Best moment of my life.
I miss you
I miss you
I miss it all
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Lint Roller? I Barely Know Her
NASA
No title available
Cosmic Funnies
Monterey Bay Aquarium
No title available
Sade Olutola
Claire Keane

No title available
cherry valley forever
Game of Thrones Daily
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

blake kathryn

No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
hello vonnie

⁂
d e v o n

JVL
seen from United States

seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from China

seen from India
seen from Germany

seen from Latvia
seen from United States
seen from United States

seen from Belarus

seen from Germany

seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from Singapore

seen from Türkiye

seen from India
seen from China

seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from Russia
@untuklangitku
Best moment of my life.
I miss you
I miss you
I miss it all
The Start of 2018
It is actually already amazing for me
Right from the new year’s eve. I know my life will be much more happier than before
I believe there are many smiles and laughs waiting for me
Bandung, new year’s eve, Kawah Putih, him.
They were amazing. Mesmerizing memories
KP, LPJ, gathering, compliments from seniors
They were amazing. For the first time in one year, I feel so proud of my self
The most fascinating one: Korea, Winter school, Chung-Ang, 17 days of adventures, new friends, another him.
They were amazing. The best one so far. It opened my eyes. Made me believe that there are still so many experiences that I’ve never experienced before. Made me believe that I dont have to stay stuck in the same world that I’ve always known.
KP, KAMI, 2018 new member, I feel so proud of my self again. It was beyond expectation. It wasn’t perfect I know. But it was worth it. It is finally done. My responsibility in KP is done.
It is February 18th now. Yet, it feels so wonderful already.
I am expecting more adventures, more new experiences, more smiles and laughs. I promise I’ll be happy this year. I promise.
Rindu (2)
Bahkan ketika ia memikirkan namanya, sebuah senyum simpul muncul dalam bibirnya
Ia memejamkan matanya untuk mengingat suara nya
Ya, suaranya. Astaga bagaimana bisa manusia memiliki suara semanis dan dalam seperti itu?
Atau lirikan yang ia curi di spion mobil
Jika ada hari dimana setiap orang dibebaskan untuk melakukan apapun dan keesokannya orang itu akan melupakan apa yang terjadi
ia mau memeluknya. Erat. Hangat. Lalu mendengar suaranya. Sekali lagi saja
Rindu ini membuatnya gila sepertinya
Rindu
‘Rindu itu berat’
Ucapnya dalam hati
Oh, bukan ucap. Namun teriak
Malam ini ia menelungkupkan badannya. Berusaha menenggelamkan dirinya dalam selimut. ‘Rindu’ katanya.
Padahal siapa juga lelaki itu? Belum lama juga mereka saling kenal
Sudah habis ia dimakan rindu selama 2 hari ini. Padahal selama itu pula mereka berpisah. Hanya 2 hari tapi rindu katanya
Ia sadar rindu ternyata memang berat
Ditambah ketika ia mengetahui bahwa kemungkinan besar mereka tidak akan bertemu lagi. Makin gila perasaan meluap dalam dadanya
‘Rindu’ isaknya
Senyumnya, tatapan teduhnya, kehangatannya, suaranya, lirikannya.
Bisa gila ia dibuat rindu
Untuk kamu, Untuk kamu ingat,
Setiap kali kamu mendengarkan lagu itu di radio di mobilmu
Atau setiap kali kamu mendegar seseorang bersenandung lagu itu
Kamu akan teringat tentang ku
Lalu, bayangmu akan berlayar pada momen dimana kita pernah bertatap mata
Dan kamu akan temukan suatu kehangatan
Oh,
Aku tau sepertinya kamu sudah menemukan selimut yang lebih nyaman
Tapi tetap saja, aku akan membuatmu teringat akan ku ketika lagu itu terputar di udara
She used to think that she couldn’t handle any longer
She used to get tired of crying
She used to get sick of the voices that saying mean things in her head
She cried. A lot. And no one knows a thing. No one does.
She smiles. A lot. But everytime she smiles, she holds her tears from her eyess
She smiled to everyone. Then cry in her pillow tonight
Funny story right?
After patiently bidding my time, I’ve just recently moved into a much desired position of leadership at work. I’m still finding my balance for some things, but there have been one or two people around me who I can tell are testing the waters of what pressure they can apply.
