Bicara Tentang Pertumbuhan dan Perkembangan
Bayi yang dulunya mungil, kecil, dan pendek, terus beranjak tinggi sampai dewasa. Gigi bayi yang awalnya ompong bisa muncul satu persatu, berikut semasa balita yang sering menangis, ketika usia 4 tahun mulai berkurang intensitasnya. Hal tersebut tak luput dari yang namanya pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan sesuatu yang identik dengan adanya perubahan dalam diri manusia. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah pertumbuhan dan perkembangan itu sama?
Jelas berbeda teman-teman, pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang berbeda. istilah perkembangan menunjukkan arti perubahan kuantitatif, pertambahan dalam ukuran dan struktur. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan yang bersifat kuantitatif atau mengandung arti adanya perubahan dalam ukuran dan struktur tubuh sehingga lebih banyak menyangkut perubahan fisik.Selain itu, pertumbuhan dipandang pula sebagai perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik atau sebagai akibat dari mekarnya daya-daya dari dalam, yang berlangsung secara wajar pada diri anak, dalam peredaran waktu tertentu. Bersifat kuantitatif, irreversibel, dapat diukur, dan dapat dilihat.
Hasil dari pertumbuhan ini berupa bertambah panjang tulang tulang terutama lengan dan tungkai, bertambah tinggi dan berat badan serta makin bertambah sempurnanya susunan tulang dan jaringan syaraf. Pertumbuhan ini akan terhenti setelah adanya maturasi atau kematangan pada diri individu. Contoh dari pertumbuhan antara lain pertumbuhan tinggi badan, Naiknya berat badan, Perubahan suara, Tulang memanjang dan melebar, lingkar kepala bayi yang membesar, Organ tubuh membesar, sel-sel dalam tubuh bertambah banyak, dan semacamnya yang berkaitan dengan fisik.
Sementara itu, istilah perkembangan merujuk ke bagaimana orang tumbuh, menyesuaikan diri, dan berubah sepanjang perjalanan hidupnya, melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosioemosi, perkembangan kognisi (pemikiran), dan perkembangan bahasa. Di samping itu, perkembangan menurut Hurlock berkaitan dengan perubahan kualitatif dan kuantitatif yang merupakan deretan progresif dari perubahan yang teratur dan koheren. Progresif menandai bahwa perubahannya terarah, membimbing mereka maju dan bukan mundur. Teratur dan koheren menunjukkan adanya hubungan nyata antara perubahan yang sebelumnya dan sesudahnya. Sedangkan, perkembangan menurut John W. Santrock mengatakan bahwa pola gerakan atau perubahan yang dimulai dari pembuahan dan terus berlanjut sepanjang siklus kehidupan. Pola gerakan perkembangan ini sangat kompleks meliputi proses biologis, kognitif, dan sosioemosional. Dari berbagai pengertian perkembangan di atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan ialah suatu proses perubahan secara berurutan dan menjadi lebih kompleks dan matang.
Perkembangan memiliki sifat multidimensi, yakni integrasi anatara fikiran, sosioemosi, kognitif, fungsi biologis serta intelegensi sosial. Karena beberapa hal tersebut tidak berjalan dengan semestinya, maka perkembangan secara psikologis akan terganggu, sehingga ada beberapa orang yang stres karena tekanan fikiran atau terganggunya sosioemosi, fikiran dan intelegensi sosialnya. Selain itu, perkembangan juga bersifat plastis atau kapasitas untuk berubah.
Perubahan dapat kearah yang lebih baik atu bahkan ke arah yang lebih buruk tergantung faktor yang mendasari dan penyikapan seseorang terhadap masalah yang dihapai. Misalnya (perubahan ke arah yang lebih baik) Si B anak yang pemalu, kemudia ia menyadari akan hal ini, maka ia ingin merubahnya untuk menjadi lebih baik lagi melalui pelatihan (public speaking) dan adanya strategi yang baik diterapkan. Sehingga dengan berjalannya beberapa waktu, ia menjadi anak yang lebih pecaya diri. Sedangkan si C adalah anak yang sangat percaya diri, kemudian ia berubah menjadi pemalu dan pesimis karena ada masalah yang menghampiri dan cukup mengoyak psikologisnya (perubahna ke arah yang tidak baik).
