Rasanya segala dari segala arah, yaarabb
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
★

PR's Tumblrdome
official daine visual archive
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

if i look back, i am lost

Origami Around
taylor price

Jar Jar Binks Fan Club
Interview Vampire Daily
art blog(derogatory)

@theartofmadeline
almost home
The Stonewall Inn
untitled

bliss lane
Claire Keane
h

oozey mess

Love Begins
seen from Pakistan
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from Egypt
seen from Colombia
seen from Philippines
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from Italy

seen from Belgium
seen from Kenya

seen from Ecuador
seen from Poland

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from Brazil
seen from United States
seen from Bangladesh
@a-n-g-i-n
Rasanya segala dari segala arah, yaarabb
Aku menyadari jika jalan berliku yang kutempuh sekarang ini juga disebabkan oleh kurangnya usahaku, aku belum mengoptimalkan segala hal yang aku miliki. Perjuanganku untuk mengalahkan kemalasan, keengganan, dan berbagai hambatan diri yang harus kudobrak agar semuanya bisa diikhtiarkan semaksimal mungkin.
Aku tahu perjalanan berliku ini tidak semata karena kebingunganku, tapi juga karena ikhtiarku yang masih setengah-setengah. Aku ingin menemui diriku sendiri versi beberapa tahun yang lalu. Aku ingin melihat semangat dan daya juangnya.
Aku mungkin telah terlalu lama terlena oleh kemudahan, sehingga rasanya seperti kurang berjuang. Aku memahami jika perubahan ini, berangkat dari diriku sendiri. Dia sendiri mengatakan dalam firmannya, Dia tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu berupaya mengubah keadaannya sendiri.
Diri ini menyadari, semuanya perlu aku mulai. Tidak nanti, tapi saat ini. (c)kurniawangunadi
Teman seperjuangan yang tak pura pura sukses.
Di antara deretan teman seperjuangan, ada satu yang tak pernah bercerita soal seminar, tak pernah unggah sertifikat pelatihan gratisan, dan tak sibuk memberi motivasi pagi dengan kutipan dari buku yang tak pernah ia baca.
Ia tak berpura-pura jadi CEO di bisnis yang bahkan belum punya pelanggan. Tak menuliskan "Alhamdulillah, tak menyangka" setiap habis makan siang di kafe coworking space.
Ia hanya bekerja. Ya, bekerja.
Tanpa perlu mengabari dunia bahwa ia sedang berproses. Tanpa perlu menyebut setiap kegagalan sebagai "pembelajaran luar biasa".
Ia hanya diam, menambal lubang hidupnya pelan-pelan, tanpa sound effect dari media sosial.
Sementara teman-teman lain, sibuk saling mencolek di dunia maya, mengundang satu sama lain dalam seminar yang mereka sendiri tak pahami, berteriak soal sukses dari atas panggung yang mereka dirikan sendiri.
“Perjuangan itu proses,” katanya bukan postingan.
“Kesuksesan itu senyap,” bukan headline yang dibayar pakai barter kopi gratis dan kursi lipat.
Ia tak memakai kata-kata seperti "naik kelas", "mentoring", atau "healing". Ia lebih percaya pada kata "menabung", "menyusun ulang", dan "tidur cukup".
Lalu ketika yang lain sibuk menciptakan personal branding, ia justru memilih memperbaiki personal reality.
Dan saat dunia bertanya, mengapa ia tak pernah muncul dalam daftar inspiratif, ia hanya tertawa kecil, seperti tahu bahwa yang paling berhasil tak pernah butuh pengakuan dari yang paling bising.
--lartikriyadisworld--
Merilis emosi.
Bentar, ini bukan sesuatu yg konotasinya negatif ya, di beberapa redaksi yang kubaca.
Ada beberapa yang ternyata harus di rapikan, ditata supaya rapi dan terlihat meyenangkan Untuk orang lain, tp juga ada yang harus disimpan dilaci agar dikemudian hari bisa kembali dirapikan. Atau bahkan di simpan di dalam kardus, ditumpuk dan di taruh di tempat yang sulit dijangkau.
Tp, Ini bukan tentang sesuatu benda yang jadi objek. Melainkan sebuah energi yang mesti dan harus benar-benar dirilis. Kapan harus dilihat , kapan juga harus diumpat, atau kalau perlu dibuang.
Afirmasi positif harus mengalir, supaya hiruk pikuk dan bisingnya bisa jatuh sesuai pada tempatnya. Dan
