Sempat terpikir, "Gini gini aja boleh kan?". Lalu kalimat ahsanu amala muncul. Lalu ingat kalau ingin surga yang tertinggi.
Bismillah, kita usahakan doa dan ikhtiar yang luar biasa itu.
Three Goblin Art

tannertan36
Sade Olutola
No title available
ojovivo
NASA
trying on a metaphor

PR's Tumblrdome

★
will byers stan first human second
Peter Solarz
KIROKAZE
Lint Roller? I Barely Know Her

祝日 / Permanent Vacation

JBB: An Artblog!
taylor price
AnasAbdin

pixel skylines

⁂
DEAR READER
seen from Ukraine
seen from United States
seen from United States

seen from Vietnam

seen from Spain
seen from Türkiye

seen from Mexico
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Ireland

seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@warnawarnilangit
Sempat terpikir, "Gini gini aja boleh kan?". Lalu kalimat ahsanu amala muncul. Lalu ingat kalau ingin surga yang tertinggi.
Bismillah, kita usahakan doa dan ikhtiar yang luar biasa itu.
Lathif
Gara-gara membahas doa Nabi Yusuf AS, gue juga jadi teringat dengan makna kata Laṭīf.
Di Indonesia, Al-Laṭīf biasanya diterjemahkan dengan "Maha Lembut". Tapi kalau kita membaca tafsir para ulama, makna "lembut" dalam bahasa Indonesia jadi terasa sempit sekali.
Kata Laṭīf mengandung makna sesuatu yang halus, detail, samar, dan bekerja dengan cara yang tidak selalu terlihat. Ada nuansa gentle sekaligus subtle. Sampai-sampai kebaikan-kebaikan Allah terkadang sampai kepada hamba-Nya melalui cara yang tidak kentara, sehingga kita tidak akan menyadarinya kalau tidak mencoba connecting the dots.
Makanya dulu waktu membaca terjemahan secara literal, gue sempat bertanya-tanya:
"Lah, Nabi Yusuf AS dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, difitnah, dipenjara, dan dilupakan. Kok masih mengatakan bahwa Rabbnya Maha Lembut?"
Ternyata setelah membaca tafsir para ulama, baru paham bahwa Nabi Yusuf AS mengucapkan:
إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ "Sesungguhnya Rabbku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki."
bukan ketika beliau berada di sumur atau di penjara.
Beliau mengucapkannya setelah seluruh perjalanan hidupnya tersambung. Setelah beliau melihat bagaimana Allah mengeluarkannya dari sumur, membawanya ke rumah Al-Aziz, memasukkannya ke penjara, mempertemukannya dengan raja, mempertemukannya kembali dengan keluarganya, dan menjadikan semua luka itu tidak sia-sia.
Maka ucapan itu seolah bermakna:
"Sesungguhnya Rabbku mengatur semuanya dengan cara yang begitu halus, begitu detail, dan begitu rapi."
Ada jalan-jalan yang dahulu tampak seperti musibah, tetapi ternyata merupakan bagian dari pertolongan-Nya. Ada sebab-sebab yang dahulu terlihat acak, tetapi ternyata berada dalam pengaturan-Nya yang sangat teliti. Kadang keterbatasan bahasa memang membuat kita ikut terbatas dalam memahami.
Dan mungkin memang sebagian kelembutan Allah baru bisa dikenali ketika kita sudah cukup jauh berjalan dan menoleh ke belakang.
Lalu berkata seperti Nabi Yusuf AS:
"Sesungguhnya Rabbku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki."
Ya Lathif 😭
ya Allah, buat aku lebih banyak menangis karena dosa-dosaku daripada karena luka-lukaku. ampuni aku dan sembuhkan aku ya Allah. ya Jabbar, Engkau Maha Perkasa dan Maha Berkehendak.
ya Allah, sampaikan permohonan maafku kepada orang-orang yang pernah aku sakiti. bahagiakan mereka ya Allah. jadikan mereka lupa atas semua luka yang pernah aku tinggalkan di hatinya. bantu aku pula untuk memaafkan mereka. bersihkan hatiku, hilangkan segala penghalang antara doaku dan iya-Mu.
maafkan aku. maafkan aku. maafkan aku.
