Analisis Cerita Pendek - Memento Mori oleh Jonathan Nolan
-Untuk memenuhi UTS mata kuliah Kajian Fiksi Berbahasa Inggris
1930921004 - Sasing Nonreg
0. Pendahuluan
Memento Mori adalah sebuah short story atau cerita pendek yang ditulis oleh Jonathan Nolan dan di publikasi pada tahu 2001. Cerita pendek ini merupakan basis film Memento yang juga disutradarai oleh saudarnya sendiri yaitu Christoper Nolan.
Memento Mori merupakan sebuah cerita yang bisa dibilang cukup sederhana tetapi memiliki nilai intrinsik yang dalam dan sangat menarik dari segi storytelling dan narative secara umum. Sinopsis singkat tentang cerita ini adalah tentang seorang pria yang memiliki kondisi atau kelainan yang diakibatkan oleh kerusakan otaknya. Pria itu adalah Earl, tokoh utama, kehilangan ingatan nya setiap 10 menit. Dengan kondisinya yang sulit seperti itu, dia mencoba untuk terus menjalankan misi balas dendamnya untuk memburu seorang pria yang telah membunuh istrinya.
1. PLOT (Alur)
Cerita ditulis dan terbagi kedalam dua bagian. Bagian pertama, ditulis dari sudut pandang orang pertama, ini merupakan catatan-catatan yang ditulis si tokoh utama untuk dirinya sendiri sebagai pesan untuk dirinya di masa depan karena kondisinya yang setiap 10-menit hilang ingatan.
Bagian kedua, ditulis dengan sudut pandang orang kedua, pada dasarnya ini merupakan alur cerita utamanya, karena disini dicertiakan perjalanan si tokoh utama hingga akhir cerita. Analisis plot yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan model Piramid Freytag. Untuk memudahkan penjelasan, akan di berikan penanda seperti:
N = Notes
S = Story
Alur berjalan bergantian. Dimulai dengan N lalu berganti dengan S hingga.
N -> S- -> N -> S, dan seterusnya
Misal N1 berarti Note pertama atau ke-1 dan seterusnya.
> Exposition
[N1] – [S1]
Bagian awal dimulai dengan bagian “Note” atau “Catatan”, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dengan sudut pandang orang pertama. Disini kita diberi informasi (melalui catatan yang dibuat si tokoh utama sendiri) mengenai beberapa hal yang pengenalan yang sangat penting. Pada intinya kita diberi tahu tentang keadaan tokoh utama yang nantinya melatar belakangi motif dia dalam cerita.
2 hal yang sangat penting disini adalah; Pertama, tokoh utama memliki suatu kelainan otak yang dalam “Notes” tersebut disebutkan dengan istilah “Backward Amnesia”. Pada dasarnya, si tokoh tidak bisa meyimpan ingatan baru dan dalam setiap periode, ingatannya akan kembali atau reset.
Hal terpenting kedua adalah informasi tentang istrinya si tokoh utama yang sudah meninggal. Dari catatan itu disebutkan bahwa si tokoh utama berada di dalam suatu ruangan rumah sakit dan di pintu ada sebuah foto pemakaman dimana di foto itu ada si tokoh utama dan pemakaman istrinya.
Dalam bagian cerita [S1] di narasikan tentang keadaan si tokoh utama di awal-awal cerita. Disini pembaca diberitahu bahwa Earl, nama tokoh utama, berada di suatu ruangan yang berwarna putih dan cukup kecil Ini mengindikasikan bahwa Earl berada di ruangan isolasi rumah sakit kejiwaan, mengingat kondisi nya tentang kelainan otaknya dan juga disebutkan dalam bagian catatn di awal tentang dokter. Bagian in ditutup dengan setelah Earl menangis setelah dia melihat foto tentang suatu pemakaman.
Rising Action
[N2] -> [N4]
Bagian “Notes” atau catatn ke-2 hingga bagian cerita [S4] merupakan bagian rising action atau eskalasi dari plot. Bagian [N2], merupakan suatu catatan si tokoh utama tentang konviksi (conviction). Disini dia mejelaskan tentang hidup nya yang secara “figuratif” telah berakhir, karena kondisi kelainnanya, dia tidak akan bisa memliki kehidupan yang normal. Maka satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah melakukan balas dendam. Pada bagian awal, diceritakan (secara implisit) bahwa si tokoh utama Earl, sudah tahu bahwa istrinya mati dibunuh oleh seorang pria. Bagian ini merupakan penguatan psikologis motif dari si tokoh utama untuk menjalankan misi balas dendam nya.
