Casuarina equisetifolia
Not today Justin

★
i don't do bad sauce passes
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
will byers stan first human second
art blog(derogatory)
trying on a metaphor
NASA
Xuebing Du
hello vonnie
todays bird

Andulka
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Stranger Things
Jules of Nature
tumblr dot com

祝日 / Permanent Vacation
No title available
cherry valley forever
RMH

seen from Saudi Arabia

seen from Türkiye

seen from Australia

seen from Japan

seen from T1

seen from United States
seen from Brazil

seen from Indonesia
seen from United States
seen from Belgium
seen from Poland

seen from Saudi Arabia
seen from Argentina
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@wicaksananggit
Casuarina equisetifolia
Yogyakarta, 15 April 2020
Guru Aini karya Andrea Hirata
Novel Guru Aini merupakan prekuel dari novel Orang-Orang Biasa yang memfokuskan cerita pada sosok Guru Matematika idealis, Guru Desi Istiqomah, dan Nuraini, seorang pelajar yang telah bertahun-tahun babak belur dihantam matematika. Berawal dari harapan tinggi mampu menyembuhkan penyakit “modern” ayahnya dan dengan bimbingan Guru Desi, Aini memilih untuk bangkit dan menghantam balik matematika. Tentu saja, pada akhirnya hasil tidak pernah mengkhianati usaha dan doa.
Lelah namun puas. Dua hal itu Saya rasakan saat membaca kisah perjalanan Guru Desi di awal cerita dalam usahanya mencapai lokasi penempatan sebagai Guru Matematika. Demikian juga saat mengikuti perjuangan Aini dari yang awalnya tidak dipedulikan matematika hingga mampu menjadi kawan baik matematika. Pak Cik memang jagonya dalam membawa pembaca turut merasa lelah mengikuti perjalanan dan perjuangan tersebut, namun pada akhirnya merasa puas saat Guru Desi dan Aini telah mendapatkan yg diperjuangkan.
Pak Cik Andrea tidak diragukan lagi kemampuannya dalam menghadirkan dialog jenaka antar tokoh. Hasilnya, tak terhitung Saya tergelak tawa karena kelucuan dialog antar tokoh. Setiap Guru Desi kesulitan mengingat nama muridnya, ditambah celetukan Guru Laila saat membantu Guru Desi mengingat menghasilkan kesan jenaka yang sungguh membekas.
Akhir kata, Saya haturkan salam hormat untuk Pak Cik Andrea Hirata yang telah menghadirkan karya seapik ini. Demikian juga untuk para Guru di Indonesia. Selamat mengabdikan diri pada ilmu pengetahuan. Selamat mendidik siswa-siswi menjadi penerus bangsa yang tidak pernah takut dan ragu dalam belajar.
“Bahwa tak boleh ada keraguan, apalagi ketakutan, dalam belajar matematika.” (265)
Salam,
Anggit Wicaksana
Yogyakarta, 12 April 2020
Si Anak Cahaya karya Tere Liye
Salah satu novel dari serial anak karya Tere Liye ini mengisahkan tentang petualangan masa kecil Nurmas, seorang anak yang tinggal di salah satu kampung di Pulau Sumatera. Kedua orangtuanya yang merupakan anggota Jong Sumatranen Bond atau Persatuan Pemuda Sumatra pada masa pra-kemerdekaan mendidik Nurmas dengan kasih sayang dan bimbingan yang begitu luar biasa. Maka tidak mengherankan jika Nurmas tumbuh menjadi anak yang cerdas dan tak kenal menyerah. Hingga akhirnya, Dia akan selalu diingat oleh penduduk kampung sebagai “Si Anak Cahaya”.
Bang Tere begitu apik dalam mengisahkan kehidupan masyarakat kampung di Pulau Sumatera pada masa awal-awal Republik Indonesia berdiri. Membawa pembaca merasakan sensasi hidup di jaman itu. Tinggal di rumah panggung yang tinggi; hidup sebagai petani padi, karet, dan kopi; pergi ke kota naik gerobak sapi; dan masih menjamurnya kepercayaan pada dukun dan jimat sakti.
