When the rain washes you clean, you'll know
The Corrs
AnasAbdin
styofa doing anything

titsay

⁂
Claire Keane
wallacepolsom
tumblr dot com

blake kathryn
Jules of Nature
I'd rather be in outer space 🛸
Mike Driver

shark vs the universe

ellievsbear
taylor price
Monterey Bay Aquarium
he wasn't even looking at me and he found me

Love Begins
RMH
KIROKAZE
Stranger Things
seen from United States

seen from United Arab Emirates

seen from Canada

seen from India

seen from Bangladesh

seen from Bangladesh

seen from Nicaragua
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Canada

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
@adorablestalkers
When the rain washes you clean, you'll know
The Corrs
Tiga Perempuan
Kalau sampai ada yang namanya pernikahan di garis hidup saya, maka pernikahan yang ada di angan saya adalah dengan adat Mandailing. Horja Godang, beberapa menyebutnya demikian. Sejak saya kecil, itulah satu-satunya referensi pernikahan yang saya tahu. Tarian berpasangan yang pertama saya tarikan? Naposo Bulung. Well, tidak benar-benar berpasangan memang. Tarian ini ditarikan oleh lajang-lajang yang bertujuan menjadi peramai pesta pernikahan suku Batak Mandailing. Itu adalah kali pertama saya jatuh cinta. Bukan, bukan dengan pasangan tari saya. Saya jatuh cinta dengan kesluruhan upacara pernikahan itu. Sejak saat itu, saya bulatkan tekad. Jika ada yang namanya pernikahan, maka adatnya adalah Batak Mandailing. Sesuai dengan adat istiadat keluarga ayah saya. Babe.
Hingga akhirnya Babe meninggalkan kami. Maka kandas juga mimpi saya akan Horja Godang, Bulang, Naposo Bulung, TorTor Boru, Gondang Sambilan dan sebagainya. Konsep pernikahan di kepala saya pun hancur seadanya.
Kenapa kamu tidak mau menikah?
“saya tidak mau menikah dengan adat Minang”
Memangnya kenapa dengan adat Minang?
Maka akan selalu terhenti disitu.
Saya berpikir keras. Bagaimana agar adat Mandailing itu bisa tetap saya laksanakan di pesta pernikahan saya?
Maka solusinya agar menyempitkan opsi calon suami saya di darah Batak.
Tapi kemudian ibu saya berkata tidak. Dan saya kehabisan cara.
Di usia yang sudah ramai dengan pertanyaan tentang pernikahan ini, tentu alasan di atas tidak bisa secara gamblang saya ceritakan kemana-mana. Salah-salah saya dituduh diskriminatif atu membenci suku tertentu. Padahal tentu, bagaimana mungkin saya membenci darah yang mengalir dan menghidupi saya? But then again that’s what happened to my Babe so who am I to judge here? I lost my battle once again even before the battle starts.
I’m lost.
Like seriously lost.
I also lost my appetite over boys, let alone, marriage itself.
***
Kalau bisa ditarik mundur, ingin rasanya saya menampar diri saya di usia muda. Agar saya berhenti berpikir yang tidak-tidak. Berhenti menaruh harapan atas sesuatu yang diluar control saya. Pesta pernikahan, misalnya.
Tapi tahu apa saya, anak berusia 6 tahun jika dihadapkan dengan pernikahan? Atau saya di usia 10 tahun ketika pertama menarikan tortor naposo bulung. Atau saya di usia 14 ketika mulai sadar Babe sudah tidak lagi tidur di kamar yang sama dengan kamar ibu saya? Atau saya di usia 18 ketika mereka berkeputusan untuk menyudahi hubungan rumah tangga mereka. Membuat saya dan adik-adik saya memilih siapa yang akan menjadi rumah kami di kedepan harinya. Membuat kami memilih adat pernikahan siapa yang nanti akan kami aplikasikan di pesta pernikahan kami.
Atau, pada siapa kiranya kami bisa bertanya hingga menimbulkan jawab lugas adat apa yang bisa menjadi titik awal pernikahan kami agar tidak terulang pernikahan menyedihkan seperti pernikahan orangtua kami?
Saya hampir yakin jawabannya tidak pada sesiapa selain diri kami sendiri, atau calon suami kami nantinya.
Saya berkata kami seolah adik-adik saya juga diliputi kebingungan yang sama. Saya harus tegaskan di sini bahwa tidak. Adik-adik saya tidak serumit saya. Mereka memilih melangsungkan pernikahan tanpa adat tertentu, atau mengikuti adat suaminya saja. Bagi mereka pernikahan tidak melulu soal pesta adat.
Salah satu dari mereka menganggap pernikahan adalah penyatuan dua insan dalam berkas yang sah agar tidak merepotkan keturunannya kelak. Yang lainnya beranggapan bahwa pernikahan adalah pengesahan hubungan mereka agar tidak lagi dibayangi dosa. Atau kurang lebihnya seperti itu.
