“He is happiest, be he king or peasant, who finds peace in his home”.
Ikatan emosional sama nyokap jadi landasan dari cita-cita gue sejak membujang, untuk belajar jadi suami & ayah yang bener sampai sekarang.
Banyak banget cerita, hikmah, do’s & don'ts yang bernilai dan terpatri sebagai prinsip. Diantaranya, hikmah bahwa rumah adalah titik tolak penting dari pendewasaan seorang laki-laki muda.
Karena pada dasarnya, keadilan para laki-laki berawal dari rumah. Sejalan dengan hikmah yang kita petik dari surat An-Nisaa, bahwa adil terhadap istri adalah ujian pertama para suami.
Sebagai suami, sebagai pemakmur bumi, karena para lelaki diperintahkan untuk membina hubungan dengan istrinya - secara layak & semestinya.
Ujian yang berat karena sebaik apapun kesan yang para lelaki coba bangun di luar rumah, istrinya akan menjadi sosok pertama yang menilai keabsahannya.
Seberapa sering suaminya berlaku adil, bersabar dengan kondisi, memperhalus hati sang istri dengan menunggu hingga amarahnya mereda ketika perasaannya memang sedang berkecamuk hebat.
“Kalau malem tuh, jangan tidur dulu kalau ngeliat istri kamu lagi sedih. Tanyain, ada apa”.
Sebelum “Men are from Mars, Women are from Venus”, nyokap udah sering ngingetin tentang pentingnya empati dalam merawat hubungan di rumah.
Kalau perempuan memangku peranan esensial di rumah, akhirnya peran para suami untuk memelihara kondusivitas keluarga bukan urusan sebelah mata.
Karena lewat rahim para istri, setiap pejuang dilahirkan. Amru Khalid sebut, tanpa kita sadari, para istri bersabar ketika disulitkan oleh suaminya seperti pergi berperang 100x setiap hari.
Pungkas Amru Khalid dalam tulisannya, “Allah tahu engkau berperang atas kesabaran pada suamimu dan juga pemeliharaan terhadap rumahmu”.
Selain menjadi tempat pulang paling tenteram, rumah juga bisa berkarakter sebaliknya ketika para laki-laki enggan berlaku adil untuk mengelola keluarga sesuai dengan peran dan fitrahnya.
Kumpulan nasihat nyokap bikin gue mawas kalau keadilan di tataran rumah, jadi pilar esensial yang juga menopang kepemimpinan seorang laki-laki.
Gimanapun, pada akhirnya, semua hal penting selalu berpulang ke rumah. Termasuk titik tolak atas perbaikan yang kita terus coba upayakan. Ayo, awali setiap perbaikan dari rumah :)