Tak boleh salah.
Terus belajar, meningkat dan terus meningkat. Sampai sadar bahwa semua yang di kejar adalah titipan, adalah sebuah bentuk rasa cinta yang maha besar untuk kita.
Agar kita senantiasa menjadi hambanya yang bersyukur.
Laayukallifulloha huunafsan illa wushahaa..
Senja adalah hadiah yg Alloh berikan di penghujung pagi, tenang dan menenangkan
Pernah berjuang, supaya kelak kembali kesini, diingatkan bahwa inipun tidak mudah.
Ternyata teras masjid menuju senjalebih enak dari teras Indomaret,
Gapercaya? Cobain
Putaran yang berulang
.
Bagi sebagian orang kehidupan merupakan tempat berkreasi, banyak bertabur peluang dan kemungkinan, berkerlip menawarkan keindahan. Namun bagi sebagian yang lain kehidupan merupakan ruang rutinitas yang berulang dan membosankan.
Fenomena sekarang bahwa life freedom yang bermakna terbebas dari rutinitas harian dan memiliki warna baru setiap hari untuk dinikmati merupakan hal yang banyak diimpikan orang, terutama di kawala muda. Namun sayang, seringkali seseorang yang merasa terkekang dengan rutinitas harian ataupun pekanan yang sebenarnya ia ingin lari darinya dan meninggalkan semua itu di belakang sehingga tak pernah tertoleh lagi tak kunjung terealisasi. Entah karena takut dengan ketidakpastian, atau karena belum sanggup mendengarkan kritikan orang. Sehingga hari-harinya terselimuti awan mendung kegelisahan yang menurunkan hujan kesedihan.
Namun dalam kehidupan ini benarkah seseorang bisa terlepas sepenuhnya dari rutinitas, dan benarkah memiliki keterikatan dengan sebuah rutinitas harian yang harus dijalankan dan senantiasa terulang merupakan cara hidup yang patut untuk dihindari?
Senikmat dan seindah apapun kehidupan jika dijalankan dengan ritme yang sama maka suatu waktu pasti mendatangkan kejenuhan. Pemandangan terindah jika terus dipandang akan menaruh kesan 'biasa' di benak suatu waktu nanti. Hal tersebut merupakan sebuah watak yang telah ditanamkan dalam diri manusia, tidak pernah puas, selayaknya ketamakan akan harta. Sebagaimana yang dijelaskan oleh baginda Nabi ﷺ:
لَوْ كانَ لاِبْنِ آدَمَ وادِيانِ مِن مالٍ لابْتَغَى وادِيًا ثالِثًا، ولا يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إلَّا التُّرابُ، ويَتُوبُ اللَّهُ علَى مَن تابَ.
“Seandainya seseorang memiliki dua lembah harta maka ia pasti menginginkan lembah ketiga, dan tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam melainkan tanah (kematian)”. (HR. Imam Muslim No. 1048).
Kemudian kita dapati bahwa konsekuensi sebagai umat muslim dalam rangka meraih keridhaan Allah ﷻ sebuah jiwa harus mau tunduk terhadap kewajiban-kewajiban yang telah Ia gariskan, di antaranya berupa amalan harian yang senantiasa harus dilaksanakan, pada waktu dan dengan cara yang telah ditentukan; seperti halnya shalat lima waktu. Sebagaimana yang difirmankan:
إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا
"Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. (Qs. An-Nisa: 103).
Sehingga kita dapati agama yang mulia ini melatih jiwa seseorang untuk bertahan di atas sebuah rutinitas baik yang ia yakini dapat membawa kebahagiaan dunia dan akhiratnya. Secara implisit bahwa jiwa yang telah tahan dalam alur dan rutinitas baik merupakan jiwa yang telah sampai pada level yang lebih tinggi. Senada dengan hal tersebut Nabi ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit”. (HR. Imam Bukhori no 6464 dan Imam Muslim no 783 ).
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Maksudnya mampu untuk konsisten dalam melakasanakan tanpa terbebani. Di dalamnya ada dalil anjuran untuk menjaga dalam beribadah, menjauhi berlebih-lebihan. Hadits tidak khusus dalam shalat, bahkan ia umum mencakup semua amalan kebaikan”. (Syarah Nawawi ‘ala Muslim, [6/ 70-71]).
Kalau kita menilik kepada dunia barat, jauh-jauh hari mereka telah mengakui bahwa pengulangan terhadap prioritas yang tepat merupakan tangga utama menuju kesuksesan dunia, sebagaimana yang di jelaskan oleh Charles Duhigg dalam bukunya The Power of Habit dan Gary Keller beserta Jay Papasan dalam buku mereka The One Thing.