Cerita si tokoh utama pun seiring berjalan mulai dari [S2], dimana diceritakan bahwa ia bangun di suatu ruangan yang berbeda dari sebelumnya. Ruangan kali ini berwarna kuning dan hampir tidak ada furniture. Ini menandakan bahwa Earl telah berhasil kabur dan keluar dari ruangan rumah sakit yang sebelumnya diceritakan berawrna dekorasi putih. Dia akhir, dia membaca sebuah catatan yang bertuliskan “GET UP, GET OUT RIGHT NOW. THESE PEOPLE ARE TRYING TO KILL YOU”. Orang-orang yang dimaksud, secara implisit, adalah dari pihak rumah sakit jiwa. Apa bila mereka menangkap Earl, ada kemungkinan dia akan di lobotomy karena dianggap berbahaya.
Sisa-sisa dari “Notes” dan “Story” saling berhubungan dimana diceritakan tentang usaha Earl untuk tetap memiliki record atau arsip catatan-catatan atas apa yang telah dan harus dia lakukan di masa depan. Catatan [N3] adalah suatu hal yang membuat Earl mengingatkan dirinya sendiri tentang pentingnya untuk membuat “catatan” dan juga intruksi untu dilakukan di masa depan. Hal ini di realisasikan pada [S4] dimana Earl pergi ke sebuah tempat untuk mendapatkan tato (Tatoo Shop). Disini dia meminta orang untuk mentatokan sesuatu yang sangat penting ke tubuhnya sehingga bisa menjadi pengingat. Ini nanti akan di tunjukan di bagian selanjutnya. Bagian terakhir dari rising action adalah [N4] dimana sebuah catatan Earl yang menjelaskan bahwa di membelikan dirinya sendiri sebuah bell kecil diaman untuk suatu kasus emergensi agar dia bisa meminta bantuan.
Climax
[S4] -> [N5]
Klimaks dimulai dengan cerita [S4] dimana diceritakan Earl berada di suatu ruangan yang seperti motel. Diceritakan juga sepertinya waktu telah beralu cukup lama dari terakhir cerita awal, melalui deksripsi bahwa Earl sekarang sedikit lebih tua dan warna kulit yang berbeda. Diceritakan bahwa jam tangan yang Earl punya dari awal hilang. Disini mulai lah tejadi revelasi (revelation) besar. Dia melihat sebuah tato di tangannya yang bertuliskan “I RAPE AND KILLED YOUR WIFE. Setelah tato tulisan itu, dia melihat ada tanda panah yang menujuk kebagian lain ditubuhnya. Setelah ditelusuri tanda panah tersebut, tanda panah tersebut berakhir kepada tato besar di dadanya (yang ia lihat di kaca), yaitu sebuah gambar pria. Sudah sangat jelas bahwa gambar tersebut merupakan pembunuh dari istrinya atau orang yang sedang diburu oleh Earl dalam misi balas dendamnya. Di tubuhnya juga terdapat tulisan-tulisan lain yang berisi instruksi tentang apa yang harus dia lakukan untuk bisa menyelesaikan misi balas dendamnya itu.
Pada akhir bagian cerita di atas, Earl menulis sebuah catatan yang tentunya menjadi [N5]. Disini, diceritakan tentang indikasi bahwa Earl tinggal selangkah lagi dalam menyelasaikan misi balas dendamnya. Maka dalam catatan ini di menjelaskan tentang setting lokasi dan tempat. Serta konviksi dari Earl untuk membunuh targetnya karena tidak ada konsekuensi yang berarti baginya karena, semuanya sudah tidak bermakna baginya (kehilangan istri tercinta dan kondisi kelainan otaknya). Catatan ini diakhiri dengan suatu kalimat yang menjelaskan bahwa Earl pada saat itu akan bangga sekali kepada Earl di masa depan atas apa yang telah dia lakukan.
Falling Action
[S5 (Stengah Awal)]
Pada bagian ini diceritakan suatu kejadian beberapa saat setelah (secara implisit) misi pembalasan dendam Earl selesai. Di bagian ini, dicertiakan bahwa sedang berada di kursi belakang suatu mobil. Ekspresi wajah dan matanya terlihat senang dan tersenyum sambil dia melihat kea rah luar mobil suatu mayat yang tergeletak. Polisi dan medis pun sedang mengurusi tempat kejadian perkara. Kemudian, diceritakan Earl akan dibawah untuk dipenjara oleh mobil polisi tersebut. Di perjalanan, senyuman dari Earl mulai hilang ketika dia sadar akan sesuatu. Dia harus segera “merekam” atau membuat catatan bahwa dia telah berhasil menyelesaikan misi akhirnya. Tetapi dia tidak berhasil menemukan pensil atau alat tulis di bajunya.
