Memang benar jika ada yang bilang berharap itu jangan sama manusia, nanti sakit. yah apapun harapannya sih. memang paling benar berharap kepada Sang Pencipta deh.

Discoholic 🪩
Sweet Seals For You, Always

Love Begins
RMH

No title available
NASA
Game of Thrones Daily
No title available
Claire Keane

titsay
YOU ARE THE REASON
Jules of Nature
almost home
untitled
KIROKAZE
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
The Stonewall Inn
No title available
The Bowery Presents
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Lithuania

seen from Indonesia

seen from United States
seen from Belgium
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Sweden
@aksarabtari
Memang benar jika ada yang bilang berharap itu jangan sama manusia, nanti sakit. yah apapun harapannya sih. memang paling benar berharap kepada Sang Pencipta deh.
Kamu
teriknya matahari, mengingatkanku kepada dirimu. bersinar ketika pertama kali bertemu. selalu teringat di benakku, bagaimana kita bertemu dan memutuskan bersama. merencanakan hal remeh hingga hal serius. membagi tawa, kesal, sedih, bahkan menangis bersama
memang baru sebentar, namun rasanya seakan bertahun bersama. banyak perubahan yang terjadi seiring detik waktu berjalan. banyak pula kesalahan kesalahan baru yang timbul.
bukan hanya kamu, namun aku juga. langkah kakiku tidak memberat, saat aku mencoba untuk terus bersamamu. malah sebaliknya, sangat ringan meski aku tau, didepan sana banyak sekali rintangan
kesalahan yang dilakukan berulang, terkadang memang melelahkan bahkan menguras emosi. namun bukan berarti berhenti mengingatkan. ketika kita berdua sudah lelah untuk saling mengingatkan, patut dipertanyakan rasa cintamu. apalah masih ada atau sudah kandas?
aku tidak lelah mengingatkan bahkan menegur apa yang menjadi kesalahan. jadi aku mohon kamupun jangan lelah mengingatkan
Wajar Kok
wajar kok kamu merasa sedih. wajar kok kamu merasa galau. wajar kok kamu merasa kehilangan dan sangat wajar juga kamu merasa ditinggalkan. semua itu perasaan manusiawi
tapi
jangan terlalu lama berkubang diperasaann tersebut. kenapa? semakin kamu lama berkubang semakin susah kamu untuk berlari dari rasa tersebut
sesekali merasakan emosi itu, wajar. sesekali lho ya. bukan setiap hari. tapi kamu tetap harus punya kontrol diri
bahaya, kalau kontrol diri kamu mulai menghilang
Sudah ya...
hari ini pikiran kamu kusut. hari ini juga semua yang buruk-buruk mampir ke kepala kamu. kamu semakin tenggelam dalam pikiran-pikiran buruk yang tidak ada ujungnya. kamu semakin terlena dengan pikiran-pikiran yang semakin kesini semakin membuat hatimu campur aduk.
gak papa kalo kamu memilih menikmati perasaan tersebut. ngga papa juga kalo kamu nyaman dengan seluruh pikiran negatif yang singgah di kepalamu saat ini.
TAPI
apa kamu sadar? pikiran buruk darimu itu membawa pengaruh ke lingkunganmu? ke orang orang yang kamu sayang. pikiran buruk tersebut, sedikit banyak mempengaruhi mood dan cara kamu berbicara serta bersikap ke sekeliling kamu. Gesture dan intonasi yang keluar dari mulut dan caramu bertindak ke lingkungamu, jika kamu dalam kondisi penuh dengan pikiran negatif akan memunculkan sesuatu yang tidak baik. percayalah, akan banyak kata menyakitkan yang keluar dari mulut manismu.
SUDAH YA
sudah ya, kamu tau kan apa yang akan terjadi jika kamu masih saja memelihara pikiran buruk itu ? kamu ngga mau kan kalau sekitarmu tersakiti? kamu juga ngga mau kan kalau nanti, orang orang tersayangmu memilih pergi karena terus terusan kamu siksa dengan pikiran negatifmu?
Gak usah sok bilang semesta yang jahat. Bisa jadi kamu belum berusaha semaksimal mungkin.
H
Kembali terulang
Aku pernah jatuh cinta, sedemikian dalam hingga apapun aku lakukan. Bertahun lalu
Aku pernah patah hati, sedemikian hancur hingga aku rasa tak pantas lagi aku berada di dunia ini. Bertahun lalu
Fase tersebut kembali terulang. Aku jatuh cinta. Pada satu lelaki, yang aku yakini, dan aku pinta untuk menjadi yang terakhirku. Memang bukan ia cinta pertamaku. Aku rasa tidak masalah, jika aku menjadikan dia yang terakhirku.
Aku rasa, akupun bukan cinta pertamanya. Mungkin saja kawan sekolah dasarnya dulu. Tak masalah jika ia menjadikanku perempuan terakhirnya.
Dari banyaknya fase kehidupan, aku rasional untuk tidak berharap selalu bahagia dengan dia. Esok lusa bisa saja kami bertengkar hebat. Esok lusa bisa saja kami mencinta luar biasa. Namun satu kupinta, jangan lagi ada kata pisah.