Saya suka dengan penggambaran karakter Nurmas. Seorang anak Sekolah Rakyat yang cerdas, setia kawan, dan pantang menyerah. Persahabatannya dengan Jamilah, Siti, dan Rukayah diceritakan dengan sangat menarik. Dialog-dialog lucu nan bersahaja khas anak kecil pedesaan, konflik anak-anak yang meski sederhana namun mampu membangkitkan rasa haru, hingga perjuangan dalam membantu meringankan beban keluarga saat paceklik panjang melanda kampung mereka.
Konflik utama yang melibatkan seluruh penduduk kampung, berhubungan erat dengan masa lalu kelam Bapak Nurmas. Kelompok berideologi Komunis. Ini kali kedua Saya membaca buku Bang Tere yang menjadikan perkumpulan berideologi Komunis sebagai antagonis di cerita, setelah Novel “Tentang Kamu”. Bang Tere kembali mampu menggambarkan secara nyata rasa ngeri dan pilu akibat kekejaman kelompok tersebut yang justru menginginkan kesetaraan untuk semua orang ini.
“Saat Kau menyaksikan Mamak Kau cemong oleh kotoran Kerbau, itulah bukti betapa besar kasih sayangnya pada Kau” (299)
Oi! Inilah penggalan dialog yang begitu membekas bagi Saya. Bukti nyata begitu besarnya rasa cinta Mamak dan Bapak kepada Nurmas. Sebuah ungkapan yang mampu membuat Saya merinding karena terpukau, sama seperti saat membaca perjuangan pantang menyerah Nurmas dalam menyelesaikan konflik utama di bagian akhir cerita.
Akhir kata, Saya ucapkan terima kasih kepada Bang Tere yang telah menghadirkan sebuah bacaan yang begitu menarik dan sarat akan makna. Tak sabar rasanya membaca empat novel lain serial buku ini.
Salam,
Anggit Wicaksana
Yogyakarta, 05 April 2020
"Orang-Orang Proyek" karya @ahmadtohariofficial.
Menjadi orang proyek nan idealis di jaman rezim Orde Baru bukanlah hal mudah. Insinyur Kabul, seorang pelaksana proyek pembangunan jembatan, menghadapi kenyataan bahwa pekerjaan yang mutu dan keandalannya Dia jaga dijadikan ajang bancakan oleh para pejabat, pemborong, maupun masyarakat sekitar. Hingga pada akhirnya, Insinyur Kabul harus memilih satu dari dua opsi yang sama-sama berat. Melanjutkan proyek dengan resiko kualitas jembatan tidak dapat dipertanggungjawabkan, atau mengikuti idealismenya, berhenti dan keluar dari proyek.
Pak Ahmad Tohari mampu menggambarkan dengan baik seorang Kabul sebagai sosok Insinyur muda idealis mantan aktivis Kampus. Pertemuan Kabul dengan Kades Basar, teman seperjuangan aktivis kampus, dan Pak Tarya, pensiunan pegawai dinas penerangan yang hobi memancing, turut berperan menguatkan hati Kabul dalam mengambil keputusan di masa-masa sulit. Pun dengan kisah asmara Kabul dan Wati dihadirkan secara wajar namun apik. Tidak berlebihan. Malah semakin menambah warna dalam usaha Kabul menyelesaikan proyek yang Ia pimpin.
Hanya saja, ada satu keresahan Saya mengenai kisah Insinyur Kabul dalam buku ini. Yakni setelah Kabul mendapat ancaman dari panitia pembangunan Masjid maupun Insinyur Dalkijo, atasan sekaligus kakak tingkat di kampus, nyatanya Ia tidak menghadapi satu masalah pun seperti yang diancamkan. Hal tersebut terasa janggal mengingat sejak awal cerita banyak disebutkan resiko yang akan didapat oleh para penentang rezim.
Terlepas dari keresahan tersebut, Saya sangat menikmati halaman demi halaman novel ini. Selalu merasa penasaran dengan kelanjutan kisah Insinyur Kabul beserta para tokoh lainnya. Dan tentunya ada banyak hal baik yang bisa Saya jadikan tuntunan. Salah satunya, “Kita harus hati-hati dalam menjalani hidup. Jangan terlena dengan pernak-pernik dunia, karena hidup sejatinya akan berakhir di ujung maut".
