A cup of coffee in our stories turned 3 today!

No title available
Cosmic Funnies
todays bird

bliss lane
No title available

pixel skylines
The Stonewall Inn
Interview Vampire Daily
No title available
★
KIROKAZE
𓃗
I'd rather be in outer space 🛸
Misplaced Lens Cap

ellievsbear

if i look back, i am lost
hello vonnie
macklin celebrini has autism

titsay
ojovivo

seen from Pakistan
seen from Brazil

seen from United States

seen from Germany
seen from Malaysia
seen from Venezuela
seen from Türkiye

seen from Singapore
seen from Colombia

seen from Germany
seen from Kenya
seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Germany
seen from France
seen from United Kingdom
seen from Greece

seen from Pakistan

seen from Singapore
seen from United States
@wulan-story
A cup of coffee in our stories turned 3 today!
Barangkali, pada satu titik ketika semua harapan terasa menyebalkan. Nasib terbaik manusia adalah tidak pernah jatuh cinta.
(via eminusdoleo)
Cerita Perjalanan, Mengenal Indonesia lebih jauh ~
Kepada Rindu yang Tak Bertuan
Aku merasakan rindu, tapi entah untuk siapa?
Apa iya, rasa rindu ini untuk mu Tuan?
Tuan yang tak ku beri nama
Tuan yang telah menghilang, namun kembali lagi dalam sekejap
Mengusuk ketenangan yang telah tertata rapi
Namun koyak seketika,
Apa kah rindu ini untuk mu tuan?
Yang telah hilang, datang dan lenyap kembali dalam gelap
Tuan yang memberikan rasa manis
Rasa manis yang bisa dicecap semalam saja
Rindu ini masih hinggap di dalam hati
Tanpa tahu akan dikirimkan dan ditujukan untuk siapa
Kepada Engkau yang Tak Perlu Ku Sebut Namanya
Ada perasaan yang muncul kembali setelah sekian tahun tak bertemu dengannya.
Detik demi detik pertemuan seakan berjalan pelan menghampiri. Mata dan perasaan hati kita sama-sama tahu, bahwa ada rasa yang terpendam di sana.
Tanpa kata yang terungkap
Kita sama sama tahu
Bahwa ada rasa kasih dan cinta di sana
Yang tetap disimpan rapat di dalam hati masing-masing sedalam samudra
Bukan kah ini lebih romantic?
Tanpa untaian kata dan rasa yang terejawantahkan
Kita sudah saling memahami perasaan hati masing-masing
Kepada Jodoh yang Belum Bertuan
Akhir-akhir ini terlalu banyak kisah perihal jodoh dan pernikahan di sekelilingku. Sedekat udara yang tak bisa pernah aku abaikan.
Ada seorang teman yang mengatakan jodoh bagaikan darah dan tulang yang disatukan dalam tubuh seorang insan manusia.
Darah ibarat kaum adam yang akan menurunkan garis keturunan.
Tulang sebagai kiasan kaum haa, terkadang lunak namun kuat menopang tubuh, menopang sebuah hubungan dua insan manusia.
Kita (menjadi) berjodoh, ketika kita bsia menyatukan darah dan tulang kita dalam suatu bahtera rumah tangga.
Resensi : CeweQuat Book 2 (A Relationship Guidance Before You Say “I Do”)
Judul : A Relationship Guidance Before You Say I DO
Ilustrasi Isi : Cindy
Desai & Ilustrasi Cover : Cindy
Penerbit : Kompas
Penulis : Bunga Mega
Tebal Halaman : Xxiv + 200 Hlm; 18 Cm X 12 Cm
Ada banyak kisah dan pembelajaran dari buku ini. Aku merasa demikian, karena pembahasan dalam buku ini, ‘cocok’ dengan problematika yang aku alami belakangan ini. The main idea cerita buku ini memang tentang jalinan hubungan antara perempuan dan pria. Tetapi hubungan yang lebih serius, ke arah pernikahan. Hubungan yang memang menuntut sebuah komitmen yang serius antara dua belah pihak. Bukan hanya sekedar tentang kisah cinta romansa yang dialami remaja-remaji, atau semacam ‘cinta monyet’. Hubungan yang dibahas dalam buku ini jauh lebih serius dari pada itu.
Di bagian awal buku ini, dimulai dengan mini quiz, untuk menguji kita (pembaca), sudah siapkah kita menjalin sebuah hubungan (yang serius)?
Chapter I: HOW TO GET INTO A RELATIONSHIP
Membuka lembar demi lembar, dan sampai lah pada pembukaan buku ini “Being Single Will Not Kill You. Loneliness Does.’
Yes it it! Aku bener-bener ngalamin ini. Aku sudah beberapa kali single dalam waktu yang lama. Pernah single dalam jangka waktu 2-3 tahun (2011 ke 2014), dan 6-7 bulan (Mei 2014 ke Oktober 2014). It doesn’t matter for me, because in that moment, I am kind of busy with my education, organization, community, volunteering and starting my professional career.
But in the end of 2014, kandasnya hubungan yang baru saja dimulai membuatku merasakan rasa kesepian yang amat mendalam, entah mengapa. Sesekali pun aku masih memikirkan masa-masa itu, entah rasa apa yang muncul, kesal, benci atau rindu?Rasa yang amat kesepian itu, mendorongku keluar dari zona nyaman, menjalin pertemanan baru dengan komunitas baru, terjun ke dunia yang benar-benar baru, dan tentu aku menaruh sepenuhnya keberanianku untuk terjun dalam komunitas ini, komunitas backpacker. Dari dulu, aku memang suka jalan-jalan, tapi dengan orang yang sama sekali belum kenal dan belum pernah bertemu? Ke tujuan yang entah, aku pun belum pernah menyambanginya? Ahh itu sepenuhnya mempertaruhkan keberanianku! Di kelilingi dengan orang-orang yang sepenuhnya baru, tanpa tahu alasanku “melarikan diri” dan ikut dalam perjalanan ini cukup menyenangkan dan bisa melupakan beban “di Jakarta” sejenak.
Tak, cukup disitu, aku butuh kegiatan yang benar-benar bisa menarik perhatianku sepenuhnya, bersosialisasi lebih intens, mengenal orang-orang baru (yang lebih banyak lagi). Dan aku pun mengikuti salah satu komunitas “English Club” di Jakarta. I found something interesting there. And voila! I found the new me in the early year of 2015! Bye “the loneliness” 2014!Diawal buku ini ada mini test buat ngukur kesiapan seorang cewe buat menjalin hubungan. Dan hasil mini tesku?Dari kuis yang dibuat, aku hanya menjawab 2 pertanyaan dengan option D! It means I haven’t ready yet to start a (serious) relationship. Ouch!…Well, I realize that I (still) enjoy involve in (some) community-(ies), want to continue my study and want to reach better carrier :D
Setelah membaca buku ini pun, aku tak menyesali (lagi) hubunganku yang kandas dengan seorang pria yang seharusnya sudah beranjak ke arah ‘serius’.Sesungguhnya, apa yang ditulis dalam buku ini, aku melaluinya step by step secara naluriah. Tanpa panduan atau guiding dari mentor atau siapa pun. Pada dasarnya, rasa dalam hati yang terdalam dan logika yang tersimpan dalam otak memaksa diri ku untuk bangkit dan memulai fase kehidupan yang baru, dan meninggalkan segala rasa pahit yang tertinggal di belakang.
Oke, beranjak ke pembahasan yang (mulai) serius dari buku ini.
Apa kamu siap menjalin hubungan (serius ke jenjang pernikahan)?
Sebagian besar perempuan pasti ingin menikah. Namun yang perlu dipikirkan adalah pernikahan akan menuntut kita menjadi pribadi yang lebih dewasa, berbesar hati, dan mau memahami perubahan-perubahan dari pasangan kita. Karena, “Pernikahan lebih dari sekedar romantisme, pernikahan yang nyata adalah bagaimana kamu bisa bertoleransi dengan bau nafas bangun tidur di pagi hari, cicilan pembayaran, hingga tugas rumah tangga seumur hidup.”
We have to stop our penantian/dating, if:
1. Jika dia selalu memakai alasan sibuk, untuk menemui kita;
2. Jika dia selalu membatalkan janjinya untuk menelepon atau mengajak jalan kita; Pikirkan kembali ketika kita baru (mau) memulai hubungan dengan dia, tetapi dia menunjukan sikap tersebut! Stop to dating him! Don’t waste your time and energy to waiting for him.
Sport Fish vs. Keeper
Lelaki seperti apa yang sedang mendekati kita? Apakah seorang yang sekedar mencari keseruan belaka (sport fish) atau lelaki yang benar-benar jatuh hati dan mau mecari pasangan (keeper)?