I think because I’m pretty gabby at times, and because I try to be fairly loose about tossing around ideas, that people have this misconception that they can push me into doing things and manipulate me into acting certain ways.
But like…I see you. Just because I’m not revealing my hand and calling you out doesn’t mean I don’t sense what you’re up to. I get what you’re trying to do, and I am not one to let others push me around.
Tentang Adrian, teman ku
Kali ini, aku ingin bercerita
Kisah ini entah dimulai dari mana. Kami tidak benar-benar besar dan tumbuh bersama. Kami memang teman lama. Kami beradai di SD, SMP, SMA, dan kampus yang sama. tapi tidak benar-benar bersama
Bahkan aku tidak ingat bagaimana pertama kali aku mengenal atau bertemu dengannya
Yang aku tau Adrian jugalah seorang murid pindahan sama seperti ku ketika SD dulu. Lalu kami suka bernyanyi bersama dan berada di panggung bersama. Setiap sore aku akan mengendarai sepeda ku ke rumahnya untuk berlatih bernyanyi dengan piano dan keyboard yang ia miliki di rumahnya.
Lalu ketika SMP, kami berada di satu jemputan yang sama. Setiap pagi mobil jemputan akan menjemputku terlebih dahulu baru setelah itu kami pergi ke rumah Adrian dan menjemputnya. Masih teringat jelas bagaimana aku menikmati pagi sambil menunggunya di dalam mobil jemputan di depan rumahnya. Yang memang sama sekali tidak asing bagiku.
DI SMP aku dan Adrian juga tidak dibilang dekat. Kami hanya tumbuh di saat yang sama. Sering bercanda bersama di dalam mobil jemputan. Saling mengolok-olok satu sama lain. Kami sama-sama terpilih menjadi anggota OSIS. Kalau tidak salah, Adrian di bidang olahraga dan aku sebagai sekertaris 2. Kami sering bercanda satu sama lin di ruang rapat osis. Tanpa rasa sama sekali. Karena aku bahkan tidak benar-benar ingat.
Lalu ternyata kami masuk ke dalam SMA yang sama pula. Tidak kami tidak benar-benar dekat satu sama lain. Kami masuk ke team paduan suara sekolah. Lebih tepatnya, Adrian benar-benar ahli sedangkan aku sangat payah di team paduan suara ini. Haha, masih terbayang wajahnya terkadang ketika ia salah mengambil nada. Lagi-lagi, kami tidak benar-benar saling dekat. Beberapa kali Adrian bahkan berganti-ganti pacar dan gadis yang ia suka di SMA kami dulu. Aku tidak ingat
Sekarang, kami masuk ke universitas yang sama. Namun beda jurusan. Adrian sudah semakin dewasa sekarang, ia menjadi lebih bijaksana. Ia seorang ketua di departemen jurusannya dan aku juga seorang ketua sesuatu di fakultasku sekarang. Ia terlihat matang sangat berbeda dengan Adrian yang ku kenal ketika SD dulu. Lebih bijaksana. Tapi masih Adrian yang sama.
Tapi masih sama. Masih Adrian yang sama. Yang aku tidak pernah merasa awkward untuk menyapa dan berada di dekatnya. Sesekali ketika kami reuni Adrian sering menceritakan masalah percintaanya pada ku dan aku mendengarkan. Tidak begitu ingat. Tapi memang Adrian itu hangat. Ia adalah orang yang melihat ku tumbuh, dan aku juga dalah orang melihatnya tumbuh.
Adrian bukan sahabat ku. Karena kami taidak benar-benar saling menceritakan segalanya. Tapi ibuku tau Adrian, tentu saja
Namun ada satu yang perlu ku tambahkan dalam cerita ini
Akhir-akhir ini ada yang aneh dengan perasaanku pada Adrian. Masih nyaman dan hangat yang sama. Seorang teman. Namun aku selalu tersenyum ketika mengingat pertemuan kami akhir-akhir ini
Aku harap cerita ini bukan apa-apa
If You’re Anything Like Me by Taylor Swift.
requested by @thank-yew
I am in love with the idea of falling in love
Reason why INFJs are so into MBTI
It gives INFJs that assurance “you are not crazy.” Since INFJs are the least common type out of all 16 personality types, It is very likely that they have never met anyone quite like them.
Therefore, discovering that they are actually existing thing, “type”, makes them feel really good about themselves because there is high chance that INFJs have questioned themselves why they are being so complex and different.
Knowing that there are people out there who have questioned exactly same thing gives the thrill to INFJs.
little things that remind me of the mbti types
enfp: curiousity, bright eyes, sunflowers, artsy aesthetic pictures, sudden laughter, looking someone in the eye, concert tickets, glitter, feeling at home, fresh smells
enfj: campfire, picking out what to wear somewhere, long rants about things you care about, post-it notes, little smiles, encouraging words, compassion, mood swings, neon lights
