ACHMAD CHAIZ – UB
Laporan Magang Kel 2 - FIMalang
Sabtu, 5 Agustus 2017. Kami dari keluarga kecil kelompok dua magang FIM (Forum Indonesia Muda) Regional Malang, dilahirkan tepat saat open house (OH) berlangsung di Gedung Faal lantai 3 Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. kita dapet fokus pada project panti asuhan. Pada saat itu kami tidak begitu mengenal satu sama lain, latar belakang yang berbeda, cara pandang, kampus, asal daerah, dan segala macamnya, tetapi saya pribadi merasa ada yang sama, sama-sama semangat dan entah mengapa saya merasa sudah satu suhu. Ditambah beberapa kakak steering committee (SC) saya sebutkan ya; mas Hanif, Mas Sandi, dan Mba Nira, walaupun nama SC Ima dan Alan masih menjadi misteri sampai saat saya menulis ini.
Masih di hari pertama di gedung Faal, kami melakukan pertemuan perdana dengan ditemani SC, saya pribadi menyebut SC kelompok dua dengan sebutan #escemilitan, bukan suatu yang serius, menyediakan bahan obrolan yang membuat tawa disela-sela keseriusan kami, bagi saya kesederhanaan itulah yang kami butuhkan terlepas kewajiban SC menginformasikan hal teknis dan pandangan lain-lain terkait dengan FIM 19 dan FIM secara menyeluruh.
Agenda hari pertama kami mendapatkan pandangan dari SC, Pengenalan Anggota satu sama lain, penentuan koordinator dan wakil koordinator; Chaiz dan Fakhri , pembuatan grup whatsapp; Kelompok 2 FIM, dan sesi tanya jawab terkait pengisian portal FIM sampai menjelang ashar, kami break dan dilanjut kembali di teras depan Gedung Faal Fakultas Kedokteran Unversitas Brawijaya pada pukul 16.00 WIB sampai dengan 17.30 WIB menjelang maghrib, pembahasan saat itu mengenai pembuatan divisi, pembagian anggota kelompok di tiap divisi, dan pengenalan anggota via whatsapp dengan format Nama_ Asal Universitas _Fakultas _Jurusan _Angkatan _Asal Daerah. Juga konsepan secara kasar dan juga opsi pantiasuhan yang akan disurvei oleh kelompok 2, kami mendapatkan 4 rekomendasi tempat panti asuhan mulai dari yang terdekat di Sumbersari sampai paling jauh Dau, Batu.
yup. Besok kami akan memulai survey. Kami diberi waktu satu minggu untuk menyelesaikan project magang ini, untuk pertama kali saya merasa sedikit kaget, dan disamping itu saya juga merasa bersyukur mendapatkan pengalaman baru untuk belajar menyiapkan yang terbaik dengan waktu singkat, huh~ (menghela nafas) masih shock-si bukan kepalang (geleng-geleng kepala). Ohiya, tepat pukul 21.46 WIB kami sudah membuat gambaran kasar job description (jobdesk) tiap divisi, yup saya dan fakhri tentu yang akan sangat bertanggung jawab mengenai jalan tidaknya temen-temen divisi bukan?. Saya dan Fakhri mencoba mebuka obrolan tipis-tipis mengenai gambaran tiap divisi, pada saat itu yang kami buat hanya divisi Acara, PDDM, Transkoper/ Perlengkapan, Humas, Sekbenpel, hingga tanpa divisi Dana, hingga ditengah jalan tepat besok dihari minggunya.
Minggu, 6 Agustus 2017. Pagi, Fakhri dan Irza mencoba Survei beberapa titik dihari sebelumnya, pagi ini kami janjian CFD-an tapi ternyata banyak yang tidak bisa, maka saya dan Fakhri mencoba menyicil survei lagi, salah satu rekomendasi Fakhri pada saat itu yang ternyata jadi tempat fix kami melakukan project, akhirnya dengan berbagai pertimbangan realistis waktu, sumber daya manusia, dana, kesibukan temen-temen diluar FIM dan tetep menitikberatkan goal value, kami memilih Panti Asuhan Muhammadiyah, berlokasi di Jalan Bareng Tenes 4A Klojen, Malang (65116), ancer-ancer depan Mall Olimpic Garden (MOG).
