Jadi kangen sakit.

Origami Around
styofa doing anything

⁂

tannertan36

Janaina Medeiros

Kiana Khansmith

❣ Chile in a Photography ❣
will byers stan first human second
No title available

祝日 / Permanent Vacation

PR's Tumblrdome
occasionally subtle

JVL

izzy's playlists!
Claire Keane

titsay

JBB: An Artblog!
Peter Solarz
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
hello vonnie
seen from India
seen from Netherlands
seen from Malaysia
seen from Ecuador
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Australia

seen from Italy
seen from T1

seen from Netherlands
@yayukdwira
Jadi kangen sakit.
Merasa tak cantik? Jadi orang pintar adalah wajib!
Eennngggggg?
Sampaikan padanya, bagaimana jalanku dulu hingga bertemu dengannya. Bagaimana liku tajamnya jalanku, dulu. Bagaimana aku harus berjalan sendiri. Tampar dia!
yayukdwira
Coba sederhanakan kerumitanku. Jika memang kamu sebagai pelengkapku.
yayukdwira
Lalu kamu lupa dengan nalurimu sendiri. Terlalu banyak dogma yang kamu serap. Banyak tanda tanya yang kamu ciptakan sendiri. Akhirnya, lelah yang kamu rapalkan.
Pojokan gedung Rahmiwati FPN UGM
Apakah penasehat pernah mengalami apa yang menjadi nasehatnya? Atau hanya sekadar bualan?
Hati yang bimbang
Sudah kutuntaskan... #libursemester2 #libursemester #bonbin #gembiraloka #jogja
Jangan-jangan, hanya perasaan wanita saja yang merasa (selalu) tersakiti (oleh apapun).
@yayukdwira
Cukuplah sepasang mata untuk menjelajahi dan hati yg siap untuk memahami, jika kata yang ingin kau dengarkan begitu sulit untuk dibebaskan.
Yayuk Dwira
"sepandai-pandainya menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga"
Aku ada di bulan November. Dimana aku tertahan oleh bala tentara Negara Air. atau, aku yang memang memilih untuk ditahan. entahlah, semua begitu kabur. Seperti saat aku menggapai hatiku sendiri. Untuk mensinkronkan antara pemahaman yang logikaku buat dengan hatiku. Banyak cerita yang takkan ada habisnya seperti "limit". Bulan ini begitu menggemaskan. Aku harus berterimakasih kepada siapapun, apapun, dan Penciptaku. Cerita sedihku di bulan ini diselipi oleh beberapa martabak manis. Namun, semanis apapun itu, aku tetap takut. Takut untuk masuk terlalu jauh di lingkarannya. Bukan maksutku untuk segera lari, pergi, dan bersembunyi. Melainkan, dia seorang temanku. Teman baikku. Iya, tidak ada salahnya memang mengasihi teman sendiri. Meski begitu, ada perasaan ngilu apabila aku mencari deskripsi dari rasa kasih ini. Semua begitu ambigu disini.
Perasaan hati-hati dan penuh waspada ini seperti lampu pemancar ombak. Memancar apabila tersentuh gulungannya. Meski begitu, dia tetap bergerak seirama, membaur dan menyatu dengan sekitarnya. Yang aku takutkan, bagaimana jika lautan mengombak terlalu cepat dan besar? Bagaimana jika pemancarku hilang tertelan ombak?
Jika memang benar ini bukan lagi perasaan saling mengasihi antar teman, apakah aku bisa bertahan? Maksutku, bertahan untuk terus menyimpannya dalam-dalam. Berharap sesuatu semacam stimulus tak akan membangkitkannya dan membuatnya ingin membaui kebebasan. Karena berulang kali kubilang, dia adalah teman.
Semakin kesini, semakin kubisikkan bahwa nanti aku akan merasakan sakit sebagai rasa yang harus kukecap, apabila hati merah jambu ini semakin serakah. Menginginkan ini-itu, menuntut sebuah aksi nyata. Yang sayangnya, medan yang harus kulewati sering berkabut.
Aku ada di bulan November. Dimana Bumi sedang diserbu oleh negara Air. Setidaknya, di tempatku berada sekarang. Bulan ini, menurutku bulan paling mengesankan. Bukan karena aku keluar dari persembunyian sembilan bulanku, namun bulan ini menghadirkan begitu banyak cerita. "namanya juga hidup" kata mereka, pasti ada cerita duka. Membuat degup jantungku melambat dan aku diserang kantuk, seiring dengan darah yang menetes. Ya, ini kali pertama darahku menetes bersinggungan dengan aspal. Entah aspal entah kendaraan sampingku. Waktu seolah tak bisa kupaksa berhenti, memang. Jantungku kian melambat. Pikiranku dipenuhi tanya, "masih utuhkah aku nanti?". Dan ternyata, Penciptaku masih mengasihiku. Atau memang belum saatnya. Sebelum terjadi, ada sesuatu yang seolah menahanku untuk tidak pergi. "tetaplah di sini" seperti ada yang mencegahku. Namun, aku tetap juga berangkat. Menangis adalah hal pertama yang kuingat. Bukan karena menahan sakit. Itu sama sekali tidak sakit. Hanya saja, melihat tetesan darahku sendiri membuatku takut. Ya, aku takut darah. Pengecualian untuk waktu datang bulanku. Ada bagian dari tubuhku yang terluka membuatku takut. Di dalam hati, pikiran, atau dimensi lain, aku menangis. Ada yang ikut bersedih kecuali aku. Entahlah.
Aku ada di bulan November. Dimana Bumi sedang diserbu oleh negara Air. Setidaknya, di tempatku berada sekarang. Bulan ini, menurutku bulan paling mengesankan. Bukan karena aku keluar dari persembunyian sembilan bulanku, namun bulan ini menghadirkan begitu banyak cerita. "namanya juga hidup" kata mereka, pasti ada cerita duka. Membuat degup jantungku melambat dan aku diserang kantuk, seiring dengan darah yang menetes. Ya, ini kali pertama darahku menetes bersinggungan dengan aspal. Entah aspal entah kendaraan sampingku. Waktu seolah tak bisa kupaksa berhenti, memang. Jantungku kian melambat. Pikiranku dipenuhi tanya, "masih utuhkah aku nanti?". Dan ternyata, Penciptaku masih mengasihiku. Atau memang belum saatnya. Sebelum terjadi, ada sesuatu yang seolah menahanku untuk tidak pergi. "tetaplah di sini" seperti ada yang mencegahku. Namun, aku tetap juga berangkat. Menangis adalah hal pertama yang kuingat. Bukan karena menahan sakit. Itu sama sekali tidak sakit. Hanya saja, melihat tetesan darahku sendiri membuatku takut. Ya, aku takut darah. Pengecualian untuk waktu datang bulanku. Ada bagian dari tubuhku yang terluka membuatku takut. Di dalam hati, pikiran, atau dimensi lain, aku menangis. Ada yang ikut bersedih kecuali aku. Entahlah.
Yakin, ketakutan ada di awal aku melangkahkan kaki di sini. Yang entahlah, membawaku kepada mereka, apa yang disebut teman. Di sini, aku tahu apa arti kompetisi, apa arti teman, apa arti musuh. Terimakasih semuanya. :) "ELECTRA '14"