Lelaki tipe sport fish adalah seorang yang mencoba mendekati perempuan, tetapi belum/nggak berniat serius. Ibarat memancing ikan, jika ikan yang didapat tak sesuai dengan keinginan, ia bisa melempar kembali ikan tersebut dan mencari ikan yang lain.
Sedangkan, lelaki tipe keeper adalah istilah bagi perempuan yang dipertimbangkan oleh sang lelaki untuk berada dalam sebuah hubungan jangka panjang. Pernikahan memang bukan sesuatu yang main-main. Merasa sudah sembuh dari luka lama? Dan siap memulai hubungan ‘serius’ dengan seorang pria? Siapkan diri kita sebaik mungkin!
Apa saja yang perlu kita siapkan? Sekarang misi kita adalah menjadi seorang keeper, yang bisa menjadi kandidat (hubungan serius) di masa depan oleh seorang lelaki.Pada dasaranya, lelaki adalah seorang pemburu, mereka menyukai tantangan, menemukan sesuatu yang sulit ditaklukkan adalah sebuah kepuasan tersendiri bagi kamu adam. Jadi metode, tarik ulur dan malu-malu kucing itu masih tetap berlaku hingga sekarang! Jadi, bisakah kita (kaum hawa) mengejar kaum adam? Bisa! Tapi tidak dengan cara terang-terangan, dan perlu taktik. Kita melempar umpan pada target, tapi seolah-olah (kita membuat) mereka yang mengejar dan berusaha mendapatkan kita.Siapkan amunisi dan taktiknya!
Amunisi:
1. Karakter. Ini berbicara soal inner beauty. Smile is the best make up, but character is still the best investment ever! 2. Dress-up. Lelaki adalah makhluk visual, seperti pepatah “dari mata turun ke hati.” Berdandanlah sesuai dengan kepribadian kita. Saat kita nyaman dengan apa yang kita kenakan ini akan meningkatkan rasa percaya diri kita. Perhatikan kesehatan dan kebersihan badan. Tampil rapi dan wangi is a must! 3. Upgrade our-self. “Untuk menjadi perempuan yang menarik, kita harus tertarik dengan banyak hal.”Ini juga menjadi salah satu pembelajaran dan petuah favorit saya di buku ini. And now I am trying to take my interest to many things! Actually, I am interested to culture, nature, blogging/writing (and of course reading), traveling, teaching, volunteering, movie and coffee. Aku sedang berusaha mendalami dunia blogging, dan mau menambah the other things to be my interesting list :D.
Taktik:
1. Gali Informasi. Cari tahu tentang kesukaannya, hobi, komunitas dan keseharian tingkah lakunya. Hal-hal ini bisa menjadi topik perbincangan yang menarik dengannya. 2. Jangan Membuat “First Move.” Jangan berinisiatif untuk mengajak casual date lebih dulu, apalagi hanya berduaan. Ini menunjukan, secara ngga langsung, bahwa kita sedang mendekati dia. 3. Sesekali Sudahi Percakapan 4. Do Not To Be Too Available. Make Him To Wait 5. Don’t say yes for everything 6. Menghilang!
Hey girls, Kamu adalah kado itu sendiri, “The real gift is inside you, no matter how good you wrap it up! Be yourself, be confident, be true to yourself. ”Menjalani hubungan itu butuh kejujuran, dan itu harus dimulai dari diri kita sendiri.Ketika mulai menjalin hubungan dengan lawan jenis, dan kondisi tidak mendukung berlangsungnya hubungan we have to stop and go! Why? Because, we cannot force someone to love us back!
Chapter II: HEALTHY RELATIONSHIP
Fase dalam hubungan dibagi menjadi lima:
Fase Perkenalan (connect);
Fase Pertemanan (Friendship);
Fase Pendekatan (Dating);
Fase Pacaran (Relationship);
Fase Menikah (Proposed)
Setelah kita menjalin hubungan dengan lawan jenis dalam fase pacaran, lalu apa saja yang dibutuhkan untuk menjalin hubungan percintaan ini sehat, menyenangkan dan mencapai fase pernikahan?Your Relationship is only as Good as You are! Ya, hubungan yang kita jalin, kita bina, akan menjadi baik jika dan hanya kita diri kita juga baik. Untuk membangun hubungan yang sehat dan baik, maka mental dan karakter kita pun harus baik dan sehat.
Romantisme dan Komitmen
“Romance is when you put your own interest in some things, but love is when you’re talking a commitment & responsible to make it grow.”
I like this quote from Mba Bunga Mega. Akhir-akhir ini dengan berbagai pengalaman dan kisah percintaan (apa iya itu cinta?) yang tidak terlalu baik, aku berpikir. Itu pasti bukan cinta! Setelah membaca buku ini pun, aku membaca sebuah novel, yang menceritakan tentang 3 cara mencinta yang berbeda dari 3 wanita yang memiliki perbedaan kultur dan pendidikan. Dan, ketika sang penulis menanyaiku, aku jadi tim (wanita) yang mana? Aku jawab, “Mba aku (cenderung) menjadi tim Ajeng.” Ajeng adalah seorang wanita jawa yang pindah ke ibu kota dan menjadi, serang wanita metropolis yang tak percaya akan ikatan tali pernikahan.Hingga, akhirnya suatu hari, ada yang bertanya padaku, kamu percaya cinta atau tidak percaya cinta? Dan aku menjawab dengan lamban, kini aku cenderung tak percaya cinta.
But, I hope I will believe in love, in the right time, with the right people. Later ~
Relationship is More About Principles than Treatments
Baik, romantis, pengertian, humoris, bikin nyaman – ini yang disebut sebagai treatments (perlakuan). Hal-hal ini sifatnya subjektif dan bisa berubah seiring berjalannya waktu. Setia, mengetahu visi pribadi, menghargai visi kita, memiliki karakter dan integritas yang baik, memiliki penilaian yang tinggi terhadap komitmen – inilah yang disebut sebagai prinsip. Prinsip adalah fondasi dalam membina hubungan, sedangkan treatments hanyalah hiasan semata. Healthy relationship is when you and your lover are in the same team with the same expectation. Couples often get some troubles when they have different expectation in relationship.Relationship is not about what you feel, It is about what you deserve.
Ketika kita merasa (feel), kesalahan yang dilakukan oleh pasangan adalah sebuah kekhilafan dan bisa ditoleransi, …Once he treat you bad and you seem to be okay with that, do not surprised if he do that one more time.
Mars vs Venus
Pada dasarnya laki-laki dan wanita adalah ciptaaan Tuhan yang memang berbeda sama sekali, baik dari sistem DNA, fisik, fungsional dan lainnya. Sehingga alasan, saling tidak cocok satu sama lain hanyalah pembelaan semata. “Saling tidak cocok” adalah alasan paling gampang untuk lari dari ketidakmampuan diri sendiri berkomunikasi dengan baik terhadap pasangan.
