"New Journey"
Halo, selamat malam. Akhirnya setelah sekian lama gak mampir ditumblr, dan sekarang mari kembali lagi yeay dengan cerita baru, lembaran baru, kebahagiaan baru dengan orang yang terbaik. 🤗

blake kathryn
🩵 avery cochrane 🩵

No title available

PR's Tumblrdome
NASA

izzy's playlists!
Claire Keane
art blog(derogatory)

❣ Chile in a Photography ❣
cherry valley forever
No title available

No title available
The Stonewall Inn
Cosimo Galluzzi

★
wallacepolsom

ellievsbear
Today's Document
noise dept.

gracie abrams
seen from Czechia
seen from United Kingdom

seen from T1

seen from Germany
seen from Poland
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Sweden
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Chile
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
@winiwindayaniaripin
"New Journey"
Halo, selamat malam. Akhirnya setelah sekian lama gak mampir ditumblr, dan sekarang mari kembali lagi yeay dengan cerita baru, lembaran baru, kebahagiaan baru dengan orang yang terbaik. 🤗
💁💁 #Teamhayukamanawe (di Tasikmalaya)
Pada pagi yang kujalani dengan elegi. Dan mentari yang selalu hangatkan dada ini. Kau adalah mentari yang berada pada pusat jantung hati. Dan aku rindu, serindu-rindunya kebersamaan saat ini. Apa ada yang lebih indah dari sebuah kebersamaan? Selain mengikhlaskan doa untukmu secara diam-diam.
Karena menatap dan meramu doa di kala senja adalah kebahagiaan yang membuat asa membara, kemerahannya bagaikan sebuah impian yang menjanjikan bahwa keindahan senja memang betul-betul ada setelah lama menunggunya. Tapi langit yang semburat kemerah-merahan itu hanyalah sebuah janji yang sebaliknya. Setiap detik, menit bahkan jam akan terjadi perubahan warna, dari merah yang membara sampai memancar keemas-emasan dan berwarna gelap-hitam ketika matahari telah terbenam. Ah senja!
Percayalah, yang pergi takkan ke mana-mana. Bila memang kamu yang menjadi tempatnya pulang, jika tidak barangkali karena hari esok semesta diam-diam menjanjikan kebersatuan dengan diiringi cerita yang lebih bahagia dan dengan orang berbeda. Tapi tenang saja ya, masa lalu, sehebat apapun itu, tetap tidak akan pernah menang.
Sudah biasa, Kupu-kupu selalu menghinggapi bunga yang beberapa menit lagi layu, kemudian pergi tanpa permisi. Seperti halnya cinta, dulu kamu datang dan pergi sesuka hati tanpa 'permisi'. Barangkali dengan 'permisi' akan terlihat 'sopan'. Sayangnya cinta tak semudah itu dan tak sesopan itu.
Barangkali memang benar kita tidak selalu dalam satu frekuensi. Mungkin benar kita banyak sekali persamaan yang menjadikan kita bersamaan, sehingga ketika dipertemukan dengan perbedaan kita lupa cara mengatasi perbedaan diantara persamaan yang begitu banyak yang akhir akhir ini sering muncul. Hebatnya kita bahkan sering merasakan keduanya dalam satu waktu.
Dan selalu kutemukan kau pada setiap ketenangan kala dua mata ini sekejap memejam. Di sana, aku bebas menangisimu, mengingatkan hubungan kita dulu, menangisi hubungan kita yang entah apa, entah bagaimana.
“Here I am, come to save me.”
Anak-anak Suriah berusaha menarik perhatian dunia, agar dunia peduli atas tragedi yang menimpa mereka
“Sebelum Cangkir ke Dua”
Dua pasang bola mata menatap penuh tanya Bergumul cerita di balik manik tuk bersua tentang dunia ke dua; menyelubungi dada Acap kali menerka-nerka apa kita ‘kan bahagia? Seraya petrichor di ruang tak terbatas Menyesap dengan wewangian khas Aroma kopi bercumbu di gelas ; mengelilingi indera penciumanku Sebelum cangkir ke dua menyaksikan kita--menyaksikan rasa Membisu tanpa sepatah kata sebelum sepi menggangga Aku ingin bahagia; selebihnya kita Sebelum jeda menghalangi kepala dan hati kita Tasikmalaya, 28 April 2016
