Tidak mudah mewujudkan keluarga yang bahagia, tetapi bukan berarti tidak mungkin.
Cukup dengan kita berusaha bersama, insya Allah semua akan terwujud dengan segera.
noise dept.
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Not today Justin
tumblr dot com
Monterey Bay Aquarium
DEAR READER

Kaledo Art

Origami Around

#extradirty
One Nice Bug Per Day
i don't do bad sauce passes
Lint Roller? I Barely Know Her
No title available
Today's Document
Cosmic Funnies
NASA
Cosimo Galluzzi

oozey mess

ellievsbear
sheepfilms
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from India

seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
@akariems
Tidak mudah mewujudkan keluarga yang bahagia, tetapi bukan berarti tidak mungkin.
Cukup dengan kita berusaha bersama, insya Allah semua akan terwujud dengan segera.
-☆☆ Be A Serenity ☆☆- Jika kita bicara tentang ketenangan, pasti identik dengan perempuan. Karena sejatinya ketenangan berasal dari perempuan. Masa iya? Iya dong 😉 Coba kita ingat kembali Siapa yang menjadi wasilah hadirnya kita di dunia? Siapa yang mengenalkaan kita dengan yang namanya perasaan? Bukankah seorang ibu? Dan ibu adalah perempuan pertama yang kita kenal. Dan mengenalkan kita dengan yang namanya cinta. Jadi tidak salah dong jika perempuan adalah sumber ketenangan. Seperti halnya yang telah disampaikan teh @sefirameyda pada pembinaan rutin BP sore ini "Istri yang bahagia akan menjadikan rumah ceria". Karena pada dasarnya kebahagiaan, ketenangan dan keceriaan rumah berasal dari apa yang dirasakan istri/ibu. Jadi muliakanlah istri/ibumu maka ceria dan berkahlah harimu. Nah, kalau istri/ibu yang suka ngomel-ngomel itu gimana? Nanti rumah jadi berisik dong, gak tenang. Eits jangan salah, ngomelnya perempuan itu menandakan nyaman. Kalau ada perempuan di rumahmu yang diam, itu perlu dipertanyakan. Bisa jadi ada hal yang gak membuatnya nyaman. Jadi jangan khawatir kalau perempuan di rumahmu suka ngomel, karena ngomelnya perempuan itu bukan berarti dia marah. Hanya saja mungkin dia sedang banyak pikiran. Karena perempuan itu multitasking, jadi ia mudah terpecah fokusnya, mudah pula stresnya. Tapi tenang obatnya mah gampang, ia hanya butuh didengar dan diperhatikan. Mungkin ia sedang ada kendala dengan pekerjaannya, atau sedang macet orderannya. Kita hanya perlu memberikan solusi praktis untuknya. Contohnya memilih bisnis yang praktis, ekonomi dan laris. Jadi ia akan selalu optimis, apa lagi kalau selalu didampingi dengan orang terkasih dan leader yang siap membersamai. Nanti omelannya pasti bukan membawa masalah tapi muamalah. Setuju? ☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆ #salamsehat #ceritakita #sbec #muslimahmillionaire #meluaskanmanfaat #pengusahaIndonesia #pengusahamuda #youngpreneur #dirumahhasilkanrupiah #melangitmembumi #motivatormuslimah #yukgabungMM https://www.instagram.com/p/CXvg57cPNqr/?utm_medium=tumblr
