Mau Nitip buat Mahasiswa Baru: 5 Hal yang Perlu Dilakukan sebagai Mahasiswa
...Masa kuliah tentunya masa untuk menjalani kuliah, tapi waktu kalian cukup fleksibel untuk eksplor banyak hal. Jadi, dengan kesempatan tersebut dengan kewajiban kalian yang melekat adalah kuliah, pasti defaultnya kalian akan kuliah. Dan main adalah sesuatu yang penting.
Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat buat teman-teman mahasiswa baru di tahun 2020, angkatan mahasiswa yang berbeda dari biasanya karena tahun ini akan didominasi oleh kata daring karena Covid-19, jadi kehidupan mahasiswa pun akan berubah dari biasanya. Ucapan selamat ini tidak terbatas untuk keberhasilan teman-teman atas pencapaian kalian bisa masuk kampus favorit--atau setidaknya bisa merasakan bangku kuliah, tapi lebih dari itu, ucapan selamat atas datangnya kesempatan yang kalian dapat untuk belajar banyak hal dalam rangka meningkatkan kapasitas dan nilai tambah diri kalian. Mudahnya, kalian bakal jadi seseorang yang “naik kelas”
“Naik kelas kan udah dari SD sampai SMA?”
Betul, tapi ini sekarang berbeda. Kalian bisa naik kelas jadi orang yang pemalu menjadi berani berbicara di depan banyak orang, dari yang ikut-ikutan, menjadi orang yang memimpin dan menunjukkan jalan, dari orang yang sempit wawasan menjadi orang yang berwawasan luas dan terbuka. Kesempatan ini sangat terbuka ketika kalian menjadi mahasiswa karena menjadi mahasiswa adalah menjadi dewasa dan dengan kesempatan menghabiskan banyak “jatah salah” untuk belajar. Pokoknya masa mahasiswa itu masa yang mahal banget, deh!
Nah, di sini saya ingin “menitipkan” beberapa hal yang rasanya perlu dibagikan sebagai panduan menjalani kehidupan kampus. Ada beberapa poin yang penting untuk merangkumnya:
1. Bikin rencana setelah lulus
Loh, baru masuk sudah disuruh mikirin lulus?
Iya, bahkan menjadi nomor satu yang perlu dilakukan menurut saya sebagai mahasiswa baru. Kalian udah berhasil untuk mendapatkan masa belajar lebih lanjut, kalian juga berhasil masuk jurusan yang akan membentuk diri kalian akan bisa apa. Walaupun akan ada bahasan terkait passion versus jurusan, tapi yang mau saya sampaikan adalah ketika kalian masuk suatu jurusan, kalian pasti akan diajarkan sesuatu yang nanti ketika kalian lulus, setidaknya kalian akan memiliki satu kemampuan. Contoh, pengalaman saya yang lulusan Hubungan Internasional, mungkin tidak akan semua lulusan HI menjadi diplomat, tapi setidaknya selama kuliah kalian diajarkan untuk menganalisa peristiwa dan menuliskannya dalam sebuah artikel. Dan akhirnya banyak lulusan HI yang tidak menjadi diplomat, tapi banyak yang bisa menjadi seseorang dengan memanfaarkan skill tersebut seperti A. Fuadi, penulis novel Negeri 5 Menara, Philip J. Vermonte, direktur lembaga think tank CSIS, atau Ernest Prakasa, Stand Up Comedian yang harus menulis materi sebelum menampilkannya di depan orang.
Nah, lalu apa yang mau kalian jalani setelah lulus? Rencanakan sedini mungkin. Kira-kira apa cita-cita kalian, langkah apa yang bisa dilakukan, apa yang bisa didapat dari bangku kuliah untuk mencapai cita-cita itu, juga kegiatan-kegiatan apa yang dapat menunjang diri kalian untuk mencapai ke titik itu. Untuk cita-cita kalian, hanya kalian sendiri yang bisa merencanakan dan memutuskan bagaimana langkahnya.
Oh iya, untuk membuat langkah tersebut, kalian perlu baca sampai habis agar sempurna perencanaannya, ya!
