Doodlin' Lyrics by Horace Silver
d e v o n

No title available
almost home

Product Placement
ojovivo
taylor price
KIROKAZE
No title available
dirt enthusiast

roma★
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

★
sheepfilms
Monterey Bay Aquarium
hello vonnie

JVL
Peter Solarz
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Three Goblin Art
trying on a metaphor
seen from Italy

seen from United States

seen from Sweden

seen from Japan

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from T1

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from Germany

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
@wildabdat
Doodlin' Lyrics by Horace Silver
Trumpeters! #IndoTrumpeter #IndoJassFest2013 #Trumpets #Jazz #HajarBlehBigBand #HajarBleh #BigBand #Istora #Jakarta (at Istora Gelora Bung Karno (Istora Senayan))
Pilot Project, heavy bottom caps..... adding great weight for holton revelation trumpet that was too light for me... still need a research... not bad for a small works! #BrassAble #IndoTrumpeter #trumpet #hajarblehbigband
Best Tea Ever Made
Java Jazz 2013 # HajarBlehBigBand Trumpet Sections
Blues In C Sharp Minor Lyrics by Roy Eldridge
awesome tune! Carnival (Manha de Carnaval) Lyrics by Freddie Hubbard
Brass player’s EX-girlfriend
this cisterns is running on top of linux kernel :D
Indonesian Green Canyon (y) (at Green Canyon (Cukang Taneuh))
Green Car
:))
Batalkan Kenaikan Tiket KRL Jabodetabek
Change.org|Situs Petisi yang Terbukti
Berdasarkan rilis resmi dari PT. KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), akan ada kenaikan tarif KRL yang akan diberlakukan mulai tanggal 1 Oktober 2012. Dengan ini kami, Komunitas Pengguna KRL Jabodetabek (KRL-Mania) menyatakan: MENOLAK rencana kenaikan tarif KRL Jabodetabek. Dasar penolakan kami adalah sebagai berikut: 1. Apa jaminan pelayanan yang diberikan? Kualitas pelayanan yg diinginkan penumpang itu sebenarnya sederhana. Kami sering menyampaikan kepada KAI/KCJ poin-poin yang bisa ditingkatkan dengan mudah tanpa perlu biaya besar: a. Informasi gangguan perjalanan b. Informasi stasiun yang akan disinggahi c. Nama dan Nomor Urut Kereta d. Pelayanan loket e. Lampu penerangan f. Toilet g. Fasilitas kesehatan h. Fasilitas kemudahan bagi penyandang cacat, wanita hamil, balita, orang sakit; lansia dan orang lanjut usia di kereta, Poin-poin ini sudah berkali-kali kami sampaikan dalam berbagai forum, dan bukan kami susun sendiri. Ini adalah poin-poin dari Permen No. 9 Th. 2011 tentang SPM (Standar Pelayanan Minimum) yang telah disahkan 1.5 th yang lalu, namun operator selalu menghindar untuk menerapkannya. Semuanya lebih bersifat pelayanan yg manusiawi. Dari pengalaman kami, justru yg manusiawi ini dilupakan. KAI/KCJ selalu hanya melihat sisi aset: "kami akan menambah 160 KRL", "memperpanjang peron", dsb. padahal dari segi manajemen, ada ungkapan "Assets make possibility. People make it happen". Jadi dibalik aset itu ada manusianya yg penting, bagaimana petugas dan manajemen KAI itu lebih berorientasi melayani, 2. Ada unsur 'kebohongan publik' pada klaim KCJ yang menyatakan bahwa tarif KRL tidak pernah naik selama tiga tahun terakhir. Faktanya, pada tahun 2011, ketika Commuter Line mulai dioperasikan, sudah ada kenaikan tarif dari Rp 5.500 (Ekonomi AC) menjadi Rp 7.000 (Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota/Tanah Abang) atau Rp 6.000 (Commuter Line relasi Depok-Jakarta Kota/Tanah Abang). 