-☆☆ Mau Bisa? Kudu Mau Belajar! ☆☆- Banyak orang yang menuntut ingin cepat bisa tanpa mau bersusah-susah untuk belajar. Hai, bangun kawan! Bukankah selama hidup kita belajar. Belajar tidak hanya ditujukan untuk para pelajar. Karena sejatinya jika kita ingin sukses maka kita kudu mau belajar. Lah, ngapain susah-susah belajar. Lha wong gak dinilai juga. Eit, jangan salah. Bukankah setiap tindakan kita selalu ada yg menilai? Ada pengawas lho yang melekat pada kita. Tau kan? Ya, Malaikat Raqib dan Atid. Catatannya akan membawa kita untuk naik kelas (syurga) atau malah turun kelas (neraka). Begitupun untuk yang ingin sukses dunia. Jangan bosan untuk mencari ilmunya, lebih baik lagi kalau punya mentor yang dapat dipercaya. Jadi, masih gak mau belajar? ☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆ #yukgabungMM #salamsehat #ceritakita #sbec #muslimahmillionaire #meluaskanmanfaat #pengusahaIndonesia #pengusahamuda #youngpreneur #dirumahhasilkanrupiah #melangitmembumi #motivatormuslimah https://www.instagram.com/p/CXqDUo3PF5J/?utm_medium=tumblr
-●● Sehat Tak Menarik ●●- Sehat itu apa sih? Sehat adalah kondisi dimana kita tidak merasa sakit. Kalau sakit itu apa? Sakit adalah ketika badan atau pikiran kita merasakan ketidaknyamanan. Nah sekarang gimana caranya kita tau kalau lagi sakit atau sehat? Ketika kita bisa menyambut hari ini dengan penuh semangat dan menutupnya dengan penuh rasa syukur. Cukup dengan itu? Beneran? Iya beneran. Karena sejatinya rasa sakit dan sehat itu dimulai dari stimulan otak kita yang selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh. Kita mau sehat? Selalulah berpikir bahwa kita itu sehat. Nah kalau udah sakit? Upayakan selalu berpikir positif. Bukankah sakit itu penghapus dosa? Jadi jangan terpuruk apalagi meratap, yang perlu dilakukan adalah mencari wasilah penyembuhan. Dengan menjaga pola makan, pola tidur yang berkualitas, olah raga dan konsumsi suplemen. Bukankah kesembuhan datang dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ade Rai pernah berkata "Sehat itu gak menarik untuk orang yang belum ngerasain sakit". Jadi jangan nunggu sakit dulu baru menghargai sehat. #salamsehat #ceritakita #sbec #muslimahmillionaire #meluaskanmanfaat #pengusahaIndonesia #pengusahamuda #youngpreneur #dirumahhasilkanrupiah #melangitmembumi #motivatormuslimah https://www.instagram.com/p/CXoO43JPrTk/?utm_medium=tumblr
Hari ini banget!! Sebelum close PO 🥳🥳📣📣 Kumpulan cerita Jatuh Bangun dan Bangkit yang ditulis alumni 30DWC jilid 25 dalam buku antologi "Jatuh Bangun Kehidupan". Jangan sampai ketinggalan, pesan sekarang juga lewat link ini ya 👇 https://bit.ly/2KBtCos Salam Aksara Sahabat Pena Keep Writing, Always Inspiring #ceritakita #sbec #sobathijrah #pejuang30dwc https://www.instagram.com/p/CIMrjQtHZXu/?igshid=170ydnpffv63n
Jadikan satu kritikan menjadi kobaran semangat inspirasi untuk mencapai tujuan. -Nur Alfi Dwi Astuti- Kutipan halaman 185 menyadarkan kita bahwa kritikan itu tidak selalu beedampak buruk. Karena hal baik atau buruk itu terlihat dari bagaimana kita memandangnya. Bisa jadi kritikan itu menyakitkan jika kita dengar saja, tetapi tidak menutup kemungkinan itu akan menjadi pemicu semangat yang mana akan membuat kita semakin terpacu untuk meraih tujuan kita. Kumpulan cerita Jatuh Bangun dan Bangkit yang ditulis alumni 30DWC jilid 25 dalam buku antologi "Jatuh Bangun Kehidupan". Pemesanan langsung bisa lewat link ini ya 👇 https://bit.ly/2KBtCos Jangan sampai ketinggalan harga spesialnya 🤩 Salam Aksara Sahabat Pena Keep Writing, Always Inspiring #ceritakita #sbec #sobathijrah #pejuang30dwc https://www.instagram.com/p/CIKhgZ8nNrI/?igshid=3nlsfn9gtjn5