Ciri-Ciri Hubungan yang Sehat
Hubungan antara 2 insan memang akan terasa indah dan menyenangkan jika dilandasi dengan cinta. Namun, untuk menjalin hubungan yang serius, dan sehat, cinta tak bisa berdiri sendiri. Hal-hal lain yang harus menopang cinta dalam membangun sebuah hubungan adalah:
1. Visi dan Nilai 2. Kepercayaan. Kepercayaan adalah fondasi utama setelah cinta. To trust someone means you have confidence in his or her character and faith in your relationship. Kepercayaan hanya bisa tumbuh dalam kesetiaan dan komitmen yang ditunjukan oleh pasangan. 3. Kesetiaan. Kesetiaan adalah hal yang mutlak dalam sebuah hubungan. Hubungan yang sehat menekankan kepada penghormatan satu sama lain. 4. Melihat Hal yang Sama. Dalam menjalin hubungan harus ada kesamaan visi misi dan komunikasi antar dua belah pihak. 5. Menghargai apa yang ada di dalam diri masing-masing. Siapa yang ada di dalam lingkungan intimmu, berpengaruh paling besar terhadap kemajuan atau kemunduran dirimu. Salah satu ciri hubungan yang sehat adalah ketika dua-duanya berhasil mengeluarkan potensi pribadi. Sehingga kedua belah pihak bisa mendukung satu sama lain.True love doesn’t kill someone’s potential. To love someone means, to let him or her be the person God created.” – Bunga Mega 6. Konflik. Hubungan yang sehat bukanlah hubungan yang tanpa konflik. Konflik sesungguhnya bisa menjadi media untuk mengasah kualitas hubungan yang sedang dibangun. Konflik harus didiskusikan dan tidak boleh didiamkan saja.Ada banyak keuntungan yang bisa kita dapat dari konflik yang terjadi. Misalnya saja, meningkatkan kemampuan mendengarkan/menyimak, belajar cara komunikasi yang baik, memperluas sudut pandang terhadap suatu masalah, dan dapat memahami bahwa setiap orang memproses konflik dan informasi dengan cara yang berbeda-beda. 7. Mengalah. Mengalah bukan berarti kalah. Hubungan kita dan pasangan adalah satu tim. Jangan saling ingin memenangkan diri masing-masing. 8. Memaafkan. A happy marriage is the union of two forgivers – Robert Quillen. Memaafkan adalah suatu hal yang benar-benar membutuhkan perendahan diri/ego. Memaafkan sama dengan memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih berbesar hati. Memaafkan juga sama dengan memberi penghargaan seseorang untuk menebus kesalahannya.Hubungan yang sehat harus mengalami peningkatan kualitas karakter, nilai dan pribadi yang jauh lebih baik jika hidup bersama. Harus juga bisa mengatasi konflik, memaafkan dan mengalah untuk kebaikan bersama-sama. 9. Mendengarkan / Menyimak. Mendengarkan adalah suatu hal yang sangat penting. Itulah mengapa Tuhan menciptakan 2 telinga, dan 1 mulut. Kita harus lebih banyak mendengarkan dibanding berbicara. pada saat insan manusia lahir ke dunia pun, indera yang pertama aktif adalah indera pendengaran.Semua orang ingin didengarkan, oleh karena itu hubungan yang sehat adalah gabungan dua orang pendengar yang baik. Mendengarkan pun adalah suatu proses belajar. Karena ketika kita sedang mendengarkan sesungguhnya kita sedang belajar apa yang diketahui oleh pasangan kita. Mendengarkan, lebih jauh lagi adalah upaya kita untuk: a. Menghargai informasi atau opini yang pihak lain ketahui; b. Menghargai sudut pandang orang lain; c. Menghormati rasa / kebutuhan yang dimiliki orang lain; d. Menunjukan ketidakegoisan. 10. Me-review Hubungan. Review dalam hubungan adalah melihat sejauh mana hubungan ini berkembang, adakah pertengkaran, apakah hubungan yang dijalin dalam status sehat atau tidak.
Kesalahan (yang tak bisa ditoleransi) dalam Hubungan
RED CARD (tindakan yang sudah mencederai hubungan dengan fatal sampai tahap kepercayaan, kebohongan, kesetiaan dan kerusakan image);
1. Perselingkuhan. Perselingkuhan bukanlah hal yang patut ditoleransi. Buang dia jauh-jauh dari hidup kita yang berharga, apalagi mempertimbangkannya sebagai calon suami atau calon ayah anak-anak kita kelak. Perselingkuhan sama dengan mencuri, mencuri kepercayaan. 2. Kekerasan atau pelecehan secara fisik / verbal 3. Terjebak dalam “superhero mindset”. “Superhero mindset” adalah istilah Mba Bunga Mega, ketika kita merasa menjadi orang yang bertanggung jawab untuk perubahan diri pasangan menjadi seseorang yang lebih baik, karier yang meningkat, menjaga lilin percintaan supaya tidak padam. “Superhero mindset”merupakan tindakan yang selalu berupaya melindungi pasangan. Ketika kita adalah satu-satunya orang yang berupaya dengan keras untuk menjaga hubungan berjalan dengan benar, maka hubungan itu tidak benar dan tidak sehat! 4. Penipuan / kriminalitas. Orang yang nggak terbuka tentang identitas dirinya untuk memukau lawan jenis dan menjalin hubungan sesungguhnya adalah sebuah penipuan.Ataupun ketika pasanganmu melakukan pemerasan atau menggelapkan uangmu adalah juga tindakan criminal. Ketika kita merasa tertipu jangan segan mengakhiri hubungan!
YELLOW CARD (tindakan memiliki potensi membahayakan apabila ngga ada komunikasi dan garis yang jelas):
1. Melarang pengembangan potensi diri atas nama cinta / cemburu. Hubungan yang sehat adalah ketika kepercayaan diri dan potensi kita benar-benar bisa meningkat. Ia mendukung yang kita lakukan, dan turut berbahagia dan mendukung kita untuk meraih prestasi.Namun, jika ia memaksa untuk mendahulukan kepentingannya agar ia tidak cemburu, dan mengekang potensi diri yang kita miliki dan yang hendak kita kembangkan, tinggalkan dia! 2. Intens berhubungan dengan mantan pacar di masa lalu. Nostalgia dengan mantan akan memicu CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). Bagaimana pun di antara pasangan dan mantannya pernah ada cerita, meskipun sudah berakhir, tetapi tidak bisa dihapus. Sekedar bertegur sapa ketika bertemu tidak masalah, tapi jauhi intensitas komunikasi dengan mantan.
Worth to Thinking About:
Jaga Jarak. Ketika kita memiliki hubungan spesial dengan seseorang, kita memiliki prioritas kehidupan sosial yang berbeda ketika kita dalam masa single. Tapi, bukan berarti eksklusif dan anti sosial dengan dunia pertemanan dan pergaulan kita. Tetapi, kita membutuhkan waktu lebih dengan pasangan untuk bekerjasama membangun hubungan percintaan ini.Berbagi password email, pin ATM, membuat rekening berdua, memiliki aset bersama bukanlah sesuatu yang dianjurkan dalam area pacaran. Keep it privately
SEX – Save the Best for the Last. Jangan tergoda dengan tren sex before marriage girls! Bagaimana pun, jika ini terjadi, pada akhirnya yang dirugikan adalah pihak perempuan.
Love is about Caring beyond His Own Need. Ketika seseorang menyayangi kita, dia tidak akan mengambil keuntungan dari kita. Dia akan melakukan apa pun untuk menjaga dan tidak menyakiti kita.
Do not ever be too easy to get. Jangan pernah berpikir untuk mengikat seorang lelaki dengan memberikan diri kita. You are worthy, you are precious and you can save your future by say no to sex before marriage.
Chapter III: LIFE AFTER BREAK UP
Hal-hal yang perlu diperhatikan di awal-awal kesendirian kita, setelah putus hubunganPutus cinta adalah hal yang sulit dan menyakitkan. But one important thing that you should remember is: a break up is not the end of the world.
What we need to do after break up? Give yourself plenty of time to heal. Tarus semua foto-foto, hadiah, atau kenangan yang mengingatkan pada mantan. Jangan berhubungan dengan mantan dalam bentuk apa pun. Dan semua luka (hati) yang ada pasti akan sembuh. Don’t solve problem with problems. Paska putus, kita akan menjadi orang yang amat sangat labil. Jangan terlalu terburu-buru menjalin hubungan dengan orang lain. Jauhkan diri dari rokok, alkohol, atau apa pun yang dapat menghilangkan stress. Go out and have fun. Berdiam diri di rumah hanya akan membuat kita semakin menderita. Bersenang-senanglah dengan para sahabat. Sibukan diri dengan ke salon, yoga, fitness, ke luar kota, atau bergabung dengan komunitas baru. Kelilingi diri kamu dengan orang yang kamu sayangi Jangan habiskan waktu untuk mengurung diri dan menangis sendirian. Bercerita adalah jurus yang paling efektif untuk meluapkan emosi. Dengan bercerita dengan orang yang tepat, membuat kita tidak merasa kesepian dan mendapatkan energi positif yang kita butuhkan untuk melanjutkan hidup. 30 Things to do. Dalam sebuah survey, disebutkan bahwa hanya butuh 30 hari secara konsisten dan komitmen untuk mengganti kebiasaan lama dengan kebiasaan baru. Buatlah 30 things to do baru, yang menyenangkan, yang bisa kita dikerjakan 30 hari ke depan paska putus. Hal-hal ini akan membuat kita lebih tenang dan lebih lega.