Resolution
[S5 (Stengah Akhir) -> N6)]
Akhirnya, memory Earl ter-reset setelah 10 minute, dan dia tidak sempat mencatat memori tentang selesainya misi balas dendamnya. Di catatan terakhir, Earl menulis tentang keadaannya yang dimana dia tidak menganggap waktu sebagai 3 dimensi seperti orang lain. Tidak ada masa lalu, masa sekarang, dan masa depan yang berbeda. Yang ada hanya singularitas.
Akhir dari plot ini, dari perspektif pembaca, dianggap sebagai Tragedi atau Sad Ending. Karena walaupun Earl sebenarnya telah berhasil membalaskan dendamnya, dia tidak akan bisa mengingat hal itu dan “catatan” atau arsip tentang itu pun tidak sempat dia tulis. Earl hanya memiliki ingatan-ingatan yang sedih tentang istrinya dan dalam ingatannya, pelaku pemerkosa istrinya masih hidup. Hidupnya akan terus seperti itu dan berulang-ulang, penuh kesedihan dan amarah, setiap 10 menit sekali, karena dia menjuluki dirinya sendiri The 10-Minute Man.
2. CONFLICT
> Konflik Eksternal
> Konflik Fisik
Konflik eksternal yang ada di dalam cerita ini sangat lah jelas dan dapat dilihat atau dibaca dari bagian “Story” atau [S1->S5]. Secara fisik, si tokoh utama, Earl, mengalami berbagai macam kejadian dalam perjalanan plotnya. Dalam cerita, aksi atau konflik fisik memang tidak dituliskan secara ekplisit. Tapi secara implisit, pembaca dapat menangkap bahwa Earl mengalami berbagai macam konflik fisik utama Man-Against-Man dapat disimpulkan menjadi 2, yaitu:
Kabur dari Rumah Sakit Jiwa
Earl diceritakan kabur dari rumah sakit jiwa yang menahannya di ruang isolasi. Tentunya aksi dari kabur ini pastinya membutuhkan usaha fisik yang dilakukan oleh Earl sehingga pada akhirnya dia berhasil. Dia pun terus berlari dari tempat ke tempat untuk menghindari mereka yang mencoba kembali menagkap dia karena menrut asumsinya, jika ia teratangkap dia akan dibunuh.
Aksi Balas Dendam
Di klimaks, sekali lagi walaupun tidak eksplisit, Earl diceritakan berhasil menyelasaikan misi balas dendamnya. Tentunya itu berarti dia berhasil melakukan pembunuhan terhadap pelaku pemerkosa sekaligus pembunuh istrinya. Aksi ini sekali lagi merupakan konflik fisik antara Earl dan si pria pembunuh yang menjadi targetnya.
Konflik Internal
Konflik Batin
Konflik batin atau internal struggle hanya muncul pada bagian rising action. Sebelum melancarkan misi balas dendamnya, Earl sempat melakukan suatu kontemplasi akan situasinya. Dia menyebutkan bahwa keadaanya saat itu, dengan kelainan otaknya, telah membuat hidupnya secara figuratif berakhir karena tidak memungkinkan dia untuk memiliki hidup normal. Earl disana mengangap bahwa sudah tidak ada yang berarti lagi untuk dirinya, sehingga dia menyebutkan bahwa balas dendam juga sebenarnya tidak berarti (secara perspektif ia, karena tidak bisa mengembalikan istrinya dan juga kondisinya seperti semula.
Sehingga, sebelum mulai, Earl memberikan pertanyaan kepada dirinya sendiri di masa depan, apakah dia mau melakukan balas dendam atau tidak, itu terserah. Dan akhirnya, seperti yang dicertiakan, Earl mau untuk melakukan balas dendam karena dia mengingat memori akan istrinya.
TOKOH
Cerita pendek ini hanya berfokus sekali terhadap si Tokoh Utama jadi bisa dikatakan karakter-karakter lainya hanya memiliki sedikit Spotlight.
Peranan
Central Character/Tokoh Utama/MC/Protagonist
Earl: Seorang pria dengan suatu kondisi yang menjalankan misi balas dendam.
Antagonist / Passive
Pria tidak Bernama yang telah memperkosa dan membunuh istrinya Earl.
Love Interest / McGuffin / Driving Force
Mendiang Istrinya Earl, yang selalu ada di ingatannya Earl. Dia yang menjadi sumber utama motivasi Earl dalam cerita sehingga dia mau melakukan misi balas dendamnya.