Jika tujuanku adalah tujuanmu juga yang berujung serupa, meski arah mata angin lari kita berbeda. Tak perlu bertaruh siapa yang lebih cepat, asal sampai dengan selamat. Kita tidak sedang berlomba, kan? Lantas ketika di ujung perjalanan nanti ada dua persimpangan, apa kita salah arah karena arah lari kita berbeda? Sungguh ke manapun arahnya Tuhan selalu menjangkaumu menuju arahku lewat berbagai cara yang tak terduga. Bahkan saat tanganku tak bisa melakukannya.
Beberapa orang pasti mempunyai alasan mengapa pergi adalah hal yang terbaik untuk memastikan. Memastikan siapa yang bertahan; kamu atau oranglain.
WW
Entah siapa yang harus disalahkan, ekspektasi aku terlalu tinggi atau kamu tak sempat sedikitpun memberikan semacam firasat, supaya aku memahami dan mencoba melepasmu yang bukan lagi untuk sesaat. Kepulanganmu yang terlalu singkat, barangkali apa itu alasan di balik segala kedekatan? Dengan cara 'tersirat' kamu mengajarkanku bahwa yang sudah lama akrab, belum tentu bagian dari sebuah jawab.
WW
Seorang wanita memeluk lutut dan memandang punggung detik yang semakin bertambah, semakin tak kukenali karena bercinta dengan masa. Berharap lebih pada waktu. Semoga akan mampu melahap asa yang kian menggangga. Bersama waktu untuk bisa mendewasakan. Terkadang, dia memaksa apa yang kau benci, dan pada lara di simpul jiwa. Hingga, sepatah sapa yang berbungkus asa menghamburkan aksara di penghujung tahun; waktu tersisa. Semoga percaya pada takdir dan kekuatan semesta. Berbahagialah selalu, semoga waktu bisa berkompromi dengan kebahagiaan. Selamat tahun baru 2016.💞🙏
Kumulonimbus menggantung di langit-langit sejak sore tadi. Tak mampu ku hitung jejak rerintik yang menempel di kaca jendela saat ini, juga yang menggantung di pelupuk mata yang bermuara di ujung dagu. Aku pernah membaca suatu tulisan, ataupun mendengar bahwa hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”. Pernyataan tersebut bukan rahasia bila terjadi di beberapa orang, termasuk aku. Kumulonimbus menimbulkan petrichor yang meruahi diafragma kapanpun dan di manapun, ketika itu ku ingin tanpa harus menunggu kondensasi hingga bulirnya tiba di tanah, meski tak bisa menari di bawahnya tapi aku ingin menghabiskan masa sisa hujan denganmu sesederhana itu.
Pada sebuah persimpangan jalan, pada langit malam sempurna diarak angin menuju ke utara dan diantara sapuhan kenangan yang sempat mendayakan kita. Akhirnya kudapati dirimu meski diambang cerita. Mari, akan ku saksikan lagi perihal alur cerita yang 'bersigma' menjelma di mata, hingga tiap detik jatuh rintik berarak menyeruak jatuh di kelopak mata ataupun menggangga turun di luar sana. Kusadari bahwa selama ini aku terlalu banyak mencari; ke sana, ke mari bersama angin yang beringsut tak pasti, menjadi jalur yang selalu kuikuti. Tik,tik,tik. Begitulah kira-kira noktah berirama di pelabuhan mata. Air yang telah jatuh itu, membentuk sebuah oasis pada sabana yang daunnya belum terlalu lebat dan meninggi. Pas bagiku untuk merebahkan diri, memejamkan mata, dan menikmati imaji tentang cerita ini.
Apa yang sedang kamu pikirkan akhir-akhir ini? Apa yang kamu khawatirkan hari-hari ini? Bahkan ada banyak hal sederhana yang kini berformula menjadi rumit. Bukan karena salahku dan salahmu, memang ada yang harus diselesaikan di antara kita. Bukan salahku, jika tak bisa lagi meneruskan setiap rasa pertama kali yang pernah aku bagi. Menerobos masuk ke hatimu adalah cara terbaik Tuhan, agar aku bisa mengenal cinta yang sedikit berbeda. Dan mengundurkan diri adalah satu-satunya hal yang paling tepat untuk menjauh dari perasaan luka. Kita akan baik-baik saja. Selamat menemukan yang lain selain aku.