Senin, 7 Agustus 2017. Sore, Selanjutnya kami mencoba lebih santai, mencari tempat makan sekaligus rapat tipis-tipis yang agak cozy buat kami diskusi lama dan brainstorming pemanasan konsep kasar kemarin, jadilah kami memilih Warung Geprek Bang Jo, Barat lapangan Taman Singho, deket pasar merjosari (lama) rapat ini merupakat kesepakatan dihari sebelumnya di fiksasikan di grup kelompok 2. Kali ini kami janjian pada pukul 16.00 WIB dan selesai sekitar pukul 21.00 WIB, pada saat itu kita buka dengan berdo’a mulai dengan memesan minuman sembari menunggu temen-teman yang satupersatu datang. Kali ini bahasan kami meliputi empat poin;
1. memastikan semua anggota masuk kedalam grup kelompok 2 dan melaporkannya ke mba Ima aka Mba Diah dengan data, 2 orang pindah jalur (Bunga dan Yudi), 6 diluar malang (Adam, Sofia, Ikhwan, Ismail, Kaeksi, Fevi), dan didalam malang 13 orang (Chaiz, Deni, Fakhri, Ibnu, Anggi, Nurul, Hikmah, Tari, Irza, Sofwan, Diki, Nofri, dan Akbar., pada saat itu total berjumlah 21 anggota, sip.
2. Agenda selanjutnya menentukan divisi tiap anggota dan koordinator divisi (kodiv), terpilihlah koor masing-masing anggota dan anggotanya; Acara yaitu Akbar (koor), Tari, Sofwan., Sekertaris Bendahara Pelaksana yaitu Hikmah (koor), Dana yaitu Nurul (koor), Ikhwan, Kaeksi., Humas yaitu Nofri (koor), Irza, Fakhri dan Ketambahan Iska di perjalanan kami., Publikasi Dokumentasi Dekorasi dan Multimedia oleh Diki (koor), Ismail, Fevi, Chaiz., Perlengkapan oleh mas Deni (koor), Ibnu, Anggi., dan Div Contact Person; Sofia, dan Adamsyah.
3. Pembuatan Grup Perdivisi, jadi kita punya grup tiap divisi untuk memudahkan koordinasi antar koordinator dan wakil koordinator project, dengan Koordinator tiap divisi dan anggota.
4. Input Timeline dan Anggaran Dana Tiap Divisi dan dikumpulkan paling lambat besoknya (Selasa 8 Agustus 2017) pukul 13.00 WIB
Setelah empat poin itu terbahas kami sedikit menyinggung bahasan acara, luarbiasanya tim kami selalu memiliki ide yang segar, hasilnya kami memiliki 3 opsi A, B, C. untuk kegiatan hari H acara.
Selasa, 8 Agustus 2017. Pukul 18.00 WIB, kami berpindah tempat rapat di Perpustakaan Pusat, Universitas Brawijaya, Malang. Tepat di Gazebo Sisi Timur deket Kolam Air Mancur. Selain nuansa progressif disana juga relatif dekat dengan kosan masing-masing dari kita terlepas bonus-bonus lain seperti free listri dan wifi, nantinya ini menjadi markas kami berproses selama kurang lebih satu minggu kedepan. Lalu masuklah pembahasan, ada empat poin yang kami agendakan pada rapat tipis-tipis waktu senja kali ini:
1. Menyatukan Timeline, tugas kali ini banyak di perankan oleh Sekpel agak riweuh si tapi saya bersyukur memiliki tim yang sangat solid, mengumpulkan timeline pra-acara, acara, dan pasca-acara. Dan ini modal dasar banget buat kami bisa berlari bahkan kami bisa mengukur harus ‘mengendarai moda trasnportasi’ seperti apa untuk tiap divisinya. Saya menilai semua dapat berlari dengan takarannya masing-masing.
2. Menyatukan Anggaran Dana, hitungan awal kami jatuh pada angka 1,2 Jt lebih (dibulatkan). Bagi saya pribadi bukan masalah angkanya berapa, tapi saya faham harus mengkomunikasikan angka dengan waktu dan membagi peran pada sumber daya manusia, terbatas. Ketika itu maka mekanisme apa yang bisa di ambil untuk mendapatkan 1,2 jt dengan waktu satu minggu dan kondisi divisi dana berjumlah 3 orang (1 dimalang koor, dan 2 diluar malang). Saat itu kami manuver temen-temen luar kota malang untuk menjadi divisi dana semua dengan harapan setengah minggu selanjutnya akan dapat memenuhi kebutuhan dana. Ide brilian dating dari teman-teman yang sekaligus pernah ikut juga di orgnisasi luar kampus (Ayo Tolong), ada kak Iska dan kak Irza, atau panggilan akrabnya bocil (haha), akhirnya kami hitung-hitungan diatas kertas untuk pemenuhan dana kita buka lewat beberapa pintu; fresh money, pengumpulan kertas dan pakaian bekas, atau kami menerima juga dalam bentuk bingkisan. Akhirnya hitung-hitungan di atas kertas dengan estimasi 250.000-300.000 rupiah per/ satu kali jualan maka kami yakin bisa mengumpulkan dalam waktu 4-5 hari, yang artinya jika digunakan waktu paling lama kita butuh waktu H+1 atau H+2, dengan catatan pakaian atau kertas bekas dapat dikumpulkan sampai tanggal 9 agustus besok dan kami melanjutkan itu, sekaligus memasukan proposal ke beberapa lembaga sosial; Daarul Qur’an (DAQU), Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF), PKPU, Indonesia Medika (INMED), Rumah Zakat (RZ), Alhamdulillah goal satu proposal di PKPU Human-Initiative, Follow yak IG: @pkpu_hi (bonus buat sponsorship) hehehe.
