kesedehanaan hidup, kerendahan hati, dan kesantunan laku, sumber kedaiaman. setidaknya, untuk saat ini
salatiga, 10 Juli 2016
Noah Kahan
occasionally subtle
TVSTRANGERTHINGS
KIROKAZE
tumblr dot com
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Today's Document

Janaina Medeiros
Cosimo Galluzzi
Game of Thrones Daily
he wasn't even looking at me and he found me

titsay
Cosmic Funnies
RMH
𓃗
YOU ARE THE REASON
Monterey Bay Aquarium

oozey mess

No title available
almost home
seen from Spain

seen from Germany

seen from Singapore
seen from Türkiye

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Albania
seen from Albania

seen from Ecuador

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
@widyahusna
kesedehanaan hidup, kerendahan hati, dan kesantunan laku, sumber kedaiaman. setidaknya, untuk saat ini
salatiga, 10 Juli 2016
Romantisme kehidupan : Allah punya segala cara untuk menyayangi hambaNya
rumah ramadhan
Ramadhan kali ini sangat berbeda dengan ramadhan sebelumnya. setiap momen ramadhan semenjak memasuki perguruan tinggi, sungguh itu hal yang teramat disyukuri. kenapa sih? ehm banyak sekali kesempatan untuk kita (mahasiswa) untuk fokus beribadah, bagaimana tidak? dikota rantau fasilitas untuk beribadah ditawarkan sedemikian rupa, mulai dari i’tikaf di masjid sampai karantina hafalan quran, bisa kita temukan dengan mudahnya.
Ramadhan 2016, ramadhanku bersama bunda tercinta dan keponakan laki-lakiku yang beranjak dewasa. minim sekali fasilitas majelis ilmu, dzikir dan aneka kegiatan ramadhan yang ditawarkan di derah tempatku tinggal. tapi tak kalah luas ladang belajar untuk sabar dan latihan menjadi “setengah” untuk yang lain nantinya.
dirumah, saat subuh, harus membuat si keponakan bangun, tilawah dan bersih-bersih rumah bareng. ternyata, ini ndak simple. berangkat kerja, setelah itu ada permintaan, Mbak, bisa ngisi ice breaking untuk buat jadwal roadshow (guaya), ini ternyata gak gampang. trus kalau lagi haid dan ketahuan si kecil kalau gak sholat, belajar menjelaskan keadaan dg bahasa anak-anak. itu juga bukan hal mudah. saat udah masak, eh rasanya gak seenak buatan ibu, yaaaah akhirnya sedikit yang makan, duuuuh belajar ikhlas poll. daaan yang terakhir, kalau mau pamitan i’tikaf dimasjid sama si bunda pasti ditanyain, sama siapa?? kalau tidak ada temannya, dirumah saja. kalau sudah tak lolos syarat itu, rasanya sesuatu sekali.
ramadhan yang lalu,
aku bisa bebas memilih bagaimana aku fokus terhadap ramadhanku
ramadhan kali ini,
aku belajar menyesuaikan diri dengan kondisiku
belajar jadi ibu, belajar jadi kakak, dan tetap belajar menjadi yang lebih baik
Surabaya, 21 Juni 2016 @kampuskece
hal yang membutuhkan ketegasan seorang wanita adalah sikap yang tidak jelas dari seorang pria
Al-Qur'an akan menjaga kita dari apa-apa yang dibenci oleh Allah, selama kita tetap menjaga kedekatan kita dengannya
menunggu itu
menunggu seseorang itu bukan perkara yang mudah. menunggu seseorang itu bukan hanya diam tak melakukan apapun, seperti seorang anak kecil yang berpangku tangan menunggu sang ayah datang.
menunggu seseorang itu melakukan upgrading diri, agar pantas nantinya membangun sebuah peradaban. menunggu itu bukan hanya tentang menjemput jodoh, tapi tentang bagaimana rencana kehidupan kita ke depan.
menunggu seseorang itu bukan berarti kita tidak menerima siapa pun yang datang dengan keseriusan, namun menunggu seseorang itu memberikan kesempatan pada diri atas setiap niat yang datang, dan libatkanlah Allah dalam setiap keputusan
menunggu itu penuh perjuangan, seperti halnya menunggu bus, tak selamanya yang lewat sesuai dengan harapan. begitu ada yang cocok, sudah penuh dan kita tak bisa jadi penumpangnya. hingga nanti proses menunggu itu akan berakhir ketika kita bisa menjadi penumpang bus yang kita harapkan
