aku merindukanmu, sesaat setelah punggungmu menghilang di balik pintu kaca pagi itu.
TVSTRANGERTHINGS
trying on a metaphor
Today's Document

Discoholic 🪩

shark vs the universe
KIROKAZE
Misplaced Lens Cap
No title available
🪼
Stranger Things

#extradirty

izzy's playlists!
he wasn't even looking at me and he found me
I'd rather be in outer space 🛸
Three Goblin Art
Cosmic Funnies
Cosimo Galluzzi
DEAR READER
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

祝日 / Permanent Vacation

seen from Singapore
seen from Australia

seen from Sweden
seen from United States

seen from Switzerland
seen from Brazil
seen from Singapore

seen from Finland

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Libya
seen from United States

seen from Italy

seen from Mongolia
seen from Sweden

seen from Canada

seen from Malaysia
seen from Argentina
seen from Argentina
seen from United States
@aishalfiani
aku merindukanmu, sesaat setelah punggungmu menghilang di balik pintu kaca pagi itu.
Allah pasti memberikan jalan terbaik pada kita.
Avan & Ava
A : "sholat dulu.."
B : *bangun tidur* "apa? selat?" *bayangin selat solo*
A : "SHOLAT dulu.."
B : *sadar* "astaghfirullahaladzim.."
Dream. Life. Money. Education.
Yesterday I met my friends, call them G, N, S, R and miss N. We talk a lot about studying.. and I got lessons from there.
This year S goes to Sanata Dharma University for studying. She told us, in her university, she should pay each SKS she takes, beside the school fee. We, especially me, N, G and also miss N, was very surprised with that fact. R told us maybe that’s because Sanata Dharma is a private university. We agree that. We study in a state university so we are not usual with that. We study at UNS, the cheapest university in Indonesia, maybe on the world –“ S wasn’t accepted at UNS yet, that’s why she choose Sanata Dharma for her university. I think Sanata Dharma is good enough for english literature/education *I forget what’s her major :p, better than UNS maybe. But the consequently is she should pay more.
When we talked about it, R told us that actually she want to continue her study, but she can’t. She is hajj flight attendant from Garuda Indonesia. She has plan that after she ‘fly’, she will continue her study. R already applied for ABA RA Kartini, but Garuda Indonesia wants her to be regular flight attendant next year. It means that she can’t continue her study, again… She feel sad, but she had no choice. She told us, "when I look at N, I think it’s nice to be her. Going to campus everyday… Studying together with friends… I dream it. I can’t.”
While, G thinks it’s nice to be R. Got salary every months without study so hard (especially in university). “You get money, but you don’t get lesson. Money can’t buy it.” It just like dilema. When you choose to be flight attendant, you get money. But when you continue your study, you don’t get money. In other hand, you need money to continue your study. It’s hard.
“I don’t like studying”, G said. “If only R could replace you position, G, she would be happy”, miss N said. R just agree with her.
“I want to be a pilot, but I think I can’t reach my dream”, G told us. “I always dream, someday I will be a pilot. But now with social majoring, I can’t be a pilot.”, “No, you can, G. Now a social majoring is allowed to be a pilot”, R said.
“I only play the pilot simulator on my laptop. It’s just a game, but from that game I know that it’s not easy to be pilot. With my bad english, I can’t communicate with the ATC. That’s why I always failed, while it’s only a game.”
“Why do you want to be a pilot?”
“I dont know why. I just want to be pilot. Maybe that’s because I had plane toys on my childhood. I also often went to airport, see the pilot go down from plane. I just dream to be like him.”