Perkembangan dalam diri seseorang sendiri berlangsung sejak anak mulai lahir kedunia, karena ia belajar mengoptimalkan fungsi-fungsi organ tubuhnya, meskipun dengan bantuan orang disekitarnya atau orangtua sampai si anak meningal dunia. Dengan kata lain, perkembangan seseorang berlangsung sepanjang hayat. Tetapi tiap anak memiliki tempo perkembangan yang berbeda-beda. Bisa saja si A usia biologisnya adalah 10 tahun tetapi usia psikologis atau usia perkembangannya masih 9 tahun atau 11 tahun atau mungkin sesuai, yakni sama 10 tahun. Usia perkembangan seseorang dapat lebih cepat atau lebih lambat dari usia biologisnya, hal ini terjadi karena berbedanya faktor-faktor perkembangan yang menghampiri seseorang baik dari dalam maupun luar.
Faktor yang pertama adalah faktor genetik/hereditas merupakan faktor internal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan individu. Hereditas sendiri dapat diartikan sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua. Sejalan dengan itu, faktor genetik dapat diartikan sebagai segala potensi (baik fisik maupun psikis) yang dimiliki individu sejak masa prakelahiran sebagai pewarisan dari pihak orang tua melalui gen-gen yang dimuliki oleh orang tua. Dari definisi tersebut, yang perlu digaris bawahi adalah faktor ini bersifat potensial, pewarisan/bawaan dan alamiah (nature).
Faktor yang kedua ialah lingkungan. Lingkungan disini memiliki arti luas. Bisa berupa lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dalam hal ini lingkungan di artikan sebagai keluarga yang mengasuh dan membesarkan anak, sekolah tempat mendidik dan masyarakat tempat anak bergaul dan juga bermain sehari-hari. Lingkungan merupakan faktor eksternal yang turut membentuk dan mempengaruhi perkembangan individu. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa faktor genetik bersifat potensial dan lingkungan yang akan menjadikannya aktual. Ada beberapa faktor lingkungan yang sangat menonjol yakni dalam lingkungan keluarga.
Faktor yang ketiga adalah kondisi kehamilan. Kondisi kehamilan pada dasarnya tumbuh kembang anak sudah dimulai sejak dalam kandungan. Tumbuh kembang janin di dalam kandungan sangat pesat. Oleh karena itu janin harus benar-benar dijaga jangan sampai mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya. Kondisi kehamilan ibu dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya anak. Sementara itu masih terdapat kurang baiknya kondisi kehamilan hal tersebut disebabkan oleh pada saat ibu hamil karena ibu mengalami stres yang berat, mengalami mual muntah yang berlebihan, paparan rokok pada kehamilan dan nafsu makan yang buruk. Sehingga kondisi kehamilan yang baik dibutuhkan agar perkembangan anak balita normal.
Faktor yang keempat adalah pemenuhan nutrisi. Peran orang tua sangatlah penting dalam pemenuhan nutrisi dalam perkembangan anak karena apa yang dimakan anak akan asupan gizi untuk menjadi zat pembangun pertumbuhan dan perkembangan anak. Agar perkembangan anak sesuai dan normal sesuai dengan umur anak. Satu aspek penting dalam pemberian makanan pada anak yaitu keamanan makanan dan terbebas dari berbagai racun kimia yang kian mengancam kesehatan anak. Pemenuhan nutrisi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Jika pemenuhan nutrisi kurang baik maka pertumbuhan akan terganggu, karena gizi sangat diperlukan untuk membangun pertumbuhan dan perkembangan. Karena ibu orang yang paling terdekat dengan anak, maka ibu yang akan menjadi orang yang berpengaruh dalam pemenuhan nutrisi anak.
Faktor yang terakhir adalah perilaku pemberian stimulus pendidikan dan pengetahuan orangtua sangat berpengaruh terhadap pemberian stimulasi, karena dengan pendidikan dan pengetahuan yang semakin tinggi, orangtua dapat mengarahkan anak sedini mungkin dan akan mempengaruhi daya pikir anak untuk berimajinasi. Latar belakang keluarga yang mendukung juga mempengaruhi prestasi anak. Perkembangan anak dapat berlangsung sesuai tahapan usianya baik melalui stimulasi langsung dari orangtua, melalui alat permainan, anggota keluarga lain, sosialisasi anak dengan orang dewasa maupun teman sebaya di lingkungan tempat tinggal. Penelitian yang dilakukan oleh Barros dkk di Brazil dengan Batelle’s Development Inventory untuk menilai perkembangan, mendapatkan hasil bahwa anak-anak yang mendapatkan stimulasi nilainya lebih tinggi dan kemampuan perkembangannya lebih baik daripada anak yang tidak mendapatkan stimulus.
Sekian
















