Jangan Takut Bermimpi Besar
Semua ini berawal dari cerita Mama tentang “Jangan Takut Bermimpi Besar”
Saya yang notabene anak bungsu tentunya sangat dekat dengan Ibu saya yang saya panggil “Mama”. Seringkali saya utarakan hal-hal yang ingin saya capai, walau kedengarannya tidak masuk akal.
Maa saya ingin ini...., maa saya ingin itu...., dll.., biasanya hal yang saya inginkan bukan hal kebendaan melainkan mimpi-mimpi saya. Namun Mama tidak pernah sekalipun mengganggap saya tidak dapat melakukan hal tersebut, ini yang membuat saya selalu yakin terhadap apa yang akan saya jalani meskipun hal tersebut tidaklah mudah...
Mama pun bercerita tentang “Jangan Takut Bermimpi Besar”
Suatu hari hiduplah seorang anak laki-laki yang tinggal di desa yang sangat terpencil, bahkan listrik saja belum menerangi desa tersebut. Anak laki-laki tersebut mengutarakan mimpinya kepada Sang Ibunda bahwa suatu saat Ia akan pergi ke Amerika. Bagi sebagian orang, pasti akan berpikir bahwa hal tersebut tidaklah mungkin mengingat orang kota saja belum tentu bisa ke Amerika, apalagi orang desa seperti anak laki-laki tersebut. Namun Sang Ibunda tak sedikitpun mengecilkan hati anaknya. Sang Ibunda menjawab dengan singkat.
“InsyaAllah akan Ibu temenin ya nak”
si anak terheran-heran, Ibundanya melanjutkan..
“Ibu temenin untuk sholat tahajjud, mohon pada Allah”
Sampai suatu saat tiba-tiba datanglah seorang professor dari Amerika yang hendak meneliti desa tersebut, saat bertemu dengan professor bule tersebut si anak sangat senang dan membantu professor tersebut dalam penelitiannya. Sampai akhirnya pulanglah professor tersebut ke negaranya dan si anak pun tetap ditemani oleh Ibundanya untuk sholat malam.
Saat di negaranya professor tersebut selalu teringat akan kebaikan si anak dan singkat cerita tak disangka-sangka akhirnya si anak dapat meneruskan sekolahnya ke Amerika dengan bantuan professor tersebut.
Jadi inti ceritanya adalah jangan takut untuk bermimpi besar, tetap berusaha dan berdo’a, manusia dapat berencana namun Allah-lah yang menentukan, dan Allah sangat cinta kepada hambanya yang selalu memohon kepada-Nya .
Mulai saat itu saya selalu teringat dengan cerita Mama apabila saya mempunyai mimpi-mimpi besar yang memang awalnya tak mudah untuk dijalani, namun setidaknya dapat merasakan manisnya saat mimpi-mimpi itu tercapai.
Saya yang notabene anak Pontianak, tak pernah bermimpi akan masuk UI sampai pada akhirnya saya bersekolah (SMA) di Jakarta. Saat saya utarakan ingin masuk UI, Mama sangat mendukung walau awalnya saya tidak pede dengan kemampuan saya. Banyak capaian dalam hidup saya karena dukungan yang diberikan oleh keluarga terutama Mama dan teman-teman saya. Dan yang paling penting adalah hal tersebut karena seizin Allah SWT.
Mama selalu bilang “Jangan mudah menyerah dan putus asa, jangan mau kalah sebelum berjuang”
Jangan berpikir bahwa segala sesuatu yang kita inginkan itu tak mungkin atau impossible
tapi jadikanlah i’m-possible :)