tidak semua harus digenggam erat. bisa jadi yg digenggam erat justru menyakiti tanganmu ...
Sweet Seals For You, Always
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
The Stonewall Inn
Doug Jones
Keni
macklin celebrini has autism

oozey mess
Mike Driver

PR's Tumblrdome
almost home
Color Me Curious
$LAYYYTER
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Love Begins
🩵 avery cochrane 🩵
Lint Roller? I Barely Know Her
Interview Vampire Daily
ojovivo

ellievsbear
Fai_Ryy
seen from Netherlands

seen from Brazil
seen from Canada

seen from France
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Indonesia
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Ecuador
seen from United States

seen from Portugal
seen from Egypt
@yuliratnasr
tidak semua harus digenggam erat. bisa jadi yg digenggam erat justru menyakiti tanganmu ...
pasti lelah sekali hidup dengan memikirkan prasangka orang lain...
bagaimana jika orang yg menjadi tempat nyamanmu bercerita tiba-tiba menjadi tempat yg tidak ingin kamu kunjungi?
bukankah terkadang seseorang bercerita hanya ingin melegakan hatinya? ingin menguraikan benang kusut di kepalanya? ingin sekedar berbagi agar mungkin lelahnya tidak merasa ia rasakan sendiri?
jika itu seorang yg kamu sayang dan ia menceritakan apa yg dia tidak suka darimu, bukan berarti kamu bersalah, barangkali ia ingin menjaga hubungannya dengan kamu.
tidak semua cerita butuh jawaban, terkadang hanya butuh didengar.
jika seorang yg menjadikanmu tempatnya bercerita kini menjadi diam. mungkin ada sesuatu yg memang sengaja ia pendam karna bercerita tak membuatnya nyaman
doa untukmu
jika ada, semoga Allah mengangkat semua rasa sedih, marah, kecewa, takut, curiga, dendam, dan khawatir dari dadamu. semoga Allah menggantinya dengan kelapangan dan kesabaran. semoga Allah menghapus dosa-dosamu dari datangnya perasaan-perasaan itu.
semoga Allah memberimu petunjuk hidup yang terang benderang. semoga hidayah selalu turun kepadamu. semoga kamu mendapatkan undangan dari Allah untuk senantiasa bertaubat.
semoga kamu bisa menerima kenyataan, memperoleh kemenangan. semoga kamu bisa memeluk dirimu sendiri dengan kejujuran---dan menjadi lebih kuat setiap harinya. semoga Allah menyembuhkan semua luka.
semoga kamu bisa memaafkan orang-orang yang menurutmu jahat, yang menurutmu telah merebut kebahagiaanmu. orang-orang yang melukaimu. orang-orang yang kamu tertawakan, kasihani, benci. tolong maafkan (kami) ya.
semoga kamu segera dipertemukan Allah dengan seseorang yang baik, yang menyayangi segalamu dengan segenap jiwa dan raganya, dengan ketaatan dan keimanan yang semestinya. yang menghargaimu dan selalu cenderung kepadamu, hanya kepadamu. yang janjinya selalu ditepati. yang membawamu ke tempat-tempat jauh itu.
semoga semua mimpimu terwujud satu per satu. semoga kamu mencapai semua garis finish. semoga kamu menaklukkan semua puncak. semoga yang kamu cintai tumbuh dan mekar dengan hebat.
semoga kamu menemukan ketenangan dan kebahagiaan. di dunia. di akhirat. selamanya.
Cerita Lahirnya mujahid kecil kami #1
"kenapa kok aku harus operasi sih beb? katanya nanti di akhirat Rasulullah berbangga dengan umatnya yg banyak? kan kalau operasi di batesin jumlah anaknya?" tanyaku beriring isak, bersandar dipunggung suamiku sambil memeluknya erat. sepeda kami terus melaju dengan tergupuh, memecah heningnya malam usai disapu gerimis
"beb ... beb... coba dengerin" ucapnya menenangkan isakku, "ini bukan maunya kita lho ya, ini maunya Allah"
"tapi kan kita punya banyak impian tentang anak kita nanti? kamu yg pingin anak perempuan dua, dan aku yg pingin punya anak banyak" sambungku masih dengan isak yg semakin menjadi
"gak apa-apa, kalau jalannya dari Allah begini mau gimana?"
kalimatnya itu mulai sedikit menenangkanku
malam itu, setelah ke obgyn karena postdate dari hpl. aku diberi rujukan ke RSUD untuk segera di operasi caesar, selain postdate, detak jantung bayi kami juga melemah ketika kontraksi datang, air ketuban yg hampir habis, dan bayi kami juga kemungkinan lahir dengan berat badan rendah.
