Ignore the bullshit. You deserve to be happy.
YOU ARE THE REASON
sheepfilms
DEAR READER
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Keni
Jules of Nature
TVSTRANGERTHINGS
occasionally subtle

#extradirty

if i look back, i am lost
todays bird

Janaina Medeiros

shark vs the universe

Product Placement
Claire Keane
Stranger Things
cherry valley forever

Love Begins

No title available
I'd rather be in outer space 🛸
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from Germany
seen from United States
seen from Indonesia

seen from Japan
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Lithuania

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@woiddr
Ignore the bullshit. You deserve to be happy.
2nd day @iccu
*tadi, ngobrol sama nyokap, tetiba nyokap bilang.... 👩 Kemarin, waktu masih dirumah, papah nonton tv, nonton orang nyanyi bawain lagu ciptaan sendiri. Terus tiba-tiba papah ngomong "oyin juga bisa bikin lagu". terus nyokap tanya, "emang kamu pernah cerita ke papah bisa bikin lagu ya?" 👧 lupa. tapi engga kayanya mah. cerita ke abang doang 👩 waktu papah ngomong kaya gitu, papah langsung nangis. nangis teresak-esak gitu. 👧 *speechless* 👩 biasanya mah papah mau ntn tv atau apa juga diem. ini papah ngomong kaya gitu, terus nangis pula. orang yg kena jantung emg biasanya jadi sensitif.... 👧 *nahan tangis*
Hi
Gue bingung mau nulis apaan. Sangking udah ngga perah nulis atau sekedar bikin kata-kata ngga jelas dan ngga penting disini, dan di socmed lainnya. Haha sedih sih terkadang kalau menyadari gua udah susah buat merangkai kata. Ya walaupun tulisan gua kaya tulisan dedek bayi yang baru latihan ngomong. Rancu :)
Anyway, minta doanya yaa buat kesembuhan bokap gua yang sekarang lagi terbaring di Rumah Sakit. Gua juga berharap. kami, keluarga gua, bisa cepet-cepet menemukan Rumah Sakit terbaik yang langsung bisa nanganin bokap gua ngga kaya RS sebelah dan sebelahnya lagi :’)
Oke sekian! Good night, peeps! GB US
Mata, telinga & logika masih sehat semua. Alhamdulillah. Emang ga ada yang bisa dipercayai kecuali diri kita sendiri.
Brain's empty
Cewe kalo udah ketauan salahnya, ya gitu. Minta maaf, terus nangis, terus merendah seolah-olah dirinya mahkluk jahat sedunia, merasa dirinya ngga baik, dan nggak ketinggalan ngomong “aku kok yang salah, kamu yang bener. Aku sadar diri”. Tapi ya gimana yaa OMONGAN KAYA GITU YA PALING CUMA TAHAN BERAPA HARI DOANG. GA ADA SEHARI MALAH. SETELAH ITU YA LUPA, BALIK LAGI KE KELAKUAN YANG UDAH-UDAH.
Kadang kasian sama orang yang seperti itu. Ngga perempuan, ya ngga laki. Faedah hidup kalian itu apaan sih? Ngga guna banget sifat begitu.
Gausah banyak tingkah kalau ngga mau kena resiko, jerk. Dunia keras.
Kalaulah Sudahlah~
Tidak ada rasa sakit. Semua tentang pikiran karena otak yang mengendalikan.
2 Januari 2015, 23.38 WIB Ini bukan keluhan, atau bahkan suatu kekecewaan. Ini hanyalah sedikit cerita lucu yang disenyumin sekali saja cukup. Ada suatu kubu berisi orang-orang dimana orang-orang ini menyebut mereka sebagai teman, sahabat sekaligus keluarga. Lucunya, salah stau mereka selalu dianggap sebagai anak kecil karena memang dia yang paling muda, sedangkan lainnya memang sudah dewasa (katanya). Anak kecil ini, tidak pernah berhenti dibully, dan lain-lain pokoknya. Seakan si anak kecil ini tidak pernah melakukan hal yang benar dan baik, ceroboh, dan tak ketinggalan cap "lah masih kecil", "namanya juga masih kecil", "kapan dewasanya sih"? Yang jadi pertanyaan, iyakah segala hal yang kalian lakukan itu benar? Iyakah mulut dengan perilaku kalian sesuai? Iya kah kalian itu maha benar dan tau? Haha sudah ku tebak, pasti kalian akan menjawab "kamu ngerti apa sih sama urusan orang dewasa!" Senyum lebar dulu :))))))) Yang lebih lucu lagi, si anak kecil ini belom lama di sindir, "mentang-mentang punya pacar baru, satu kosan, jarang keluar yaa cieh" Pertama, selama anak kecil kenal kalian, pernah kah punya pacar terus mengabaikan kalian-kalian ini? Kedua, pacar bukanlah alasan. Dan tidak akan pernah jadi alasan. Tiga, anak kecil yang kalian akuin sebagai teman ini hanya sudah bosan dengan main. Tidak ada dukungannya kah untuk menjadi pribadi yang lebih baik? Sorry, aku hanya punya jalan sendiri yang aku percayai. Dan sorry sekali lagi, aku capek menjadi seperti kalian yang kulihat hanya asyik bermain-main sampai sering lupa diri. Dan ini nih yang buat anak kecil ini geleng-geleng heran, pernah kalian mampir main atau sekedar menjenguk? Atau ngga gini deh, seberapa sering kalian datang kekosan? Yang ada tiap kali anak kecil ini ngehubungin, ya anak kecil ini juga yang nyamperin kan? Dan lagi, waktu si anak kecil ini sakit keras aja susah banget buat ngejenguk ya kayaknya? Justru anak kecil ini yang masih main nemuin kalian dalam keadaan sakit. Haha so funny :) Serius ini bukan keluhan, atau apalah whatever. Ini sedikit cerita lucu yang selalu bikin gua ketawa. Thanks loh it's funny :p Gua cuma ngasih saran aja, jangan pada banyak bacot. Punya otak digunain ya. Punya perilaku diperbaikin. Ngga malu sama anak kecil? :)
Listening to Fall for You by Secondhand Serenade
– Preview it on Path.
Setelah kejadian itu.
me : Dih senyam-senyum sendiri. Gila ya lau?
Her : Iya gua menjadi gila karena lu.
me : Lah gua salah apaan?
Her : Lu salah.. bikin gua nyaman.
Karena setiap desah nafas ini adalah penantian.
Untuk aku mati.
Dear Zahra,
Terima kasih untuk senyum yang tak terlupakan.
Hujan. Balkon. Angin. What if.
Diamlah wahai kalian manusia berpengalaman cetek yang penuh kesoktahuan.
Tuhan, benda apa yang Kau tanamkan dalam kepalaku? Sungguh luar biasa sakitnya.
Aku cuma mengikuti apa yang ada dibenak diri. Sebuah prinsip dan keyakinan, bahwa mencintai, menyayangi dan mengasihi orang bukan hanya tentang memiliki, tapi bagaimana kita bisa membahagiakan. Dan bukan pula tentang kita yang menjadi pembahagia.
Beberapa hari terakhir ini aku sedang sering-seringnya membayangkan, menerawang seseorang yang pernah begitu berharga dalam hidup. Dia yang dulu selalu ingin aku beri segalanya, ingin selalu aku bahagiakan serta selalu ada untuknya. Sebegitu aku berjuang melawan arus kehidupan beserta godaan-godaannya, hanya untuk bisa hadir didepan dia. Namun, yang aku bisa lakukan kini hanya mengorek informasi segala tentang dia, stalking segala social media dia. Iya, hanya itu. Tapi sungguh, yang aku ucap hanya rasa lega. Meskipun kini isinya bukan lagi tentang aku. Tapi kamu dengan dia. Bahagia kamu dengan dia.
Setiap kali aku ikut membayangkan, membayangkan bagaimana kamu tersenyum dan tertawa riang karena adanya dia. Aku tersenyum sendiri sambil berfikir, “ini kah perasaan lega dan bahagia yang sesungguhnya? Aku senang”. Harapan yang aku pendam dalam doa ini sebanding dengan hasil yang aku tempuh.
Aku tidak pernah membenci keadaan ini. Keadaan dimana aku tidak bisa lagi ada, dan bukan lagi aku yang disana. Kenyataannya, merelakan mu adalah satu-satunya hal yang membuatmu bahagia. Dan aku? Sungguh aku tak apa. Aku tidak retak. Aku tidak kedinginan. Ya karena kita memang hanya angan untuk dipersatukan.
Sama halnya ketika rintik hujan membasahi bumi. Hanya 1% kesepian, dan 99% kebahagiaan.
Langit biru yang menjadi landasan. Dan bintang yang menggambarkan ke elokan. Tidakkah pernah berseteru? Bagaimana kalian begitu akur menopang memberi keindahan yang sebegitu? Langit tak pernah bosan dan mengeluh dipenuhi bintang. Juga bintang yang ku lihat tak pernah menabur di selainnya. Aku iri.