Semester VI hampir berakhir, itu artinya pengajuan judul untuk skripsi semakin mendekat. Dan hari itu pun tiba, hari dimana terjadwal pengarahan untuk pengajuan judul skripsi. Hari itu saya merasa agak deg-degan dan mencoba untuk tetap tenang. Deg-degan karena “ini loh hari yang ditunggu-tunggu, dimana saya harus mempersiapkan apa sih judul yang mau aku ajuin”.
Setelah dirasa teman-teman berkumpul, barulah dimulai pengarahan. Memang terbilang cukup banyak aturan dan ketentuan. Tapi saya mencoba untuk tetap tenang dan tidak mau terlalu memikirkan. Karena nantinya saya akan “down” dengan keadaan sekitar. Di kelas pengarahan saya sudah mendengar bahwa si A udah selesai buat bab 1 dan 3. Si B udah mulai fc persyaratan pengajuan judul. Si C udah selesai satu judul. Si D besok udah siap ngumpulin judul. “Whatever-lah” sama kalian. Kalian emang hebat udah mempersiapkan itu jauh-jauh hari. Sedangkan aku masih dengan keraguan mau ambil bidang ini sama apa ya :(
Hari selasa, sehari setelah pengarahan itu. Memang benar sudah ada teman-teman yang akan mengajukan judul. Mereka rela semalam lembur untuk menyelesaika itu. “Sedangkan aku?” aku masih berkutat dan fokus dengan si judul pertama. Di hari itu sudah mencapai urutan 40-an. Wooooowww itu baru H+1 looooohhh. Hari berikutnya saya baru mendapat paraf PHS dari dosen wali. Setelah itu saya berniat untuk ke perpust. Saya berpikir disana saya bisa menemukan ide judul yang kedua. Saya cari di daftar judul-judul skripsi kakting dan saya mencoba mencari satu per satu naskah skripsi di rak-rak. Sembari menyempurnakan bagian dari judul pertama saya. Lumayan dikit dikit yang penting jadi.
Malah harinya, saya cari daftar judul skripsi di web kampus. Alhamdulillah ada beberapa acuan judul yang saya minati dan saya anggap lebih mudah dalam mencari sampel. Itu semua karna saya punya beberapa kendala, saya belum mampu mengatasi kendala itu. Tapi saya tidak menyerah, saya yakin selalu ada jalan di dalam kendala saya itu. Saya lemburan untuk mencari jurnal pendukung. Agak sulit karena jurnal harus bahasa inggris minimal 3 jurnal, dan juga perlu pemahaman di tiap isi jurnal. Okeeee akhirnya saya dapet jurnal-jurnal itu. Saya mulai menemukan ide dari sampel itu. Perlahan menyicil mengerjakan bab 1 dan 3 hanya mengandalkan beberapa naskah skripsi kakak tingkat.
Malam berikutnya saya menyempurnakan hasil bab 1 dan 3 saya. Mempersiapkan berkas-berkas syarat pengajuan judul. Mengisi form pengajuan judul. Sembari membayangkan “nanti saya akan bimbingan dengan dosen ini bersama partner skripsi saya, keliatannya asik”. Saya juga lemburan lagi untuk mengecek sekali lagi “udah bener semua kan ya? ujar saya dalam hati”. Keesokan harinya saat saya memasuki lobby, ada sekumpulan teman yang sudah siap untuk mengumpulkan judul. Dalam hati saya “nanti saya juga bakal ngumpulin kayak kalian kok :)”.
Setelah selesai diskusi di hari jum’at itu.Saya dan seorang teman saya beranjak menuju ke tempat pengumpulan judul. Ada juga seorang teman saya yang akan mengumpulkan. Kami bertiga memasuki ruang kelas bersama. Namun ternyata pihak kampus meminta untuk meng-copy form pengajuan judul. Dan saya harus meninggalkan ruangan untuk melengkapi soft file tersebut. Sayang seribu sayang, data di fd saya akhirnya tidak bisa muncul di laptop. Dan akhirnya saya memutuskan untuk menulis ulang form tersebut. Saat saya akan mengumpulkan form tersebut, ternyata sudah memasuki jam istirahat. Otomatis say harus menunggu 1 jam lagi. Okelah gpp sambil melengkapi laporan kelompok dan menunggu si doi wkwkwk.