"ini saya kasih surat bapak dan ibu langsung ke RSUD ya! karna disana alat-alatnya lebih lengkap" ucap obgyn waktu itu
aku masih belum bisa percaya dan menerima, aku yg selama hamil mencoba mengikhtiarkan lahiran normal, memperbanyak yoga hamil, belajar tentang persalinan dan hypnobirthing. kenapa sekarang harus operasi? sedangkan suami, demi kebaikan istri dan anaknya, mengikhlaskan impian-impian kami tentang keturunan. ketika sepanjang jalan aku menangis karna tidak mau operasi, maka suami selalu menguatkan untuk ikhlas dengan segala ketetapan Allah untuk kami.
malam itu, 28 November 2024 kami pun memutuskan untuk tindakan operasi
"aku bisa punya problem sama orang lain. tapi aku gak bisa punya problem sama kamu. aku bisa orang lain gak support aku, tapi aku gak bisa kalo kamu gak support aku"
dulu saya pikir, hamil itu cuma mual-mual, bertambah beban di perut, kurang nafsu makan, dan puncak sakitnya yaitu saat melahirkan. ternyata, ada yg namanya nyeri perut, kram, kembung, pusing sampe sakit kepala, gampang capek, tiba-tiba punggung sakit, atau kadang kebangun malem-malem karna perut nyeri, atau kebangun buat ke toilet karna ditarget harus banyak minum. ah, itu mah masih trimester 1. dan masyaAllah perjuangan ibu itu. gak heran kalau Rasul mengajarkan kita mendahulukan ibu 3x baru ayah.
sudah begitu, masih ada yg kurang sopan bilang ibu hamil sering tiduran dan males-malesan.
sesekali, kita juga perlu menjelaskan pada orang lain secara terperinci. biar orang lain gk salah sangka. biar orang lain gk suudzon apalagi meremehkan. kadang, orang baru tau rasanya kalau mengalami apa yg orang lain alami. ya, kalau gk bisa/belum bisa mengalami hal yg sama, seenggaknya bisa membayangkan rasanya lewat penjelasan tadi.
Nak, maafkan ibu yg masih sering nangis. kata riset, kamu bisa merasakan apa yg ibu rasakan, kan? maafkan ibu ya
Nak, ibumu ini bukan ibu yg sempurna, tapi ibu ingin berusaha menjadi ibu yg terbaik untuk kamu. tidak apa kan kalau ibu sesekali menangis? sesekali sedih? tapi ibu janji untuk semangat lagi
Nak, kita berjuang sama-sama ya ...
isi hati itu seperti ruangan-ruangan. di dalamnya ada masing-masing nama. pada masing namanya ada kadar sayang yg berbeda-beda. atau bisa saja pada ruang tertentu kadarnya sama. sehingga jika ditanya, "jika dalam kondisi tertentu kamu akan memilih A atau B?" maka kita akan sulit menjawabnya. atau bahkan memilih untuk tidak menjawabnya. tapi, yang pasti setiap nama pada ruangan-ruangan itu punya peran yg berbeda. punya rasa yg berbeda yg tidak bisa digantikan satu dengan yg lainnya. mungkin kadar sayang itu bisa sama. tapi tidak dengan rasa yg dihadirkannya
Bangkalan || Setelah reda ☔
setelah menikah, momen telat dari 'tamu bulanan' menjadi hal yang saya (atau lebih tepatnya kami) tunggu-tunggu. padahal dulu ketika belum menikah, justru datangnya 'tamu bulanan' itu menjadi kabar gembira karna mendapat keringanan tidak sholat fardhu, semacam istirahat sebentar (astaghfirullah aku🫠). bersamaan dengan itu, momen mendekati tanggal datangnya 'tamu bulanan' adalah momen yg mendebarkan. seperti sedang berada di antara takut dan harap.
memiliki suami selalu menguatkan bahwa segala yg terjadi adalah takdir Allah, qadarallah adalah hal yg saya syukuri, Allah baik sekali menitipkan saya padanya. kami tau bahwa pernikahan bukan hanya tentang berketurunan. tapi berketurunan jugalah salah satu tujuan pernikahan.
pada suatu waktu, saya berbisik lirih pada suami bahwa ada harapan-harapan yg akan saya titipkan pada anak kami nantinya. termasuk sebagai penerus kami menghamba kepada Allah. saya berbisik pada suami, bahwa kelak anak kami boleh jadi apapun yg dia inginkan asalkan tetap berpegang pada iman dan Islam, asalkan segala aktivitasnya selalu terbingkai untuk meninggikan asma Allah di bumi.
