di kebetulan yang sesebentar itu, siapa yang tahu ternyata aku bisa sejatuh itu. Dan kini ku malah terpuruk, sebab kau malah kembali ke rumah lusuhmu.

Discoholic 🪩

JBB: An Artblog!
KIROKAZE
tumblr dot com

Origami Around

❣ Chile in a Photography ❣

★
YOU ARE THE REASON

Kaledo Art

ellievsbear

blake kathryn
Not today Justin

titsay
No title available

#extradirty
Keni
Cosimo Galluzzi
Game of Thrones Daily

roma★
$LAYYYTER
seen from Germany
seen from Germany
seen from Jordan
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Vietnam
seen from Australia
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from Chile
seen from Singapore
seen from Mexico

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Egypt
@02izza
di kebetulan yang sesebentar itu, siapa yang tahu ternyata aku bisa sejatuh itu. Dan kini ku malah terpuruk, sebab kau malah kembali ke rumah lusuhmu.
Sudahlah, kali ini aku kalah
Mengapa aku harus menangis diujung kamarku sendiri, meringkuk dengan dada yang sesak. Diperas kenyataan.
Mengapa kedua mata kepalaku sendiri harus dengan sebegitu mandiri dan sialnya melihatmu dengannya?
Mengapa tatap matamu berkata, aku bukan sesiapa?
Tangis menyakitkan ini, apakah perasaan kalah? atau rindu yang merah memar meradang?
Sama yang tak lagi sama
Kita bertemu di kesepian yang sama. Kita saling mengangkat, ataukah kala itu kau yang lebih dahulu mengangkatku? Sepertinya iya.
Jasamu banyak. Aku mencoba membayarnya. Atau lebih tepatnya aku terdorong untuk membalasnya. Tak ada satu apapun yang melewati tanganku tak kubagi denganmu. Ku berikan sebagai penghargaan paling meriah yang pernah kuberikan kepada orang lain seumur hidupku. Aku sudah melakukannya, sungguh. Itu lah yang paling berharga tinggi yang pernah kuberikan. Tak satupun, sama sekali, yang tak ku bagi denganmu.
bagaimana lagi harus ku gambarkan. bahkan sebagai penyair, namamu sudah kusebut berulang kali di banyak sajakku. Kau yang terbanyak dan yang paling dalam. Kau, sejauh ini.
apakah ada lagi yang berhak kau minta dariku. Terlebih kau tahu sekarang aku bukan pohon rindang dengan banyak buah. Meskipun pada kenyataannya banyak air yang mengaliriku, akan tetapi tubuhku memang membutuhkan itu. Tanganku ringkih namun kau masih banyak menuntut hal yang menurutmu mudah namun sama sekali tidak untukku.
Kau mau apalagi? apa sampai harus tubuhku ini menjadi makanan utamamu. Agar kau kenyang kepalang tak lagi butuh suatu apapun?
Aku sudah habis terkuras dan sedang mengisi kembali, apa perlu kau jadikan tubuhku bocor tak pernah bisa terisi penuh?
jadilah pohon mandiri, panjangkan akarmu, kuatkan dahanmu. Mari kita menari di ketinggian dan angin kencang yang sama. Bukankah itu lebih masuk akal?
Nis,
Kenangan masa sekolah yang menyakitkan sekaligus menyenangkan itu. Meski sebentar, dan diakhiri dengan pelukanku yang tak kau balas.
Saat itu aku tahu betapa aku menyakitimu entah bagaimana. Bagaimana bisa aku yang tak memiliki sepersenpun dari kelebihanmu, bisa-bisanya dengan tidak tahu diri memilih untuk menyakitimu. Apakah saat itu aku memilih itu?
Saat itu kita masih muda, dan aku memang gadis belia penuh luka yang kubuat sendiri dan mencari teman untuk kumiliki seorang. Yang sebenarnya tidak pernah kudapatkan.
Aku yang saat itu merasa tidak pernah bahagia bahkan dengan menyayangi seseorang, dimana ia sibuk dengan dirinya yang sudah bahagia dan cukup dengan dirinya.
Saat itu, saat kau mungkin melihat apa yang ingin kutunjukan. Jika benar, ketika itu kau memilih untuk mengangkatku untuk ada disampingmu. Menjadi teman yang mau mengerti sepenuhnya dan penuh dalam mengisi waktuku. Yang selalu kuidamkan dari seseorang sibuk tersebut.
Entah bagaimana kelanjutannya, apakah kucabik ketulusanmu dengan kebodohanku untuk kembali mengemis keberadaan orang lain?
Aku lupa. Mungkin aku lah orang paling menyakitimu saat itu.
Baiklah. Aku, aku orang jahat bagimu. Aku yang paling jahat dan bodoh.
Baiklah. Bukankah kau bahagia? Kau bahagia tidak lagi dengan orang bodoh ini. Bukankah begitu? Kau tahu karma sudah datang lebih dari yang kau inginkan. Karma, aku sudah membayarnya penuh.
Namun nampaknya aku harus membayarnya satu kali lagi.
Di hari bahagiamu, kau menyebarkan senyum lebar dan berkata bahwa belahan jiwamu lebih baik dari siapapun. Ya, aku setuju, tentu saja.
Di hari ini, aku sudah membayar lunas segalanya, dengan bunga dan denda. Tak ada sepatah katapun, tak ada satu hurufpun, tak ada bahkan satu kabar burungpun.