Tertiary Characters
Karakter-karakter yang muncul dalam cerita secara sekilas dengan peran yang sangat kecil (tetapi tetap signifikan dalam cerita).
Doctor, Tattoo Shop Owner, Polisi.
Fungsi
Sekali lagi, cerita ini sangatlah pendek dan hanya berfokus kepada si Tokoh Utama. Jadi mungkin satu-satunya karakter yang fungsi nya mungin cukup banyak bisa di analisis hanya satu karakter saja yaitu Mendiang Istrinya Earl.
MCGUFFIN
Tidak aneh bahwa kadang, sebuah cerita memiliki tipe cerita yang berjalan secara plot-wise atau alurnya berfokus dari plot. Kadang-kadang selalu ada juga sesuatu yang membuat si karakter atau yang memberikan motivasi untuk melakukan sesuatu. Sesuatu ini dalam dunia storytelling bisa disebut sebagai McGuffin. Dalam cerita lain misalnya kita ambil contoh Cincin nya Sauron dalam cerita The Lord of The Rings. Semua cerita fokus terhadap sesuatu benday aitu cincin itu sehingga semua aksi dan reaksi dilakukan dipengaruhi DAN mempengaruhi mcguffin itu.
Mendiang istri Earl dalam cerita ini merupakan McGuffin. Sudah jelas karena status nya yang sudah meninggal, karakter ini tidak bisa lagi memberikan kontribusi secara langsung (direct influence). Tetapi karena ditambah dengan kondisi dari si Tokoh Utama, Istrinya atau lebih tepatnya Ingatan tentang Istrinya menjad motivasi dan sumber utama dalam segala aksi yang ia lakukan dalam cerita. Fungsi ini menjadi salah satu contoh defines dari McGuffin trope.
Perkembangan Watak
Tidak banyak hal yang bisa digali dari perkembangan watak dalam cerita ini. Mungkin satu-satunya perkembangan yang bisa diamati adalah perkembangan dari si Tokoh Utama, Earl. Dari dimensi psikologis bisa diamati seperti yang telah dijelaskan di bagian sebelumnya, bahwa dia di awal memilik sedikit keraguan atau kebimbangan akan misinya. Karena dia sempat menganggap hidupnya sudah tidak ada maknanya, hingga pada akhirnya dia termotivasi untuk melakukan balas dendam. Perkembangan ini muncul dari segi emotional dimana dia awalnya secara emotional lemah menjadi yakin (Emotionally Fragile to Emotionally strong).
LATAR / SETTING
Latar Tempat
Latar tempat dari cerita tidak di ceritakan secara spesifik atau detail. Dari cerita, kita tahu bahwa si tokoh utama berada di tempat yang berbeda-beda. Bila dituliskna daftar dimana dia berada, maka:
Rumah Sakit (Awal-awal cerita)
Suatu Kamar (Setelah kabur dari rumah sakit(
Motel (Sewaktu hampir menyelasaikna misinya)
TKP (Tidak terlalu dijelaskan secara spesifik di mananya) dan Mobil Polisi (Di akhir-akhir cerita)
Latar waktu
Tidak ada keterangan yang menjelaskan waktu sepesifik tentang terjadi nya kejadian-kejadian secara umum. Beberapa keterangnan menjelaskan hal-hal yang dasar seperti pagi hari, sore hari, malam hari. Latar waktu biasanya dideskripsikan dengan waktu.
Untuk latar sosial sekali lagi karena memang ceritanya sangat pendek dan tidak memberikan detil, tidak dapat digali lebih dalam. Apalagi fokus cerita hanya kepada tokoh utama sendiri dan dalam cerita, tokoh utama tidak atau jarang memberikan pandangan nya (yang bisa menjadi tanda) tentang background sosial pada saat itu.
TEMA
MAJOR
Tema utama nya sebenarnya bersifat psikologikal. Bila dituliskan dalam satu kalimat maka:
Konflik Batin Earl Dalam Menyikapi Kondisi-nya Yang Membuat nya Selalu “Hidup” di Masa Lalu.
Seperti yang telah dijelaskan, Earl memiliki kondisi short-term memory loss, sangat parah sekali setiap 10-menit sekali. Dia tidak bisa menyimpan memori baru dan setiap sepuluh menit ingatannya reset. Disini konfliknya dia mencoba untuk mencari arti dalam hidupnya tentang stuck in the past atau “hidup di masa lalu. Apakah hidup nya masih berarti walaupun dia tidak memiliki masa depan dan hanya hidup di masa lalu? Tema itu yang dieksplor oleh penulis dan di eksekusi dengan sangat bai.
