Di sela waktu luangku, aku menyempatkan diri membuka tulisan-tulisan lama yang banyak kutulis saat usiaku jauh lebih muda dari sekarang
Begitu banyak benang kusut di kepalaku kala itu, yang harus kuurai satu per satu melalui tulisan. Tulisan-tulisan itu kini mengingatkanku kembali bahwa telah banyak peristiwa yang kulalui, dan darinya aku belajar banyak hal. Bahwa luka yang dulu terasa begitu menyakitkan dan mendalam, kini tak lagi berarti apa-apa
Mungkin luka itu telah sembuh. Mungkin luka itu tetap ada namun tersimpan rapi dalam kotak ingatan yang aku sengaja memilih untuk tidak begitu memikirkannya. Atau mungkin caraku melihat peristiwa itu yang telah berubah. Entahlah, karena kini kurasakan lebih banyak rasa syukur yang mengalir dalam diri, karena apapun kejadian yang menimpaku saat itu aku bersyukur hingga kini aku masih memiliki kalian
Iya kalian,
yang tetap menerimaku apa adanya, kurang dan lebihnya
yang tetap menyempatkan diri memberikan wejangan tentang hidup, padahal itu bukan tanggung jawab kalian tentang bagaimana aku hidup
yang selalu mengulurkan tangan, apapun masalah yang menimpaku di setiap fase kehidupanku
yang tidak hanya sayang padaku, namun juga kepada keluargaku
yang selalu membukakan pintu agar aku bisa selalu berbagi cerita-kapan pun, di mana pun, dan bagaimana pun ceritanya
yang mungkin sengaja Tuhan hadirkan untuk membuatku belajar, bahwa seperti itulah bagaimana cara seseorang berlaku di masyarakat, di dunia
yang selalu menebar manfaat dan memberi pertolongan semampu kalian, yang kalian sendiri mungkin tahu dan paham bahwa apa yang kalian tebar belum tentu kalian sendiri yang akan menuai hasilnya, melainkan anak cucu keturunan kalian nantinya
thank you Allah SWT for the journey we walked throughout 2025.
through it, we learned that the sun always shines after the longest night. we learned to embrace our new roles and the sacred trusts You have bestowed upon us. may we always be by his side to guide and support him until the very end.
may this year be filled with blessings, always under the protection of Your grace, guidance, and mercy. may we forever be a family of tranquility, love, and grace in this world and the hereafter.
may we stay true to ourselves, find contentment in a simple life, grant us the patience and sincerity to fulfill our roles in this world, and may we all be reunited once more in the afterlife.
i often find my ownself wondering what i did to deserve you
you taught me what a soulmate really is and i might wouldn't be able to survive without having you in my life
you come into people's lives with a purpose and you change them
you make every single person around you better without even realizing it
you'll forgive them for what they said when they were mad
you're there for them even when they haven't always been there for you
you care for them before you even care for yourself
and you may go to war for the people that you love
it's just who you are and your love isn't fearful nor weak, it's indestructible and unconditional, coz love isn't an option for you and it makes you the most beautiful soul i've ever known
i know you may never see yourself in the way that i've written here, but just so you know that i see it in you every single day
.
well love
you are worth the risk, every bit of it
and i have no regret knowing you; have no regret loving you; have no regret spending the rest of my life with you
tidak ada bunga yang tak bergoyang saat angin bertiup
meski begitu, bunga yang bergoyang tidak akan kehilangan aromanya
: aku bukannya menyerah, hanya sedang lelah
melakukan perjalanan bisa membuat kita fokus pada tempat baru dan tujuan perjalanan yang baru akan memberimu harapan
hati yang berdebar saat bersiap pergi
perasaan senang ketika kembali
serta harapan untuk pergi lagi
cukup menjadi pendorong untuk hidup di masa sekarang
sejatinya, melakukan perjalanan bukan sekedar 'pergi ke suatu tempat'
melainkan momen yang akan menjadi dekorasi indah dalam satu halaman buku kehidupan - membuatmu bisa memikirkan, merasakan, dan melihat hal hal yang sebelumnya tidak kau ketahui
tentu saja tidak semua perjalanan itu indah
ada perjalanan yang membuatmu tak ingin mengulanginya lagi
namun, pengalaman itu menunjukanmu tempat yang tidak akan lagi kau kunjungi
jadi, itu pun bukan sesuatu yang sia sia
tidak ada perjalanan yang sempurna
dan meski perjalanan itu tidak jelas dan tidak sempurna, tetapi jika ia bisa membuatmu melihat banyak hal yang kau sukai, maka itu adalah perjalanan yang menyenangkan
kehidupan kita mirip dengan perjalanan
saat pertama kali kita menapakkan kaki di jalan kehidupan ini, mungkin kita kehilangan arah dan melakukan kesalahan
tidak apa apa jika masa lalu itu tak sempurna, penuh luka dan kesalahan
namun, jika pada akhirnya kita banyak menemukan banyak hal yang disukai, dan kita berusaha keras untuk itu, bukankah saat kehidupan berakhir kita bisa mengatakan bahwa itu adalah perjalanan yang menyenangkan?