Lalu apa makna pernikahan itu sendiri bagi saya? Apa mungkin menarikan tarian tertentu diiringi musik tertentu laik menjadi alasan untuk melangsungkan sebuah pernikahan?
***
Gue benci peraturan yang mengharuskan kita untuk melegalkan hubungan dengan pasangan bernama pernikahan. Buat gue itu buang-buang waktu, biaya, tenaga, kesempatan untuk bertemu orang baru dan membatasi ruang gue untuk bertumbuh.
Dan makna kata istri…
Ya Tuhan, kalau boleh gue memilih rasanya lebih baik gue dan pasangan gue tinggal serumah seperti sekarang saja. Tidak ada beban pun campur tangan orang luar yang merasa berhak untuk turut serta atas keputusan yang akan kami ambil untuk keluarga kami.
Keluarga?
Hahaha
Tahu apa gue soal keluarga. Dari kecil gue tidak pernah merasa tumbuh dalam keluarga atau merasakan keuntungan tertentu dari ikatan keluarga. Tidak pernah, seingat gue, ada nilai plus berkeluarga dalam benak gue.
Tapi sekarang gue jatuh cinta dengan lelaki yang berkeyakinan atas utuhnya hubungan keluarga. Beruntung bagi pasangan gue yang lahir di keluarga yang se.. hangat (?) itu. Lancangnya adalah, gue mulai menikmati berangan-angan memiliki keluarga seperti itu nantinya bersama dia. Dimana ada aturan, kasih sayang, meja makan terisi hidangan berupa sarapan, makan siang hingga makan malam. Dimana ibunya berperan sebagai penyeimbang ayahnya. Dimana anak-anaknya tumbuh melalui kasih sayang yang diperankan dengan baik oleh sepasang ayah dan ibu. Satu ayah dan satu ibu.
Seumur hidup hanya memanggil satu orang ayah dan satu orang ibu.
Tidak ada Ibu , mama, bunda yang lain.
Tidak ada Ayah, bapak atau Babe yang lain.
Tidak berpindah-pindah rumah.
Tidak berpindah-pindah sekolah.
Tidak mengenal pengadilan dan saksi ahli.
Tidak pernah ditanya siapa yang akan menjadi rumah singgah.
***
Marriage?
I don’t think I’m going to marry anyone anytime soon. Not here. Not in Indonesia, at least. There’s no place for us here.
fin.
Annisa Ninggorkasih
Secret Recipe CITOS, 12 Januari 2018
ps. disunting sedemikian rupa karena ini dan itu misal mau versi uncensored ya japri ajalaa
"Tidak ada yang abadi di dunia. Yang abadi adalah kepergian. Yang abadi hanyalah kerinduan." Rantau - Amertha Bhavani GBB, May 13th 2018 @sgb_febui 📷: @mitaluvthemoon (at Graha Bhakti Budaya)
Satu minggu dan masih kangen juga. Menjadi bagian dari Dedes adalah suatu kebahagiaan personal untuk saya. Akhirnya kembali mengikuti proses belajar dari maha nya BM yang bebas (gimana dah tuh) tapi terpercaya pasti super ciamik aftertastenya, mas @ariketjak. Makasih banyak ya mas MKC buat pengalamannya. Terima kasih terima kasih dan terima kasih. -Tim Penerong, 3 3/4 perempuan yg bertahan sampai akhir @magistusmiftah @anggigis dan @yulidee makasih sudah sudi berbagi panggung sama anak moody yg suka ngejengkang dan bersin tanpa tedeng aling2 kayak gua. Banyak kenangan yg kalau diingat manis2 tp kenapaa yaaa soblok bgtt. Panggung itu terlalu luas buat kita berempat, katanya. Tapi berbagi panggung sama kalian itu endooll! Lagi yuk, enak tauuu! -Mas @sanisoorjo selaku penata gerak yang, mengutip kata anggi, bak petasan banting kelakuannya tapi luvly bgt. Banyak pelajaran dr lo mas. Makasih banyakk yaa wasyuuu fakkk🤗. -tim Pemain @muhaihsan @absurditasabsurd (kumbangku) @xvrnda @m.uti.ara @fuadirasikh @ibnu.hp @acidm0nk @palakienevermore HarjayGapunyaInstagram kalian terbaik sih! Kalau lg running gue sesering itu nyuri nonton kaliaaan. -tim pemusik @the_lord_one @saksakame @ahmdilyx @dhisdhisdhis @volkswidi @ryan.ramone @taufiqalkatiri @sanisoorjo dan penyanyi ibu @reda.gaudiamo @ghita_rahmah @baerisher @wulanatlia @vinnisya @tiadab @articrun gue gapernah sih nari sampai nangis dan merasa se sakit itu selain sama kalian. Atau ketawa seee ketawa itu sama para penari lain tiap di babak 4, dan kerasukan di bagian 10 sampai habis semua karena musik dan suara magis kalian. Cinta mampus sih gue, gimana ni~ Tidak lupa untuk @wildanello dan bocah2nya yang gercep, dinamic duo @gayatrimega dan @rrfrillia, @bayusvara, @aids_106 @dessyir mbak Panca @msfullmoon @merylamirilia dan orang2 hebat yg luput gue masukin kesini, terimakasih sudah menata semua menjadi apik dan cantikkkk banget. Juga @teaterpagupon, sudah 11 tahun dari pertama saya mengenalmu. Ijinkan saya untuk kenal lebih jauh lagi yaa? #TeaterPagupon #dedes2018 #MENUJUDEDES2018 #redagaudiamo #payungteduh #grahabaktibudaya 📷: @cameraindonesia_jakarta @narasastra @wahyupra (at Graha Bhakti Budaya)