“Do you still want to be a pilot?”
“In my deepest heart.”
“Go and reach your dream, G. We believe you can reach your dream. You have strong dream”, miss N and R told him.
Haha, my story was too long and bored, ya :p
From yesterday, I got lessons. Sometimes when you feel bored with your life, when you want to be someone, you don’t know that there’s someone wants to be like you. She/He thinks that our life is better than her/him. Meanwhile, we think that we just want to be like him/her. Life is complicated, always. Human never get enough with what they have now. But, please, thank God for what you have now. Not everyone can have what you have, while he/she dreams it much.
And also reach your dreams. When you have dreams, go and reach it. Don’t be pessimist person. I believe we can reach our dream, as long as we try to get it.
Cheer up!! ;)
sorry for my bad English. I have learned English since elementary school, but till now I still made mistakes. :(
couple years, ago...
Perempuan terdiri dari banyak harapan, banyak keraguan, dan ketakutan mengharapkan kepastian. Tapi saat dijanjikan, takut untuk memberikan kepercayaan.
Purbaningsih Sasanti
(via
kurniawangunadi
)
Sama - Sama Kuat
beberapa saat sebelum landing
“Biasanya anak itu seperti burung, ketika sudah terbang sekali merantau biasanya selanjutnya takdirnya akan terus merantau bahkan lebih jauh lagi dan bukan malah semakin dekat kembali pulang.”
Kalimat tersebut terlintas begitu saja dari seorang Pakde saya yang diutarakan ke orang tua saya ketika setahun lalu kami kumpul keluarga. Mungkin hanya kebetulan pada saat itu aku pun seperti berpikir “oh iya ya?”. Saya yang menginjak usia 17 tahun dan langsung merantau ke Surabaya untuk kuliah, 4 tahun lamanya. Dan sejak tahun pertama saya hanya pulang 1 tahun 2 kali, yap ketika libur semester. Semakin kegiatan padat dan puncaknya adalah ketika tahun terakhir di S1 saya tidak bisa pulang ke rumah dalam tahun itu dan tidak bertemu keluarga selama setahun. Namun Alhamdulillahnya adalah ketika saya wisuda orang tua saya hadir lengkap dengan adik adik saya. 3 hari melepas rindu selama setahun, saya langsung berankat melanjutkan studi saya di Prancis. Sampai pada akhirnya saya memutuskan selesai mendapat master untuk kembali ke Indonesia dan pulang ke rumah. Itu pun saya kaget, karena ternyata rumah saya sudah pindah walaupun masih dalam komplek yang sama. Aneh saya merasa asing dengan rumah sendiri.
Sedih ketika menyadari banyak hal dan momen yang saya lewatkan. Dalam jangka waktu 6 bulan saja tidak pulang dan ketika pulang ke rumah, saya merasa saya begitu banyak kehilangan momen dengan orang tua dan keluarga. Tiap kali pulang saya semakin sadar betapa uban di rambut Abi saya semakin banyak, raut wajah Ummi saya yang mulai berkerut, adik bungsu saya yang makin hari semakin bertambah besar. Belum lagi jika menerima kabar sakitnya keluarga dan duka sementara apa yang bisa dilakukan hanyalah berdoa dan menyampaikan salam lewat perantara pesawat telepon. Tapi buat saya ini adalah proses pendewasan dan hidup, bahkan ketika waktu diputar dan diberi pilihan untuk tinggal jauh dari rumah atau menetap di kampung halaman, maka saya akan memilih mendewasakan diri di perantauan dan pulang ketika mencukupkan nilai nilai hidup pengalaman yang didapat. Pun begitu aku mendidik adik laki lakiku, “merantaulah, kamu laki laki! Banyak pelajaran hidup, cara survive dan akselerasi hidup yang bisa didapat.”
menanti dan berkontemplasi