Ciptakan bahagia dengan cara kita. Jangan menunda untuk berdamai dengan diri sendiri. Sadarilah, Tuhan sudah bayak memberi walau tidak diminta” -Lia Muslimah- Kutipan halaman 109 mengingatkan kita bahwa kitalah yang bertanggungjawab dengan kebahagian diri sendiri. Karena orang lain sesungguhnya hanya pelengkap, ada atau tidaknya oeran orang lain pasti kembali lagi dengan peran diri sendiri. Jadi jangan menunda untuk bahagia. Kumpulan cerita Jatuh Bangun dan Bangkit yang ditulis alumni 30DWC jilid 25 dalam buku antologi "Jatuh Bangun Kehidupan". Pemesanan langsung bisa lewat link ini ya 👇 https://bit.ly/2KBtCos Jangan sampai ketinggalan harga spesialnya 🤩 Salam Aksara Sahabat Pena Keep Writing, Always Inspiring #ceritakita #sbec #sobathijrah #pejuang30dwc https://www.instagram.com/p/CIHdRqinXKZ/?igshid=u2ep54eec876
“Kita hanya perlu bertahan sedikit ketika jatuh agar tidak terjun bebas hilang arah. Bertahan dengan kesabaran. Bertahan dengan keikhlasan. Bertahan dengan berdamai pada diri sendiri. Bertahan dengan mendekat kepada Allah” Salah satu kutipan dari Emy Sugiarti Squad 4 di halaman 29 menjadi pengingat, bahwasanya bertahan tidak melulu hanya sekadar mempertahankan melainkan berdamai dan mendekat. Tidak melulu soal diri sendiri, melainkan hubungan dengan Sang Pencipta dan umat. Kumpulan cerita Jatuh Bangun dan Bangkit yang ditulis alumni 30DWC jilid 25 dalam buku antologi "Jatuh Bangun Kehidupan". Pemesanan langsung bisa lewat link ini ya 👇 https://bit.ly/2KBtCos Jangan sampai ketinggalan harga spesialnya 🤩 Salam Aksara Sahabat Pena Keep Writing, Always Inspiring #ceritakita #sbec #sobathijrah #JatuhBangkitKehidupan #pejuang30dwc https://www.instagram.com/p/CIBN5h5sk2M/?igshid=ocn1ts1bfpoo
Jatuh, sakit, dan bangkit. Tiga kata ini menjadi tema dalam antologi kali ini. Tak terasa sudah 25 Jilid 30DWC berjalan dengan berbagai cerita di setiap angkatannya. Mereka yang menjalani hidup pasti pernah mengalami 3 fase ini. Tentu dengan ceritanya masing-masing. Termasuk Fighter yang menjalani proses bertumbuhnya. Jatuh. Sering dianggap sebuah kegagalan. Bisa jadi. Tapi kalaulah berhenti dan tidak melangkah ke mana-mana, apa yang akan diharapkan untuk terjadi? Tidak ada perubahan sama sekali. Sakit. Ya begitulah rasa yang awal dirasa saat jatuh. Tapi lagi-lagi, rasa sakit tidak akan pulih jika tidak melakukan apa-apa. Bangkit. Inilah yang harusnya kita pilih. Apa pun yang terjadi, teruslah melangkah. Jatuh bangun kehidupan. Semoga kita akan terus melangkah ke depan, apa pun yang terjadi. Untuk pemesanan buku ini, silakan ke https://bit.ly/2KBtCos -Salam Aksara Sahabat Pena- #ceritakita #sbec #sobathijrah #mastermindwriter10 #pejuang30dwc https://www.instagram.com/p/CH-icRTsN7D/?igshid=550hao05ugjo
-•• Merindu Hujan ••- كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ ﴿٢١٦﴾ "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" Al Baqarah : 216 Lantas masih ada yang harus disesali? #mastermindwriter10 #ceritakita #sbec #merinduhujan https://www.instagram.com/p/CHLBPMJMIkh/?igshid=1ewd9d908tgdh