Akhir kata, Saya sampaikan rasa terima kasih kepada Pak Ahmad Tohari yang telah menghadirkan karya apik nan bernilai ini.
Salam, Anggit Wicaksana
God Morgen!
Good Morning Everyone~
Pop Art Portrait
Choco-lattenya enak :) Gedung Ventura, Jakarta Selatan AW!
RTM : Fase-fase dalam Pernikahan
Pagi ini saya menghadiri sebuah kajian Ustadz Cahyadi Takariawan di Jogja, mungkin bagi yang mengikuti buku-bukunya, beliau memang concern dalam topik-topik terkait pernikahan. Di kajian ini hampir seluruh pesertanya adalah ibu-ibu, utamanya yang memang lebih tua daripada saya, karena memang ini pengajian keluarga. Tapi rasanya, saya juga banyak mendapat ilmu dari kajian ini dan masih harus banyak belajar.
Supaya temen-temen juga bisa dapat ilmunya, ini saya resume kan isi kajian tadi hehe. Semoga bermanfaat yaa, tentu sudah saya edit dikit-dikit dengan bahasa saya, semoga nggak merubah maknanya.
Ustadz Cahyadi menyampaikan bahwa ada beberapa fase dalam pernikahan.
Romantic Love : fase ini adalah tahun-tahun pertama pernikahan (3-5 th) biasanya. Di fase ini masih terasa sekali manis-manisnya pasangan. Yaaa, bisa dibilang anget-angetnya lah ya :D
Disappointment/Distract :setelah fase romantis, akan ada berbagai penurunan dalam kualitas hubungan karena adanya beberapa missed. Nah fase ini bisa menjadi lama bisa juga menjadi singkat, tergantung bagaimana usaha pasangan untuk meredam konflik. Karena di fase-fase ini yang tadinya berbagai kesalahan bisa ditolerir, bisa berada di titik jenuh dan menjadi gampang tersulut.
Knowledge & awareness : di fase ini, pasangan yang dengan cermat dan ingin segera lepas dari fase sebelumnya, akan mencoba untuk meredam konflik-konflik yang ada dengan niteni, mengamati, dan mengenali lebih detail kondisi pasangan dan hubungan mereka. Di fase ini, kedua belah pihak baiknya sama-sama berjuang dengan semangat positif agar lebih memahami lapis-lapis kepribadian dan bahasa cinta pasangannya
Transformation : Fase ini adalah fase yang penuh dengan penerimaan, penerimaan yang jauh lebih luas dibanding di awal pernikahan. Di fase ini tiap-tiap pasangan mulai bisa berdamai dengan keadaan bahkan mensyukuri kekurangan yang ada dalam diri pasangannya.
Real Love : ini adalah fase puncak, fase paling dewasa dari mencintai. Pasangan bukan hanya sekedar suami istri, tapi juga sudah sejiwa. Cinta dalam fase ini tidak lagi menggebu-gebu seperti anak muda, justru sangat mendalam. Memang eskpresi fisik makin berkurang, tetapi ikatan emosional satu dengan yang lainnya makin bertambah.
Saya mengamati sekaligus belajar, bahwa apa yang terjadi pada hubungan saya dan suami masih sangat-sangat awal dan perjalanannya masih membutuhkan nafas panjang. Masih jauuuuuuhhhh syekaliiiiii. Mungkin kami masih berada di tahap romantic love, pun teman-teman yang ada di sosial media. Rata-rata yang mengunggah manisnya kisah mereka, mungkin adalah mereka-mereka yang sedang di fase yang sama seperti saya. Nggak papa, semoga menjadi catatan perjalanan dan pengingat bahwa kita pernah ada di fase ini dan segera bertumbuh ke fase-fase selanjutnya.
Saya jadi disentil, betapa masih banyak sekali yang harus saya pelajari dan pelan-pelan saya lakukan untuk menyeimbangkan hubungan saya dan suami. Masih banyak bahasa-bahasa cinta #tsah, yang perlu saya mengerti.
Dan di luar sana, mungkin banyak yang perlu dipahamkan, bahwa pernikahan bukan hanya soal bahagia-bahagia aja. Karena kalau itu yang dicari, nihil, pernikahan model apapun nggak ada yang lepas dari masalah dan konflik. Tapi, menurut saya pribadi, kalaulah yang kita cari itu ketaatan dan ketakwaan kepadaNya dalam pernikahan, kita bisa membuat hubungan ini jauhhhh lebih manis dari apa yang kita pikirkan. Asheeeqqqq wkwkk.