Examples of 30 things to do:
1) Berdoa
2) Menjauhkan semua barang-barang yang mengingatkan mantan
3) Berhenti melihat sosial media mantan (FB, twitter dll); bahkan bisa gunakan block atau remove friend
4) Menghapus pin BBM
5) Tidak membalas SMSnya
6) Tidak mengangkat telfonnya
7) Tidak mengiriminya SMS
8) Tidak menelfonnya
9) Ke salon! (penting untuk merasa cantik pada kondisi ini)
10) Ikut kegiatan amal (penting untuk menyadari bahwa diri kita berarti bagi orang lain)
11) Nonton ke bioskop bersama teman-teman
12) Meminta teman-teman untuk tidak membahas mantan
13) Menahan diri menjelek-jelekan mantan
14) Membaca buku
15) Jalan-jalan
16) Olahraga
17) Mengganti nomor HP (jika masalah terlalu rumit dan pelik)
18) Meditasi / yoga19) Bergabung dengan komunitas baru
20) Menelepon sahabat lama
21) Meluangkan lebih banyak waktu untuk hobi, keluarga
22) Menyusun rencana hidup yang baru
23) Membereskan kamar atau rumah
24) Melakukan perjalanan tanpa rencana
25) Bersepeda
26) Mengikuti lomba-lomba
27) Mengeksplor tempat yang belum pernah dikunjungi
28) Lupakan diet, nikmatilah es krim
29) Menjadi sukarelawan di panti jompo atau mendonor darah
30) Berbahagia dan bersyukur pada fase hidup yang baru
In my last relationship with someone I did those things (in bold character) and it can heal me slowly.
Chapter IV: BEFORE YOU SAY I DO
The magic is not in getting married. It’s in staying married. – Montana, Baggage Claim the Movie
Family Ketika kita memilih dia sebagai pasangan hidup, kita harus terima satu paket dengan keluarganya. Nilai-nilai yang dibawa oleh pasangan kita adalah nilai-nilai yang diturunkan dalam budaya dan kebiasaan di rumahnya. Dan otomatis akan terbawa dalam pernikahan kita kelak. Apakah nilai-nilai dan budaya yang ada dalam keluarganya bisa kita terima? Masa Lalu Semua orang pasti punya masala lalu dan tidak mau diungkit lagi. Ketika hubungan berlanjut ke arah serius, perlu untuk membahas masa lalu antar pasangan. Apakah pasangan akan menerima kita dengan masa lalu kita dan tidak perlu diungkit lagi dikemudian hari? Dan menjalani masa depan bersama-sama? Money Harus ada kesepakatan mengenai hal dan pengaturan finansial. Masalah finansial seringkali menjadi alasan pemecah rumah tangga nomor satu. Sehingga hal ini perlu didiskusikan dengan matang.Siapa yang akan memegang uang? Pilihlah salah satu di antara kalian yang paling bisa mengendalikan diri dalam membelanjakan uang.Terbuka. Dalam pernikahan tidak ada yang namanya uang suami dan uang istri. Sehingga kita wajib terbuka tentang pendapatan dan penggunaannya.Memberi keluarga. Memberi uang untuk keluarga adalah salah satu budaya di Indonesia. Di antara pasangan harus ada kesepakatan berapa jumlah yang akan diberikan kepada keluarga. Prenuptial Agreement Prenuptial Agreement merupakan perjanjian pra-nikah. Perjanjian ini dibuat untuk memisahkan harta benda dan hal-hal lainnya dari masing-masing pihak. Banyak pro dan kontra tentang perjanjian ini. Dari sudut pandang Mba Mega, ia tidak setuju dengan ini karena jika kita membuat perjanjian ini berarti kita menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak kita percaya seutuhnya. Lalu untuk apa hubungannya akan dilanjutkan ke tahap pernikahan? Working or stay at home? Hal ini harus dibicarakan sejak masa pacaran. Jika memang di antara pasangan ada perselisihan pendapat tentang hal ini, maka kita harus mempertimbangkan lagi mengenai kelanjutan hubungan ini. Having kids or no kids? Kebanyakan pasangan pasti ingin memiliki anak setelah menikah. Tapi bagaimana jika kita dihadapkan dengan fakta, bagaimana diantara pasangan tidak bisa memberikan keturunan? Apa masih bisa saling menerima satu sama lain?Atau, ingin langsung memiliki anak atau menundanya? Berapa anak yang kita inginkan?Hal ini harus dibahas sebelum pernikahan. Handling problems Menikah tidak selamanya akan menjadi cerita yang manis dan menyenangkan. Masalah dan hambatan pasti akan datang dalam perjalanan panjang ini. Baik masalah kecil maupun masalah besar sehingga perlu melibatkan pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan masalah dalam rumah tangga.Sehingga, masa-masa dalam pacaran haruslah digunakan sebagai masa-masa diskusi dan mengenal satu sama lain lebih jauh, tidak hanya sekedar menikmati romansa dan cinta-cintaan semata. Prinsip dan fondasi untuk membangun rumah tangga haruslah dibicarakan sejak masa pacaran.Bertanya adalah cara termudah untuk mengetahui prinsip, nilai dan prioritas seseorang. Banyak-banyaklah bertanya dan berdiskusi dengan pasangan selama masa pacaran.
Wisdom of relationship
Kamu mungkin gagal, tapi bukan perempuan gagal Gagal dalam menjalin hubungan adalah hal yang wajar dan jangan memporak-porandakan hidup kita yang berharga. Yang terpenting bukanlah seberapa banyak kita telah jatuh, tapi seberapa banyaknya kita bisa bangkit kembali. You are responsible for the access to your heart Ngga ada yang bisa menyakiti (hati) kita tanpa seizin diri kita sendiri. Karena hati kita bukan arena coba-coba, sebaiknya pun jangan pernah berkencan hanya untuk sekadar iseng belaka. Terlalu lama berpacaran bukanlah alasan untuk terus bertahan dalam hubungan yang tak sehat Untuk segalanya, ada waktunya Hidup ini adalah perjalanan, dan jangan memaksakan sesuatu yang memang belum waktunya. Society defines someone Temukanlah orang-orang yang dapat membantu untuk mencapai mimpi-mimpi kita. Hubungan yang sehat dan baik akan membantu kita lebih menghargai diri dan menghargai potensi yang ada.
You only hace one life, one heart. Don’t mistreat it. No one can handle your heart better than yourself.
-Tentang Buitenzorg, Tentang Warisan Budaya, Tentang Negeri-
Menelisik Sisi Lain Buitenzorg Bersama @CutureTripID
Buitenzorg, memang awalnya sedikit terdengar kebarat-baratan bagi orang awam seperti penulis, bahkan mungkin hampir seluruh masyarakat juga sedikit asing mendengar kata Buitenzorg. Buitenzorg adalah bahasa Belanda dari kota Bogor, Jawa Barat. Kota yang sangat terkenal dengan sebutan “Kota Hujan”, karena memang sering turun hujan disana. Ya, sesimpel itu pandangan masyarakat awam seperti penulis, yang masih perlu banyak tahu dan belajar memahami kebudayaan dan estetika negeri pertiwi. Ini adalah tulisan pertama penulis tentang wisata budaya, dan juga perjalanan budaya (culture trip) pertama penulis, sebuah perjalanan mempelajari berbagai kebudayaan negeri, memahami dan menghargai kekayaan bangsa Indonesia.
Jadi, mari menelisik Buitenzorg !!!
Tentang Bogor atau Buitenzorg, di dalam tulisan ini penulis akan menceritakan pengalaman hari Sabtu, 07 Maret 2015 lalu bersama teman-teman dari Sobat Budaya Jakarta dan juga Culture Trip Indonesia, dua komunitas anak muda yang peduli budaya, komunitas yang menurut saya memang layak untuk di rembug-i. Karena lewat mereka, penulis akan mendapat banyak sekali ilmu tentang kebudayaan, disamping itu, penulis pasti juga memiliki banyak kesempatan untuk menelisik negeri ini bahkan sampai ke pelosok daerah, yang seharusnya sangat kental budayanya namun kurang terekspose, seperti Buitenzorg.
Sebelumnya penulis ingin sedikit memaparkan sedikit alasan kenapa penulis sangat peduli dengan kebudayaan, merujuk pada postingan penulis sebelumnya, tentang Jombang tanah lahir penulis, tentang #GugatIkonBesut yang sedang menjadi problema di kalangan budayawan disana. Semua orang paham bahwa tiap daerah pasti kaya akan budaya, tapi problema yang muncul, apakah budaya tersebut mendapat apresiasi dan terus dieksplorasi?. Penulis sadar bahwa memberi trademark atau yang biasa dikowar-kowarkan oleh teman-teman komunitas dengan sebutan pendataan budaya ternyata begitu penting. Bahwa budaya harus tetap dipertahankan dan dilestarikan, jangan sampai dicuri. Semua orang seharusnya peduli budaya, pemuda seharusnya berada di garda paling depan ketika budayanya sedang di titik kritis, dari pencurian budaya, bahkan dari orang-orang yang ingin mematikan budaya.
Penulis akan langsung menceritakan beberapa destinasi tempat tujuan kami menelisik Buitenzorg yang sudah direncanakan sebelumnya. “Sambil menyelam minum air”; “Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui”, mungkin jadi peribahasa yang pas dalam perjalanan ini. Melakukan pendataan budaya yang memang tujuan utamanya, tapi tidak dapat dipungkiri, Bogor adalah kota yang sejuk, mengistirahatkan isi kepala dari kepenatan seminggu bekerja adalah efek samping yang bisa didapat dari perjalanan ini.