-••Team Work••- "Kita saling mendukung bukan karena kita adalah tim. Kita tim karena kita saling mendukung satu sama lain." Kiyoshi Teppei -Kuroko no Basuke- Bukankah kita hidup tidak bisa lepas dengan hubungan sosial? Entah kita suka atau tidak. Entah kita bisa atau tidak. Lingkungan sosial akan menjadi kebutuhan. Dari lingkungan tersebut pasti akan muncul yang namanya rekan dan lawan. Nah, dari sinilah kita dapat berkembang. Bagaimana bisa? Rekan akan menjadi penopang dikala kita berjuang, dan lawan akan menjadi pemicu dikala kita memperjuangkan. Tetapi tidak jarang jika kehancuran timbul akibat rekan, bukan karena lawan. Percaya tidak? Mungkin terlihat mustahil, tetapi mari kita tengok kembali. Rekan akan kita sebut rekan apabila memiliki ikatan berjuang meraih visi yang sama. Tetapi jika team work tidak mampu mengimbanginya, maka pupuslah sudah. Mudah menyebut seseorang sebagai tim kita, tetapi tidak akan mudah menyebutnya sebagai rekan kita. Karena rekan ada ketika kepercayaan tercipta. Ketika beban satu orang menjadi tanggung jawab bersama. Ketika kita berjuang tanpa adanya pamrih. Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam al-Quran berfirman وَ تَعاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَ التَّقْوى وَ لا تَعاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَ الْعُدْوان “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” Qs Al-Maidah (2) Tolong menolong tidak hanya diperuntukkan untuk mereka yang fakir, miskin atau mereka yang tidak memiliki kemampuan bekerja. Tetapi saling berjuang di dalam tim untuk meraih visi juga merupakan hakekat dari tolong menolong. Karena tim hanya akan menjadi cangkang kosong jika tidak diisi dengan rekan yang saling mendukung dan berjuang bersama. Tidak mudah memang jika hanya berbicara, perlu adanya praktek dan usaha keras. Karena ketika berbicara soal tim, maka kita akan berbicara tentang pandangan dari beberapa orang. Hal tersebut juga yang akan mengajarkan untuk menekan rasa ego dan mencoba untuk membuka hati. Meski sulit, tetapi ini layak untuk diperjuangkan. ^Semangat Bejuang dalam Tim Sahabat Pena^ #ceritakita #sbec #mastermindwriter10 https://www.instagram.com/p/CFhnu1rlb5W/?igshid=15ltgx27kim2q
-••Menjelajah yang Dekat••- "Hmm.. Jenuh banget, pengen jalan-jalan. Enaknya kemana ya?" "Waah, Karimun jawa boleh nih." "Hmm, puncak juga asik." "Ke Bandung aja deh." "Eksplore Jatim seru kali ya." "Atau Raja Ampat, pemandangannya pasti keren banget." "Tapi sesekali ke luar negeri boleh juga." Kebanyakan orang pasti akan memikirkan hal tersebut dikala jenuh melanda. Berpikir bahwa kejenuhan bisa dihilangan jika kita pergi jauh. Ketempat yang bergengsi atau yang lagi ngehits, yang tidak jarang harus merogoh koceng dalam. Tetapi kita lupa, jika keindahan yang bisa memanjakan mata tidak jauh dari pandangan kita. Tidak perlu perjalanan jauh yang mengharuskan kita bingung untuk memesan tiket, bahkan penginapan. Karena keindahan itu ada di setiap sudut kaki menapak. Kadang hanya cukup menempuh perjalanan 2 jam atau hanya beberapa menit saja dengan berkendara motor. Jadi, tidak perlu ambil pusing untuk rehat dari jenuhnya aktivitas. Nikmati saja alam sekitar, tak perlu gengsi atau banyak pikiran. Cukup buka mata dengan apa yg ada. Karena terkadang tersesat di jalan yang benar juga menyenangkan.. Bukankah yang menjadikan perjalanan indah itu adalah cerita dibaliknya? Bukan perkara jauh dekat, atau murah mahal. #rindurihlah #ceritakita #sbec #mastermindwriter10 #menjelajahyangdekat @mastermindwriter10 https://www.instagram.com/p/CFPoh3JFcwF/?igshid=1pqovbf1xejee
