"Tenang, karena mengingat Allah"
Satu kalimat sederhana, yang banyak orang mencarinya dengan cara yang rumit.

No title available

gracie abrams

Jimmy Eat World
🩵 avery cochrane 🩵
The Bowery Presents
untitled
Not today Justin
Interview Vampire Daily
🪼
KIROKAZE
macklin celebrini has autism
RMH
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Show & Tell
taylor price

oozey mess
Claire Keane
tumblr dot com
hello vonnie
Sweet Seals For You, Always

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Paraguay
seen from Canada
seen from Indonesia
seen from Brazil

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Paraguay
seen from Colombia

seen from United Kingdom

seen from United States
@alhasyirhumam
"Tenang, karena mengingat Allah"
Satu kalimat sederhana, yang banyak orang mencarinya dengan cara yang rumit.
Jangan mengejar banyaknya pengalaman, sebab waktu bisa mengajar dua orang dengan cara yang sama.
Tetapi hanya satu yang benar-benar belajar.
Seperti…
Dua orang dapat berjalan di jalan yang sama selama lima tahun, yang satu hanya menghitung hari, yang lain menghitung pelajaran.
Ketika mereka tiba, usia mereka mungkin sama, tetapi jiwanya tidak.
Jakarta, 30 Juli 2026, ditulis selepas pulang kerja.
Apa aku lupa arah?
Sebab, akhir-akhir ini aku sering sampai pada sajadah, tapi tidak selalu sampai kepada-Mu.
Lalu aku bertanya:
Apakah aku harus memulai lagi, dari alif, ba, ta, tsa? atau hanya perlu untuk.. benar-benar hadir.
Jakarta, 07 Juni 2026. Ditulis sehabis bangun tidur siang.
Dari begitu banyak berita yang kubaca akhir-akhir ini, aku mulai mengerti kenapa beberapa orang lebih memilih diam daripada kembali berharap pada manusia.
Jakarta, 16 Mei 2026, ditulis sambil rebahan habis pulang dari perpus.
Karena mencintai kadang memang membuat manusia kembali menjadi sederhana.
Hanya ingin dekat. Hanya ingin tinggal lebih lama. Hanya ingin waktu berhenti sebentar, agar tidak ada yang harus pergi terlalu cepat.
Jakarta, 16 Mei 2026, ditulis sambil dengerin Daniel Caesar - Who Knows.
19/04, Setelah …
Akhir-akhir ini,
aku hanya ingin hidup pelan-pelan.
Tidak harus selalu kuat,
asal tidak kehilangan arah,
untuk pulang.
Ya Rabb.. aku rindu.
18/04, Sehabis Macet
Akhir-akhir ini, aku sadar.
Yang paling melelahkan,
bukan pekerjaan,
tapi pikiran sendiri.
17/04, Malam
Akhir-akhir ini,
aku sering merasa dekat dengan Tuhan.
Justru saat sendiri,
tidak ada siapa-siapa.
16/04, Sepulang Kerja
Akhir-akhir ini,
aku mulai mengurangi banyak hal.
Termasuk berharap terlalu jauh,
pada orang lain.
15/04, Sehabis Makan
Akhir-akhir ini,
aku belajar menerima.
Bahwa.. tidak semua yang hilang,
harus dicari kembali.
14/04, Kamar Gelap
Akhir-akhir ini,
aku lebih sering diam.
Bukan karena tidak punya cerita,
tapi karena tidak semua hal mudah dijelaskan.
13/04, Selepas Lelah
Akhir-akhir ini, aku sering merasa lelah, tanpa alasan yang jelas.
Semua berjalan seperti biasa, tapi aku tidak selalu merasa ada di dalamnya.
Aku tidak tahu seberapa gelap “fitnah” itu, tapi aku sering merasa hatiku ikut redup.
Kita hidup di waktu yang aneh, yang salah tampak biasa, yang benar terasa sendirian.
Jika benar fitnah itu seperti debu di batu hitam di malam yang gelap.
Maka mungkin yang harus kita jaga bukan mata kita.. tapi hati kita.
Jakarta, 12 April 2026, ditulis sehabis dzuhur, di mesjid, sendirian.
Tulisan Waktu
Di setiap harinya, aku meninggalkan bagian dari diriku. Ada yang hilang, ada yang tinggal dan diam-diam menetap.
Aku seperti buku, yang ditulis pelan-pelan oleh waktu. Tidak semua halaman rapi, tidak semua cerita selesai.
Semoga yang tertinggal adalah hal-hal yang membahagiakan. Atau setidaknya, yang bisa kuceritakan dengan tenang.
Kelak, ketika sendiri, atau bersama dan menua. Aku ingin membuka hari-hari itu lagi pelan-pelan, seperti membaca buku lama yang pernah kucintai.
Dan di antara semua yang hilang, aku masih bisa menemukan diriku di sana.
Dengan koma, titik, tanda baca, juga cerita-cerita yang berbeda.
Bogor, 9 April 2026, ditulis sambil ngantuk.