Rainy day in Kyoto

PR's Tumblrdome
sheepfilms

⁂
d e v o n

No title available
almost home

Kiana Khansmith

titsay

★
todays bird
Misplaced Lens Cap
Cosimo Galluzzi
hello vonnie
tumblr dot com
Not today Justin
trying on a metaphor
dirt enthusiast
No title available
styofa doing anything

No title available
seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Canada

seen from Argentina
seen from Ukraine

seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States
@akuyanglain
Rainy day in Kyoto
"Jadilah perempuan yang memiliki harga diri, hingga uang seorang laki-laki tak mampu membelimu."
"Jadilah laki-laki yang memiliki martabat, hingga kecantikan seorang perempuan tak mampu menggoyahkan prinsip dan integritasmu."
Ketika ada istri yang mengeluh soal suami yang enggan berbagi tugas rumah tangga dan mengurus anak, saya sering membaca respon seperti ini dari perempuan lain:
"Jangan dibikin stress, bund. Kalau udah capek, berhenti. Besok lanjutkan lagi"
Atau
"Nggak usah semuanya dikerjakan. Kalau bisa bajunya dilaundry aja. Capek masak, ya beli"
Atau
"Ya udah bund, cari art aja, daripada pusing"
Atau, dan ini favorit saya,
"Coba suaminya diajak omong baik-baik, bund. Kasih tahu kalau bunda itu udah capek banget"
Saya izin ketawa dulu ya... hahahaha. Ini ketawa sambil meringis sebenarnya.
Respon yang pertama, dikerjakan besok aja. Apa kalau dikerjakan besok, jumlahnya berkurang? Atau besok itu suaminya bakal bantu? Mereka yang faham soal kerja domestik alias kerja rumah tangga bakal mengerti bahwa kerja RT itu ada SETIAP HARI. Jadi, kalau hari ini nggak nyuci dan ditunda besok, berarti besok selain mencuci bakal ditambah dengan pekerjaan yang memang harus dikerjakan besok; nyapu, ngepel, masak, belanja, dll. Andaikan besok ada pekerjaan yang kita tunda dan kita kerjakan lusa, maka tugas akan semakin menumpuk. Beranak terus dan terus. Menunda pekerjaan RT, nggak bikin masalah selesai. Dia hanya menimbun tumpukan pekerjaan yang harus kita kerjakan di hari lain. Begitu terus sampai akhirnya si istri kelelahan dan kolaps.
Saran yang kedua dan ketiga, kalau seorang istri dapat nafkah yang cukup dari suami untuk beli makan di luar dan bayar art, kira-kira dia bakal mengeluh nggak soal kelelahan?
Yak 100 untuk grup A!!
Mereka yang mengeluh itu karena selain suaminya pemalas, suaminya juga KERE!! Malas dan kere!! Kalau suaminya malas membantu tapi tajir, ya nggak usah dikasih tahu, si istri otomatis bakal beli makan atau sekalian bayar koki dan art. Tragisnya, yang sering belagak kayak sultan Arab itu ya suami KERE! Kere hati dan kere duit! Istri dijadikan pekerja domestik murah meriah cukup "dibayar" dengan ijabsah! Nggak heran, di usia 30an, tubuhnya sudah membengkak atau kurus layu, kulit wajahnya sudah penuh keriput dan noda akibat stress dan kelelahan lahir bathin.
Saran terakhir, adududu....
Seorang istri, saat dia akhirnya mengeluh ke publik, itu artinya dia sudah mendem, sudah eneg ngasih tahu suaminya secara baik-baik. Apa ya dikira perempuan itu gila semua? Ngomong langsung ngegas, gitu?
Perempuan yang waras, eh manusia yang waras, pasti akan meminta dengan cara yang baik pada pasangannya,
"mas/bang, tolong ini itu abcde"