2. Jangan lupa main!
Saya mau bilang kalau ini penting banget. Masa kuliah tentunya masa untuk menjalani kuliah, tapi waktu kalian cukup fleksibel untuk eksplor banyak hal. Jadi, dengan kesempatan tersebut dengan kewajiban kalian yang melekat adalah kuliah, pasti kalian defaultnya akan kuliah. Dan main adalah sesuatu yang penting.
Berkemah bersama teman-teman lintas fakultas di gunung belakang kampus (dok: Pribadi)
Mengapa main adalah pendamping kegiatan yang penting? Karena dari main ini kalian harus percaya bahwa kalian bisa naik kelas. Dari main ini kalian akan banyak tau tempat, banyak tau orang, bisa belajar bersikap, banyak tau kesempatan lain yang bakal membuka sudut pandang kalian dan wawasan kalian. Dengan begitu kalian akan menjadi orang yang kaya. Karena pengetahuan tidak hanya di kelas, tidak sebatas di buku, tidak cukup lengkap dari internet, tapi dengan main kalian akan bertemu dengan lingkungan dan melakukan barter nilai tanpa kehilangan nilai yang sudah kamu punya. Maka susun waktu kamu di sela waktu kuliah dan tugas untuk main!
3. Berteman dengan siapa saja
Setelah kalian sudah menyusun waktu untuk main, jangan lupa ajak teman untuk saling berbagi kebahagiaan ketika kalian bermain. Selain kebahagiaan, kalian juga bisa menemukan sesuatu dari mereka apa-apa yang tidak kalian temukan di dalam diri kalian atau keluarga kalian. Sesuatu itu akan membuat kalian sadar bahwa dunia tidak sesempit yang ada di kepala kalian. Banyak hal yang tidak kita ketahui di dunia ini jika kita tidak memiliki cukup teman untuk bermain dan berbagi.
bersama wakil ketua KPK, Laode M Syarif (tidak mengenakan almamater), dalam agenda penyerahan kajian strategis pemberantasan korupsi dari beberapa kampus tahun 2017 (dok: pribadi)
Maka untuk menemukan banyak hal di dunia ini, kalian perlu berteman dengan siapa saja, dari fakultas mana saja, jurusan mana saja, angkatan mana pun, bahkan kampus mana pun. Hal tersebut akan membantu kalian menemukan apa yang tidak kalian temukan sebelumnya, akan membantu kalian melihat dunia lebih luas, dan akhirnya dapat membantu kalian untuk bersikap bijak dengan menerima keragaman dunia dengan prinsip yang kalian miliki. Selain itu semua, tentu kalian akan mendapatkan banyak jejaring sehingga kalian memiliki banyak jalan jika ditengah jalan kalian membutuhkan bantuan atau ketika menemukan ide dan butuh rekan untuk berkolaborasi.
4. Wajib magang
Poin ini mungkin tidak semua pernah melakukannya ketika menjadi mahasiswa, termasuk saya. Bahkan mungkin ada juga jurusan yang belum mewajibkan. Tapi menurut pengalaman dan pengamatan saya, magang adalah poin penting dan wajib untuk diikuti.
Pengalaman saya sendiri yang berkaitan dengan magang adalah ketika ditanya oleh manajer ketika wawancara kerja di suatu perusahaan. Beliau menanyakan “Kenapa ga ada pengalaman magang?” sambil melihat Curriculum Vitae saya lalu menatap saya dengan tatapan sinis. Hal itu saya nilai sebagai kekurangan saya sebagai lulusan baru walau pada akhirnya saya diterima di perusahaan itu mungkin karena saya menjawab saya fokus di organisasi. Terlepas dari itu, magang masih menjadi hal yang vital.
Selama kuliah mungkin kalian akan mengikuti kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang nuansanya “sangat mahasiswa”. Artinya, pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting. Namun perlu ditambah wawasan bagaimana dunia profesional bekerja. Akan sangat berbeda dunia kampus dengan dunia profesional.