Dan pagi ini di bandara saya kembali mengingat beberapa kejadian dahulu, sambil membuka laptop dan mengecek email. Sepertinya saya mulai seperti burung, pergi jauh dan kembali sementara tidak terlalu lama sepertinya saya tinggal dirumah dengan orang tua setelah kembali, kurang lebih 6 bulan sebelum pada akhirnya memutuskan untuk “nge-kos” dan tinggal sendiri. Bukan, bukan karena saya tidak suka tinggal dengan orang tua saya atau ingin melarikan diri dari tanggung jawab. Namun langkah itu pun diambil dengan dukungan dan restu orang tua saya, supaya saya bisa lebih dekat ke kantor. Saya agak ngeri juga memang membayangkan harus pulang pergi Jakarta - Bekasi setiap harinya dan menghabiskan 4-5 jam umur saya di Jalanan setiap harinya. Mungkin ini pilihan tepat juga karena selain kos saya di belakang kantor dan bisa langusng jalan kaki ke kantor, tapi ini seperti adaptasi saya kembali dan persiapan menuju fase hidup selanjutnya. Menikah dan membangun rumah tangga.
Perjalanan kali ini perjalanan dinas ketiga saya dalam 6 bulan terakhir, sebenarnya saya ingin memilih destinasi dinas lain, waktu itu Ambon dan Lombok ada dalam whitelist saya. Biar sambil kerja bisa sambil travelling, tapi ternyata pekerjaan saya 2 minggu terakhir sangat banyak jadi saya harus mengubah jadwal dan jadwal yang pas adalah saya mengambil tujuan destinasi dinas saya ke Malang.
detik detik penantian
Di detik itu pun kembali saya berpikir, apa iya saya akan masih sesemangat ini ketika ada urusan kantor yang menuntut diri ini pergi keluar kota atau keluar negeri ketika saya sudah memiliki istri dan anak? Untuk saat ini saya tidak begitu ambil pusing ketika ada tugas untuk keluar kota, tidak ada beban yang saya pikirkan, pokoknya tinggal berangkat, sampai tujuan, kerja dan lanjut jalan jalan. That’s All! . Adapun hati saya mengatakan bahwa pastilah tentu sulit meninggalkan rumah ketika menjadi kepala keluarga, baik dengan keadaan lapang dan sempit, ketika lapang pasti semua orang ingin membagi kelapangan waktu dan kebahagian yang dimiliki dengan orang orang tersayang. Dan ketika keadaan sempit, maka pastilah orang lebih memilih menjaga baik baik orang – orang yang mereka saying, berada disisinya dan memastikan bahwa mereka baik baik saja.
“Gimana udah ketemu?” Tanya Ummiku sambil menggoda.
“Apanya, Mi?” Jawabku datar
“Kamu nih pura pura gatau, coba deh emang tipe mu yang gimana?” Beliau menanyakan kembali
“yang kuat, Mi. Pertama, karena kesuksesan laki laki itu ditentukan dari siapakah Ibunya dan siapakah Istrinya. Kemudian, karena dari awal aku sadar, aku ini tipikal yang aktif dan pengen terus terlibat dengan banyak orang diluar sana untuk memberi manfaat. Menjadi sebaik baik manusia. Di tambah aku ini insinyur Mi. Yang nature pekerjaannya akan sering pergi – pergi…” Saya mulai menjawab karena mengerti arah pertanyaannya kemana
“ …ditambah itu aku punya mimpi mimpi dalam hidup ini. Kesemuanya itu kalo tidak orang yang kuat, aku takut cuma akan menyakitinya. Dia harus kuat dan tahu apa yang harus dilakukan ketika aku tidak ada di rumah dan anak kami nanti demam, ketika listrik di rumah korslet dan tidak menyala, dia harus kuat dan memahami ketika ingin bermanja namun suaminya pergi karena urusan orang banyak. Tentulah harus seorang yang kuat dan hebat, karena semanjak akad maka cita citanya menjadi cita citaku dan tidak ada lagi kata dia dan aku, kesemuanya tentang kami.” Kataku mengakhiri sambil tersenyum.
Dan dalam hati aku berkata pada diri sendiri, “Dan yang paling penting dari itu semua adalah, dia harus kuat, karena aku tidak akan mengajarinya untuk menjadi lemah dan payah. Sehingga ketika aku benar benar harus pergi dari sisinya dia akan tetap menjadi kuat dan hebat, melanjutkan hidupnya, merawat anak anak dan mimpi mimpi kami.”
Malang, 18 Juni 2017
Menemukan Cara
Aku hanya belum menemukan cara bagaimana untuk bisa mengenalmu. Boleh beri sedikit waktu? Karena barangkali bukan hari ini.
Aku hanya belum menemukan cara untuk memenuhi setiap kriteriamu. Barangkali kamu mengizinkanku untuk mempelajarinya? Karena ada hal-hal yang bisa aku usahakan untuk memenuhinya.
