1989. Aku dari lahir sudah tinggal di Wiguna, Keluargaku pindah ke rumah Wiguna sejak 1988. Wiguna jadi saksi semua peristiwa mulai dari belajar tengkurap, merangkak, berjalan dan berlari. Melihatku dari tiap fase, bayi - balita - anak - remaja, bahkan menginjak dewasa. Apasih home menurutmu? Sebagai anak rumahan, kayaknya uda bagai kura-kura yang rela bawa rumah kemana-mana haha.. Secara kehidupan bersosialisasi emang gak baik sih, tapi pada kenyataannya aku lebih ngerasa aman ada di rumah, suka ada di rumah, bahkan anak kecil banyak merengek main di luar, aku lebih bahagia main boneka di rumah dengan khayalanku sendiri.. Iya di rumah.. Semua aku lakukan di rumah, di Wiguna.. 2013. Wiguna akhirnya menjadi saksi melepas masa lajangku,dalam acara beruntun 2 hari, Mulai dari pengajian yang penuh dengan doa dan ceramah sebagai bekalku nanti.. Siraman yang penuh haru, karena pelan tapi pasti aku mulai dilepaskan.. Pagi hari, di Wiguna, di rumah penuh cerita, ijab kabul diucapkan.. Benar-benar sudah dilepas oleh Ayah, bukan di rumah ini lagi aku seharusnya berada.. Suamiku tinggal di luar kota, sebagai istri aku ikut suami, iya tempat baru, bukan rumah yang dulu, bukan.. Entah karena belum ada 1 tahun atau bagaimana, tampak perkenalanku dengan tempat baru belum begitu menyatu.. Sesekali masih sedih, rasanya seperti anak kecil pindah sekolah dan belum bisa menerima keadaan yang baru.. Ahhh, semoga segera menemukan rasa yang sama, ini proses.