Al Izza, 16 April 2015
Tentang niat Kita
pernahkah kita melakukan sesuatu demmi seorang manusia? pernahkah kita meminta pada Allah untuk memudahkan langkah kita padahal upaya yang kita lakukan hanya sebatas untuk mebuat seseorang kagum pada kita?
sungguh niat adalah kunci nilainya sebuah tindakan apakah hal itu akan bernilai dimata Allah atau justru ia akan menjadi penentang pertama di hari kebangkitan atas ikhlasnya hati kita. niat pula yang menjadikan suatu yang kecil bernilai besar, dan sesuatu yang besar akan bernilai kecil.
marilah sobat, kita perbaharui niat kita karena Allah ta’ala, apapun itu, bahkan tidur pun niatkan karena Allah hingga setiap apa yang kita lakukan adalah investasi kehidupan akhirat kita.
biarlah niat yang tak Lillaah itu menjadi usang, dan Allah akan menuntunmu memperbaharuinya. hingga yang dulu mengharap balasan dari manusia, entah itu sekedar ucapan manis atau cinta akan dibalas dengan cintaNya.
Al Izza, 16 April 2015
Nyata
ketika hati bertanya A, kutemukan pada dirimu, bukan pada lisanmu, bukan pada solusi yang kamu berikan padaku, tapi cukup dengan ku membaca tulisan-tulisanmu. terkadang ku merasa pertemuan kita lebih banyak pada rasa,
Pinggir Rel Kereta
Aku melihat dari pinggir rel kereta,
Melihat segerombolan anak-anak SMP yang bercanda tawa dan bermain ketika kereta sedang lewat, sepertinya tak ada rasa takut, mereka malah ingin menyentuh dinding-dinding gerbong kereta yang melaju dg cepatnya, dengan sorak gembira mereka mengulurkan tangan mereka
Aku melihat dari pinggir rel kereta,
Seorang nenek yang tengah sibuk memasak sayu, beliau membantu anaknya yang buka warung nasi, nenek yang masih semangat bekerja untuk membantu anaknya bertahan di tengah kota metropolitan ini
Aku melihat dari pinggir rel kereta,
Seorang kakak laki-laki yang tengah asyik menggoda adiknya, dia sengaja memakan jajanan adiknya dan dengan tampang meledek, dia terus mengatakan bahwa jajanannya enak, kepuasan tersendiri baginya melihat adiknya merengek, lebih-lebih sampai menangis
Aku melihat dari pinggir rel kereta,
Segerombolan mahasiswa berjalan dibawah terik matahari, mereka baru saja pulang dari kampus, obrolan asyik seputar tugas dan agenda bersama, nampaknya teman yang baik selagi mereka bertemu dan akhirnya akan berpisah begitu sampai kos masing-masing, dilanjutkan aneka kesibukan mahasiswa, ada yang organisasi, kerja paruh waktu, bahkan sekedar ngepo-in idola tokoh-tokoh korea di amar kos mereka, . . .
Ah aku masih betah melihat dari pinggir rel kereta,
Terik matahari, lengkap dengan asap kendaraan, bunyi klakson dan kendaraan yang saling berdesakan, berebut jalan, siapa cepat, dia melesat, tak peduli seperti apa rambu lalu lintas yang ada,
Tak terasa, seperti ini kehidupan yang ada disekelilingku selama hampir 4 tahun ini, kehidupan yang membawa banyak pelajaran, kedewasaan, pertemanan, keilmuan, pengabdian, sampai pada kisah-kisah seputar cinta dan perasaan,
ketika pagimu tak kau sambut dengan Al-Qur'an, kau akan menghabiskan harimu dengan keresahan
cacil hari ini
"Mendidik laki-laki itu ibarat mendidik pemimpin, mendidik perempuan itu ibarat mempersiapkan peradaban"
dari "Tiga Langkah"
ku begitu bersemangat pagi itu untuk mempersiapkan diri berbagi sedikit ilmu kepada adik-adik yatim piatu, dan ku baca majalah yang sudah disediakan kantor, dan ada tulisan yang membuatku ingin menangis, tulisan itu berjudul "Tiga Langkah" dari Ustadz Yusuf Mansyur, dimana dijelaskan tiga langkah mudah menghafal qur'an,
sungguh diri ini merasa sangat merugi, kemana saja selama ini?
semoga ini awal yang baik untuk menyiapkan bekal membangun peradaban ke depan