esfp: new videos of your favourite youtubers, picnics, shivers, acoustic guitars, realising that you are in love, little notes scribbled onto paper, plants
esfj: waking up knowing that the day will be great, getting to know new people better, polaroids, colourful notebooks, the sea, talking to your best friend about things you can’t talk about with anybody else
infj: astronomy, lilac sky, wanting to know the reason for something so badly, holding in tears while smiling, maps of places you want to visit, book piles, late night conversations
infp: sketchbooks, self-made playlists, hopes for the future, reading a book for the hundreth time, obsessing about something, caring too much, finally finding someone who understands
isfj: galleries, cycling through the city late at night, nostalgia, “the one song”, the moon, suddenly being overwhelmed with emotion, buying yourself new flowers to place next to your desk, enjoying the first minutes of the day in bed
isfp: reassuring words, making your hair look perfect, little poems, waterfalls, lace, loving your friends more than anything, wanderlust, smell of roses
intj: reading a book while being on a social event, raised eyebrows, quick thoughts, structures, skyscrapers, an empty street at night, crystals, wit and sarcasm, cold evenings, eye bags, forgetting about your surroundings
intp: spending hours on wikipedia, always looking for the right answer, dusk, petrichor, cold air, first days of winter, everything finally making sense, writing ideas down, searching for the right words, being really passionate about something
istj: postcards, rings, flea markets, rivers, city trips, black and white photographs, to-do lists, gentle nods, taking someone’s hand, everything working out how you thought it would
istp: graffiti, holograms, city’s at night, rollercoasters, electric guitars, black holes, connecting two ideas
estj: ancient ruines, sculptures, skylines, first snow, justice, the feeling of doing the right thing, glory, hard work
estp: loyality, glass figures, blizzards, cold colours, paradox
entj: smokings, black grids, power, mansions, the sounds of high heels clicking, assuring yourself that you are going to suceed, having the perfect plan, standing on top of a skyscraper, tension, galas, freshly printed magazines
entp: excitement, knowing that you can’t stop now, i-don’t-care-but-i-do, smirks, waiting for people to reply, eyes widening, “what if…”
The night conversations, lilac sky, astronomy, holding tears while smiling, everything is just righttt!
MBTI types: Leaders, Wanderer, Rebel and Peacemaker
Leader: ENTJ, ESTJ, ISTJ, ENFJ
Wanderer: INTJ, INTP, INFP, ENFP
Rebel: ISTP, ESTP, ENTP, ESFP
Peacemaker: ISFJ, INFJ, ESFJ, ISFP
Kalau Kata Taylor Swift
Kalau kata Taylor Swift
“Everybody’s waiting for you to break down, everybody’s watching to see the fall-out, even when you’re sleeping. Keep your eyes open”
Benar kan?
Terkadang teman dekat bisa menjadi salah satu orang yang tidak ingin kamu temui. Yang melihat terlalu banyak kelemahan mu. Dan mungkin muak denganmu
Seperti aku yang juga bahkan muak dengan diriku sendiri. Bagaimana dengan teman-teman ku?
Aku si drama queen katanya
Tapi seperti kata Taylor lagi, “I dont love the drama, it loves me”
Berusaha berlagak tidak peduli namun sesak setiap kali memikirkannya
Senyum Simpul Siang Itu:)
Seorang gadis tersenyum dengan girang
Siang itu, untuk pertama kalinya ia merasa pikirannya ringan kembali
Benar mata nya berlari
Melirik ke segala arah
Dengan senyum simpul sederhana di wajahnya
Seakan merekah satu demi persatu bunga di sekelilingnya
Ia berjalan di atas tanah namun terasa seringan awan
Seakan sayapnya kembali berpijar
Seketika ia lupa dengan hidup yang ia tinggalkan
Ia tidak peduli dengan teriakan yang memanggilnya dalam gelap pikirannya setiap malam
Ia lupa pada setiap air mata yang mengalir di bantalnya sebelum ia terlelap
Ia kembali dengan senyum simpul sederhana
Siang itu. Pergi ke tempat baru.
Terik matahari kalah dengan sinar pijar dari bola matanya
Sesenang itu, iya.
“Menjadi impulsif”, sebutnya.
“Kabur dari rutinitas”, ujarnya.
Sebahagia itu ia setiap kali membayangkannya
Sampai malam datang pun ia bisa terlelap dengan cepatnya. Seringan itu pikirannya. Ia terlelap dengan senyum simpul yang sama.
Sampai sekarang, senyum simpul itu masih muncul ketika ia membayangkannya.
Ia ingin berterimakasih pada siang itu. Sungguh. Siang itu adalah salah satu siang terbaik untuknya
8 desember 2017