Kali ini, aku sang antagonis.
Siang itu, saat matahari tengah terik-teriknya bersinar terdengar notifikasi pesan digawaiku. Muncul satu nama yang telah menghilang dalam waktu lama. Nama yang pernah akrab dihidupku, beberapa waktu silam. Notifikasi pesan yang kemudian berganti dengan panggilan masuk, masih dengan nama yang sama. Akalku terus menerus menolak untuk menjawab panggilan yang berulangkali berbunyi seolah menuntutku untuk segera menjawab, namun hatiku berbeda. Sedikit perasaan rindu perlahan menyapa, hingga ku putuskan untuk menjawab panggilan tersebut, meski aku enggan untuk bersuara;
“Halo, apakabar kamu? Baik-baik saja kan sekarang? Sedang sibuk apa?” kata lelaki tersebut dalam panggilannya
“Kamu kenapa diam saja? Apakah sudah tidak ada cerita yang bisa kita bagi seperti beberapa waktu silam, Pika?’‘
aku tetap bersikeras untuk diam, enggan menjawab.
“Baiklah jika memang maumu hanya diam, bisakah aku mendengar hela nafasmu? Sejujurnya, aku rindu akan kita. Salahku melepasmu, dan mengikuti hawa nafsuku untuk bersama dia yang memang lebih sempurna darimu. Tetapi aku salah, Pika. Dia tidak bisa memahami aku sebagaimana kamu memahamiku. Bahkan diamku saja kamu memahami apa mauku.’‘
Dia terus saja berbicara seakan tahu bahwa aku tidak akan pernah terga berbuat jahat kepadanya. Ia salah. Kali ini aku yang akan menjadi aktor antagonisnya.
“Sudah, jangan pernah hubungi aku. Silahkan hidup dalam penyesalanmu dan teruslah merasa bersalah. Teruslah kau gagal dalam urusan cinta. Nikmati hidupmu dengan karma yang mengiringi. Aku tutup.”
Kuakhiri panggilan tersebut dan lekas menghapus serta memblokir nomor pria tersebut.. Bayangan-bayangan itu kembali datang dan menyapa. Seolah mengingatkanku bahwa aku pernah demikian tersakiti olehnya. Seolah memberi pengingat bahwa ia pernah menghancurkan mimpi-mimpi serta harapanku, hancur lebur. Ia pernah tidak mengharapkan keberadaanku. Maka sekarang nikmatilah perasaan sakitmu.
Pernah patah hati, berulang kali
Siapa bilang lebih baik sakit gigi daripada patah hati? Sakit gigi bisa kedokter dan minum obat. Namun patah hati?
Siapa bilang waktu akan menyembuhkan? Bagaimana bisa sembuh jika terus menerus menyimpan dendam
Siapa bilang butuh orang baru menjadi penawar patah hatimu? Bukankah hanya menjadi perkara baru akan timbulnya angan manis
Dalam perjalanan hidup, patah hati adalah hal lumrah. Bahkan seusia orang tua kitapun pasti pernah merasakan patah hati. Cara sembuh hanya dengan berdamai dan mengikhlaskan. Boom! perlahan rasa patah tersebut akan berganti dengan tawa bahagia.
Ikhlas dan damai, membawa banyak sekali kebahagiaan, kelak. Akan mudah untukmu menemukan cinta yang baru, yang bisa saja dia jodohmu. Akan mudah untukmu memaafkan hal-hal lain yang esok lusa menghampirimu.
Manusia yang telah kehilangan sisi kemanusiaannya.
Kapan kita memulainya lagi?–tanpa ada yang sembunyi, sembunyi.
nanti tunggu ayahmu memberi restu
Apa kabar?
Hatimu.
— @tuanpoetry
sedang hancur lebur
aku kangen aku sayang aku pengen peluk
tapi kamu jauh.
Celestial
setiap orang memang ditakdirkan untuk datang dan pergi mengisi hari. ada beberapa yang memang ditakdirkan menetap, adapula yang ditakdirkan untuk singgah sementara. mewarnai hari.
tetapi, pada satu sosok ini, aku menganggap ia berlian yang amat berharga untuk aku lukai. sosok ini mampu membuatku berjanji bahwa aku tidak akan meninggalkannya terlebih dahulu, kecuali jika ia memang bermaksud mengusirku dari hidupnya.
mari kugambarkan sosok ini. ia berlari layaknya singa. terbang sempurna layaknya elang. terang benderang layaknya bintang diangkasa. laki-laki yang memiliki sorot mata hangat, hati yang jujur dan juga senyum yang mampu menularkan kehangatan.
aku tidak dapat membayangkan bagaimana jika esok lusa, kita bertindak bagai makhluk asing. aku tidak dapat membayangkan bagaimana jika esok lusa aku menghirup udara yang tidak lagi sama denganmu. lagi lagi sulit bagiku membayangkan jika bagaimana esok lusa, aku tidak lagi dapat menggenggam tanganmu.
sosokmu, bagai celestial untukku. karena bersamamu, aku merasakan damainya hidup
Kangen kangen kangen.
Tapi nggak bisa ngapa-ngapain.
-umarajaa
sudah coba bilang : “aku kangen” belum?
susah payah aku berujar bahwa aku rindu. ringan sekali jawabmu hanya aku tahu
tidak ada hubungan dan manusia yg sempurna
diriku, terima kasih sudah bertahan sejauh ini.