3. Progress Report Tiap Divisi, pada dasarnya tiap divisi sangat progresif dalam mensukseksan agenda project magang ini. Poin utamanya konsepan sudah diplot didapat dari mana dan siapa pembagiannya.
4. Koordinsi Lintas Divisi (jika diperlukan), kami juga mengobrol tipis-tipis untuk mensinkronisasi kosepan tiap divisi agar tidak ada kesalahfahaman atau miss kordinasi.
Rabu, 9 Agustus 2017. Secara umum kita tetep menyesuaikan konsepan di tanggal 9 ditiap divisi, dan lebih kepada masukan antar lintas divisi untuk melengkapi konsepan divisi yang telah dibuat. Secara tidak langsung sudah autopilot.
Kamis, 10 Agustus 2017. Untuk tanggal 10-13 (hari H) kita fokuskan untuk pemenuhan teknis, dan sudah wajib kudu harus musti pemenuhan teknis agar tidak ada di hari H yang terlewat, ya belajar dari pengalaman konsepnya bagus tapi tidak terealisasikan (sad). Sekarang sudah mulai pembuatan publikasi; short clip video, pembuatan dan penyebaran poster, masukan proposal, cek barang (tes satu dua tiga), menghubungi media partner, pembuatan juklak juknis, menjual barang bekas, koordinasi bantuan dari temen-temen luar malang, beli alat-alat lomba, masukan surat perizinan ke panti, jalin komunikasi dengan panti, cek lokasi lapangan, penggambaran denah lomba, mengundang SC dan temen-temen FIM, pemesanan makanan, cari pinjaman alat lomba (biar irit dana), dan lain sebagainya.
Jum’at, 11 Agustus 2017. Hampir sama dengan tanggal 10 kemarin, namun sekarang ditabah dengan pengecekan konsep dengan realistis di lapangan, misal mau beli cet kuas tapi ternyata kita ada cet besi, yaudah dipake (tapi sulit hilang di badan sampai sekarang *sad), kaos buat gambar patungan 30.000 rupiah, cari gunting + cutter + lakban + kabel roll + kamera + dll, penyesuaian konsep dengan panitia yang hadir di hari H. kepanti untuk mendapatkan data anaknya dan segala macam ke asyikan sekaligus riweuhnya H-3
Sabtu, 12 Agustus 2017. Cek kembali perlengkapan untuk Hari H, Briefing dan Pemenuhan perlengkapan yang belum lengkap, seperti kuas, kerupuk buat lomba, sound system, mic, banner FIM (dikelompok sebelah), tripod, dan tetep masi jualan hehe plus ditolaknya beberpa proposal dari donator :( *sad + buat jarkoman untuk besok. Asli udah pada ngantuk (pukul 21.30-an)
Minggu, 13 Agustus 2017. Hari H acara, puku 06.00 kit sudah koar koar di grup (walau tiap hari juga sudah diingatkan untuk menjaga kesehatan, sarapan, gerakin badan, dan munum vitamin * tsaah)
Oke 06.30 kita janjian ketamuan di panti untuk persiapan lapang, bawa ini dan itu yang belum kebawa, ketemu pengasuh panti Pak Zainul, orangnya agak tenang, santai, kayak udah biasa mengasuh ke pecicilanannya anak-anak (emang iya). Pukul 07.00 panitia sudah harus ada dilokasi. 07.00-07.40 rencana kerja bakti kita pupus, karena kita lebih berfokus pada penyiapan acara, karena mempertaruhkan agenda dan esensi maka kita cancel kerja bakti ini yang notabenenya kewajiban bagi tiap angggota panti dan melihat banyaknya kamar dengan jumlah anak 53 orang kami rasa harus berfokus pada acara itnti dari FIM. 07.40-08.00 agenda sudah mulai dipersiapkan dan pengondisian oleh MC di iringi dengan sambutan dan sekaligus pembukaan oleh Pak Zainul selaku pengasuh Panti Muhammadiyah. Setelah pembukaan acara, pembagian kelompok dipimpin langsung oleh MC dari 35 orang menjadi 5 kelompok, pembagian lumayan merata.