MINOR
Tema-tema berikut merupakan tema tema minor yang bisa dilihat dalam cerita:
Kejahatan, Balas Dendam, Kejiwaan (Psikologi), Mentalitas, Kesedihan
SYMBOL
Untuk bagian ini sebenarnya bisa dijadikan tulisan tersendiri dan menjadi fokus karena sangat menarik untuk dianalisis. Tetapi agar tidak terlalu banyak maka berikut lah rinciannya:
Jam Tangan
Earl diceritakan di awal-awal hingga klimaks bahwa dia memiliki sebuah jam tangan dan di akhir dia kehilangan jam tersebut. Ini menyimbolkan tema 3 dimensi waktu. Kehilangan jam di akhir merupakan symbol tentang waktu yang sudah tida ada artiya lagi bagia dia
Catatan-Catatan dan Peninggalan Ingatanya
Catatatan-catatan dan semua hali yang dia buat sebagai peniggalan merupaka symbol dari Memento Mori seperti judul yaitu suatu pengingat akan dirinya di masa lalu untuk masa depan.
------------------------
-DARI SINI KEBAWAH MERUPAKAN PEMENUHAN UNTUK UAS
1. ANALISIS IRONY
Irony atau Ironi adalah suatu kontradiksi dari beberapa faktor yang bisa terlihat atau muncul dalam sebuah cerita, dalam konteks sastra yaitu novel, puisi dan lain-lain. Secara teori, ada 3 jenis ironi yang bisa di analisis. Ketiga ironi tersebut adalah:
- Verbal IRONY: Kontradiksi yang ditemukan secara verbal dalam suatu cerita.
- Situational IRONY: Ironi sitauasi yaitu suatu ironi atau disrepansi yang ditemukan dalam bentuk situasi yang ada di dalam cerita
- Dramataic Irony (Tragic Irony): Ironi dramatis atau disebut juga ironi tragis, adalah suatu irony dimana situasi yang berlawanan melibatkan pihak ke 3 yaitu pembaca atau audiens. Misalnya, suatu kejadian buruk yang diketahui audiens tapi tidak diketahui oleh si karakter itu sendiri. Ini sering ditemukan dalam genre drama dan thriller terutama suspense.
o IRONI DRAMATIS DALAM ENDING CERITA MEMENTO MORI
Ending cerita Memento Mori sangatlah tepat untuk dijadikan contoh yang sempura tentang suatu eksekusi penuisan DRAMATIC IRONY atau Ironi Dramatis, karena ending tersebut merupakan suatu ending yang tragis bagi si karakter walaupun sebenarnya tidak demikian bila dilihat dari perspektif audiens atau pembaca.
Sekali lagi singkatnya cerita tersebut adalah tentang Earl si tokoh utama yang memiliki misi balas dendam terhadap pembunuh istrinya. Namun konflikya adalah, Earl memiliki penyakit mental yang menggangu misinya tersebut, yaitu ingatannya selalu ter-reset setiap sepuluh menit, oleh karena itu dia tidak bisa mengingat semua hal yang dia lakukan selama sepuluh menit terakhir.Inilah yang membuat ending menjadi suatu twist atau kejutan yang sangat mencengangkan bagi pembaca dan tragis bagi si karakter.
Earl selalu membuat catatan atas apa yang telah dilakukan selama sepuluh menit terakhir, sehingga dirinya di 10 menit kedepan (yang telah mengalami memory reset) bisa tahu tentang apa yang dilakukannya. Tetapi, di akhir cerita, ketiak Earl telah berhasil menyelesaikan misi balas dendamya dengan membunuh pembunuh istrinya, dia tidak dapat membuat catatan akan hal itu (karena dia ditahan oleh polisi). Waktu sepuluh menit pun sudah habis setelah Earl berhasil balas dendam, dan ingatan Earl kembali ke awal dimana dia masih megingat bahwa pembunuh istrinya masih hidup dan dia sedang menjalankan misi balas dendamnya.
Ini merupakan situasi yang tragis dan cocok dideskripsikan sebagai contoh dari DRAMATIC IRONY, karena endingnya yang tragis.
· IN-STORY (Dalam Cerita): Earl tidak tahu kalau sebenarnya dia sudah menyelesaikan misi balas dendam nya dan pembunuh istrinya sudah mati dia bunuh.
· OUT-OF-STORY (Diluar Cerita): Audiens atau pembaca sudah tau fakta bahwa Earl sebenarnya sudah menyelesaikan misinya.