Aku hanya belum menemukan caranya. Termasuk menemukan cara agar sabar tidak selalu aku ukur dengan batasan waktu.
Yogyakarta, 4 Juli 2017 | ©kurniawangunadi
maka jika kamu memang berusaha, jangan pernah merasa kalah, jangan pernah merasa gagal, jangan pernah merasa tertinggal. karena kemenangan dan kesuksesan hanyalah masalah waktu, jika kamu memang berusaha. karena bisa jadi, sesungguhnya waktumu untuk menang dan sukses tinggal sebentar lagi~
Meskipun kita ingin dan sudah berusaha maksimal, kita ga bisa membuat semua orang bahagia.
babyhijaber
gerimis, romantis, mencipta magis. lalu diri ini habis diantara tetes-tetes gerimis yang menyesapkan kenangan manis.
life is easy when we're child life is simple when we're young but life needs effort.. when we start to live a life we want.
aku ini orangnya norak dan nggak asik. tapi aku bahagia menjadi demikian.
kalau ditanya pernah traveling ke mana saja, jawaban aku hanya beberapa. aku suka traveling. tapi aku suka traveling kalau sama-sama keluargaku. pernah aku jalan-jalan sendirian. yang terbayang sepanjang perjalanan adalah–oh seharusnya adik-adikku melihat ini juga. aku nggak menikmatinya. akhirnya kalau aku punya uang, aku lebih senang traktir makan sekeluarga. rasanya lebih bahagia.
kalau ditanya tempat-tempat makan yang ngehits, aku juga hanya bisa menyebutkan beberapa. aku suka makan. tapi kalau dengan teman, aku lebih suka main ke rumahnya atau ke kosannya. untel-untelan sambil ngerujak atau ngebakso yang lewat. nggak perlu foto-foto kekinian untuk diunggah di sosial media. pertemanan denganku nggak seperti itu. aku lebih suka demikian, menjadi teman yang sama-sama apa adanya, mengenal keluarga teman-temanku.
kalau diajak ngobrol tentang barang-barang branded dan make up-make up branded, aku ngerti dan tau beberapa. aku juga punya satu dua kalau dihadiahi orang. tapi selebihnya, aku sih peduli amat. kadang aku malah kasian sama mereka yang mengagung-agungkan benda-benda mahal. harga diri kok ditentukan sama harga barang?
kalau diajak ngobrol tentang organisasi-organisasi keren dan gerakan-gerakan keren, aku sering tertarik tapi lebih sering karena penasaran aja. di rumah, ayah ibu selalu mengajarkan untuk lebih dekat sama tetangga daripada sama orang-orang jauh. keren itu kalau ke mesjid setiap shubuh. keren itu kalau menjenguk tetangga yang sakit. keren itu ikut karang taruna pemuda dan bikin panggung tujuh belasan untuk anak-anak kecil. ikut halalbihalal RT RW, ikut arisan dan pengajian. keren itu eksis di masyarakat yang sesungguhnya, yang paling dekat dengan kita.
aku mengakui betapa aku norak dan nggak asik. berteman denganku super nggak asik. tapi seiring berjalannya waktu, aku ngerasa banyak banget manfaat dari ke-nggak-asik-an-ku ini. paling enggak, aku nggak hidup sendiri dan cuma untuk diri sendiri.
besok-besok, anak-anakku mau aku ajarin begini juga.
kalau soal itu, kudoakan lima kali sehari; dalam tiap sujud panjangku.
aishalfiani
"nggak bakal rindu sama saya?" "apa ada kata di kamus yang melebihi kata rindu?" "nggak ada." "berarti saya nggak bisa jawab pertanyaan kamu."
Sabtu Bersama Bapak
bagaimana jika ternyata inti jantungmu sudah disentuh olehnya?
Sebodoh-bodohnya kita kalau lagi suka sama seseorang, paling nggak kita harus pinter di satu hal: kita harus tau, itu penasaran atau suka beneran.
Raditya Dika
Hidup itu seperti kopi; bisa jadi asam; bisa jadi pahit; bisa jadi manis. Seberapa banyak kebahagiaan ditambahkan, agar rasa pahit dan asam menguar, agar hidup menjadi manis? Kita sendiri yang menentukan. Life is your choice. Hidup bisa saja menjadi bahagia, sedih, bahkan kadang terpuruk. Maka ketika kamu berada di titik terendah dalam hidupmu, ingatlah bahwa kamu hanya perlu terus bergerak, menambahkan kebahagiaan sedikit demi sedikit hingga hidupmu menjadi manis kembali :)