3. Sebelum tarif naik pun, KRL kelas ekonomi (bersubsidi) semakin dikurangi jadwalnya. Sementara KRL non-Ekonomi belum tentu AC-nya dinyalakan (atau mungkin dinyalakan tapi dalam kondisi rusak dan tidak diperbaiki), sehingga menyebabkan penumpang atap KRL (ataper) masih tetap eksis. Janji Menteri BUMN soal penanganan masalah ataper tidak terbukti. Bila tarif KRL non-Ekonomi dinaikkan lagi Oktober nanti, dikhawatirkan KRL ekonomi menjadi semakin penuh sesak (overload). 4. Kebocoran pemasukan dari karcis masih terjadi, akibat oknum-oknum beratribut tertentu yang tidak diperiksa karcisnya. Free riders belum diselesaikan. Seharusnya ini diselesaikan dulu daripada mencari solusi instan yang mengorbankan penumpang. 5. Adanya pemborosan anggaran yang sudah terjadi pada pengadaan sistem Commet. Mesin-mesin e-Ticketing terbengkalai, belum berfungsi, malah ada yang sudah rusak. Hal ini diperparah dengan dihapuskannya KTB/Abodemen yang diganti dengan Commet yang jumlahnya terbatas dan tidak jelas lagi keberlanjutannya. Ironisnya, tidak disediakannya kartu Commet tambahan malah membuat antrian pembeli karcis bertambah panjang. Padahal, rencananya, sistem Commet dibuat untuk mengurangi antrian tersebut. Selain itu, tidak ada pertanggungjawaban yang jelas tentang nasib sistem ini. Apakah inefisiensi dan pemborosan ini harus ditanggung oleh penumpang KRL?. Dan 'sialnya' lagi, dengan belum berfungsinya E-Ticketing ini, tarif tiket Commuter Line menjadi tidak dapat diperhitungkan per jarak, dan kenaikan akan diterapkan secara Flat Rp 2000 jauh dekat. Kemudian kepada Pemerintah, perlu kami ingatkan bahwa dikhawatirkan akan ada penumpang KRL yang kembali mengendarai motor/mobil pribadi bila tarif KRL dinaikkan lagi. Seharusnya, pemerintah memberikan insentif kepada para pengguna KRL karena telah mengurangi beban jalan raya (kemacetan), polusi, konsumsi BBM dan lain-lain; dalam bentuk tarif KRL yang murah dan terjangkau. Jadi selisih antara harga yg diharapkan operator (KAI/KCJ) dengan tarif karcis saat ini semestinya bisa ditutup dari anggaran pemerintah/DPR (daripada dihabiskan untuk acara kunjungan kerja yg tidak jelas manfaatnya, dan lain-lain). Demikian Rilis resmi dari kami, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan petunjuk dan hidayah-Nya bagi kita semua. Demi KRL Jabodetabek yang Manusiawi dan Lebih Baik. Jakarta, 18 September 2012
sumber : KRLMania.com - http://www.krlmania.com/sinyal/read.php?id=2142
Daddy Won't Ever Put You on Junk Yard - Holton Revelation 48 Llewellyn (Taken with Instagram)
T.R.U.T.H
Haflatul Eid 1433 Al-Irsyad Bogor (Taken with Instagram)
Mulai kapan sebaiknya untuk menggunakan mute dalam memainkan trumpet?
dari kapan pun bisa, mutes ada banyak jenisnya, dan tergantung pada kebutuhannya... contohnya practice mute, untuk pemain yg puny keterbatasan ruangan latihan, dan waktu latihan bisa pake mute jenis ini, gw dulu pake practice mute untuk latihan dirumah, latihan tengah malem pun bisa, tidak mengganggu orang lain krn daya redam suaranya cukup tinggi... kira2 gitu... balik lagi ke kebutuhannya :)