Kita saatnya masuk pada sesi permainan kelompok, 08.00-08.25. Games 1 di koordinatori oleh Sofwan yaitu memindahkan karet gelang dengan sedotan dari ujung ke ujung dan di masukan ke wadah botol plastic yang sudah di potong bagian tengahnya (tersisa tengah ke bawah seperti gelas) games ini berlangsung di lapangan 1 dekat pintu masuk. Pembagaian games dibagi dua gelombang, gelombang 1; kel 1,2,3 sedangkan 4 dan 5 masuk pada gelombang ke 2, pemenang di tentukan oleh banyaknya karet gelang yang masuk pada wadah aqua,
Games 2 di koordinatori oleh Mba Iska permainan makan kerupuk ini berlangsung sangat seru, kocak, jail, dan wareg kalau kata salah satu orang dari anak pantiasuhan yang mengakui itu sebagai value (hahahaha), satu orang makan kerupung yang lainnya mengarahkan agar satu orang yang di tutup matanya itu dapat memakan kerupuk dengan baik, yah walaupun ada yang iseng ganggu temannya.
Games 3 memindahkan air dengan botol dengan diikat botol itu dengan tali dan langsung di sambungkan pada ke 5 orang tiap satu tim, ada yang mau lari kedepan, belakang, samping kiri-kanan (bisa dibayangkan kan serunya?), basah, rame, teriak-teriak, pokonya seruu,
Sampailah saat games utama, cara mendapatkan esendinya bukan dengan gerakan tubuh, tapi dengan visual, bagaimana anak-anak dapat menggambarkan arti kemerdekaan secara real karena secara umum menggambar, mewarnai, corat-coret, cerita, dan berimajinasi merupakan suatu hal yang erat kaitannya dengan anak-anak, bahkan iya bisa secara gambling menceritakan arti kemerdekaan. Beberapa menceritakan pada gambarnya di dalam kaus yang sudah dipakaikan oleh masFakhri dan mas Chaiz, dan disediakan cat dan kuas untuk anak-anak berimajinasi. Ada yang nulis nama temennya, ada yang gambar bendera merah putuh, singa arema, tulisan: “merdeka atau mati”, atau sekedar menggerakan kuas keatas kebawah berulang-ulang seperti sedang mengecat tembok di rumah :(, yaAllah gusti, mungkin arti merdeka bagi mereka punya rumah bagus ya (kalau ini agak menebak), tapi secara umum, arti kemerdekaan anak-anak sangat idealis; mengusir penjajah, anti korupsi, melawan belanda, anti perantauan, pendidikan, memiliki kebebasan dan yang sederhanapun ada, seperti nonton arema, bermian, bisa makan, atau bertemu kakak-kakak FIM :” (jadi terhura aku, eh terharu).
Secara garis besar mulai dari pengondisian anak-anak yang susah sampai menanamkan nilai dari permianan ini menjadi tantangan menarik di tiap sesi gamesnya, di perjalanannya seperti anak-anak biasa; lincah, sangat semangat, penuh riang (juga tangis), canda dan tawa, lari kesana-kemari, tapi bagi kami bukan masalah, karena disitu tempat kami bisa belajar (cieile). Dan poin penting dari games kita adalah membuat anak-anak kritis faham dan sadar dengan esensi apa yang mereka jalankan, benar saja satu, dua, tiga, dan banyak dari anak-anak mulai angakat tangan satu per satu walau sambil angkat tangan langsung bicara (hehe), atau ada yang berbicara di belakang sambil ngumpet-ngumpet. Suara keras (teriak) tapi wujudnya tak Nampak (haha). Calon jendral BIN kayanya nih mantappp jiwa.
Lalu kegiatan kami diakhiri dengan sesi fotobersama, makan-makan dengan anak-anak, wawancara tugas individu kita masing-masing dengan format sama (nama_ asal_ hobi_ arti _ kemerdekaan), dan ishoma (istirahat, sholat, makan), ohiya satu lagi ada evaluasi cerita akhir dari tiap-tiap kita, ada beberapa poin;
1. Tanggung jawab divisi yang belum tertunaikan, pada dasarnya ada beberapa yang masih menjadi tanggungan, dana yang kurang, plakat untuk panti, after movie, press release, pengembalian perlengkapan, dan lain-lain yang harus diselesaikan pasca acara.