Sehingga pada akhirnya sebuah rutinitas baik merupakan bekal seseorang untuk mendapat kemuliaan dunia dan akhirat. Hanya kesadaran yang perlu senantiasa untuk diarahkan kepada sisi positif sehingga dapat kembali melihat nilai baik dari rutinitas tersebut. Tanpa harus merubah haluan yang telah diarungi selama ini hanya disebabkan oleh rasa jenuh atau termakan kata-kata kebebasan.
(Arfat Ardi S)
Berputar tapi sedang diam
Relaxasi
Pada kenyataannya kehidupan akan terus berjalan, sehancur apapun dirimu.
TRUE !!
Tentang
Beberapa kali sekilas muncul di beranda tentang passion of life, ragam cerita muncul dengan variasi yang unik juga un-predictable. Salut sama mereka yang mampu untuk berjuang di tengah kehidupan yang semakin keras. di fase quarter life yang banyak orang malah bingung untuk menentukan keputusan.
Berkutat hebat dengan fikirannya. mau melangkah untuk maju, atau terus mengevaluasi hasil orang lain dan memenuhi imajinasinya. menjadi perdebatan serius di otak kanan serta kirinya.
Baginya tak perlu ada sanksi atas keputusan yang dibuat, tanpa ada sebuah proses intimidasi, lalu berjalan mengikuti apa yang diinginkan. terlebih dengan pasangan yang sudah berikat dalam rumah tangga.
Tak perlu membandingkan tentang dirinya dengan pencapaian orang lain. Memang, di setiap kita memiliki fokus dan tujuan. Namun kalibrasinya tidak sama, dari start-ing point sampai middle finishnya tidak sesuai. Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik
dipenghujung hari, 241022
Seperti sedang berusaha tidak terlihat sedang tidak baik-baik saja .
Bila nanti kamu bertemu dengan dia yang menarik. Sebab energi baiknya membuatmu tertarik. Entah karena tulisannya, kepemimpinannya, keaktifannya mengisi ruang kebermanfaatan, atau kecerdasannya. Tolong, jatuh hatilah dengan cara yang baik.
Barangkali mengenalnya membuat energimu berlipat-lipat. Semakin bersemangat memperbaiki diri, menuntut ilmu, bersedekah, berkarya, dengan harapan bisa menjadi sebaik dirinya dan bisa bersanding dengan orang sepertinya suatu hari.
Energi jatuh hati memang luar biasa ya? Buktinya, kamu yang biasanya sangat mager, bila bertemu dengannya, langsung termotivasi ingin berubah dan memperbaiki diri. Iya, jatuh hati berjuta rasanya, memang demikian adanya~
Namun dalam proses berbenah, baiknya tidak menjadikan ia sebagai fokus dan alasan utamamu berbenah. Perbaikan diri itu ditujukan untuk dirimu sendiri, karena ingin membersamai diri dengan versi yang lebih baik di masa depan. Sebab, jika kamu masih menjadikannya sebagai alasan utamamu berbenah, maka fokusmu berganti menjadikan penerimaannya terhadapmu sebagai yang utama. Lalu, bila usahamu menjadi baik tidak terlihat di matanya bagaimana? Padahal, penerimaan dan perasaan orang lain terhadapmu jelas di luar kendalimu. Tidak perlu sibuk menerka perasaannya terhadapmu.
Jadilah versi terbaik dari dirimu, bukan atas dasar penerimaan ia yang kamu kagumi. Cukuplah ia menjadi pemicumu untuk berbenah. Berkaryalah, ambil peran di ruang kebermanfaatan, semata untuk memaksimalkan potensimu, mewujudkan mimpi-mimpimu. Perhatian dan apresiasinya terhadap upayamu berbenah, perasaannya yang juga berlabuh padamu hanyalah bonus, bukan yang harus kamu dapatkan.
Energi jatuh hati itu besar, gunakan dayamu itu untuk meningkatkan kapasitas diri dan meraih mimpi. Pada akhirnya, karya, kebaikan, dan mimpi-mimpimulah yang akan menarik sosok yang tepat untuk berjalan menujumu.
Kepada diriku, jatuh hatilah dengan baik, jadilah versi terbaik dari dirimu.
Surabaya, 17 Maret 2021
Terkadang bijaksana-pun memiliki resiko yang akhirnya mengalahkan satu sisi lainnya.
:')
Untuk perempuan
Pict by Bocil
———
Ada sebuah perenungan yang menjadi cermin paling jujur akhir-akhir ini, mungkin hanya sekedar susunan kata-kata. Namun alasan dibalik kalimat tersebut, aku harus melewati berbagai macam badai yang membuatku merasa hancur lebur lebih dahulu.