-••Habits••- 30 hari membentuk kebiasaan. Pasti tidak mudah bukan. Dan itu yang sedang aku rasakan sekarang. 30 hari yang lalu aku memutuskan untuk mengikuti “30 Day Writing Challenge”. Awalnya aku sangat antusias, bahkan sampai sudah menyusun beberapa judul. Karena menulis adalah hal yang paling aku sukai. “Tidak sulit untuk merangkai kata, jadi aku pasti bisa.” Pikirku saat itu. Tetapi siapa sangka di pertengahan aku mulai sedikit tersendat. Bahkan sering mengalami writers block, dan itu membuat pola keseharianku berubah. Terutama karena adanya target setoran setiap hari. Aku tidak tahu dengan penulis yang lain, tetapi aku merasa ideku baru bisa tertuang ketika malam tiba, dan itu sedikit banyak mempengaruhi waktu tidurku. Namun tidak pernah aku berpikir untuk menyerah. Karena ini pilihanku, jadi harus aku tuntaskan sampai akhir. Aku jadi ingat prinsip yang selalu aku genggam ketika masa sekolah dulu. “Kalau sudah basah, ya basah sekalian. Ngapain nanggung-nanggung.” Kalimat sederhana itu menjadi penyemangatku ketika sudah memutuskan untuk menekuni bidang tertentu. Meski tidak semua pilihan berjalan mulus. Lebih dari 60 orang yang mengikuti challenge 30 DWC jilid 25 ini. Dan aku tergabung dalam squad 3, kumpulan orang-orang hebat yang penuh semangat. Aku banyak belajar dari meraka. Belajar menaklukan kata menyerah. Materi dalam diskusi yang di pandu oleh mentor juga luar biasa. Diskusi dengan sesama fighter pun tidak kalah hebatnya. Banyak hal baru yang aku temukan. Meski aku suka menulis, tetapi ilmu dan pemahamanku masih tipis. Dan hari ini ketika 30 DWC berahir, aku memutuskan untuk tetap melanjutkan untuk menulis. Meski masih belum yakin untuk menekuninya setiap hari, tetapi sekarang aku semakin menikmati bercengkrama dengan bait-bait kata. Semoga semangat yang membara ini tetap akan berkobar hingga Allah mengizinkan untuk padam. Special thanks for mentor kak @rezky_passionwriter dan kak @rizkamamalia Superteam kak @sarikusumaway dan kak @spriscadewii Dan tak lupa seluruh squad 3 yang kece 🤗 ^Semangat Berkarya Sahabat Pena Semua^ #30DWC #30DWCJilid25 #Day30 #ceritakita #sbec @pejuang30dwc https://www.instagram.com/p/CFH8rkhFRvV/?igshid=1t4f7lomqsaua
Dendam Semangatku
Apakah pernah sahabat pena merasa terluka?
Jika iya, luka yang timbul akibat apa?
Luka fisik kah?
Atau luka hati?
Luka fisik meski terlihat menyakitkan namun mampu diobati. Tetapi ketika hati yang terluka, pasti akan sulit untuk menyembuhkannya.
Ketika emosi negatif tersimpan di hati terlalu lama, apalagi jika itu disebabkan oleh orang lain, pasti akan mudah memicu dendam. Sebagian dari dendam itu akan memberikan dampak negatif, tetapi sebagian lagi akan memberikan efek positif.
Bagaimana bisa?
Saya akan berbagi cerita ketika dendam yang tersimpan di hati mampu menjadi penyemangat di kemudian hari.
-••••-
Saat kecil saya adalah pribadi yang introvert, bahkan bisa dibilang tidak memiliki kelebihan apapun. Baik dari segi bakat, maupun akademis. Pernah beberapa kali saya mengalami pembullyan secara verbal, yang membuat saya tidak jarang merasa terpuruk dan benci. Benci kepada setiap orang yang menghina dan menjatuhkan, benci kepada diri sendiri yang begitu lemah.
Dari benci itulah saya mulai membatasi diri. Tidak memiliki keberanian untuk mengasah kemampuan. Hingga lambat laun saya mengalami kemunduran bahkan keterpurukan.