Kontradiksi tersebut lah yang membuat ending tersebut menjadi suatu Tragic Irony.
2. ANALISIS SUDUT PANDANG (POINT-OF-VIEW)
o CARA PENGGUNAAN SUDUT PANDANG ORANG PERTAMA YANG JENIUS DAN UNIK OLEH NOLAN
Sudut pandang atau biasa di sebut dengan POV (Point-of-view) di luar merupakan sebuah alat dalam suatu penceritaan atau storytelling. Alat ini merupakan bagian yang paling penting dan juga berpengaruh ke dalam menarik atau tidaknya penyampain sebuah cerita. Tidak jarang juga, justru POV menjadi suatu unsur yang krusial dalam suatu cerita; karena bisa mempengaruhi aspek internal (Karakter dan cerita) dan eksternal (Pengaruhnya terhadap pembaca) sebuah cerita.
Pada dasarnya, cerita ini sebenarnya hanya menggunakan satu jenis Sudut pandang atau POV, yaitu First-person atau Sudut Pandang Orang Pertama. TETAPI, yang membuat menarik adalah bagaiamana, setengah bagian dari keseluruhan cerita di sampaikan melalui, yang nampaknya seperti POV orang kedua, walaupun sebenarnya itu adalah tetap POV orang pertama.
Sekali lagi, untuk memahami keunikan POV ini, perlu diperhatikan salah satu plot point yang paling penting dari cerita ini. Yaitu dimana si tokoh utama Earl, memiliki disabilitas mental yaitu ingatanya selalu reset setiap 10 menit, sehingga dia tidak bisa menyimpan ingatan baru lewat dari sepuluh menit. Oleh karena dia selalu membuat catatan-catatan tentang apa saja yang telah dia lakukan selama 10 menit yang lalu.
Di dalam cerita ini, catatan-catatan itu menjadi hal yang di narasikan di dalam cerita. Tentunya yang menulis catatan itu adalah Earl sendiri, tetapi catatan-catatan tersebut sengaja di tulis oleh Earl, seperti dia sedang berbicara ke orang lain. Makanya, dalam bagian [N] atau narasi catatanya, sering dikeluarkan kata ganti seperti “You”, “We”, yang dari penglihatan di awal nampaknya seperti POV orang kedua. Tetapi itu sekali lagi sebenarnya adalah POV orang pertama, karena memang narasi dari awal menggunakan POV orang pertama, hanya saja pada bagian catatan, si orang pertama (Earl) berbicara kepada orang kedua (yaitu Earl di 10 menit di masa depan).
Ini lah yang membuat penulisan dan penggunaan POV pada cerita ini dianggap Jenius dan Unik. Karena Nolan bisa mengadaptasi first-person POV menjadi second-person POV sekaligus menyampaikan stream of consciousness dalam bentuk narasi.
3. ANALISIS EMOSI DAN HUMOR
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cerpen ini merupakan cerita yang berfokus hanya pada satu karakter dari segi perkembangan cerita maupun perkembangan tokoh. Tokoh utama, Earl menjadi fokal poin dari cerita perjalanan hidupnya dan karakter-karakter lainnya sangat sedikit sekali terekspos. Sehingga satu-satunya karakterisasi akan emosi karakter hanya mungkin untuk dilakukan analasisnya terhadap Earl si tokoh utama sendiri yang sekaligus menjadi narrator dari cerita ini.
- EMOSI BINGUNG, BIMBANG DAN MARAH YANG MENJADI BAHAN BAKAR (MOTIVASI) AKAN MISI BALAS DENDAMNYA
Perlu diketahui bahwa emosi merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Sifatnya yang bias menjadi katalis bagi sesuatu dianggap sangat berpengaruh terhadap apapun yang dilakukan. Karena pada dasarnya manusia memiliki hati dan perasaan, sehingga proses emosional merupakan hal yang kodrati. Dalam sebuah cerita, tidak aneh jika perasaan atau emosi menjadi suatu motivasi utama seorang atau suatu karakter. Bebagai cerita sering sekali mendepiksikan karakter dalam cerita melakukan berbagai macam hal dilandaskan akan emosi yang dirasakannya. Misalnya, dalam cerita Romeo dan Juliet, emosi cinta menjadi motivasi utama karakter Romeo dalam setiap hal yang dia lakukan sepanjang cerita. Dalam cerpen Memento ini pun, motivasi utama yang “menjalankan” roda cerita adalah suatu emosi yang dirasakan oleh si tokoh utama, yaitu emosi marah.