Sekali, diacuhkan. Dua kali, pura-pura tuli. Tiga kali, iya iya iya, tapi nggak dikerjakan. Kali yang keempat, ketika akhirnya suara istri naik, istri dikatain ngegas, ngomel, cerewet.
Eh, habis itu, saat ngeluh kok malah disuruh,
"coba suaminya diomongin baik-baik".
Esmosi kan jadinya?
Makanya, bagi saya pribadi, meskipun saya belum menikah, tapi saya pelajari dan pahami bahwa urusan pembagian kerja rumah tangga termasuk pengasuhan anak, bukanlah urusan yang ecek-ecek remeh-temeh yang bisa selesai dengan kata-kata basi seperti "ikhlas", "sabar", "berdoa", "mengalah", "kesadaran masing-masing" dll. Ini adalah perkara serius yang bisa menjadi indikasi tentang sehat tidaknya hubungan suami istri, adil atau timpang, bahagia dan tidak bahagianya seorang istri.
Sayangnya, masih banyak laki-laki dan perempuan yang menganggap diskusi ini tidak penting, tidak bermutu, cari-cari masalah, dll.
Tidak heran, kasus istri dan ibu yang stress semakin tinggi.
Dan kita masih saja bertanya-tanya kenapa.
Sudah 7 bulan terakhir kali aku tak mengunjungi surga kecil yang penuh kedamaian ini. Jujur saja, aku rindu caraku mengurai apa yang ada dalam benakku, untuk sekedar dituangkan sebagai catatan kecil disini. Tempat dimana biasa aku merapal kata yang kadang tak pasti.
Entah karena diriku sudah mati kiri, ataukah memang karena terlampau sibuknya aktivity diluar diri, sehingga yang kurasa adalah setengah mati suri.
Tapi tak apa, ini hanya serpihan kecil dari sebagian diri yang sebenarnya masih ingin terus aku jaga. Sebab merawat ingatan bukan berarti selalu bermakna negatif, tapi juga bisa jadi positif kan? ✨
Jika kamu melihat seseorang dengan kemampuan sangat pandai berbicara, pastikan juga ia seseorang yang baik dalam mendengarkan. Berbicara tanpa kemampuan mendengarkan pastilah orang yang arogan.
Kamu masih menjadi salah satu alasan mengapa aku tak bisa berhenti menulis. Kita adalah sepasang remaja yang tumbuh bersama menuju dewasa dengan banyak memory indah namun terhalang tembok yang setinggi angkasa~
Aku masih sering mengingatmu. sesekali, diantara ramainya suara bising manusia dan isi kepala, aku masih mengingatmu sebagai orang yang menemaniku bertumbuh menjadi aku yang sekarang.
Aku harap kau juga masih mengingatku sebagai orang yang pernah begitu kau sayangi pula dimasa lampau.
kunjungi saja halamanku ini jika kau rindu rasanya dicintai setengah mati~
Jika suatu hari nanti kau coba mencari apa yang telah hilang, semoga kau tak mencariku di sudut-sudut yang akan datang~
Pasangan adalah investasi jangka panjang paling beresiko. Karena pernikahan bukan cuma soal cinta. Pernikahan sebaiknya harus memperluas networking, menghasilkan gold generation, mencapai financial freedom, partner diskusi seumur hidup. Thats why kita harus terus mengupgrade diri. Karena salah pilih pasangan bisa jadi serasa kena investasi bodong 🙏
Aku tanamkan padaku mental loyalitas. Aku sangat menjunjung tinggi kesetiaan. Karenanya aku mencatat siapa-siapa saja nama yang berjasa dalam prosesku. Sepanjang aku hidup, aku tak akan melupakan mereka. Sebab balas budi jauh lebih berat daripada balas jasa. Dan siapapun yang tak ada dalam proses, tak akan layak untuk ada pula dalam sukses.
Sembuhku lama tuan…