Sampai suatu saat ketika kukira saya telah bangkit dari keterpurukan, terdengar satu kalimat sederhana yang membuat saya jatuh semakin dalam.
“Kamu tidak mungkin bisa kuliah.”
Mungkin jika orang lain yang berkata rasa sakitnya tidak akan sebesar ini. Tetapi kalimat itu muncul dari orang yang paling saya hormati, entah kenapa api kebencian sedikit tersulut saat itu. Dan mulai detik itulah rasa hormatku memudar, perlahan memicu munculnya dendam.
Banyak pilihan yang dapat saya lakukan untuk menebus rasa dendam. Saya bisa menyebarkan rumor tidak baik tentang beliau, saya bisa mangkir dari tugas yang diberikan untuk mengacaukan keadaan, atau saya bisa merusak properti yang beliau punya agar merasa tidak nyaman.
Meski demikian pilihan itu tidak saya laksanakan, karena saya tahu siapa yang akan lebih terluka. Jadi pilihan saya adalah membalas perkatannya dengan bukti di masa depan.
Bagaimana caranya?
Tentu saja dengan berjuang.
Meski sedikit tertatih saya mulai belajar, memahami sampai mana potensi dan keterbatasan saya, hingga akhirnya saya lulus SNMPTN dengan jalur ujian tertulis. Tetapi tidak sampai di situ saja. Karena kondisi ekonomi yang terbatas, saya masih harus berusaha untuk menutup biaya kuliah. Dan sampailah akhirnya saya bisa mengenakan toga dan menyandang gelar sarjana dengan beasiswa.
Tidak ada yang pernah menyangka, bahkan banyak yang meragukan. Tetapi ketika dendam saya menjadi penyemangat, akhirnya saya mampu membuktikan bahwa saya bisa. Efek yang saya dapatkan juga di luar dugaan. Karena pandangan saya tidak tertutup dengan emosi yang menyesatkan, sehingga pembelajaran yang saya dapatkan mampu menjadi penyelamat dari ketidakberdayaan.
-••••-
Itulah cerita tentang dendam yang pernah saya miliki. Sekarang kita bisa tahukan dampak dari dendam yang menuruti emosi negatif dan positif memiliki akhir yang bagaimana?
Ketika dendam diarahkan ke hal yang buruk, hanya akan menyisakan keburukan di masa depan. Tetapi ketika dendam diarahkan ke hal yang menjadi penyemangat untuk kita berjuang, yang kita dapatkan lebih dari sekadar keberhasilan. Karena kita telah mengalahkan sisi negatif di dalam diri, sehingga membuat kita mampu bangkit dari keterpurukan dan menjadi pribadi yang membanggakan.
^Semangat Bangkit Sahabat Pena Semua^
#30DWC #30DWCJilid25 #Day29 #ceritakita #sbec @pejuang30dwc
Menangis Baha(Gia)
Aku ingin bercerita, tentang seorang gadis yang tampak selalu bahagia.
Panggil saja dia Gia.
Gia, adalah gadis yang super aktif dan ramah terhadap semua orang. Tidak pernah terlihat segores luka dari wajahnya.
Tetapi, Gia tetaplah manusia biasa yang memiliki hati selembut sutra dan sekuat kaca.
-••••-
Sudah 25 tahun aku mengenalnya. Dan sekali lagi, aku melihatnya tersenyum bahagia. Dengan balutan gaun putih berhiaskan mahkota di kepala mungilnya. Tidak lupa segenggam bunga yang dia pegang selepas akad.
Hampir 2 jam ia berdiri di pelaminan, meski terlihat lelah, senyumannya tetap merekah.
Terkadang aku bertanya-tanya, apakah otot wajahnya hanya bekerja untuk menampilkan senyuman?
-••••-
Kini matahari telah mengisyaratkan untuk pulang, perlahan tamu berhampuran meninggalkanku dan Gia sendirian. Dan duduklah aku berdampingan di kamar yang telah disiapkan. Gia hanya berdiam, 30 menit terlewati tanpa adanya kata. Tidak seperti dirinya yang selalu tampak ceria.
