cukup turunkan ekspektasi, tanpa menurunkan standar.
Lint Roller? I Barely Know Her
I'd rather be in outer space 🛸
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
d e v o n
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

blake kathryn
RMH
trying on a metaphor

No title available
styofa doing anything
Misplaced Lens Cap
tumblr dot com
Monterey Bay Aquarium
KIROKAZE
Mike Driver
dirt enthusiast

shark vs the universe

No title available

titsay
NASA

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Australia

seen from Australia

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Ireland

seen from Australia

seen from Türkiye

seen from Brunei

seen from United States
@vienanissa
cukup turunkan ekspektasi, tanpa menurunkan standar.
kangen juga sama tumblr.
membaca kembali tulisan yang pernah saya tulis beserta sekumpulan draft yang tersimpan, rasanya ; nostalgic.
oh dulu saya bisa menulis seperti ini ya, oh dulu saya pernah mengalami hal ini ya, oh dulu saya pernah merasakan perasaan ini ya..
ah, tumblr ini selalu punya momennya untuk saya kembali.
dan sepertinya akan selalu kembali.
— *psstt, sudah 16 tahun saya bersama akun ini dengan segala lika-likunya.
tidak semua yang saya inginkan harus segera saya dapatkan.
memang berat.
tapi, menunda mendapatkan suatu keinginan yang tampaknya sangat mudah untuk saya gapai, dan sabar dalam menghadapi situasi yang berada di luar kendali saya, mungkin itu pelajaran yang Allah ingin beri untuk saya saat ini.
pelan-pelan, ya..
"gak semua hal harus dihadapi dengan kuat. selamat menemui dengan lembut"
dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ
How to pray on Laylatul Qadr? (Please watch and share!)
Ya, begitu.
Bisa jadi orang yang paling kejam dan memandang rendah diri ini adalah diri kita sendiri. Bukan orang lain yang menjadi contoh di tulisan ini, tapi saya membicarakan diri saya sendiri. Beberapa waktu lalu, salah satu orang yang saya kenal meminta pendapat saya mengenai suatu hal terkait masalah pekerjaannya. Ya saya memberikan tanggapan dan saran yang menurut saya "sekenanya saja", karena saya membalas pesan tersebut dengan gerak jari jemari yang lincah dan lihai serta tanpa berpikir panjang. Mungkin memang pada dasarnya beliau orangnya baik, mau mendengar, dan menghargai pendapat orang lain ya, beliau berterima kasih dan melakukan apa yang saya sarankan (tidak seperti saya yang kalau dikasih nasihat malah suka ngedumel atau menyanggah atau akhirnya tidak menjalankan apa yang disarankan atau malah jadi ngambek sama orangnya). Saya sendiri menganggap hal tersebut hanya sebagai angin lalu. Tapi tak lama berselang, singkat cerita beliau berkabar pada akhirnya proyeknya bisa berjalan, tidak jadi putus hubungan kerja sama. Beliau berterima kasih sekali. Tapi saya merasa yang saya sarankan itu biasa saja, hal yang bisa dipikirkan dan dilakukan oleh semua orang, tapi entahlah mengapa sampai berterima kasih segitunya.
Awalnya saya risi sendiri, "apasih lebay gitu doang juga" (ini ngedumel sendiri, gak sampe bilang ke orangnya). Tapi setelah dipikir kembali, entah karena faktor apapun itu, beliau dengan kerendahan hatinya mau meminta pendapat saya, mau mendengar saran saya, dan lebih penting lagi, beliau mau melakukan saran yang saya berikan. Padahal saya berpikir bahwa hal tersebut pasti sudah biasa beliau hadapi dan beliau lebih tahu seluk beluk pekerjaannya, lebih berpengalaman. Yaa apalah saya ini engga banyak tahu ini dan itu terkait posisi dan bidang pekerjaannya.
Tapi dari situ saya cukup sadar, bahwa saya terlalu memandang rendah diri saya. Selalu merasa biasa-biasa saja, tidak ada lebihnya, banyak sekali kurangnya. Tapi bisa jadi, di hadapan seseorang, apa yang saya keluarkan dari pikiran saya, kemudian dituangkan dalam bentuk lisan maupun tulisan, bisa berarti bagi dirinya. Tapi di satu sisi, saya terkadang merasa nyaman dengan apa adanya diri saya (meski ada pro-kontra, pergolakan batin dengan sikap saya yang sering cuek, dingin, galak, bodo amat). Karena dengan begitu, saya tidak memikirkan ekspektasi orang lain dan malah menjadi beban bagi diri saya kalau saya tidak memenuhi ekspektasinya (tapi sering juga sih overthinking mikirin gimana diri saya menurut orang lain).
Hari ini saya belajar, semoga besok dan seterusnya pun begitu. Semoga sadarnya bertahan lama dan terus-menerus tersadarkan oleh hal baru.
Sabtu, 14 Agustus 2021.
Ternyata sudah lama tidak bermonolog cukup panjang yang agak "berisi" gini.
- dari saya yang sedang mencari motivasi dan semangat yang entah larinya ke mana.
Mau ibadah haji, yaa Allah.
Selepas Ramadan #2.
Teringat salah satu do'a indah dari salah satu ustadz saat ramadan kemarin.
"Semoga, Ramadan kali ini dapat menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang semakin bertaqwa; yaitu, hamba yang semakin cinta dengan apa yang Ia perintahkan dan Ia senangi, dan semakin menjauhi apa yang dilarang-Nya".
aaamiin.
Sabtu, 15 Mei 2021.