Happy International Women's day. Tahun ini ku dedikasikan untuk Dedes dan untuk Ken Dedes. Perempuan berani yang mencoba untuk menyelamatkan takdirnya, lingkungannya, orang-orang yang dikasihinya. Juga untuk segenap warga Panawijen. Kami siap menunggu kalian semua di desa kami mulai malam ini. #TeaterPagupon #PAYUNGTEDUH #redagaudiamo #dedes2018 #PanawijenRules #internationalwomensday2018 #internationalwomensday (at Graha Bhakti Budaya)
Lagu Duka Aku tidak ingin duka melanda wajah-wajah memuram Aku tidak ingin membuat kekisruhan di tempatku bermain Aku hanya ingin menyebarkan rasa bahagia dan kegembiraan untuk siapa pun. Tapi semua keinginanku hilang, Luka menghampiri. Bahagia menjauh. Pernah ga sih lo merasa muak ngikutin apa kata sekelilinglo? Katakanlah, keluarga lo. Eneg ga sih lo didikte dari hal paling sepele kayak bagaimana beribadah sampai hal paling prinsipil kayak bagaimana lo berpakaian? Atau gimana lo dikritik soal pilihanlo mengambil suatu jurusan. Atau pekerjaan? Pernah ga lo merasa kangen pulang ke rumah. Kangen banget sampai sakit rasanya, tapi akhirnya urung untuk pulang karena setelah lo pikir-pikir, males banget pulang dan harus nerima pertanyaan dan pernyataan yang itu-itu aja. Mau pecah ga palalo tiap denger, kapan nikah? Kenapa ditunda-tunda? Umurlo udah ga muda? Sel telurlo punya kadar expired, and so on and so on Atau, capek ga lo ketika diajak berdiskusi tapi ga ada satupun pendapat atau masukan lo (boro-boro diterima) di dengerin aja ndak, atau bahkan dibantah sebelum lo selesai menjelaskan? Yet, still its your home. Well at least for me. Gue ga punya luxury untuk berani angkat kaki dan pergi tanpa menoleh ke mereka kembali. Atau berdebat, gebrak meja, lempar pintu ketika mereka ga kunjung ngerti apa yang gue maksudkan. Ke ayang, setidaknya. She is, and always be my home.. Se reot, se angker, se sempit apapun. Gue tetap butuh rumah ini. Lagipula, apalah Annisa tanpa adiksi terhadap luka. 📃 Lagu Duka : @ariketjak
with bunda Betsy ❤ – View on Path.
Perempuan, edukasi dirimu. Jangan berhenti belajar. Jika belajar terasa berat bagi kepala kecilmu, maka potong lidahmu agar kebodohanmu tak menular pada anak keturunanmu. -Repost from ibu Nina Akhyar. Menurut saya pribadi ini tepat sekali. Pun tidak semua orangtua mumpuni untuk diajak diskusi, saring baik-baik informasi. Lebih baik tuli daripada jadi media penebar benci. with Nina – View on Path.
5 Tahun Kompas TV #SyukuranKompasTV #KompasTV #TelevisiBerita #InspirasiIndonesia (at Kompas TV : Inspirasi Indonesia.)
This chicks are always, always keep me young. 11 years old Annisa is ON! with Kania, Siti Utami, aiko, and atthahira sastia at KOI Restaurant & Gallery – View on Path.
at Bonobo Bar & Grill Landmark Building
Telaga Warna bernama Bahagia
Saya sedang ada di dalamnya. Menggelar tikar dan membuka keranjang makan siang dengan berbagai isi yang menggugah selera. Di tepian danau duduk berdua saja. Saya dan dia. Tidak perlu sesiapa. Saya yang dengan hati senang menyiapkan makanan dan minuman kegemarannya. Sementara ia menaruh kepala indahnya di pangkuan saya. Bisa saja. Kami tidak membutuhkan asap rokok maupun ganja. Tidak juga minuman keras seperti biasanya. Masing-masing dari kami sudah membuat mabuk satu dan lainnya. Cukup, pas, tepat dosisnya. Kami tertawa, berciuman, kemudian kembali tertawa. Kadang kami melakukan secara bersamaan keduanya. Di tepi telaga warna bernama bahagia, Kami merdeka.
Tersimakasih tershayang shayaaaaang
<3 (at Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran)
Happy Birthday Sunaaan, best wishes for you Sunan the architect *phaan* langgeung yaaap kutungggu janji suci kalian a a ameen with Anggi, Sunan, Meryl Amirilia, Miranty, and She-Ra – View on Path.
Laperbatttt with Meryl Amirilia and Anggi – View on Path.
"Sekarang kita duduk di shini yuk" :)