Semoga ini menjadi catatan buat saya pribadi untuk lebih semangat lagi belajar. Karena dalam hidup berumahtangga, tiap harinya kita mendapat hal baru yang harus kita pelajari.
Noted 😊
"Demi matahari dan cahayanya di pagi hari" QS 91:1 Cimaung, Kab.Bandung 5:30AM AW!
Hakikat Travelling
"My Trip My Adventure"
Sudah barang tentu kita sering mendengar slogan tersebut. Slogan yang selalu digaungkan oleh para penggiat penjelajahan tempat-tempat baru ini mudah kita temui di acara televisi setiap hari Minggu pagi, di kaos para anak muda kekinian, maupun di sticker yang ditempel di kendaraan bermotor.
Sebenarnya, apa hakikat dari sebuah perjalanan ke tempat-tempat baru? Apakah hanya sekedar membuat "feeds" akun media sosial kita menjadi semakin jempolan, atau supaya kita tidak dianggap anak kuper yang kurang piknik?
Well~
Menurut pendapat saya dengan penuh kerendahan hati, hakikat dari travelling adalah :
1) Menyadari bahwa kita hanyalah debu kosmik di Bumi Allah yang sebenernya juga tidak ada apa-apanya dibanding luasnya alam semesta ciptaan Allah. Setelah sadar, masih bisakah kita untuk sombong?
2) Menambah tempat (masjid) yang kita gunakan untuk bersujud, menghambakan diri kepada Allah. InsyaAllah suatu saat Bumi tempat kita tinggal ini bisa menjadi saksi bahwa kita pernah bersujud, menghamba kepada Allah dimanapun kita melangkahkan kaki.
Cukup dua hakikat saja yang bisa saya bagikan. Hal terpenting dari setiap perjalanan yang kita tempuh, jangan sampai kita menjadi manusia nyampah. Mengaku pecinta alam, tetapi buang sampah saja masih di sembarang tempat.
Tulisan ini hanya opini dari seorang anak manusia yang tak pernah lepas dari salah dan dosa. Semoga tulisan pendek ini bermanfaat. Sekiranya ada salah, mohon dimaafkan dan diberi koreksi.
Terima kasih telah membaca hingga tuntas.
Cimaung, Kab.Bandung, 11 Oktober 2017
Ditulis dalam keadaan hujan deras dan mati listrik.
AW!
Single Origin Peaberry Malabar
Single Origin Natural Malabar
Single Espresso
Ngopi yuk 😉
Borobudur Temple, Indonesia -15 January 2017- #Borobudur #Temple #Buddha #Indonesia
Uninstall
Uninstall IG, Uninstall FB, Uninstall Twitter. I'm starting to give up on my social media life. But I keep tumblr app in my smartphone, because I don't follow many of my friends. Just 2 people I think. Just because I uninstall my soc-med apps, it doesn't mean I hate many of my friends. I just hate bad speech. I hate hoax news. I hate conflict about SARA. I don't wanna give my brain bad food. So, I choose busy on good books, good films, good activities, and anything that make my brain smarter. Good bye IG. Good bye Twitter. Good bye FB. You can still contact me on line, WA, telegram, and tumblr. -Bantul, 11 January 2016- AW!
Never forget what you are, for surely the world will not. Make it your strength. Then it can never be your weakness. Armour yourself in it, and it will never be used to hurt you.
Tyrion Lannister
Setelah kita sama-sama lulus jenjang Sarjana, apakah takdir akan mempertemukan kita lagi di suatu tempat yang sama untuk ke-3 kalinya?
I hope so~
Alhamdulillah dilahirkan di negeri yang begitu subur ini. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan -Panen Raya di Kampung Ciburial, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi
Pada saatnya nanti, semoga saja masih bisa kita temui keelokan mentari saat sembunyi di balik nyiur melambai...
Semoga saja... Kamu dan aku..