Dimulai dari pabrik tahu tradisional “Raos”, Sekilas terlihat biasa saja, hanya sebuah pabrik tahu seperti yang sering penulis lihat di daerah tanah lahir, namun setelah masuk kedalam dan mendengarkan cerita pemilik, atau bisa disebut juga pewaris pabrik yang sudah berdiri sejak 1970an itu, penulis merasakan adanya kesederhanaan, kesantunan membagi, dan kegigihan bekerja. Bukan sekadar materi ternyata yang mereka cari, lebih dari itu, meneruskan usaha keluarga, menjalankan tradisi agar tetap hidup itu yang lebih utama. Menjaga tradisionalitas, hingga nanti usaha tersebut secara utuh sampai ke pewaris tahta selanjutnya, ya, anak cucu mereka.
“Kedelai dibersihkan, direndam selama 2 jam kemudian digrind dengan alat ini (sambil menunjuk grinder). Kemudian direbus dan disaring, diambil sarinya, nah sarinya yang bakal jadi tahu, ampasnya bisa dijadikan oncom. Untuk tahu kuning, setelah dicetak kotak-kotak, di rebus lagi pake kunyit sama garam.” Tutur seorang pemuda bersinglet waktu itu. Kini pemuda yang kami panggil Akang tersebut adalah pemain utama dalam menjalankan roda tradisi keluarga. Dengan sedikit malu-malu (karena mungkin jarang ada yang mengekspose) dan juga santun, Akang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami lontarkan. Dan memang, pabrik tahu tersebut adalah sandaran hidup keluarga mereka, juga orang-orang yang bekerja disana. Entah berapa untung yang mereka dapat setiap harinya, tapi yang terpenting bagi mereka, membagi cerita tradisi yang dilakoni keluarga adalah salah satu kebanggaan menjalankan usaha ini.
Setelah kenyang akan informasi, juga kenyang berfoto-foto ria untuk dokumentasi (bukan kenyang tahu), perjalanan budaya ini dilanjutkan ke bagian Barat Bogor, tepatnya di Pagentongan, Kel Loji, Bogor, Jawa Barat. Sebuah Home industry wayang golek, di kampung golek, “Enday Art” namanya. Sejak Tahun 1963, pabrik sederhana ini berdiri, mungkin lebih tepatnya kami menyebut tempat tersebut sanggar, karena banyak sekali barang-barang berbau etnik dan budaya terpampang disana. Ada wayang golek, dan ada juga gamelan yang masih sering dipakai untuk pertunjukan, sering juga dipakai untuk melakukan pembelajaran warga sekitar, atau sekadar bermain-main gamelan dan wayang golek saja.
“Sudah banyak turis yang mampir kesini, Mas. Kita senang berbagi cerita kepada mereka, tentang wayang, juga membagi ilmu tentang bagaimana proses pembuatan wayang golek”, “Sanggar kami sempet diundang juga untuk pameran di Australia, tapi ya begitu, tidak ada dananya, pemerintah daerah juga sepertinya kurang menyupport kami waktu itu, jadinya ya, tetep pameran dirumah sendiri”. Tutur seseorang bapak berkepala botak, yang juga kami panggil Akang waktu itu.
Kami juga mendapat pelajaran tentang mewarna wayang, tiap detailnya harus teliti, dan memang susah ternyata. Selain itu kami juga mendapat fast course belajar bermain gamelan, dengan sabar Akang membagi ilmu tentang bagaimana agar gamelan bisa menjadi harmonisasi musik yang terdengar etnik. Dan walaupun masih pelajaran dasar, ternyata bermain gamelan itu tidak mudah, butuh konsentrasi tinggi, tapi kalau sudah mencapai titik harmonisasi, ketukan yang satu dengan yang lain, indah sekali bunyinya, ya mungkin karena kami sendiri yang memainkannya, tapi memang seru, bikin candu.
Perjalanan budaya hari itu usai, banyak hal yang didapat oleh penulis, tentang bagaimana seharusnya menjaga budaya, tentang kerendahan hati berbagi, juga tentang melestarikan tradisi budaya dalam kesederhanaan, tentang kemauan melakoni apa yang memang harus dilakoni, dari dalam hati. Hidup dalam budaya bukan berarti miskin materi, kekayaan mereka dalam berbudaya, lebih dari sekadar materi. Mereka-mereka ini lah orang-orang yang harus didukung, orang orang yang peduli dan menghargai budaya, orang-orang yang tidak menyimpan rapat-rapat tradisi mereka di dalam lemari, tapi mau berbagi. Orang-orang yang melakukan pekerjaan dengan hati, karena hatinya seolah sudah terikat oleh seni dan budaya, dan mereka bahagia dengan apa yang mereka kerjakan.
Pada akhirnya, penulis secara pribadi mengucapkan terimakasih kepada Sobat Budaya Jakarta dan Culture Trip Indonesia, juga ke-enam belas teman-teman penulis yang ikut menelisik Buitenzorg. Mari terus menjaga semangat untuk mencari tahu budaya negeri. Dan setelah tahu, mari terus menjaganya agar tidak dicuri.
Salam Budaya !!!!
Jakarta, 12 Maret 2015
ini cerita dari salah seorang #SobatBudayaJakarta, senang rasanya, masih ada pemuda yang memang mau berusaha mengenal dan menjaga budaya Indonesia :)
Cuplikan Resensi "50 WisDom Wisata Domestik Indonesia"
Karya Anton Thedy (Managing Director TX Travel) dan Arif Firmansyah
Aku mendapatkan buku ini di akhir tahun 2014, mungkin di bulan Oktober. Membaca buku ini seakan berjalan-jalan mengelilingi Indonesia dari Sabang hingga Merauke! Dalam buku ini ada 50 destinasi wisata di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari wisata sejarah, budaya, pantai, pegunungan dan kuliner. Sebelumnya aku memang pernah mengunjungi beberapa daerah di Indonesia bagian timur, ini sungguh menakjubkan. Bersyukur sekali aku pernah berkesempatan menginjakan kakiku di Sorong, Papua. Tanah ini kiranya jarak terjauh yang pernah ku tempuh untuk traveling. Membaca buku ini membuatku flash back ke masa-masa yang menyenangkan, rasa kagum yang tak terkira dengan indahnya bumi pertiwi dan agungnya budaya Indonesia. Sehingga, aku ingin sekali terus ber-traveling mengelilingi Indonesia dan menuliskan semua pengalamanku dalam setiap jengkal kaki ini melangkah. Saat itu, aku sempat terbesit rasa “ah aku ingin bekerja di tour and travel saja supaya bisa berkeliling dan berjalan-jalan ke banyak tempat.” Kini, di tahun 2015, aku bisa mewujudkan mimpi itu! Tidak hanya sekedar bekerja di tour and travel” tetapi aku dan beberapa teman merintis sebuah travel club bernama “Culture Trip Indonesia”. Yah, culture trip! Wisata budaya! Masih banyak yang belum tahu tetang culture trip atau culture tourism di kalangan masyarakat Indonesia. Aku dan beberapa temanku ini memang aktif dalam sebuah komunitas budaya, namanya Sobat Budaya Jakarta. Kami jatuh cinta dengan keindahan dan keagungan budaya Indonesia. Dan banyak budaya-budaya yang indah itu tersembunyi di berbagai penjuru Indonesia, sehingga tak banyak terekspos. Jadilah, kita, orang-orang yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan budaya Indonesia, dan suka melangkahkan kaki di setiap jengkal belahan bumi pertiwi, menginisiasi “Culture Trip Indonesia”. Sederhana saja alasannya, karena kita suka jalan-jalan dan ingin mengenalkan budaya Indonesia sekaligus melestarikannya :D Semoga “Culture Trip Indonesia” ini bisa berkembang dan terus mengakar, sama seperti harapan kami terhadap budaya Indonesia. Jika, kamu mau ikut serta dengan kami mengenalkan dan melestarikan budaya tradisi yang amat indah di bumi pertiwi sapa kami di twitter @culturetripID :)
Cuplikan Resensi CeweQuat Book2: A Relationship Guidance Before You Say “I Do”
Buku ini ditulis oleh ” karya Bunga Mega (Founder CeweQuat Community)
Aku membaca buku ini di awal tahun 2015, bulan Maret tepatnya. Masih amat segar dalam pikiran. Ada banyak kisah dan pembelajaran dari buku ini. Aku merasa demikian, karena pembahasan dalam buku ini, ‘cocok’ dengan problematika yang aku alami belakangan ini. The main idea cerita buku ini memang tentang jalinan hubungan antara perempuan dan pria. Tetapi hubungan yang lebih serius, ke arah pernikahan. Hubungan yang memang menuntut sebuah komitmen yang serius antara dua belah pihak. Bukan hanya sekedar tentang kisah cinta romansa yang dialami remaja-remaji, atau semacam ‘cinta monyet’. Hubungan yang dibahas dalam buku ini jauh lebih serius dari pada itu. Di bagian awal buku ini, dimulai dengan mini quiz, untuk menguji kita (pembaca), sudah siapkah kita menjalin sebuah hubungan (yang serius)? Dari kuis yang dibuat, aku hanya menjawab 2 pertanyaan dengan option D! It means I haven’t ready yet to start a (serious) relationship. Ouch… Well, I realize that I (still) enjoy involve in (some) community-(ies), want to continue my study and want to reach better carrier :D Setelah membaca buku ini pun, aku tak menyesali (lagi) hubunganku yang kandas dengan seorang pria yang seharusnya sudah beranjak ke arah ‘serius’.
