Kebencian
Ada apa dengan kebencian sehingga dia begitu segar ketika diungkapkan? Ada apa dengan kebencian sehingga kita cenderung mencari penegasan bahwa dia layak diungkapkan seolah pengungkapan itu berguna?

tannertan36
No title available
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

Love Begins
Interview Vampire Daily
🪼
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Cookie Run:Kingdom Official!
Mike Driver
Sweet Seals For You, Always
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
The Stonewall Inn
Doug Jones
Keni
macklin celebrini has autism

oozey mess

PR's Tumblrdome
almost home
Color Me Curious
$LAYYYTER
seen from Poland
seen from Thailand
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Russia
seen from United States
seen from Argentina
seen from United States
seen from Brazil

seen from United States

seen from Argentina
seen from United States

seen from Brazil
seen from Algeria
seen from United States
seen from Canada

seen from Türkiye

seen from United States
@wawaney
Kebencian
Ada apa dengan kebencian sehingga dia begitu segar ketika diungkapkan? Ada apa dengan kebencian sehingga kita cenderung mencari penegasan bahwa dia layak diungkapkan seolah pengungkapan itu berguna?
Alright. Now here's my work space which is also my son's study desk and our living room. Another side of this living room only has a sofa that can host three sitters.
Last year, sometime around summer, I realized that I no longer needed a private room (a room of my own, in Virginia Woolf's words) to read and write. Besides, we live in a two-bedroom apartment, so what I called my office space in the past was actually my son's bedroom at night.
That's why, to embrace life and its limitation, i decided last summer that I would convert our living room into my work space.
Here it is: A decent desk I bought for 15 dollars, a bookshelf, which used to be a CD shelf,I got from my summer workplace, a hand-me-down speaker unit from a friend. Just a couple of days ago I got this additional collapsible laptop desk that I use for times when I don't feel like typing while seated.
As you see: With a standing work station, I'm now as hipster as I can get.
Resensi: Premium Rush
Saya tahu tentang film ini dari seorang teman baru pada bulan Agustus kemarin, ketika yang bersirkulasi di internet baru trailer-nya saja. Tentu, film tentang sepeda sangat menyenangkan buat saya, sebagai penggemar sepeda. Film terakhir tentang sepeda yg saya lihat adalah Klunkerz, tentang salah satu versi sejarah lahirnya sepeda gunung sebagaimana kita ketahui saat ini. Ketika melihat trailer Premium Rush tentu saja senang: ini dia saatnya "sastra" tentang sepeda.
Ditambah lagi, saat itu saya baru saja membeli sepeda balap bekas dari seorang tetangga. :)
Pengalaman nonton. Pertama kali film dibuka, saya langsung bahagia karena opening track-nya adalah "Baba O'Riley" dari The Who. Saya sedikit banyak bertanya-tanya: Apa motivasi si pembuat film menggunakan Baba O'Riley di sini? Apakah ada implikasi filosofis, mengingat lagu ini sangat dipengaruhi oleh Maher Baba yang mengklaim diri sebagai Avatar zaman ini (maksudnya zaman itu, ketika lagu ini muncul)? Ataukah hanya karena intro lagu ini sangat cocok untuk ritme sepeda, ritme upbeat kayuhan sepeda kecepatan tinggi (fixie, balap, ataupun sepeda gunung) di sibuknya jalanan New York? Bisa jadi. Yang pasti, si pembuat film tidak terjebak dengan lagu-lagu dengan beat tinggi tentang sepeda, seperti misalnya "Bycicle Race" dari Queen atau lagu-lagu ekstrim sport dari band-band tak terkenal. Jadi, satu bintang untuk pemilihan opening track.
Alur non-kronologis. Film dimulai dari bagian ketika Wilee (Joseph Gordon-Levitt) jatuh dari sepeda (tapi pakai helm) dan Vanessa (Dania Ramirez) memeriksa keadaannya. Terus dari situ kaset film digulung mundur untuk mengetahui bagaimana asal-usulnya kok si Wilee ini jatuh dari sepeda. Nah, pikiran saya bilang: "Mulai lagi deh, alur non-kronologis!" Dan Anda pasti tahu, ini adalah film dengan alur non-kronologis (selanjutnya saya singkat "alnonkron") kedua Joseph Gordon-Levitt dalam waktu yang berdekatan, setelah sebelumnya di (500) Days of Summer bersama mbak Zoey DesChannel. Film2 dengan alnonkron, asalkan digarap dengan asyik, mengesankan "coolness" buat saya. Atau, paling tidak, mengesankan "ke-indie-an" atau idealisme. Hal itu terutama karena film dengan alnonkron cenderung sedikit lebih sulit dicerna.
Tapi itu dulu. Sekarang saya berargumen: alur non-kronologis saat ini sudah nyaris menjadi konvensi, penggunaannya tidak lagi mengandung inovasi.
Tapi saya secara pribadi kurang puas dengan penggunaan alnonkron untuk (500) Days of Summer dan Premium Rush ini karena saya tidak berhasil menemukan alasan kenapa juga alur seperti ini yang dipakai? Saya sebenarnya suka penggunaan alnonkron asalkan memang untuk jenis-jenis cerita yang membutuhkannya. Kedua film Gordon-Levitt yg saya sebut di sini adalah film kejar-kejaran
