untitled. (6)
aku mengagumimu dengan aksara, bahkan tak sempat terucap. hanya mampu dirangkai dengan tinta merah jambu menjadi prosa-prosa yang berhasil menenggelamkan para pemujanya. tak pernah sedikitpun alpha, tercatat dalam lembaran demi lembaran kertas lusuh didalam sebuah buku romansa. bagai pujangga amatir yang kesiangan, setelah tidur panjangnya tatkala tau kau menjadi salah satu penikmat tiap baitnya. walaupun mungkin, tak pernah ada prasanka siapa yang menjadi topik utamanya. begini saja sudah lebih dari cukup.