Cerita memento dapat di ringkas dengan menitik beratkan misi balas dendam sebagai plot cerita tersebut. Tentunya, dalam cerita, karakter Earl memiliki alasan yang rasional dalam menjalankan misi tersebut. Earl merasakan suatu emosi yang sangat kuat sehingga ia merasa terdorong untuk melakukan balas dendam. Pada awalnya, Earl merasakan perasaan BINGUNG dan ini dkarenakan kondisinya yang tidak bias memiliki ingatan baru lebih deri sepuluh menit. Dia melihat hal-hal yang cukup asing bagi dirinya disekitarnya, inilah yang memicu emosi awal dari Earl.
Kemudian yang terjadi selanjutnya adalah hal yang “menggerakan” roda cerita, yaitu dimana ketika Earl merasakan emosi MARAH (yang dicampur dengan emosi SEDIH) ketika dia masih memiliki ingatan tentang mendiang istrinya yang dibunuh dan diperkosa oleh seseorang. Earl kemudian mengalami konflik batin dimana ia kembali merakana emosi BINGUNG, karena di satu sisi dia memiliki kendala atau disabilitas yang akan membuat dia kesulitan untuk menjalankan misi balas dendamnya. Disini, Earl mensugestikan dirinya sendiri untuk menyerah dan pasrah, karena memang tidak ada lagi yang bias dilakukannya.
Di sisi lainnya, Earl merasakan emosi yang sangat kuat yaitu rasa MARAH yang sangat-sangat membara, karena orang yang sangat tercinta (yaitu istrinya) di dzalimi oleh orang lain dan dia (Earl) tidak bias berbuat apa apa. Termotivasi oleh hal ini, Earl pun memutuskan untuk melakukan misi balas dendamnya walaupun dia harus melakukannya dengan kekurangannya atau disabilitasnya. Oleh karena itu, Earl dalam cerita membuat catatan-catatan dimana yang secara eksternal menjadi suatu narasi atau alat naratif yang digunakan penulis untuuk menyampaikan ceritanya.
Perlu di perhatikan bahwa emosi MARAH biasanya memiliki target. Dalam konteks ini, Earl merasakan emosi marah terhadap 2 objek. Objek pertama yaitu pria yang telah membunuh dan memperkosa istrinya, yang kemudian menjadi antagonis cerita ini. Objek kedua yaitu dirinya sendiri, yaitu kemarahan akan dirinya yang tidak mampu berbuat apa-apa untuk istrinya. Dari kedua objek kemarahannya itu, Earl lebih termotivasi oleh kemarahan akan dirinya sendiri. Dia sangata marah terhadap dirinya sendiri yang seperti tidak berdaya untuk melakukan sesuatu bagi orang yang dia cintai. Maka sekali lagi dapat disimpulkan bahwa EMOSI MARAH menjadi pemicu si karakter dalam melakukan atau menjalankan cerita hingga akhir.
- ANALISIS HUMOR = Snarky & Sarcastic Dark Verbal Humor
Humor yang ada di dalam cerita ini tidak cukup banyak yang bisa di analysis, karena memang cerita ini ber genre THRILLER / SUSPENSE dan bertemakan psikologis. Sehingga, ketika ada, humor yang muncul terdapat pada narasi yang diungkapkan oleh si tokoh utama dalam stream of consciousness. Jenis humornya sendiri merupakan jenis humor gelap atau Dark Humor. Dark humor adalah humor yang khusus menitikberatkan suatu tragedi atau sesuatu yang seharusnya bersifat negative; menjadi bahan tertawaan. Dark humor ini sudah biasa di Amerika (Asal penulis cerita); yang kemudian ditambahkan dengan kalimat-kalimat yang bersifat mengolok-ngolok (Snarky) secara verbal melalui kiasan-kiasan.yang tidak langsung; dibalut juga dengan bumbu-bumbu sarcastic (sarcasm) yang sudah menjadi menu utama dalam humor ala budaya barat.
Sekali lagi, garis besarnya, cerpen ini ber genre thriller dan suspense, sehingga memang tidak banyak ditemukan unsur humoris yang ada dalam cerita, karena memang penulisnya sengaja menulisnya demikian. Sehingga, untuk analysis humor tidak bisa terlalu dalam, baik dari situasi dalam cerita maupun secara naratif.
4. ANALISIS PESAN MORAL
Pesan moral yang bisa di ambil atau pun di analysis di cerpen ini sangatlah banyak Namun, dalam bagian ini, akan dibahas tiga saja analisis pesan moral yang ada di dalam cerpen. Ketiga aspek moral ini merupakan inti dari tema dan cerita serta apa yang coba disampaikan oleh penulis.