Kukira dia hanya gugup, mengingat kini kami memiliki status yang berbeda. Hingga dengan samar aku melihat butiran halus menghiasi pipi indahnya.
Aku kebingungan!
Bagaimana tidak?
Jika yang terlihat bukanlah senyum atau tawa yang biasanya menghiasi wajahnya. Perlahan ku usap pipi lembutnya, dan menanyakan apa yang tengah dirasakan.
Gia tetap diam, meski aku tahu dia mendengarkan pertanyaanku. Dengan senyuman yang berhiaskan air mata, dia hanya menyerahkan buku biru tua yang telah tersimpan di nakas. Aku kenal dengan buku itu. Karena di saat kecil, pernah suatu hari aku melihatnya memeluk buku itu dengan haru.
Setelah yakin mendapatkan izin untuk membukanya, aku mulai menjelajah di setiap lembarannya.
Foto gadis berkuncir dua yang diapit oleh laki-laki bertubuh gembul namun berwibawa dan wanita berkrudung lembut menghias halaman pertama. Itu adalah foto keluarga Gia. Terlihat gadis itu tersenyum cerah dengan gigi ompong duanya. Selanjutnya hanya ada tulisan-tulisan indah, yang berisi curahan hatinya.
-••••-
Foto itu sudah berumur 20 tahun dan menjadi kenangan terakhir bagi mereka, karena tidak lama selepas foto itu diambil ibunya meninggal, disebabkan sakit leukimia. Saat itu Gia terlalu muda untuk mengerti arti kehilangan, dia hanya tahu ibunya telah tertidur lelap di dipan. Meski dengan bergulirnya waktu, dia akan mengerti dengan sendirinya bahwa ibunya telah pergi untuk selamanya.
Setiap hari Gia tidak pernah tampak sedih, hanya bahagia yang menghias wajahnya. Bahkan tidak pernah sekalipun dia bertanya kepada sang ayah, dimana ibunya berada. Walaupun di dalam hati dia ingin sekali bertanya.
Seperti tidak terima, atau hanya karena rasa penasaran. Sering kali aku mengganggunya agar dapat melihat dia menangis bahkan marah. Tetapi aku menyerah, karena segala upaya tidak pernah berhasil. Dan kini aku tahu, bahwa senyumannya selama ini adalah caranya menyembunyikan luka di hati. Terutama untuk sang ayah, agar dia tidak melihat orang terkasihnya bersedih. Sungguh betapa kuat dan tangguhnya gadis kecil yang dulu selalu kujahili.
-••••-
Ketika kututup kembali buku biru tua itu, aku hanya mampu memandangnya tanpa mampu mengeluarkan kata. Dan dia hanya tersenyum, memandangku penuh makna. Segera kutarik dia dalam dekapan dan membisikkan, “Terimakasih karena kamu sudah menyerahkan sepenuhnya hati dan sakitmu kepadaku.”
Meski selanjutnya hanya tangis yang terdengar. Dengan suara yang masih terisak dia menjawab pelukanku dengan erat dan berbisik, “Sudah kewajibanku, karena kini kau adalah bagian dari hidupku.”
Malam itu tidak banyak kata yang kami ucapkan, hanya terdengar suara tangis darinya.
Malam itu pula untuk kali pertama aku melihat Gia menangis. Menangis bahagia.