belakangan ini, tidak sekali ku dapati teman-temanku menematkan kata dewasa pada diriku
yang kemudian membuat diriku sendiri berpikir
dewasa yang seperti apa?
dewasa yang bagaimana?
aku, dewasa?
memang dewasa itu, apa?
karena aku sendiri merasa aku masih butuh banyak belajar, belajar berpikir, belajar berucap, belajar bersikap, dan ketika belajar juga terkadang aku merasa sulit diberitahu, masih suka merasa paling benar - padahal hidup tidak melulu tentang benar dan salah, bukankah kalau yang dikatakan dewasa itu idealnya tidak lagi ada pergulatan dengan diri sendiri ketika seseorang atau lingkungan memberinya pelajaran (?)
.
sejatinya, yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaanNya yang lain adalah akal pikiran. dengan semua nikmat yang telah diberikan olehNya dengan cuma cuma kepada kita, sudahkah kita memanfaatkan nikmat tersebut dengan optimal dan baik, sesuai dengan aturanNya
karena sangat disayangkan, jika di sisa hidup kita ini ditambah segala nikmat dariNya kepada kita, kita tidak berproses menjadi manusia yang berkembang dan bertumbuh ke arah yang lebih baik, masih terus mengedepankan ego yang jika dituruti tidak akan pernah ada habisnya - lantas apa yang sebenarnya kita dapatkan
.
kamu memang tidak pernah melarangku jika aku masih mempermasalahkan hal yang sama berulang kali, namun alangkah baiknya jika aku benar mau belajar dan 'naik kelas' sehingga masalah yang dihadapi pun akan berubah 'tingkatannya' tidak melulu stuck dengan masalah yang sama
karena pernah, menahun masih dalam posisi yang sama - siklus yang sama sampai dengan aku berani mengambil sikap untuk menyelesaikan hal tersebut, menuruti kata hati yang sedari awal sadar bahwa apa yang aku lakukan tidak sepatutnya dilanjutkan, dan memulai lembaran baru
.
bagi orang yang baru mengenalku tentu merasa sayang dengan apa yang terjadi, karena 5 tahun bukan waktu yang sebentar untuk sebuah hubungan itu selesai begitu saja - walaupun memang belum ada keterikatan satu sama lain
tapi bagi orang yang sudah lama mengenalku dan melihat progressku sampai dengan saat ini yang terucap adalah rasa syukur yang mendalam - akhirnya - alhamdulillah - bismillah ya ke depannya - bahkan menangis untukku
ada yang bilang aku sudah buang buang waktu selama 5 tahun kemarin, mungkin memang harus buang buang waktu dulu sampai akhirnya selesai. saking bebalnya aku saat itu, mengesampingkan semua nasihat dan tanda yang ada, agar benar jadi belajar - pembelajaran yang seperti apa yang sudah aku dapatkan, ke depan harus bagaimana, masih mau seperti kemarin lagi tidak - jika tidak, aku harus bersikap seperti apa, dlsb nya
.
17 hari lagi tepat 1 tahun yang lalu kamu tiba kembali di jakarta - kota yang sebelumnya sempat kamu tinggalkan pasca menyelesaikan sekolah magistermu dan mulai bekerja di ujung timur indonesia, dan tepat 1 tahun lalu pula kamu mengenalku di sini
tidak butuh waktu 5 tahun untuk membuatmu yakin denganku, cukup 5 bulan katamu pada saat itu untuk mengetahui hubungan ini akhirnya akan di bawa ke mana
.
well, before we met, i was as lost as a person could be and yet you saw something in me that somehow gave me direction again
may the love we share today grow stronger as we grow old together
senang, ketika akhirnya kalian datang sebelas bulan yang lalu dari penjuru timur ke jakarta berbagi beban bersama - semula hanya berdua jadi berlima sekarang bersembilan!
sedih, ketika membentuk kalian tidaklah mudah mengingat tidak semua dari kalian memiliki background keuangan, tapi bukan berati itu tidak mungkin dilakukan
marah, ketika kalian melakukan kesalahan saat menyelesaikan pekerjaan dan masih terbawa pola kerja kantor cabang
kecewa, ketika aku menegurmu dengan cara yang kurang pantas menurutmu dan membuatmu mendiamkanku entah berapa lama
semangat, ketika pekerjaan besar tiba tiba datang dengan deadline yang tidak wajar
bahagia, ketika pekerjaan itu akhirnya selesai, semua dalam keadaan sehat walaupun hampir gila rasanya dan ketika akhirnya kita saling membuka diri satu sama lain berusaha mengenal lebih dekat dan mendalam
cemburu, ketika rasa itu mulai muncul tanpa disadari dan entah siapa yang pertama merasakannya
bersyukur, ketika sampai dengan detik ini jalan yang kita lalui nampak seperti 'tanpa usaha yang terlalu berat (?)' sampai banyak orang di sekitar kita bertanya, 'kok bisa ?'