2. Sepatah dua patah kata dari SC, pada umumnya semua SC mengapresiasi dengan kekompakan tim, progresifitas kinerja, keaktifan, out of the box, pendanaan yang ‘beda’, valueable, dan dan menyambut kami sebagai keluarga FIM regional malang terlepas diterima atau tidaknya kita di FIM19 ini. Tambahan juga untuk mempublikasikan dokumentasi kegiatan agar bisa dikenang dalam jangka waktu panjang. Berikut disampikan oleh #escemilitan mas Sandi, mas Yogi, dan mas Hanif dalam forum sepatah-duapatah kata esce, dan sempat beberapa kali menanyakan kesulitan dalam pengisian portal FIM, sayang sekali satu #escemilitan lagi belum bisa hadir yaitu mba Nira, pada dasarnya esce kita sangat welcome, bersahabat, helpful, dan ok banget melengkapi kita-kita yang kadang terlalu serius, kadang kala juga terlalu asyik bergurau haha, mungkin ribuan terimakasih yang hanya bisa kita ucapkan untuk #escemilitan semoga Allah menggantikan waktu, tenaga, dan lain sebagainya dengan yang lebih baik. Aamiin.
Senin, 14 Agustus 2017. Kami break menurunkan ritme, namu malam ini kami mencoba berkumpul kembali untuk mengerjakan tugas laporan magang di tempat seperti biasa, gazebo Pepustakaan Pusat, Universitas Brawijaya, Malang. Sampai-sampai usulan untuk besok diadakan lagi kumpul masih terwacanakan di grup kami hahaha, memang terbentuk pola-pola keluarga dalam kurun waktu satu minggu kebelakang.
Bagi saya secara umum agenda yang kami jalankan bersama ini sudah seoptimal dan semaksimal yang kami bisa, terlepas kekurangan yang ditemukan, harapannya bisa menjadi bahan pembelajaran, tidak untuk disesali atau bahkan lebih. Karena selama hidup kita belajar. (prolog)
1. Rekomendasi kegiatan, secara khusus peliputan mengundang media cetak atau online minmal vlogger/ blogger akan menjadi penting demi tersebarnya infomasi kegiatan dan nilai yang disampaikan, dampak tidak langsungnya juga FIMalang memiliki jangkauan yang terus meluas. Secara horizontal kemasyarakat dan secara vertikal kepemkot atau bahkan pemda.
2. Anggota yang belum membulatkan tekad dijalur nextgen harapannya bisa lebih ersaring terlebih dahulu agar konsepan diawal berjalan lancer
3. Selalu menempatkan barang dan ditandai dengan kertas label keterangan dan keperluan barang tersebut atau status, mengingat kaos putih yang dibeli sempat terselip entah kemana
4. Dokumentasi di simpan dan di perbanyak dalam penyimpanan offline dan online agar tidak mudah hilang mengingat waktu tak bisa diulang semirip dahulu (ex: google drive, cloud, dlsb)
5. Yang paling penting dan utama, meniatkan segala amal kita di FIM lillah, dan memaksimalkan segala peran yang diberikan sesuai dengan kemampuan, kapasitas, kapabilitas.
Rekomendasi Secara Keseluruhan untuk improvement regional FIMalang
1. Jalinan yang telah dibangun oleh jalur NextGen ini harapannya bisa terus terjalin karena, akan memperkuat satu dengan yang lain, baik jaringan, sumberdaya manusia, lapangan amal, hingga jangka panjangnya persaudaraan yang kuat antar elemen masyarakat Malang, dalam lingkup konteks kami (Panti Asuhan Muhammadiyah dan FIM regional Malang).
2. kegiatan FIM sangat baik, namun banyak dari kami tidak mengetahui ada kegiatan rutinan misal cangkrukan, atau bahkan kegiatan kolaborasi FIM dengan elemen lain, sarannya sesekali coba pake paid promote, agar jangkuan nya terus meluas dan semakin mudah untuk diakses.
3. Kegiatan momentum seperti 17 Agustus ini sebaiknya banyak turut andil, mengingat banyaknya momentum di Indonesia, karena semua lapisan harus terus dijangkau oleh FIM, megingat tagline tahun ini “Ragam Asa Satu Indonesia”.
4. Kolaborasi dengan segala elemen harus terus diperkuat, dan diratakan pemetaannya.
5. Pendataan sebaran alumni FIM dan khususnya FIMalang secara rapih
6. Tetap pertahankan budaya baik FIM, saya rasa sangat kondusif bagi semua kalangan bahkan orang yang pertama kali masuk kedalam forum FIM, seperti saya.
@FIMnews & @FIMalang