Salah satu pelajaran penting yang bisa diambil dari buku ini adalah 'Being Single Will Not Kill You. Loneliness Does.’
Yes it it! Aku bener-bener ngalamin ini. Aku sudah beberapa kali single dalam waktu yang lama. Pernah single dalam jangka waktu 2-3 tahun (2011 ke 2014), dan 6-7 bulan (Mei 2014 ke Oktober 2014). It doesn’t matter for me, because in that moment, I am kind of busy with my education, organization, community, volunteering and starting my professional career.
But in the end of 2014, kandasnya hubungan yang baru saja dimulai membuatku merasakan rasa kesepian yang amat mendalam, entah mengapa. Sesekali pun aku masih memikirkan masa-masa itu, entah rasa apa yang muncul, kesal, benci atau rindu? Rasa yang amat kesepian itu, mendorongku keluar dari zona nyaman, menjalin pertemanan baru dengan komunitas baru, terjun ke dunia yang benar-benar baru, dan tentu aku menaruh sepenuhnya keberanianku untuk terjun dalam komunitas ini, komunitas backpacker. Dari dulu, aku memang suka jalan-jalan, tapi dengan orang yang sama sekali belum kenal dan belum pernah bertemu? Ke tujuan yang entah, aku pun belum pernah menyambanginya? Ahh itu sepenuhnya mempertaruhkan keberanianku! Di kelilingi dengan orang-orang yang sepenuhnya baru, tanpa tahu alasanku “melarikan diri” dan ikut dalam perjalanan ini cukup menyenangkan dan bisa melupakan beban “di Jakarta” sejenak.
Tak, cukup disitu, aku butuh kegiatan yang benar-benar bisa menarik perhatianku sepenuhnya, bersosialisasi lebih intens, mengenal orang-orang baru (yang lebih banyak lagi). Dan aku pun mengikuti salah satu komunitas “English Club” di Jakarta. I found something interesting there. And voila! I found the new me in the early year of 2015! Bye “the loneliness” 2014!
Sesungguhnya, apa yang ditulis dalam buku ini, aku melaluinya step by step secara naluriah. Tanpa panduan atau guiding dari mentor atau siapa pun. Pada dasarnya, rasa dalam hati yang terdalam dan logika yang tersimpan dalam otak memaksa diri ku untuk bangkit dan memulai fase kehidupan yang baru, dan meninggalkan segala rasa pahit yang tertinggal di belakang. Pelajaran lain yang bisa diambil dalam buku ini? Masih banyak! Ini yang berikutnya “Pernikahan lebih dari sekedar romantisme, pernikahan yang nyata adalah bagaimana kamu bisa bertoleransi dengan bau nafas bangun tidur di pagi hari, cicilan pembayaran, hingga tugas rumah tangga seumur hidup.” Pernikahan memang bukan sesuatu yang main-main Merasa sudah sembuh dari luka lama? Dan siap memulai hubungan ‘serius’ dengan seorang pria? Siapkan diri kita sebaik mungkin! Apa saja yang perlu kita siapkan?
1) Karakter. Ini berbicara soal inner beauty. Smile is the best make up, but character is still the best investment ever! 2) Dress-up. Lelaki adalah makhluk visual, seperti pepatah “dari mata turun ke hati.” Berdandanlah sesuai dengan kepribadian kita. Saat kita nyaman dengan apa yang kita kenakan ini akan meningkatkan rasa percaya diri kita. Perhatikan kesehatan dan kebersihan badan. Tampil rapi dan wangi is a must! 3) Upgrade our-self. “Untuk menjadi perempuan yang menarik, kita harus tertarik dengan banyak hal.”Ini juga menjadi salah satu pembelajaran dan petuah favorit saya di buku ini. And now I am trying to take my interest to many things! Actually, I am interested to culture, nature, blogging/writing (and of course reading), traveling, teaching, volunteering, movie and coffee. Aku sedang berusaha mendalami dunia blogging, dan mau menambah the other things to be my interesting list :D.
Sebetulnya masih banyak sekali yang menjadi pembelajaran dari buku ini, cerita tadi hanyalah secuil dari banyaknya pembelajaran yang bisa kita ambil. Resensi lengkap dari buku ini pun masih aku kerjakan, semoga bisa dipublish segara. Sehingga, akan semakin banyak perempuan-perempuan di luar sana, yang (mungkin) mengalami posisi yang sama seperti ku (dulu), merasa jatuh dan terpuruk karena tandasnya hubungan. I just wanna say, and hey girls wake up! We are tough and strong enough to face this life, even we are single :D
Yang penting bukan tentang menang atau kalah, Tuhan tidak mewajibkan manusia untuk menang, sehingga kalah pun tidak dosa, Yang penting adalah.. apakah seseorang berjuang atau tidak berjuang” – Emha Ainun Najib (Cak Nun)
http://kopi-udud.weebly.com/culture--arts.html
Kontes Baidu User Ambassador
Apa sih Baidu User Ambassador?
Baidu User Ambassador adalah program yang diselenggarakan oleh Baidu Indonesia untuk memilih pengguna terbaik yang akan menjadi penghubung antara Baidu dengan masyarakat luas. Para pengguna yang terpilih akan menjalankan tugas sebagai User Ambassador dari Baidu selama 1 tahun.
Well, pendaftarannya memang sudah ditutup sejak tanggal 22 Februari 2015! And what a lucky I am! I already enroll to be a candidate of Baidu User Ambassador :D
Pada tahap pendaftaran menjadi kandidat Baidu User Ambassador memang ada persyaratan yang wajib dimiliki oleh para calon kandidat. And I already passed all the criteria, that’s why I am in this position, one of (hundreds, maybe) candidate of Baidu User Ambassadors.
Lalu, apa saja ya kriteria yang harus dimiliki Baidu User Ambassador?
-Warga Negara Indonesia
-Antusias terhadap Baidu dan familiar dengan produknya
-Memiliki kemampuan berkomunikasi dan interpersonal yang baik
-Pribadi yang aktif, kreatif dan berintegritas tinggi
-Berkeinginan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan baru
-Bersedia menjalani tugas sebagai Baidu User Ambassador selama 1 tahun
Proses kompetisinya berlangsung dari tanggal 23 Februari 2015 sampai 3 Mei 2015 (10 Minggu).
Dan aku sedang mengikuti proses kompetisi ini. Sudah masuk challenge di minggu kedua! Tidak terasa memang, waktu berlalu cepat sekali. Challenge di minggu pertama dari UEC adalah mengajak teman-teman kita untuk mendaftarkan diri menjadi Baidu User Ambassador juga, and I really happy I can passed and win that challenged, and got baidu doll all as a gift from UEC :D
Kali, ini challenge minggu kedua adalah menuliskan berbagai artikel seputar Baidu, supaya semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia. And I am trying to write all information that I know about Baidu J. I hope I can pass this challenge as best as even better than the previous challenge ;)
Pemenang Baidu User Ambassador akan diumumkan pada tanggal 25 Mei 2015. Dan para pemenang terpilih akan menjalani tugas menjadi Baidu User Ambassar selama 1 tahun, terhitung dari 1 Juni 2015 – 31 Mei 2016.
I hope, I can be one of the selected Baidu User Ambassadors. Why I’m really excited to be one of Baidu User Ambassadors? Because so many things that we can learn, we can get from UEC :D
Lalu, Apa saja yah yang akan diperoleh oleh Baidu User Ambassador? Ini dia!