Alhamdulillah, bersyukur bukan hari ini. Insyaallah suatu hari nanti yaaa.
Ibrahnya, sebenarnya harus siap setiap saat. Siap ruhaninya, ilmunya, dan fisiknya.
Allahummarhamna bil Quran. Alhamdulillah. Semoga istiqomah
Bismillah, mulai hari ini mau rutin ngetweet ayat hari ini biar ada oleh-olehnya kalau tilawah.
Allahummarhamna bil quran
berani
masih di bab yang sama
Yuk berani mengakui kesalahan
Yuk berani ambil resiko
Bismillah, lagi menulis lamaran nih. Manut dengan Pak Suami. Bismillah ALLAH RIDLO DAN BERKAHI. Aaamiiin
ringan dan berat, semoga terus bisa mengusahakan yang terbaik hingga akhir
Semoga bukan ramadhan terakhir untuk kita semua.
Bismillah, detik-detik yang berharga ini semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ampuni kami ya Allah atas segala khilaf dan salah kami 🥺.
Alhamdulillah, menjalani peran baru di ramadhan tahun ini, bersyukuuuur banget.
Namun, beberapa hari ada waktu-waktu yang terbuang sia-sia. Perlu ditaubati, astaghfirullah.
Rabbana taqobbal minna, Ya Rabbana, terimalah amal kami walaupun banyak kekurangan disana-sini. Ampuni kami atas kesalahan-kesalahan kami.
Jika ahli surga melihat wajah Allah subhanahu wa ta’ala, (maka saat itu juga) mereka lupa kenikmatan surga (yang lainnya).
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam Raudatul Muhibbin
"Waj'al-hu lanaa hujjatan, wa laa hujjatan 'alainaa, dan jadikan dia (Al Quran) hujjah untuk kami dan jangan jadikan dia (Al Quran) hujjah atas kami"
Sepulang jaga baru terfikir, betapa luar biasanya doa khotmil quran itu. Dibuka dengan meminta dimuliakan dengan Quran dan ditutup dengan meminta Quran dijadikan hujjah untuk kita-bukan atas kita.
Ini seperti dalam lafadz doa bagi pengantin baru "Barakallah lakumaa wa baraka 'alaikumaa, semoga keberkahan untuk kalian berdua dan atas kalian berdua"
Dalam konteks pernikahan, semoga ada keberkahan baik dalam kondisi lapang maupun sempit
Maka dalam konteks Quran, semoga quran menjadi hujjah kebaikan, bukan hujjah keburukan. Semoga yg telah dikaruniakan Al Quran, bisa menjaga dengan sebaik-baiknya. Semoga yg mencintai Al Quran, bisa diberikan kemudahan untuk terus berdekat-dekat dengannya.
Ini refleksi diri saja, melihat beberapa kejadian yg terjadi. Ya intinya hafalan, kedekatan, perjuangan bersama Al Quran itu bukan hanya saat di pondok, di masa-masa ingin sekali khatam, di waktu-waktu iri melihat kawan bisa menghafal Quran; lalu berharap mendapat keuntungan duniawi karena itu semua
Tidak, tapi sepanjang hayat, apapun kondisi kita, untuk menguji, apakah kita yakin dengan janjiNya
Allah akan memuliakan dan merendahkan suatu kaum dengan Al Quran
Jika pun Allah takdirkan bukan di dunia, semoga di akhirat
Adakah hal terindah selain kita bisa menyimak quran, melafalkan dengan baik dan benar, menghafalkannya sehingga saat di putar rekaman atau audio kita secara reflek bisa mengikuti serta memahaminya?
Allahumma irhamnaa bil Quran 😭😭😭
Yakin Allah Maha Pengampun kan?
Yakin Allah Maha Pengasih dan Penyayang kan?
Yakin Allah akan beri petunjuk kan?
Yakin Allah akan memberikan pertolongan kan?
---- jadi, taubat dan bersungguh-sungguhlah. Lalu fokus pada amal-amal yang bisa dilakukan.
Apa yang kamu cari?
Ridlo Allah, itu kan?
Jadi singkirkan yang bikin kamu ga produktif, ga ibadah dan jauh sama Allah.
Buat jadi gampang, buat jadi ringan, buat jadi lapang. Salah satunya adalah dengan banyakin syukur.
Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah
Saat sujud dalam shalat tarawih tadi aku sadar bahwa kesempatan seperti ini sangat mahal.
Alhamdulillah, izinkan kami bisa terus bersujud dengan nikmat Ya Allah, bulan ini, tahun ini, dan seterusnya.