"The most dangerous weapon in the world is a beautiful woman with brains"
ojovivo
🩵 avery cochrane 🩵
Noah Kahan
Lint Roller? I Barely Know Her
EXPECTATIONS
Interview Vampire Daily
h
d e v o n
hello vonnie

PR's Tumblrdome
No title available

No title available
NASA

Discoholic 🪩
Cookie Run:Kingdom Official!

No title available
Fieri Frames

Jimmy Eat World
Not today Justin
No title available

seen from United States
seen from Brazil
seen from Singapore
seen from Philippines
seen from Panama

seen from Malaysia
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Türkiye

seen from France
seen from Japan

seen from Canada

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States
@adimasimmanuel-blog
"The most dangerous weapon in the world is a beautiful woman with brains"
"Di pergelangan tangan kekasih yang pelupa, kenangan adalah arloji yang mengingatkan kapan harus mencintai dan kapan harus berhenti."
"Memendam cinta seorang diri tak menjadikannya kekasih yang penakut. Ia hanya terlalu berani untuk terlupakan."
"Kepada laut, sungai tak berpikir berhenti memasok air. Kepada sungai, laut tak sesukanya hanya karena dicintai sampai akhir."
"Tak mau ikut campur adalah pelampung terbaik agar tak terseret arus dan tenggelam dalam perkara orang lain."
"Kau berpikir terlalu jauh hingga melupakan orang-orang terdekat yang memikirkanmu."
"Hatimu penuh kemelut, banyak yang berjibaku untuk jadi teman menanti maut. Ada yang terpaut, ada yang tersikut."
"Waktu bukan rekan yang tepat untuk diajak berkompromi."
"Melihat hari-hari saya dihujani malam, kamu menghadiahkan bulan sebagai payung bayangan saya."
"Setiap hari kamu hanya menantikan kabar baik seolah-olah kabar buruk bukanlah kabar baik yang dinantikan ketabahanmu."
"Cara mengemudi kapal kita yang megah kau remehkan karena kecemasanmu lebih fokus mendesain sekoci yang aman."
"Orang berlimpah itu merasa beriman hanya karena banyak beramal, padahal Tuhan tinggal di bedeng yang kemarin ia gusur."
"Manusia dan bahaya tinggal teramat dekat, doa ibu ada sebagai sekat."
"Peluk aku dari belakang, sebelum sunyi memanggilku pulang."
"Teruslah mencinta, biar nanti Tuhan yang merawat lukanya."
"Kita yang sedekat tadi, mengingatkanku pada kita yang pernah sedetak dalam nadi."
"Kesalahan terbesar dari perpisahan ini adalah kita masih saling mendoakan."