Ternyata kebaikan saja tidak cukup untuk membuatmu menyukainya. Sebab, kau akan kecewa terlalu dini ketika mengetahui bahwa dia juga baik terhadap siapapun. Tidak hanya dirimu!
Ternyata perhatian saja tidak cukup, untuk membuatmu menyayanginya. Sebab, kau akan terluka ketika mengetahui bahwa dia juga perhatian terhadap siapapun yang dia kenal. Tidak hanya dirimu!
Semua orang memang harus berbuat baik terhadap sesama. Bahkan ketika ia terlihat memperlakukanmu dengan berbeda apakah artinya dia merasakan perasaan yang berbeda terhadapmu? Mungkin. Bisa jadi kamu memang spesial di hatinya, tapi jika kamu terbawa suasana, ingat bahwa belum tentu dia akan bertanggung jawab dengan benar terhadap perasaanmu.
Jika yang berharga dari seorang perempuan adalah teduhnya perhatian dan luasnya kasih sayang. Maka yang mahal dari seorang lelaki adalah tanggung jawabnya. Siapapun bisa berbual dengan kata-kata, tapi tidak semua lelaki bisa membuktikan ucapannya.
Boleh jadi dalam dirinya ada sesuatu yang membuatmu merasa menginginkannya. Namun hati-hati, ketika perasaan itu berakhir membuatmu terluka sendiri. Ialah ketika kau tidak menemukan tanggung jawab dalam dirinya terhadap apa yang kau rasakan. Siap-siap babak belur karena terjebak ekspektasi.
Tak bisa dipungkiri, kepastian itu penting. Entah karena usiaku yang sudah tidak belasan tahun lagi atau bagaimana. Nyatanya berjalan dengan seseorang yang berarti untukmu namun tanpa arah dan tujuan yang jelas, sama halnya seperti sedang mengarahkan pisau pada inti jantungmu sendiri. Yang bisa menusukmu kapan saja tanpa permisi.
Nyatanya, hati perempuan bukanlah taman bermain. Bukan sama sekali.
Suatu malam, 28 Januari 2021 21.01
Medan Juang
Memahami bahwa setiap orang punya medan juangnya masing², maka tak heran jika kita bersikeras untuk tidak membandingkan kehidupan kita yg seperti ini dengan kehidupan orang lain di luar sana.
Potensi pembanding yang paling mudah ditemui seringkali hadir pada diri teman yg kita kenali baik bukan pada orang asing yg sama sekali tak pernah ditemui.
Tidak baik, sungguh—membanding²kan diri dengan orang lain yg tentu kondisinya berbeda. Barangkali, dalam diamnya, dalam keterbatasan penginderaan kita, ia pun pasti berjuang susah payah untuk tetap bisa mengatasi semuanya.
Alam maya yg kita perhatikan melalui video singkat maupun foto beberapa detik dalam story instagram dan whats app tak akan pernah bisa merekam keseluruhan hidup seseorang. Bahkan kehidupan kita sendiri.
Kita tentu memilih dan memilah mana yg layak dipertontonkan, dan menyingkirkan perihal luka-sedih-kecewa-kabar tidak menyenangkan dari publisitas sosial media. Orang² memilih untuk membagikan hal² membahagiakan, suka cita, kabar baik, kondisi yg 'terlihat' baik² saja, mampir di linimasa.
Sehingga bagi yg sedang sedih hatinya dan kacau pikirannya, yg sedang jauh dari Tuhannya, menganggap bahwa hidupnya tidak seberuntung orang² yg ia lihat di media sosial. Rasanya semakin mengutuk diri, ingin terus sembunyi dan biar saja seorang diri.
Padahal, hei...
Apa yg kita lihat sekilas tak akan pernah menggambarkan secara utuh kehidupan seseorang yg sesungguhnya. Ada banyak tipuan, penyamaran bahkan kepura²an yg tersebar dan tak pantas sama sekali jadi tolok ukur dari apa² yg sudah atau sedang kita perjuangkan.
Kembali lagi ke pernyataanku diawal oke, "jangan sekali² bandingkan kehidupanmu dengan kehidupan orang lain". Apa yg sedang kamu jalani hari ini adalah yg terbaik yg Allah berikan untukmu.
Kamu tidak tertinggal, kamu tidak kalah dari siapapun, kamu juga bukan pengecut. Kamu hanya sedang berproses. Timeline-mu boleh saja berbeda, dan itu tidak apa².
Pencapaianmu tidak harus kamu bandingkan dengan orang lain. Kamu adalah kamu. Apapun yg terjadi. Kelak kamu akan sadar, rasa syukur kepada Allah-lah sumber ketenanganmu :)
-
In frame: Budle, kucing kesayangan suami.
Btw, kusedang berproses juga~
Bandung, 5 Februari 2021