17022022: Simbah Putri
Tulisan di #30haribercerita tahun-tahun sebelumnya selalu saya sisipkan cerita tentang simbah putri. Kali ini pun demikian. Namun dengan cerita yang berbeda. Walau kesan tentangnya tetap saja sama.
17 Februari 2022. Siang menjelang sore di hari Kamis, saya masih bercakap-cakap di rumah Ibu. Hari mendung. Bapak yang sore ini berencana membersihkan badan mbah putri terlihat ragu. Mungkin masih ada lelah setelah pulang bekerja. Namun akhirnya beliau berangkat juga.
Sore menjelang magrib kami pulang karena mau bersiap berbuka. Baru setengah perjalanan, ada telepon dari Ibu. Suara ibu tergesa. Barusan Bapak menelepon ibu dan mengabarkan kondisi simbah yang lemah. Saya pun bermaksud putar balik, namun ibu mencegah. Meminta kami kesana setelah berbuka saja.
Di rumah kami berbuka dengan tak tenang. Ibu kembali menelepon, ia sudah sampai ke rumah simbah. Ternyata simbah sudah berpulang. Tangis saya pecah, bergegas saya menelepon adek.
Tidak ada di antara kami yang tidak memiliki kenangan dengan simbah putri.
Simbah kami sedo. Saat Bapak dan sepupu saya membersihkan badan simbah. Entah kapan pastinya ruh itu keluar. Tidak ada yang tahu. Simbah hanya merintih sebentar, rintihan yang biasa ia keluarkan ketika kakinya terasa sakit. Simbah berpulang dengan diberi kemudahan, dengan kondisi yang baik dan sudah bersih.
InsyaAllah, semoga simbah putri husnul khotimah. Rasa sayang Allah kepadanya jauh lebih besar dari kami, insyaAllah, aamiin.













