Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna
Mohammad Hatta

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from Germany
seen from Ukraine

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from United States

seen from South Korea

seen from Netherlands

seen from Germany
seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from Australia

seen from Australia
Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna
Mohammad Hatta
Selengkapnya di: https://cultureandbukittinggi.blogspot.com/2021/03/mengenang-wafat-bung-hatta-14-maret-1980.html
Agar perut rakyat terisi, kedaulatan rakyat perlu ditegakkan. Rakyat hampir selalu lapar bukan karena panen buruk atau alam miskin, melainkan karena rakyat tidak berdaya . ~ Mohammad Hatta ~ . #mohammadhatta #mohammadhattaquote #mohammadhattaquotes #mohammadhattahatinuranibangsa #mohammadhattahidupjujurdansederhanauntukindonesia #katasemangat #katasemangatuntukdirisendiri #katasemangatkerja #katasemangathidup #katasemangatpagi #katasemangatdariseseorg #katasemangatforyou #katasemangatibu #katasemangatkehidupan #katasemangatmotivasipagi #katasemangatonepiece https://www.instagram.com/p/CAr9eWbJ8pt/?igshid=b2sisciwz5cz
Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas . ~ Mohammad Hatta ~ . #mohammadhatta #mohammadhattaquote #mohammadhattaquotes #mohammadhattahatinuranibangsa #mohammadhattahidupjujurdansederhanauntukindonesia #katasemangatmotivasipagi #katasemangatonepiece #katasemangatsebelomtidur #katasemangatselamastayathome #katasemangatsentiasadberi #katasemangattukkerja https://www.instagram.com/p/CAr8anRpWZV/?igshid=1cm54tnrr82ie
Tantangan Dalam Revolusi Mohammad Hatta Penulis : Mohammad Hatta Penerbit : Sega Arsy Halaman : 155 hlm ISBN : 978-6028635-66-4 Dimensi : 14,5 x 20,5 cm Original Harga Rp45.000 diskon 15% Rp38.250 Sinopsis Kaum pemnerontak di Madiun itu tidak puas dengan merebut kekuasaan dan memaksa rakyat tunduk dan taat kepada mereka. Mereka membunuhi lawan politiknya dengan cara yang amat kejam. Peristiwa madiun ini, dengan segala akibatnya, adalah satu cobaan rakyat Indonesia di atas jalan kemerdekaan dan demokrasi. Masyarakat kita pecah karenanya dalam berbagai golongan yang saling membenci, saling mendendam. Memang hal ini tidak merata ke seluruh masyarakat kita, adalah terbatas pada beberapa tempat dan daerah – tetapi bukti adanya retak itu adalah suatu kerugian sosial. Keadaan itu tidak boleh kita biarkan saja, sampai tawar dengan sendirirnya kelak. Kita harus berusaha memperbaikinya kembali, dengan berpegang kepada Pancasila. Pancasila harus kita insafkan lagi sebagai dasar didirikannya politik dan kemasyaraktan bagi rakyat. #soekarno #bungkarno #indonesia #mohammadhatta #soehokgie #soeharto #tanmalaka #sejarahindonesia #puisi #pramoedyaanantatoer #gusmus #sapardidjokodamono #sukarno #sejarah #irsoekarno #wijithukul #uangkuno #merdeka #gusdur #sujiwotejo #jasmerah #prabowo #bunghatta #chairilanwar #marsinah #emhaainunnadjib #inspirasi #munirsaidthalib #soekarnois #indostar_bookstore https://www.instagram.com/p/B-ueEXkD0gV/?igshid=1p55p7aey943c
Cucu Bung Hatta Protes Keras Kakeknya Disamakan dengan Sandiaga
Forbes - Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyamakan capres-cawapres nomor urut 02 itu dengan Sukarno-Hatta. Pernyataan itu pun menuai reaksi di media sosial, termasuk dari cucu Bung Hatta. Pernyataan itu diungkapkan oleh Koordinator Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Ahzar Simanjuntak, lewat video bersama deretan jubir lainnya. Ada Irene (Gerindra), Faldo Maldini (PAN), Pipin Sopian (PKS), serta Gamal Albinsaid. Video itu sendiri diunggah di akun Twitter Faldo Maldini. Di awal, Dahnil memperkenalkan satu per satu anak muda yang jadi jubir Prabowo-Sandi tersebut. Kemudian, dia bertanya alasan mereka yakin Prabowo-Sandi jadi presiden dan wakil presiden. Terakhir, giliran Dahnil yang menjawab pertanyaan itu. Dia membandingkan Prabowo dengan Sukarno dan Jenderal Sudirman serta Sandiaga dengan Mohammad Hatta. "Kalau bagi saya nih mereka seperti, apa seperti, bagian baru dari model Bung Karno dan Bung Hatta. Pak Prabowo itu seperti kombinasi Bung Karno dan Jenderal Sudirman, sedangkan Bang Sandi itu adalah bagian baru dari Bung Hatta," kata Dahnil. "Itulah kenapa mereka berdua pantas jadi presiden dan wakil presiden," lanjutnya. Ucapan Dahnil itu direspons Gustika Jusuf-Hatta, cucu Mohammad Hatta. Lewat Twitter, Gustika keberatan ketika Sandiaga disamakan dengan Bung Hatta. Dihubungi lewat direct message, Gustika mengizinkan cuitannya untuk dikutip. "Untuk orang yg kesabarannya minus kyk gue gini denger kakek gue disamain sama sandiaga uno rasanya mau muntah. every. single. time. waktu pilpres. why. cant. you find. your own f*cking voice. hatta is hatta, you is you. i am a hatta, but i ain't bung hatta. anj*ng," tulis Gustika. https://twitter.com/Gustika/status/1055039045691092992?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1055039045691092992&ref_url=https%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fread%2F2018%2F10%2F25%2F145838%2F4272748%2F10%2Fcucu-bung-hatta-protes-keras-kakeknya-disamakan-dengan-sandiaga Gustika mengaku tidak terima kakeknya disamakan dengan Bung Hatta. Dia juga keberatan saat kakeknya dibawa-bawa dalam kepentingan politik. "Tidak kenal dengan Bung Hatta tidak usah mengibaratkan sebagai Bung Hatta. tidak elok menggunakan nama beliau (dan Eyang Karno) demi kepentingan politik. I'm so done, setiap pilpres nama beliau digadai-gadai. it's getting old @Dahnilanzar" tulis Gustika sambil me-retweet video dari akun Twitter Faldo Maldini. Dia mengatakan Hatta tidak 'asbun' alias asal bunyi seperti Sandiaga. Gustika juga menyinggung perdebatan Sandiaga dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Gustika menegaskan keberatannya ini juga berlaku jika Bung Hatta disamakan dengan tokoh lain. Dia mengambil contoh Ma'ruf Amin. "Untuk memperjelas, ini berlaku ke semua belah pihak ya. MISALNYA Ma'ruf disamakan sama Bung Hatta (karena Hatta turunan ulama tarekat) ya juga salah. Untung TIDAK terjadi sih. Dan btw pilpres lalu Hatta Rajasa tiba-tiba dipanggil "Bung Hatta", skrg gantian. Kan......... YHA" ungkapnya. https://twitter.com/Gustika/status/1055073967134859264?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1055073967134859264&ref_url=https%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fread%2F2018%2F10%2F25%2F145838%2F4272748%2F10%2Fcucu-bung-hatta-protes-keras-kakeknya-disamakan-dengan-sandiaga Read the full article