-Kupon dari Baidu UEC, uang saku dan biaya operasional setiap bulan
-Gold member shirt dan paket souvenir dari Baidu
-Sertifikat Baidu User Ambassador
-Nominasi Ambassador-of-the-Month Awards
-Kesempatan untuk Internship di kantor Baidu Indonesia
-Bisa merencanakan dan menyelenggarakan acara yang berkaitan dengan Baidu
-Kesempatan untuk mengunjungi Kantor Pusat Baidu di China
Sangat menarik bukan? Apalagi bila kita bisa berkesempatan untuk mengunjungi Kantor Pusat Baidu di China. China! One of the biggest economic rising country in the world!
Lalu, Kalau Sudah Menjadi Baidu User Ambassador, Kita Harus Ngapain Sih? Ini dia job desk yang harus dikerjakan oleh seorang Baidu User Ambassador:
-Menjadi penghubung antara Baidu Indonesia dengan masyarakat luas
-Memberikan dukungan dan ikut terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Baidu Indonesia
-Mendorong dan membantu masyarakat dalam menggunakan produk Baidu
-Menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh UEC
-Membentuk komunitas pengguna produk Baidu di daerah masing-masing
Well, I am really excited to do all of that duty! I really excited in community activities, becauseI am participating and do active in some communities that I manage :D, I also excited to promoting and to build relationship with the society. I hope my passion in here, will give the best contribution for UEC.
Kontes ini sesungguhnya diselenggarakan oleh pihak UEC untuk mendapatkan 15 peserta terbaik sebagai duta Baidu di Indonesia. Pihak UEC merasa bahwa keberhasilan sebuah brand bukan hanya dinilai dari kualitas produk, aplikasi, ataupun layanannya saja,” kata Bao Jianlei, Managing Director Baidu Indonesia. Lewat pemilihan Baidu User Ambassador, Baidu ingin memberikan nilai tambah kepada para pengguna di Indonesia, sekaligus menciptakan hubungan yang lebih harmonis dengan penggunanya.
Referensi:
Baidu
Baidu User Ambassador
Sinyal.co.id
Kyantonius
Antara News
Kompasiana
Hey, Indonesian People, I Introduce you, Baidu! A Chinese Search Engine
Philosophy behind the name of Baidu
Nama Baidu terinspirasi dari sebuah puisi yang ditulis lebih dari 800 tahun lalu pada masa Dinasti Song China (960 - 1275 M). Puisi ini membandingkan antara pencarian kecantikan di tengah dunia yang glamor dan penuh kekacauan dengan pencarian mimpi seseorang yang menghadapi banyak rintangan hidup. Ratusan dan ribuan kali, pencarian dilakukan dalam hidup yang penuh kekacauan. Dan kemudian, tiba-tiba Ia berpaling secara kebetulan, saat lampu memudar, dan di sana lah Ia berdiri.
Baidu sendiri secara harfiah artinya "ratusan kali", yang diartikan sebagai cara pencarian secara terus-menerus untuk mencapai sesuatu yang ideal.
Sungguh amat romantis makna yang tersimpan dengan apik dibalik nama “Baidu.”
Sekilas Tentang Baidu
Baidu, Inc. yang biasa kita kenal (di Indonesia) dengan sebutan Baidu didirikan pada tanggal 18 Januari 2000. Baidu merupakan perusahaan layanan web dan berpusat di Kampus Baidu, di Beijing, China yang didirikan oleh Robin Li dan Eric Xu.
Baidu merupakan perusahaan media berbasis teknologi yang bertujuan memberikan layanan terbaik bagi para pengguna untuk mendapatkan informasi yang sedang mereka cari. Selain layanan pencarian berbasis individu, Baidu juga menyediakan platform yang efektif bagi perusahaan untuk menjangkau konsumen yang potensial.
Penghargaan
Sejak didirikan pada tahun 2000, Baidu telah menorehkan banyak prestasi. Tercatat pada tahun 2007, Baidu menjadi perusahaan China yang pertama kali dimasukkan dalam indeks NASDAQ-100. Dan pada Oktober 2012, Baidu berada di peringkat 5 pada ranking Alexa Internaet.
Tidak berhenti di situ, produk-produk Baidu pun mendapatkan penghargaan dan sertifikasi internasional dari West Coast LabsCheckmark. Lembaga ini merupakan salah satu lembaga bergengsi yang memberikan akreditasi terhadap efektivitas produk dalam melindungi komputer terhadap berbagai serangan ancaman virus. Produk Baidu Antivirus ini mendapatkan penghargaan dan sertifikasi dalam kategori anti-malware, anti-spyware desktop, anti-trojan, anti-virus desktop dan anti-virus disinfection.
Layanan / Produk
Baidu menawarkan berbagai fasilitas, seperti mesin pencarian untuk situs web, file audio dan gambar dalam bahasa mandarin. Sejauh ini, ada 57 jenis layanan komunitas dan pencarian yang ditawarkan oleh Baidu, satu diantaranya adalah Baidu Baike, sebuah ensiklopedi seperti wikipedia yang dibangun secara kolaboratif.
Selain itu ada juga produk unggulan Baidu yang telah mendapatkan akreditasi internasional, yaitu:
Baidu PC Faster
Baidu Antivirus
Baidu Browser (Mobile)
Spark Security Browser
Baidu Browser (PC)
DU Apps
Hao 123
Referensi
Global - Baidu
Wikipedia
Sisi Lain Kartini
Bunga Mega | Mutiara Biru, eds. 48
Ketika menulis artikel ini, sejujurnya saya sudah menyelesaikan artikel yang awalnya saya ingin gunakan. Tetapi di detik terakhir, tiba-tiba saya mendapat angle tersendiri seputar R.A Kartini yang tidak pernah, atau jarang diangkat. Akhirnya, saya hapus dan dengan senang hati mengetik kisah ini, saya ingin mewanti-wanti Anda, ada kemungkinan Anda terkejut dengan apa yang saya tuliskan di sini. Jika Anda ingin membaca kisah Kartini yang selalu diulang-ulang di bulan April setiap tahunnya, dengan sangat menyesal Anda tidak akan menemukannya.
Berbicara mengenai R.A Kartini, tiap tahun ke tahun berbicara mengenai feminism, emansipasi yang sejujurnya saya bosan, dan buat saya pribadi (Anda boleh setuju atau tidak) itu sudah basi. Bukannya saya tidak menghargai perjuangan kaum perempuan terdahulu. Tapi saya punya keyakinan versi saya sendiri mengenai hal ini. J
Okay…back to the topic!
April…
Kartini…
Emansipasi…
Saya mencari tahu, membuka semua referensi untuk mengenal siapa sosok Kartini, apa yang ia kerjakan di zamannya. Sejujurnya, saya tidak melihat ada yang fenomenal. Perjuangannya juga tidak lebih hebat dan malahan kalah berat jika dibandingkan dengan rekan-rekan pejuang perempuan di provinsi lain. Sebut saja Cut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu, dan lain sebagainya.
Lantas mengapa hanya beliau yang dibuatkan hari special di tanggal 21 April yang akhirnya kita rayakan sebagai Hari Kartini? Mengapa tidak disebut saja sebagai Hari Kebangkitan Perempuan? Atau Hari Perempuan Nasional? mengapa W.R Supratman hanya tergugah membuat lagu tentang perjuangan R.A Kartini? Bagaimana dengan perjuangan perempuan lainnya? Apakah tidak menarik untuk dibuatkan lirik dan nadanya?
Kartini juga tidak pernah berjuang dengan peluh dan darah. Tidak dikejar-kejar penjajah sampai harus berpindah-pindah tempat persembunyiannya seperti Cut Nyak Dien. Kartini juga tidak mengalami tekanan seperti kisah heroik Christina Marta Tiahahu, yang meninggal di Laut BAnda, dalam perjalanan menuju pengasingannya di Batavia, dua tahun sebelum ulang tahunnya yang ke-18. Kartini hanya menulis “curhatan” kepada sahabatnya di BelAnda, Rosa Abendanon yang notabene isteri dari J.H Abendanon yang merupakan Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan BelAnda di zaman itu.
Siapa yang berinisiatif membuat Hari Kartini? Apakah ada kepentingan politik di dalamnya pada masa itu? Mengingat Kartini juga anak pejabat dari kalangan priyayi di Jawa Tengah, sehingga dapat meningkatkan rasa bangga dan derajat keluarga?
Saya juga tidak menemukan satu pun referensi mengenai kemungkinan Kartini pernah berdemo bersama puluhan perempuan di area Jepara dan Rembang untuk menuntut hak bersekolah. Ia juga tidak pernah disebut-sebut melawan ayahnya dan kabur dari rumah demi mewujudkan impiannya. Ia juga pasrah ketika harus dinikahkan dengan seorang lelaki yang sudah memiliki tiga isteri.