Jadi tolong jangan jahat padaku. Aku tak bersegera mencari penggantimu dan sibuk mengupgrade diriku meski kau sibuk dengan cintamu yang baru saja aku tetap berprasangka baik padamu.
Keluargaku sudah cukup berantakan, Asmaraku juga, tinggal karir saja satu2nya yang bisa diusahakan. Jadi jangan jahat padaku dengan datang dan pergi sesuka hatimu. Aku juga manusia yang punya rasa. Aku mudah terluka dan menangis tanpa suara. Kau tau sakitnya seperti apa? Kau tau sesaknya bagaimana?
Aku tak memilih mengakhiri hidupku sendiri saja sudah sebuah usaha yang sangat luar biasa.
Aku berusaha keras menyembuhkan aku sendiri. Jadi jangan jahat kumohon jangan…
Tiap sedang merasa teramat bahagia aku selalu mendadak ingat bahwa selepas ini, pasti akan ada airmata yang mengalir membanjiri sajadah.
Karena itulah, aku selalu mencubit atau menampar diriku sendiri. Mencoba mengontrol isi kepala agar hati tak terlalu bahagia meski aku juga butuh ia datang mengisi rongga dada.
Sedih dan bahagia secukupnya saja. Serahkan semua pada Allah yang maha kuasa.
Berharaplah hanya kepada-NYA. Dan percayalah bahwa janji-NYA itu nyata 🤍
Alih-alih segera mencari penggantimu, aku lebih memilih melanjutkan pendidikanku dan mewujudkan mimpi yang pernah aku ceritakan padamu.
Aku memilih pada jalanku, meski rasanya sepi sekali. Tapi tak apa, aku akan sembuh dan suatu saat nanti akan bertemu dengan yang lebih baik daripada kamu~
Aku tak membaca hanya untuk bergalau ria. Buku-buku yang kubaca berasal dari literatur mulia untuk asupan jiwa. Karenanya jariku mudah sekali mencipta aksara.
Meski tak seberapa, tapi ini tulisanku, ini buah pikirku, aku akan mengabadikannya dimanapun aku sempat merangkai kata.
Siang tadi adik perempuanku dilamar orang. Pertanda bahwa aku akan dilangkahi dalam pernikahan. Awalnya aku tak begitu sedih, tapi setelah dengar orangtuaku bicara, sekuat mungkin kutahan airmata yang bersiap akan tumpah.
Aku putuskan untuk pergi keluar rumah lalu menangis sejadi-jadinya.
Tak apa, tak apa…
Kau harus selalu terlihat kuat dan tangguh. Berhentilah menangis diam-diam. Kau ini cengeng sekali bila tak ada orang.
Berulangkali aku yakinkan diriku, bahwa tak apa, tak punya kekasih dan tak menikah pun bukanlah sebuah dosa. Biarkan saja, semua luka dan bahagia ada masanya.
Aku telah berpasrah pada sang pencipta. Aku terima bila yang datang lebih dulu justru maut bukan manusia~
Sangatta, 15 Mei 2024
Ya Allah malam ini begitu panjang. Doa-doa diiringi tangis tak pernah putus bertarung diatas langit. Kumohon, jangan biarkan hambamu yang hina ini berputus asa dari rahmat-Mu….
Aku berlindung kepada Allah atas ketidakpastian masa depan. Dari keputusan yang keliru, dari perihnya kenyataan, dari pahitnya kekecewaan, dari hati yang berbolak-balik, dari penghianatan manusia dan dari cinta yang salah…
استمتع بوحد تک ، حتى يشعر شخص ما بالامتنان لك
“Nikmati kesendirianmu, sampai ada orang yang bersyukur memilikimu."
Dengan lafadz Bismillah, aku lepaskan segalanya. Aku ikhlaskan apa yang pernah menjadi rencanaku dulu bersamanya. Matikan segala rasa di hatiku yang mempunyai namanya ya Allah. Dan cukupkan hanya sampai disini saja…
Ya Allah… Aku hanya minta nanti agar di halalkan dengan cara yang baik. Diperlakukan dengan penuh tanggungjawab. Dicintai, disayangi dan dibimbing dengan penuh ketulusan 🫶🏻🫧🕊️🤍