Waktu menunjukkan hampir pukul 1. Saya berpikir si doi udah selesai jum’at-an. Saya coba chat, dan dia meng-iya-kan untuk mengembalikan laporan yang dia pinjem. Saat menunggu si doi, sungguh hati saya deg-degan dan membayangkan “nanti gimana ya pas doi dateng? aku ngobrol nanya apa ya?”. Yang dinanti-nanti, si doi dateng sendirian ... okeee kamu gentle. Lantas ia mengembalikan laporan tersebut dan saya mencoba mencari topik ya biar si doi agak lama disitu wkwkwk. Udah jam 1 dan saya rasa jam istirahat udah selesai. Saya memasuki ruangan itu kembali, alhamdulillah udah ngumpulin judul. Walaupun udah sampe urutan nomer 113. Gpp lah yang penting udah lega, UAS udah nggak mikir judul lagi, apalagi lebaran.
Saat itu menunggu jam ujian akan berlangsung. Saya dkk cerita-cerita konyol. Disitu saya tidak sengaja mengucapkan suatu kalimat yang cukup pamali. Sungguh saya sangat menyesal, saya berharap apa yang saya ucapkan itu tidak terjadi.
*selesai UAS*
*libur lebaran*
Beberapa hari setelah pembagian KHS, ada info mendadak tentang pengumpulan hasil KHS di smt VI. Waktu itu H-1 menjelang pengumuman judul saya dkk sudah mengumpulkan berkas tersebut. Lalu saya pulang, saya sengaja mengulur waktu pulang. Saat masih di jalan, sayang melihat story wa teman saya, disitu dia bilang kalo udah ada pengumuman judul yang diterima. Hati saya mulai deg-degan, mulai panik, mulai bingung, mulai panik. Saya mencba chat/text teman saya untuk melihat nama saya dipengumuman tersebut.
Cukup mengejutkan. Saya kaget, ada nama saya di daftar bidang minat kedua. OMG rasanya seperti keruntuhan batu dari atas. Itu artinya saya tidak jadi berpartner dengan teman-teman saya. Saya lihat siapa dosbing saya. Ini lagi tambah bikin panik, tak pernah terduga dan tak pernah terpikir di benak saya. Saya mencoba berpikir positif dengan hasil pengumuman tersebut. Saya mencoba menenangkan diri dan barulah saya beranjak pulang.
Sampe di rumah saya masih terngiang dengan hasil tersebut. Saya kembali membaca ulang pengumuman tersebut. Malah harinya sampe kebawa mimpi. Imajinasi saya mulai berkembang kemana-mana, membayangkan hal-hal yang aneh. Keesokan harinya saya mencoba “LEGOWO”. Yaaaaa mau dikatakan apalagi, ya memang itulah takdirnya. Takdir bahwa saya harus menjalankan penelitian itu ke depannya.
Saya berpikir, mungkin itu saya kena “karma” dari ucapan-ucapan bercanda saya atau karna saya telah berbuat jahat kepada seseorang.
Saya juga bepikir “mungkin saja judul saya mirip dengan judul teman tapi dengan bakteri yang berbeda”
“Mungkin saya terlalu lambat mengumpulkan judul”
“Mungkin bahan dari judul pertama saya terlalu biasa”
“Mungkin judul pertama saya sudah banyak yang meneliti sebelumnya”
“Mungkin judul kedua saya memang yang lebih menarik”
Terlalu banyak mungkin di dalam benak saya. Perlahan saya mulai menerima kenyataan ini. Saya percaya inilah yang terbaik buat saya. Saya juga yakin saya bisa menyelesaikan penelitian ini dengan waktu yang pas dengan target saya. Saya tidak ingin terburu-buru, saya mau penelitian ini bisa memberikan hasil yang sangat memuaskan. Dan tentunya saya bisa bangga dengan hasil penelitian saya ini. Saya percaya bahwa semua akan indah pada waktunya.
TETEP SEMANGAT YA VINSSSSS ... Pasti banyak yang dukung dan bantuin kamu kok. Orang lain percaya bahwa kamu sosok yang tangguh dalam menghadapi semua ini.