“Kamu itu maunya apa sih? Sama laki-laki yang itu gak mau, sama laki-laki yang itu juga gak mau. Mau yang gimana?”
“Hmm, minimal seperti ayahku.”
—
Sudah beberapa kali, teman-temanku memintaku mencoba menjodohkanku dengan laki-laki, tapi jujur saja, tak satupun yang cocok denganku. Mereka bilang, “kriteria”ku ketinggian, namun bagiku tidak, kriteriaku cukup mudah, cukup minimal seperti ayahku.
Ayahku, kamu tahu ayahku? Ayahku itu luar biasa, sosok yang seharusnya semua laki-laki seperti itu.
Sejak kecil, ayah menyayangiku dan juga ibuku. Ayah selalu membuatku dan ibuku tersenyum dengan berbagai caranya, mulai dari melakukan hal konyol, atau menceritakan hal-hal lucu.
Ayah juga orang yang tidak pernah kenal lelah, setiap kali dia pulang dari kantornya, dia hanya beristirahat sebentar untuk lanjut bermain lagi denganku.
Ayah juga teman cerita yang baik, ia selalu mendengarkanku setiap aku punya masalah, bahkan kadang ketika ku tidak bercerita, ia selalu datang dan menanyakan apakah aku baik saja atau tidak. Tahukah kamu? Dengan bertanya saja, itu sudah membuatku lebih tenang.
Ayah juga orang yang romantis, ia senang tiba-tiba memberiku hadiah, bukan karena itu hari ulang tahun ataupun perayaan spesial, kadang ia memberiku hadiah hanya karena aku sudah berjuang melewati masalah yang menurutku berat. Itu pula kenapa aku tak pernah terkesima dengan berbagai hadiah yang diberikan laki-laki lain untuk mendekatiku, karena ayahku sudah pernah memberikannya.
Ayah jarang marah, tapi aku pernah melihat ia marah, yaitu ketika aku mencoba berbohong padanya. Aku tahu ayah berhak marah, karena ia tahu jika ia tidak marah, anaknya akan terbiasa berbohong. Tapi selain itu, aku tak pernah melihatnya marah, bahkan selalu membantuku jika aku melakukan kesalahan.
Itulah ayahku, laki-laki pertama yang ada dalam hidupku, cinta pertamaku. Maka, jika ada orang yang datang untuk memintaku untuk memberikan cinta dan juga hidupku, maka setidaknya ia harus seperti cinta pertamaku.
Ada yang mau denganku? Boleh, tapi minimal seperti ayahku ya.
MINIMAL SEPERTI AYAHKU
Bandung, 11 Februari 2020
@choqi-isyraqi