.
well, belum lama aku dan kamu bertemu
belum lama pula aku dan kamu saling mengenal
tapi rasa-rasanya sudah cukup banyak cerita tentang aku dan kamu yang berubah menjadi cerita tentang kita
Dunia tempat menanam. Sebanyak-banyaknya pahala. Jalannya lewat ibadah. Lewat berbuat baik kepada diri sendiri, kepada keluarga, saudara, tetangga, sahabat, juga tentu dengan menunaikan hak-hak Allah.
Dunia tempat menanam. Memang melelahkan. Sangat melelahkan. Baik fisik. Juga jiwa. Tak jarang hati pun patah sebab kecewa. Hingga rasanya ingin berdiam diri saja. Memeluk guling. Menarik selimut. Berkemul sebab ada rasa takut dan cemas yang meraksasa.
Tetapi, dunia tempat menanam. Pada waktu yang terbatas. Kita hanya tahu tentang hari ini. Karena yang kemarin tak bisa kembali. Yang esok belum tentu kita temui. Maka menanamlah sekarang. Atau kita hanya akan memetik buah yang sedikit, yang rasanya pun belum tentu manis.
Semua orang menghadapi kenyataan yang sama. Tentang dunia dan hidup ini. Semua orang juga akan menjalani kenyataan yang sama. Tentang keabadian setelah ini.
Kalaulah sore ini kali terakhir kita menatap matahari, apakah surga tempat kita pulang? Hanya kita sendiri yang bisa memperkirakan. Hanya kita yang benar-benar tahu kualitas ibadah diri sendiri.
Tarik nafasmu dalam-dalam. Sesaki dadamu dengan udara yang menenangkan. Ajak dirimu bangun dari lamunan yang tak menghasilkan apa-apa. Berbuatlah sesuatu. Tanamlah kebaikan apa saja. Lebih-lebih kebaikan yang usianya lebih panjang, dari usiamu sendiri.
Bunganya terus bermekaran. Buahnya terus bermunculan. Banyak wajah tersenyum berterima kasih. Padahal dirimu sudah lama tiada.
But today we don't want to talk about his adorable character or the wonderful series of kung fu Panda. Today we are going to talk about the
seringkali mudah bagi kita untuk menasehati orang lain, sejatinya nasihat itu juga berlaku untuk diri kita sendiri
butuh kerendahan hati, ego yang diturunkan, hati yang lapang, untuk dapat mendengar apa yang orang lain nasihatkan pada kita, meresapi perkataannya dan mewujudkannya dalam sikap perilaku. begitu pula di saat diri ini perlu berbincang dengan batinnya
dan di setiap waktu kamu mulai menasehatiku secara perlahan yang tidak pernah bosan kamu melakukan hal itu, aku selalu berdoa, semoga apa-apa yang kamu ucapkan padaku dapat membuatku belajar, bertumbuh dan berkembang menjadi manusia yang tidak lagi tersesat dan lebih baik lagi ke depannya.
'kuncinya, jujur dan sabar. apakah itu berat? iya berat. tapi bukan berati tidak mungkin 2 hal itu tidak dapat kita lakukan. pelan-pelan, karena latihannya setiap hari sampai mati,' katamu pada suatu ketika
-
well, your story may not have such a happy beginning, but that doesn’t make you who you are. it is the rest of your story that will define who you are and who you choose to be now
Menemukan tempat bercerita adalah keberuntungan. Mendapati telinga yang peduli adalah karunia. Sebab dunia ini sejatinya sepi. Jauh dari penerimaan yang tulus dan apa adanya. Manusia cenderung menikmati harinya sendiri. Juga membenarkan pendapatnya tentang hidup. Maka menyaksikanmu yang jujur, boleh jadi lebih banyak yang tetap meneruskan langkahnya.
Keluarga bukan hanya tentang darah, tetapi juga ikatan tentang hati. Mereka adalah orang-orang yang kita pilih untuk berbagi kehidupan dan memberikan dukungan tanpa syarat.
sometimes we think that life isn't in our favor because what we really wanted hasn't worked out
but that is when we need to have the utmost faith, that everything happening at that particular moment is not only in our favor but it's what is meant for us
whenever flows, flows
whatever crashes, crashes
it is, what it is
because life is a mystery
if you take away the mystery and everything was certain
you wouldn't need faith
and one day we will look back at this time and be grateful, because we will understand that everything works out for the best, it always does 💙