Selamat berbahagia, selamat menempuh hidup baru, tanpa aku sama sekali didalamnya. Satu bayanganpun, takkan ada. Satu kabar burungpun takkan ada. Sebab biarkan aku merebut receh yang tersisa.
Kubiarkan kau juga tak akan mendengar dan melihat apapun tentangku.
Hari ini hari bahagiamu. Hari ini hari menyakitkan untukku. Semoga kau puas dengan hutang yang sudah kubayar.
tertanda seorang teman, kini biarkan menjadi asing sama sekali.
aku penasaran dengan bintang
apakah ia kesepian
ketika ia bersinar
mengapa orang-orang malah tertidur lelap
jika harus kau pasang palang batas tiba-tiba
tak usah berpura menikmati senda gurauku
sebab bukankah aku masih punya banyak tempat untuk ku randai
waktuku bukan untuk bermain-main
ngakunya sih pada single, padahal.... Jomblo:( . Pencitraan ini telah diabadikan dalam sebuah video youtube sambil mereview sebuah restoran kece ala K-Pop . LANGSUNG AJA CEK BIO KU YAA BUAT LINK NYA🙏😘😍 . #review #kimskfood #korean #kpop #koreanresto #cafekorea #cafekoreabandung #rekomendasirestorandibandung #rekomendasikuliner #kuliner #saranghae https://www.instagram.com/p/B6JkNbdJqsp/?igshid=vtu73lb98hnz
. Biru pernah sukarela membentang langit. Kadang merah pun ingin singgah. Bahkan si hitam. Tapi ketika itu kita bisa menutup mata saja. . #poem #poetry #puisi #sajak #izzadiraz . Jogja, September 2019 https://www.instagram.com/p/B2QsOxFJlwP/?igshid=3vf8iaahx4rx
. Sujud . Pada jasad Yang kupasrahkan dalam sujud Hilang kemelut dan segala takut . https://www.instagram.com/p/BzNTYTFJo52/?igshid=30mkz7sdw8sx
. Biar sapa menghilang Biar ku tau pada siapa kau datang Agar tahu diri dimana ku tempatkan mau Padamu yang suka bergurau Juga agar kau sadar meski dengan kehabisan sabar Bahwa sakit hati bukan tempat dimana kau boleh taburkan tawa Dan tawamu dengannya bukan tempatku menampak luka . #poem #poems #poetry #quotes #quote #izzadiraz #sajak #puisi https://www.instagram.com/p/By2UJYdp7vg/?igshid=1cnezkgidqxj3
Mengaum lah, hutan ini milikmu.
Aku pohon beringin. Teduh. Berakar kuat. Kau terjebak badai? Sila bernaung dibawah rimbunku. Kau mau menebangku? Akarku hidup ratusan tahun.
Kau menjajaki jalan tanpa tujuan. Aku pasrah menapaki setiap jejakmu, meski ada bayangan gadis lain. Siapa tahu bayangan itu perlahan menghilang. Siapa tahu aku menjadi bayangan, dicumbu asap dari api cemburu seseorang. Jadilah hidup di dimensi lain. Tak kau, tak pula aku, yang tahu. Kita berjalan sambil tabah meraba. Apa yang dituliskan. Apa yang bisa diwujudkan. Apa kau nyata. Apa aku nyata. Apa rasa bisa di rekayasa. Apa dia nyata. Apa rasa miliknya nyata. Apa kau benar menerima kenyataan. Ia datang dari sisimu. Aku datang sebatang kara. Memasrahkan perjudian dengan satu pilihan. Menerka angka siapa yang akan keluar. Kau akan tetap menang. Aku dan dia merebut tahta bukan untuk apa. Hanya membayar waktu yang telah dilewati dengan sesuatu yang pasti. Aku pulang mungkin tanpa jawaban. Bangkrut karena kalah telak dari perjudian. Meninggali rumah kosong yang siap di gusur. Entah darimana kekalahan bisa seindah ini.
Termenung di sisir pantai, aku memandangi burung-burung terbang dilangit luas. Hingga, Aku lupa, dapat berenang di laut depan mataku. Bahkan memancing ratusan ikan yang kumau.
Sabit. Setengah terang, setengah gelap. Bagiku tak apa, asal setiap malam kau datang. Di siang hari kita sibuk masing-masing. Kau menerangi malam bagian bumi lain. Dan aku berjalan di bawah sinar matahari.
ada orang yang sibuk mempersiapkan hari esok. hingga hilang di waktu sekarang. bahkan esok ia pun akan hilang, karena sibuk mengkhawatirkan hari lusa. berhentilah sejenak. pulanglah sebentar pada pelukan orang sebelahmu. hidupilah hidup, hadirlah di masa sekarang. persiapkan esokmu seperlunya. kekhawatiran bukan untuk merampas waktumu. tapi untuk kamu berdoa pada Tuhan. atas apa-apa yang tidak bisa kamu jangkau.
Dalam setiap harinya, ada duka dan air mata mengunjungi satu persatu manusia di bumi ini. Bukan, bukan karena Tuhan menghendakinya begitu, atau karena hukumnya begitu. Tapi diantara air mata -air mata itu, ada pula manusia yang satu persatu menjadi penyebab kedukaan manusia lainnya. Pertanyaannya : Kapan kita akan berhenti menyakiti orang lain? Atau Kapan kita akan melapangkan dada, dan memilih memaafkan ketimbang membalas dendam demi menghentikan perputaran duka di muka Bumi?