So…what makes her so special? Itulah yang terlintas di benak saya. Terlepas dari pertanyaan-pertanyaan saya yang segudang tersebut, semakin saya membaca, semakin tertarik saya dengan kisah Kartini. Potongan-potongan surat Kartini membuat saya melihat beliau dari sisi yang berbeda. Di masa itu, percayalah perempuan tidak punya hak bersuara. Tetapi Kartini, dengan caranya, berani tampil sebagai pembawa perubahan, dan warisannya memberikan sebuah kisah moral yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan kita hari ini. Here we go…
Komunitas – Ketika Kartini tumbuh dewasa ia melihat ke kehidupan perempuan Jawa yang tidak boleh bersekolah tinggi, harus rela dipingit, mau dinikahkan dengan lelaki yang tidak dikenal, dan rela dipoligami adalah sesuatu yang umum sampai suatu ketika, ia bertukar pikiran dengan sahabat penanya, perempuan Eropa yang memiliki pola pikir modern bernama Rosa Abendanon. Menurut saya, di sanalah titik balik Kartini muda haus akan belajar. Anda pasti setuju, lingkungan / komunitas mempengaruhi pola pikir kita. Jika kita belajar dari hal yang salah, maka kita akan men gadopsi cara yang salah. Apa yang kita percayai, belum tentu sebuah kebenaran yang riil. Kartini berani untuk keluar dari kepercayaan komunitasnya, ia mencari referensi dari perempuan dengan kultur yang berbeda dan membantunya melihat kondisi perempuan Jawa di masa itu secara objektif.
Nah, bagaimana dengan Anda? Siapa yang ada di sekeliling Anda? Berada dalam komunitas seperti apakah Anda?
Pengetahuan – Dalam salah satu suratnya ia berucap “Alangkah besar bedanya masyarakat Indonesia bila kaum perempuan dididik baik-baik” (Suratnya kepada Nyonya Van Kool, Agustus 1901). Ia beruntung, dapat mengenyam pendidikan hingga usia 12 tahun, dan oleh karena pendidikannya, ia fasih berbahasa Belanda, pengetahuannya digunakan untuk membangun diskusi dengan perempuan-perempuan Eropa. Semua manusia berjuang untuk hal yang ia yakini, mencapai apa yang ia sebut dengan kehidupan ideal. Ideal versi Kartini adalah memiliki kesempatan memberikan edukasi setinggi-tingginya bagi perempuan Jawa. Keyakinannya ini yang membuatnya rajin membaca banyak buku, berdiskusi dengan sahabat-sahabatnya dari Negeri Kincir Angin. Dari pengetahun yang bertambah, Kartini menjadi perempuan muda yang kritis. Ia mempertanyakan banyak hal, melalui coretan-coretan tangannya. If you want to upgrade your life, you have to upgrade yourself. Jelas sekali, R.A Kartini mengetahui “rahasia” ini. Sebuah quote berkata “Ketidaktahuan membuat orang mengulang hal yang sama.” Apa Anda sering mengalami kegagalan yang sama? Mungkin ada hal atau cara yang belum Anda ketahui untuk mencapai tujuan Anda.
Jaringan – R.A Kartini berasal dari kalangan priyayi, itu menjelaskan mengapa ia bisa berteman dengan banyak petinggi, pejabat, hingga orang asing. Salah satunya adalah Rosa Abendanon. Beruntungnya, karena berasal dari golongan atas, R.A Kartini pun dijodohkan dengan lelaki yang sepadan strata sosialnya yaitu K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang merupakan Bupati Rembang. Well…we can say she had a lot of powerful people around her to help her pursue her dream.
Dalam sebuah catatan referensi, dikatakan bahwa Kartini melihat pernikahannya sebagai kesempatan untuk ia bisa berkarya, mewujudkan impiannya, menciptakan sekolah khusus perempuan dengan nama Sekolah Kartini. Ia dengan lihai menggunakan jejaring yang ia punya, strata yang ia punya untuk mendukung tujuan mulianya. Ia menggunakannya, tetapi tidak menyalahgunakannya. She was genious!
Sebanyak 80% kesempatan yang kita miliki berasal dari jejaring. Anda tidak dapat memungkirinya. Kekuatan networking telah dibuktikan sejak zaman Kartini. Bagaimana dengan jejaring Anda? Siapa tahu, ada orang se-potensial Rosa Abendanon, yang tergerak untuk membantu Anda mewujudkan impian Anda, seperti Rosa menerbitkan surat-surat Kartini setelah wafat, yang akhirnya menggugah publik.
Keyakinan – We fight for something that we belief. We stand for something that we think it is worth to die trying. Sama seperti R.A Kartini serta para pendahulu, saya pribadi meyakini, apa yang saya kerjakan hari ini dengan mendirikan @CeweQuat / www.cewequat.com (PT Perempuan Kuat Indonesia) sebagai forum online dan komunitas perempuan. Ini adalah cara saya untuk bisa “menyelamatkan” generasi perempuan muda. @CeweQuat sejak tahun 2012 adalah jembatan perjuangan saya dalam mendidik karakter, mindset dan mental anggota-anggota ceweQuat menjadi perempuan yang berdaya. Hingga suatu hari mereka pun bisa berjuang untuk hal yang mereka yakini.
Warisan – Warisan a.k.a peninggalan. Artinya sebuah hal yang berharga, yang sengaja ditinggalkan untuk orang lain, dan tidak dimaksudkan untuk dinikmati oleh diri sendiri. Perjuangan Kartini mewujudkan impian bukanlah sekedar gol untuk 1-2 tahun ke depan, melainkan sebuah perjalanan panjang. Cut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu, Cut Meutia, Hellen Keller, Aung San Syuu Ki, Bunda Teresa mereka tidak berjuang untuk diri mereka sendiri. Mereka berjuang agar mereka memiliki “tongkat estafet” warisan.
Sebuah sekolah untuk perempuan adalah warisan terbesar dari buah pemikiran dan keyakinan Kartini. Ya! Ia memang tidak berperang melawan kolonialisme Belanda, tetapi ia berperang melawan pola pikir kolot masyarakat Indonesia. Dia mewarisi cara berpikir modern dan keberanian mengejar impian bagi setiap perempuan. For me, that what makes her so special. Her contribution long last forever.
Saya berharap, melalui tulisan singkat ini, saya bisa mengembalikan esensi perjuangan tersebut. Saya tidak tahu dengan Anda. Tapi saya sudah memulainya dengan apa yang saya yakini.. Hari ini saya memutuskan, melalui @ceweQuat, saya berlari tanpa lelah mewujudkan sosok perempuan muda agar mempersiapkan diri, karakter, dan potensinya sehingga hidup mereka menghasilkan warisan, bagi generasi berikutnya. Generasi yang mungkin tidak akan pernah tersentuh oleh saya.
Jika hari ini, di dalam hati Anda, ada semangat yang menyala-nyala. Jangan dipadamkan.
Jika hari ini, Anda resah melihat kondisi sekeliling Anda, jangan tutup mata.
Jika hari ini, Anda membaca artikel ini, saya tutup tulisan saya dengan kalimat berikut ini:
Kita dibesarkan dalam 3 jenis generasi…
Generasi yang melihat,
Generasi yang menghujat, dan
Generasi yang terlibat.
Dimanakah Anda melihat diri Anda? …Selamat Hari Kartini! J
Tentang Penulis:
Bunga Mega (@BungaMega) adalah founder forum online dan komunitas perempuan bernama @CeweQuat, Motivational Speaker, Mentor dan Penulis dari CeweQuat book: to help & save your life, love, career. Perempuan kelahiran 19 Agustus 1983 sangat tertarik untuk berbagi mengenai self development, organizational structural, passion dan leadership skills. Kunjungi www.cewequat.com atau follow di twitter @ceweQuat untuk mendapat lebih banyak inspirasi.
Ketika 'Caya' Luruh Menjadi Abu
Ketika rasa hati hanya dipenuhi dengan kasih, sayang dan kebahagiaan, dan mengelakan apa itu rasa sakit, pahit dan getir, saat itu lah mata dan hatimu akan tertutup.
Mengelakan sesuatu yang objektif dan logis namun tak ingin kau enyam kebenarannya.
Di matamu Ia selalu benar, tanpa cela.
Kesalahannya? Selalu kau tolerir.
Hingga akhirnya hati yang dipenuhi dengan kasih, sayang dan kebagiaan itu robek menjadi hati yang remuk redam.
Kepercayaan yang sepenuhnya kau taruh di tangannya, kemudian caya itu hancur berkeping-keping dan luruh jatuh ke tanah menjadi abu.
Di akhir, baru kau rasakan pahit getir akibat kepercayaan yang ternodai oleh setitik nila.