Nak, baba dan ibu menantimu hadir di tengah-tengah kami 🤍
berhenti di sela perjalanan ke rumah mbak ipar. menunggu park soe sholat. dulu momen ini yg lirih kurapal jadi doa. "Rabbi inni limaa anzalta ilayya min khairin faqiir..."
yang paling diinget banget itu, dulu pernah liat pasutri jalan kaki berangkat sholat bareng. sekarang merasakan hal yg sama. Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimus sholihaat
Gerimis di Camplong | 12:28
hari ini, kudengar isakmu untuk yg pertama kalinya. aku tak tau apa isi dalam doamu. apa itu tentang kita? tapi yg jelas itu pasti tentang sebuah pengharapan. iya kan?
harusnya aku bersyukur dititipkan padamu. syukur yg tak sekedar berucap hamdalah, tapi syukur dalam wujud semangat beribadah dan hati yg semakin khusyu merendah.
apapun doamu, aku akan jadi orang yg diam-diam mengaminkannya
Manusia berencana (dan berharap), Allah Yang Memutuskan.
yuk semangat lagi doanya. ada impian yg menunggu dijemput. nggak semuanya bisa datang sendiri 😉
Cerita Menikah
ada satu kalimat yg membuat saya lebih tenang saat masih sendiri, kurang lebih begini "kita akan menikah hanya ketika Allah mengizinkan kita menikah". saya meyakini bahwa tugas manusia hanya sampai pada doa dan ikhtiar, masalah waktunya kapan adalah sepenuhnya hak Allah
proses taaruf kami berjalan tanpa kami rencanakan (walaupun tentu sudah Allah rencanakan) berlangsung kurang lebih 1 bulan dari taaruf hingga khitbah. banyak hikmah yg saya dapatkan dalam proses taaruf kami. pertama, pentingnya ilmu pranikah, baik ilmu tentang taaruf, khitbah, nikah, managemen keluarga dan lainnya. yaps, ilmu sebelum amal itu penting. itu juga sebagai pembuktian keseriusan kita untuk menikah, "ya Allah saya sudah berusaha belajar tentang pernikahan. tentang menikah dengan siapa, atau menikah dan tidak, terserah Engkau".
kedua, pentingnya punya batasan diri, menentukan apa yg harus dimiliki calon pasangan dan apa yg bisa kita toleransi jika tidak ada pada calon pasangan. segala sesuatunya akan terasa lebih ringan dan tidak membuang banyak waktu jika kita merencanakan dan menuliskan apa yg ingin kita pilih, kurang lebih sederhananya begitu.
ketiga, meminta dibimbing dan menyandarkan diri pada Allah. poin ketiga sangat penting. saya selalu berdoa bahwa saya tidak ingin memilih, saya minta dipilihkan Allah saja. bahkan seminggu sebelum hari akad itu tiba. dari yg tadinya yakin, tiba-tiba terbesit ragu, apakah pasangan saya nantinya bisa menerima, membimbing, dan mengayomi saya (?) terlebih menerima segala kekurangan saya (?) hamdalah setelah sholat, keraguan itu Allah hilangkan.