-••Terinspirasi dari “Biru by Suaracerita”••-
^Salam Bahagia Sahabat Pena Semua^
#30DWC #30DWCJilid25 #Day28 #ceritakita #sbec @pejuang30dwc
-••Tumbuh••- Setiap orang pasti pernah merasakan jatuh. Baik jatuh dalam arti sesungguhnya, maupun jatuh ketika gagal mendapatkan atau meraih sesuatu. Setiap orang pasti pernah berada di titik terbawah, ketika merasa sudah tidak ada lagi harapan. Semua jerih payah yang sudah diperjuangkan terasa sia-sia, ketika tujuan tidak dapat digenggam. Tetapi tahukah sahabat pena, bahwa setiap hari matahari akan tenggelam menghadirkan kegelapan yang terkadang penuh kesunyian? Lantas apakah hari itu akan berhenti? Tentu saja tidak. Melainkan menandakan awal dari hari esok yang akan datang dengan sinar mentari yang begitu terang. Memang tidak setiap hari selalu cerah, ada kalanya mendung datang atau hujan menerjang. Tetapi matahari tetap ada dan selalu setia demi memberi kehidupan. Bukankah semangat juga begitu? Ketika satu hari terlewati, itu artinya hari esok akan datang kembali. Ketika satu masalah menghampiri, itu artinya saatnya kita untuk tumbuh dan belajar kembali. Seperti yang dijelaskan dalam surah Al Imran ayat 139. وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” Al Imran (139). Dalam surah tersebut dijelaskan, bahwa kita sebagai seorang mukmin tidak sepatutnya bersikap lemah, karena kita adalah makhluk yang paling mulia dengan segala kelebihan dan keimanan yang kita miliki. Bahkan Allah telah menjanjikan kepada setiap hambanya yang dirundung masalah, bahwa pertolongan akan datang kepada hamba-Nya yang bertakwa dan pantang menyerah. Bukankah itu menandakan tidak ada hal yang perlu kita takutkan? Bersedih hati boleh, tetapi jangan pernah berpikir untuk menyerah. Sejatinya, keberhasilan dan kesuksesan bukanlah milik orang berpangkat tinggi maupun kaya harta. Melainkan seseorang yang mampu untuk tumbuh dan memperjuangkan harapannya. Jadi, adakah yang masih ditakutkan sahabat pena? ^Semangat Tumbuh Sahabat Pena Semua^ #30DWC #30DWCJilid25 #Day27 #ceritakita #sbec @pejuang30dwc https://www.instagram.com/p/CFAIoPYDG6L/?igshid=1i43ob4dz9imi
-••Surat Cinta••- Saat ini malam terasa sunyi Hanya keheningan yang menemani Tapi tidak dengan hati Saat ini hampir terpejam mataku Dengan kantuk yang terus menggerogoti kalbu Tapi tidak dengan jiwaku Raga mungkin terpisah Tapi tidak dengan cinta yang membara Mata mungkin tak mampu berpandang Tapi tidak dengan cinta yang kian mekar Biarlah kini kusendiri Menapaki jalan yang begitu sunyi Karena ketika waktu telah bergulir Kuyakin akan mampu menemani -••••- Ketika kuterjaga bayangnu memudar Tapi tidak dengan rasa rindu yang kian membesar Ketika kuterlelap bayangmu muncul dengan samar Meski beriringan dengan rindu yang kian mengembang Ibu.. tahukah jika aku rindu? Rindu akan celoteh indah suaramu Rindu akan manisnya dekapanmu Rindu akan harum semerbak kehadiranmu Ayah.. sungguh kuingin berjumpa Melihat sosok tangguh berwibawa Hanya dengan senyuman kurasakan kehangatan Hanya dengan aura kurasakan aman Adik.. bagaimana kabarmu kini? Masihkan kau sibuk menapaki mimpi? Pasti waktumu berkurang tanpa kau sadari Tapi jangan pernah kau memaksakan diri Karena aku akan selalu membersamai -••••- Cinta sungguh indah dirasa Karena hanya dengannya kumerasa bahagia Cinta memang tak mampu mengobati Terkadang malah memberi luka di hati Tapi hanya dengan merasa mampu kusadari Kehadiran mereka begitu berarti Biarlah kini jarak menjadi pemisah Karena kuyakin esok akan tiba Ketika kami menebus rindu yang ada Biarlah raga tak mampu berdekapan Karena kuyakin akan tiba waktunya Seluruh dunia menyaksikan Betapa kami saling mencinta ^Salam Rindu Sahabat Pena Semua^ #30DWC #30DWCJilid25 #Day25 #ceritakita #sbec @pejuang30dwc https://www.instagram.com/p/CE66WDYDmYu/?igshid=175ahtp9csq7i