Androinated Kindle Fire. Amazon Kindle Fire is a great gadget for avid readers. It makes it possible for you to read your books wherever you are. Unfortunately, Amazon Kindle Fire 1st Generation is so minimized that it only lets you to read and watch movies from Amazon Prime, although it is actually a powerful gadget that can do a lot more than that. Its glass, processor, memory and all are powerful, but its watered down version of Android OS is so limiting. That's why a heavy tweaking is necessary to enable to live up to its potentials. That's also what I did to my Kindle Fire 1st Generation, which I bought last summer for only 50 dollars, way less than half the price of other Android tablets with the same specs. I converted this eBook trader into a full-fledged Android tablet, running Jellybean, seamlessly.
Back Again
I thought I never would have to return to this blog again. Apparently, there are things in life that are out of the ordinary. I guess that's what Tumblr is for right? So, I just installed this application for my Android tablet, and it feels so easy to write using this tablet. Therefore, ladies and gentle bloggers, you can expect to find updates on this blog again wrote regularly, probably. I'm in the process of completing my studies. I really believe that i will need a lot of time to unload my burden. This is the perfect place for that. Agree?
Aku lempar bola ke seberang sana dan langsung dia lempar balik dengan pukulan keras tapi bisu… http://wp.me/s3pspP-1095
Aku lempar bola ke seberang sana dan langsung dia lempar balik dengan pukulan keras tapi bisu dibungkam jemari ombak mencabik.
View Post
Aku ini aroma sangit dari korslet sajak terlilit.
Aku ini ruap belerang Dari syair yang terulang.
jangan lupa, dia tanaman kecil dari tonggak yang tercampak.
jangan lupa, ini tanah surga dan dia bisa tumbuh semaunya
tanaman lain membantunya dengan membuka jalan surya
tanaman lain tidak membantu dengan menyuap unsur hara
Dari sebuah perkenalan kebetulan waktu menemani anak nonton TV Sabtu pagi, saya mengejar lebih lanjut sosok Fred Rogers. Tentu saja, seperti banyak hal-hal menarik dan menantang dalam hidup saya, ketertarikan saya dipicu oleh musik.
Mr. Rogers--begitu sosok Fred Rogers ditampilkan dalam acara TV anak-anak Mr. Rogers' Neighborhood--menyanyikan lagu yang sangat catchy baik bunyi maupun isi. Begini baris-baris yang sangat menarik saya: "Did you ever grow anything in the garden of your mind? You can grow ideas, in the garden of your mind .... It's good to be curious." Tentu, saat menganggur dan teringat, saya google lirik ini. Maka ketemulah video ini.
Belakangan, saya ketemu informasi lebih lanjut tentang beliau (saya link-nya saya kasih di judul postingan ini). Ternyata, dia seorang pendidik anak, seorang pendeta Presbiteranian (yg dilantik untuk mengabdi dalam hal pendidikan anak lewat media :D), dan seorang lulusan jurusan Penggubahan Musik. Ah, pantas saja, musiknya catchy dan liriknya mendidik. Bahkan, di link itu ketahuan bahwa dia mendapat berbagai penghargaan dan berperan aktif sangat besar dalam pendidikan anak di negeri Aa' Syam.
Sebagai seorang yang hidup di dua dunia, tentu saja saya langsung menghubungkan dengan dunia asal saya. Siapa ya orang di Indonesia yang kira-kira sampai begini kiprahnya? Terpikir oleh saya: Kak Seto. Beliau ini sejak tahun 80-an sudah aktif dalam acara-acara hiburan anak, pendidikan anak, psikologi anak dll. Si Komo adalah salah satu masterpiece yg tidak bisa tidak pasti tertinggal di benak anak-anak yang sempat melintasi dekade 90-an (meskipun tidak pernah benar-benar melihat acaranya sendiri, yg ditayangkan pagi hari). Setiap ada kasus yang melibatkan anak--anak kecil hilang, anak kecil merokok, anak kecil suka memanjat menara--Kak Seto seringkali terlibat.
Mungkin padanannya kak Seto. Tapi, kalau dipikir-pikir, apa Kak Seto seaktif dan sekontinyu Mr. Rogers ini ya? Yang jelas, Kak Seto tidak punya acara TV yang bertahan sampai tiga dekade lebih--Mr. Rogers mengawali acaranya pada tahun 60-an dan mengakhiri syuting pada tahun 2000. Tapi, mungkin saja Kak Seto lebih kontinyu di bidang lain? Di bidang psikologi anak, mungkin? Mungkin dia punya kolom entah di majalah apa begitu yang terus-terusan dia kelola? Mungkin Kak Seto kontinyu dalam "turun tangan" dalam segala masalah nasional yang melibatkan anak--terutama yang sampai diliput media. Ah, butuh riset khusus untuk menjawab ini.
Cita-cita saya dalam waktu dekat: menerjemahkan artikel di situs biography.com itu. Atau, apa Anda mau mendahului saya? :D
Konyol
Konyol rasanya, kita bisikkan nyawa kepada laptop: "Pukul!" Maka merahlah jidat kita. Konyol juga, kita hidangkan kopi ke layar smartphone. "Monggo!" Maka merahlah mata kita kelilipan insomnia.
Accidental Racist by Brad Paisley and LL Cool J
Shoal Creek Living History Museum, the Hobbit Village
The truth is out there, but so are lies.
Dana Scully, The X-Files - Ep. "E.B.E"
Kenapa pada burung prenjak dan kardinal yang jantan cenderung berwarna merah dan yang betina cenderung coklat standar? Apa karena pola makannya?
Damning socialism along with capitalism is a typical American cop-out, but socialism was the secular attempt to reintroduce morality into the economy, to fulfill the six principles that underlie Islam — minus God.
http://dissidentvoice.org/2011/01/ecology-and-islam-review-of-abdul-matins-green-deen-2010/
Sweet Truth! Accidentally listened to an "In My Life" cover by Johnny Cash! This is exactly one of those greatest moments in a music lover's life.