1. JUSTICE atau Keadilan
Keadilan merupakan motif utama dan juga berperan sebagai bagian dari tema yang ada di dalam cerita ini. Earl, si tokoh utama, merasakan suatu ketidak-adilan yang terjadi pada hidupnya, yaitu di dzaliminya istrinya oleh seorang pria lain dan pelaku tersebut bebas dari konsekuensi yang seharusnya dia dapat. Sebagai manusia, tentunya sangatlah normal apabila seseorang akan merasa sangat marah apabila suatu ketidakadilan terjadi kepada dirinya. Seperti apa yang telah dibahasa di bagian sebelumnya; ketidakadilan inilah yang menjadi Kompas utama dari si tokoh utama dalam menjalankan apa yang akan dia lakukan dalam cerita. Ketidakadilan tersebut memicu emosi nya (Marah) dan akhirnya pada akhirnya cerita itulah yang memotivasi nya untuk berhasil melakukan misi balas dendamnya yaitu membunuh pelaku yang telah mendzalimi istrinya. Beberapa saat setelah ia berhasil balas dendam, Earl mengalami suatu ketenangan yaitu karena dia merasa bahwa keadilan sudah ditegakan.
Secara objektif, keadilan memang harus ditegakan, karena itu merupakan salah satu tolak ukur moralitas manusia. Tinggal cara kita sendiri bagaimana menegakan keadilan tersebut.
2. STRONG DETERMINATION atau Determinasi yang Kuat
Earl memiliki disabilitas yang sangat merugikan dia secara krusial. Kekurangannya itu bahkan dia akui sendiri sudah “membunuh” masa depannya dan kehidupannya yang normal. Di sisi lain, Earl mempunyai suatu masalah berat yang menjadi beban emosional dan psikologis, yaitu insiden instrinya. Manusia biasa, secara logika, tidak akan mampu menanggung beban hidup secara fisik, mental, sekaligus emosional secara bersamaan. Tetapi, dalam cerita ini, Earl di depiksi kan memiliki suatu determinasi yang kuat sehingga pada akhir cerita ia mampu melakukan misi balas dendamnya, menghadapi semua rintangan yang menghadang yang diakibatkan situasinya yang sulit. Determinasi ini ditimbulkan dari rasa manusiawi yang ada di dalam dirinya, dan inilah yang menjadikan dirinya manusia secara utuh.
Pesan moral yang dapat diambil sangatlah jelas. Kita dapat mencontoh Earl dalam segi determinasi yang kuat. Dia tidak menyerah walaupun dia mengalami kesultian yang sangat berat. Ini merupakan apek moralitas yang positif secara kemanusiaan. Manusia yang memiliki determinasi yang tinggi, hampir bisa mencapai apapun yang dia inginkan.
3. REVENGE and KARMA (Balas Dendam dan Karma)
Misi balas dendam merupakan plot yang ada di dalam cerita ini. Earl berfikir bahwa balas dendam adalah salah satu jalan terbaik untuk menemukan kesimpulan dari hidupnya / a quest to find closure. Dengan motivasinya tersebut, Earl menjalankan hidupnya kedepan dengan motivasi balas dendam.
Dalam aspek moralitas, balas dendam tentunya bukanlah hal yang bisa dikatakan sepenuhnya positif. Banyak bukti dalam kehidupan nyata dimana aksi balas dendam biasanya tidak berakhir dengan baik, di satu pihak ataupun keduanya. Bahkan dari level yang agak sedikit abstrak, meta-physical, ada yang mengatakan bahwa balas dendam adalah suatu aksi yang berantai dan tidak akan pernah putus karena begitulah hukum karma berlaku. Ketika suatu dendam dibalaskan, maka karma akan mengatur suatu cara agar ada orang lain yang membalaskan aksi tersebut dan seterusnya.
Di akhir cerita ini, sudah dijelaskan, dalam analisis simbolisme, bahwa keadaan Earl yang kembali ke ingatan awal dimana dia masih memiliki misi balas dendam (walaupun pembaca sudah tahu bahwa sebenarnya Earl sudah menyelesaikan misinya); merupakan salah satu gambaran atau contoh dari karma balas dendam. Yaitu, siklus balas dendam tidak akan pernah sepenuhnya berakhir dan juga jarang berakhir dengan baik, dan ironisnya dalam hal ini berakhir buruk bagi keduanya (Earl dan juga penjahatnya).
Pesan moral dalam bagian ini sudah jelas, yaitu janganlah kita mendendam, karena dendam bukanlah hal yang baik..