Panduannya, kalian perlu memetakan di tempat mana kalian akan magang. Pastikan tempat tersebut menunjang langkah kalian untuk mencapai apa yang ingin didapat selepas kuliah. Baik di lembaga pemerintah maupun swasta. Banyak informasi tersebar mengenai lowongan magang bagi mahasiswa. Kalian juga bisa temukan di Career Development Center atau Direktorat Mahasiswa dan Alumni kampus kalian.
Dari magang ini, selain pengalaman, banyak juga yang akhirnya dipanggil kembali untuk bekerja di perusahaan tempat magangnya setelah ia lulus, biasanya hal ini terjadi di perusahaan swasta dan si mahasiswa memiliki reputasi baik dan rekomendasi dari seniornya baik di kampus atau di tempat magang.
5. Mengikuti kegiatan yang variatif
Poin ini mungkin sudah tidak asing bagi teman-teman. Ada yang ingin ikut UKM ini lah, itu lah, bahkan ada yang bercita-cita ingin jadi ketua BEM sejak maba. Jadi mungkin sudah umum bagi mahasiswa untuk mengikuti berbagai kegiatan. Namun saya tulis di sini untuk menekankan bahwa mengikuti kegiatan selama kuliah memang sepenting itu. Kegiatan ini tidak terbatas hanya di dalam kampus, banyak juga kegiatan ekstra kampus yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa.
Di poin ini ketika demo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau sejenisnya kalian mungkin akan menargetkan akan ikut di kegiatan apa. Apakah UKM kebudayaan, UKM bidang kajian trategis, UKM olahraga, UKM kepemimpinan dan manajemen organisasi seperti BEM, Himpunan, dan lain-lain. Hal yang ingin saya tekankan adalah ada baiknya kalian perlu mengikuti unit kegiatan yang beragam selama berkuliah. Misal kalian ingin belajar manajemen organisasi dan kepemimpinan kalian bisa ikut BEM atau ingin di bidang legislatif kalian bisa ikut BPM/DPM, lalu kalian ingin menyalurkan bakat atau hobi kalian di bidang olahraga, kalian bisa ikut UKM olahraga, atau passion kalian adalah berbicara atau ingin mengasah kemampuan debat, kalian bisa ikut UKM debat, atau kalian minat dengan lingkungan, kalian bisa mengikuti UKM pecinta alam. Kalian juga bisa ikut komunitas di luar kampus yang beragam bidangnya atau mengikuti kegiatan kerelawanan (volunteer). Jangan lupa tingkatkan cakupannya sampai ke tingkat internasional. Banyak sekali kesempatan ini yang beredar informasinya di internet.
Foto bersama mahasiswa volunteer Interpol General Assembly 2016 (dok: pribadi)
Dengan mengikuti kegiatan yang variatif, selain akan menambah jaringan, kalian akan memiliki beragam aktivitas sekaligus banyak ilmu-ilmu baru dari kegiatan-kegiatan yang kalian ikuti sehingga kalian menjadi mahasiswa yang banyak bisa dan menjadi pribadi yang kaya. Apalagi ketika kalian mau nyalon ketua BEM, bisa jadi modal buat dapet suara besar hehe
Dari beberapa poin di atas mungkin ada banyak lagi yang bisa diikuti oleh seorang mahasiswa. Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi ketika menjalani waktu sebagai mahasiswa selama 5 tahun. Ya, saya telat lulus karena waktu itu di tahun terakhir mendapatkan kesempatan menjadi ketua badan legislatif tingkat kampus yang mana bukan bidang saya haha.
Semoga bisa menjadi panduan kalian yang baru masuk dunia kemahasiswaan, atau mungkin kalian mahasiswa tingkat atasnya yang masih punya waktu untuk eksplor lebih luas. Tentu dengan kondisi pandemi akan banyak penyesuaian yang terjadi di dunia kemahasiswaan, tentu hanya yang menjalaninya yang akan bisa menyesuaikan. Ini hanya sedikit pengalaman yang bisa menjadi panduan.
Sekali lagi, status mahasiswa itu sangat mahal, manfaatkan semaksimal mungkin untuk mendapatkan bekal untuk langkah selanjutnya.