setelah akad dan mengenal suami lebih jauh, saya tak menyangka akan dipasangkan dengan dia, ya karna ternyata banyak kliknya. masyaAllah. padahal waktu taaruf komunikasi kami terbatas dan dia seperti orang yg pendiam pollllllll, setelah jadi suami malah hobi ndagel 🥲 lagi-lagi saya teringat doa-doa saya ke belakang agar dipasangkan dengan yg se-frekuensi. pernah di suatu pagi, suami bertanya perihal dari mana saya mengenal al-ma'tsurat, saya jawab sejak SMA. apa jangan-jangan kita dipersatukan karna doa rabithah kita? 😄
_____
katanya, jodoh adalah cerminan diri, tapi sampai sekarang saya merasa masih belum cukup baik untuk dia. Allah Maha Baik
semoga Allah mampukan kita untuk mengupayakan kebaikan dan perbaikan ya beb 🤍
Hal sederhana yg menurutku luar biasa itu, ketika nanti kita saling bergantian membacakan buku. Di perjalanan kereta, di antara gemerisik aliran sungai, atau di tempat favoritmu. Bersamamu, aku senang asal dalam kebaikan. Ya, biar nanti sesekali kamu yg membaca dengan agak keras lalu aku menyimaknya sambil menatapmu, atau biar aku yang membaca dengan agak keras lalu kamu berbaring di pangkuanku.
Tiada yg lebih menyenangkan bagiku, selain bersama denganmu dalam kebaikan dan perbaikan. Jika mencari ilmu itu mendekatkan jalan menuju syurga, aku ingin meniti jalan itu bersamamu.
Titip rindu,
yg masih belum mengenalmu
aku suka menulis. menulis apa saja yg ingin kutulis. menulis cerita senang. cerita sedih. menulis kenangan. menulis harapan. bahkan menuliskan doa.
hingga kini harapan dan doa itu menjadi nyata. sepertinya meski tak kutulis Tuhan sudah tau semuanya. alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmus sholihaat
mungkin setelah ini kamu. kamu yang akan jadi tema ku menulis. menulis kebaikanmu. menulis kesabaranmu. menulis renyahnya tawamu. menulis buku-bukumu yang selesai kubaca. menulis perjuanganmu. menulis perjuangan kita. menulis cerita-cerita bersamamu. yang sedih. yang lucu. yang bahagia. yang haru biru.
jalan ini jauh. izinkan aku menuliskan tentangmu. tentang kita. agar semakin panjang syukurku. agar menjadi penawar hati yg tak menentu seperti cuaca. kadang sejuk. kadang hujan. kadang terik
jalan ke surga jauh. mari bersama memperjuangkannya
kalau niatnya karna Allah, harusnya gak perlu serisau itu. kan yakin ada Allah yang akan bantu. yakin ada Allah yang akan mencukupi. yakin ada Allah yang akan memudahkan. yakin ada Allah yang akan memberikan jalan dari arah yang tidak kita sangka.
Meringankan Perasaan
"kamu tau kenapa Allah menjadikan shalat salah satu ibadah wajib dalam keseharian kita? kenapa dalam al-Qur'an Allah menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong? kenapa Rasulullah pernah bersabda bahwa shalat adalah penyejuk hati beliau?"
"mungkin karna kedudukan shalat sepenting itu dalam kehidupan kita. kebutuhan kita akan sholat sebesar itu sampai Allah jadikan shalat sebagai kewajiban. dalam shalat, setiap rakaatnya kita meminta ditunjukkan jalan yg lurus melalui bacaan surat al Fatihah, karna kita tau hati secepat itu berbolak-baliknya. karna kita tau takdir hanya Allah yg tau. karenanya kita meminta dibimbing ke jalan lurus, jalan yg Allah pilihkan. dalam shalat, hampir setiap gerakan didominasi dengan ucapan takbir, seolah Allah ingin kita meyakinkan hati bahwa Allah itu Maha Besar. sehingga jika ada masalah pada sela waktu yg 5, Allah ingin kita ingat bahwa masalah itu tidak lebih besar dari kekuasaan Allah. dalam shalat, setiap setelah ruku' Allah tekankan bahwa ُسَمِعَ اللّٰهُ لِمَنْ حَمِدَه Allah mendengar hamba-Nya yg memuji-Nya. seolah ingin menyampaikan pada kita Allah itu mendengar pujian kita, termasuk pujian kita ketika berdoa. Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Hafidz, Ya Aziz...
kalau hatimu sedang risau, gundah, sedih, bingung, atau kamu kehilangan dirimu, tak bisa membaca apa keinginanmu—shalatlah. shalatlah karna shalat itu meringankan perasaan. sebanyak kamu ingin mendapat ketenangan—dekatilah Allah. manusia sedemikian lemahnya, tidak kuat jika jauh jauh dari sumber kekuatan."
~ yuli kepada yuli