menyaksikan gemerlap kemilau tahun baru dimana akan banyak kembang api yang ditembakkan ke langit. Akan banyak sayup-sayup suara terompet terdengar di berbagai penjuru kota. Euphoria itu tidak lama lagi akan berlangsung, orang-orang akan membuat resolusi di tahun 2016. Tapi, jangan dulu menatap resolusi di tahun tersebut. Sudahkah resolusi di tahun 2015 ini semua sudah tercapai oleh kita? Harapan demi harapan kita tulis di secarik kertas, mungkin beberapa harapan itu tinggallah sebuah coretan. Bukan hanya harapan mendapatkan materi ataupun kekasih hati, melainkan harapan agar di usia yang menjelang kepala dua ini bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang tua dan kerabat. Saya pribadi merasakan ihwal tersebut. Masih banyak harapan yang belum tercapai di tahun ini. Entah kurang ikhtiar? Kurang berdoa? Kurang niat? Atau Allah punya rencana lebih baik di tahun depan? Ya, hidup memang tidak selalu mulus. Jatuh bangun pun saya rasakan di tahun ini. Di dunia pertemanan, organisasi, keluarga pasti selalu ada lika-liku dimana itu adalah proses pendewasaan diri. Januari-Desember ini mungkin ada 1/2 harapan yang belum tersampaikan. Tapi tetap dalam husnudzan, Alhamdulillah banyak yang saya pelajari di tahun ini. Mulai dari teman yang jujur, teman yang setia, pemimpin organisasi yang tegas dan menuntun para bawahannya, dan keluarga yang harmonis. Tahun depan, dimana saya akan berumur 20, tentu saya berharap diri ini akan terus berkembang menjadi pribadi yang kuat akan kerasnya dunia dan takwa kepada akhirat. Sebelum membuat resolusi 2016, liatlah ke belakang apa yang di tahun ini kita belum capai dan evaluasi kan di tahun berikutnya sehingga ekspektasi tersebut akan selaras dengan realita. Bagaimana dengan anda, mungkin anda memiliki harapan besar juga di tahun ini yang belum tercapai? Oleh karena itu, raihlah Mari Bung! Ya.. kebetulan sekali, sesaat tulisan ini akan selesai, hujan mulai berhenti. Ternyata hujan bisa memberikan inspirasi, haha..











