Pernah merasa tidak berguna untuk siapapun? merasa tidak dibutuhkan, tidak diinginkan, tidak diperdulikan, oleh siapapun.
Kamu sakit, sedih, bahagia, mungkin matipun tidak ada yang tahu. Kamu merasakannya seorang diri, berjuang sendiri, mati-matian sendiri.
Sampai waktu dimana kamu ingat, kamu terlalu brengsek untuk ditemani. Bahkan, untuk sekedar saling menyemangati, kamu tidak pantas. Kamu berusaha semangat dan ceria padahal hatimu mencaci dirimu sendiri.
"hei, lihat orang-orang itu. mereka bisa bahagia tanpamu! mereka tidak butuh kamu!"
Ah, ternyata 'kamu' yang dimaksud adalah aku.
Payah sekali untukku membangun rasa cinta pada diri sendiri.
Aku selalu membenci diriku, mengapa aku seperti ini.
Mengapa orang-orang tidak bisa menunjukkan cintanya, seperti aku menunjukkannya.
Mengapa orang-orang pandai sekali bertutur kata menyilet hati, padahal aku selalu menjaga hati mereka.
Mengapa keluargaku, tidak menganggap aku ada? Mengapa aku dibesarkan kalau untuk seorang diri tanpa dukungan?
Mengapa aku tidak hidup bersama orang tua? mengapa aku sendiri?
Sampai pada akhirnya, aku menyadari aku punya teman-teman. Seorang teman. Dua orang teman. Tiga orang teman. Bahkan lebih. Mereka mampu membuatku menyembunyikan rasa sakit hati kepada siapapun.
Mereka baik, aku yang brengsek.
Keluargaku baik, aku yang brengsek.
Aku brengsek, karena mengharapkan kebahagiaanku saja, padahal bahagia ada dimana-dimana.