Hidup bukan hanya bertahan hidup, tapi juga memberikan arti hidup.
macklin celebrini has autism
taylor price
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available
★

Discoholic 🪩
Doug Jones

#extradirty
Today's Document

shark vs the universe

ellievsbear
The Stonewall Inn

Andulka
NASA

titsay
official daine visual archive

bliss lane

Kiana Khansmith
occasionally subtle
I'd rather be in outer space 🛸
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from Indonesia
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Malaysia
seen from Argentina

seen from Russia

seen from United States
seen from Argentina
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@aliftalutfiaazahra
Hidup bukan hanya bertahan hidup, tapi juga memberikan arti hidup.
Terima kasih diriku.
Proses tiap orang memang beda-beda. Cuma pengen bilang, aku capek. 😂
Dulu, hampir saja aku mengambil S2 Sastra Indonesia, tapi ibuku mengingatkanku akan satu hal, "S1-mu akuntansi lho, gak linier kalau ngambil S2 Sastra Indonesia." Berdasarkan hal tersebut, maka aku mengambil S2 Pendidikan Ekonomi, agar masih ada nyambung-nyambungnya gitu sama ekonomi.
Ah, saat ini pun kalau boleh dibilang, passionku adalah menjadi dosen Sastra Indonesia, aku merasa 'hidup lagi' ketika melihat sastrawan membacakan karya sastranya. Keren.
Kemampuanku memang bagus dalam hal berbahasa daripada matematika, makanya di dunia akuntansi aku lemah, karena aku tahu bahwa aku lemah menjadi akuntan atau auditor, makanya aku mengambil S2 yang sekiranya aku bisa kuat di jurusan tersebut. Setidaknya di S2 Pendidikan Ekonomi, kemampuanku tidak selemah di akuntansi. Aku memandang bahwa aku bisa lebih hebat mengembangkan potensiku, ketika aku mengambil S2 bukan akuntansi.
Dulu sempat menyesal sih, kenapa gak ngambil S2 Akuntansi saja, karena prospek menjadi dosen akuntansi lebib besar peluang kerjanya dari pada menjadi dosen pendidikan ekonomi. Waktu berlalu dan saat ini ternyata keputusanku beberapa tahun lalu bukanlah keputusan yang salah, dan perasaan menyesalku sudah hilang. Aku bersyukur menjadi dosen pendidikan ekonomi, karena bagiku mata kuliahnya lebih ringan, dan tidak serumit mata kuliah di akuntansi. Ini bukan soal pintar dan bodoh, tapi ini soal menganalisis SWOT (Strength Weakness Opportunity and Threat) diriku sendiri.
Segala sesuatu sudah aku perhitungkan sebelumnya dengan mencari sumber literatur dan diskusi yang jelas. Tidak sembrono dalam mengambil keputusan. Semua sudah aku pikirkan sebab dan akibatnya.
Dulu kenapa ambil S1 Akuntansi? Karena aku tidak ingin dibodohi dalam dunia keuangan dan perbankan. Setidaknya sebagai lulusan S1 akuntansi, aku bisa membaca laporan keuangan dan melihat sebuah investasi itu investasi bodong atau tidak.
Lalu, apakah aku akan mengambil jurusan S3 Sastra Indonesia? O, tentu tidak, karena meskipun aku cinta sastra, tapi dalam berkarir, jurusan S3-ku harus sama dengan S2-ku. Logikaku lebih dominan dari perasaanku.
Menikmati sastra, tak harus kuliah sastra. Sastra bisa dinikmati dengan rasa tanpa mengenal SARA.
Aku tidak salah jurusan.
(Agutus 2024- Arti Merdeka dalam Hidupku).
Manusia adalah makhluk spiritual.
Saya percaya jika raga kita dikasih makan dgn makanan, maka jiwa kita pun butuh dikasih asupan berupa dzikir, shalat, dan beribadah sesuai agama masing². Ibaratnya ben gak njepat ngadepi kenyataan.
Hidup itu seperti musim, sedih, senang, kecewa, rindu, marah dan emosi lainnya bersifat sementara. Pasti akan berganti. Jadi jangan stuck pada keadaan. Life must go on guys.
(Note to My Self)
Tak cuma anak kecil yang diberi kesempatan untuk meregulasi perasaan. Orang dewasa pun butuh itu. Meregulasi berbagai emosi dalam dirinya, entah senang, sedih, kecewa, marah, dsb.
Untuk dapat menjadi manusia, tak perlu harus selalu bahagia, semangat, utuh, sukses dan baik-baik saja. Tak apa jika pernah terluka, karena dengan itu kamu belajar bagaimana rasanya sakit dan kecewa.
Terima saja perasaan negatif-negatif itu, tak melulu harus selalu positif. Namanya juga manusia, wajar bila merasakan berbagai rasa perasaan. Mau nangis ya nangis aja, marah ya marah aja, tapi proseslah itu agar dalam takaran wajar. Meregulasi emosi memang dibutuhkan untuk manusia dewasa, agar bisa disebut dewasa.
Semarang,
Januari, 2023.
Beberapa waktu ini saya mendapatkan pemahaman bahwa bersyukur itu bukan hanya ketika saya mengalami kebahagiaan, keberuntungan dan hal menyenangkan lainnya.
Arti syukur adalah berterima kasih kepada Allah tentang baik, tidak baik, senang, tidak senang, bahagia, tidak bahagia di hidup kita.
Kenapa?
Karena Allah yang Maha Tahu mana yg terbaik untuk kita. Apa yg kita anggap baik, belum tentu baik, apa yg kita anggap buruk, belum tentu buruk, karena Allah yg Maha Tahu, sedangkan kita tidak.
Teorinya begitu? Iya memang teorinya begitu. Praktiknya gmn? Susaaaahh. Susah sekali bersyukur ketika hal buruk menimpa kita. Susahnya minta ampun.
Tapiiiii... Janji Allah itu pasti. Ada sesuatu yg tidak kita ketahui di balik sebuah peristiwa. Bisa jadi dengan peristiwa tersebut, bisa mengangkat derajat kita di mata Allah, bisa menggugurkan dosa-dosa kita atau bahkan ada pahala yang berlipat ganda ketika kita bisa syukur dan menerima dengan ikhlas.
(Iseh ngidek bumi, mulo ojo koyo langit), Januari 2023
Sepemahamanku, seorang anak tak peduli ibunya bekerja sebagai apa, menjadi dosen, guru, PNS, pegawai BUMN, pembantu rumah tangga, atau pemulung itu pun mereka tak peduli. Mereka menerima ibunya apa adanya, karena yang mereka butuhkan adalah perhatian dan kasih sayang. Begitu pemikiran anak-anak ketika belum beranjak dewasa. Ibu adalah nomor satu.
Hai.. I'm back
http://nulisbuku.com/books/view_book/7072/aku-kau Tiba-tiba ingat buku ini yg kami buat seingatku tahun 2015, aku membuatnya ketika awal studi S2. Judulnya “Aku Kau”. Ini bukan buku remeh temeh atau kisah cinta monyet, meski terlihat biasa saja, tapi ada maksud kenapa aku memberinya judul “Aku Kau”, dan untungnya sahabatku dalam menulis buku ini setuju dengan nama yg kuberikan. “Aku Kau” bermakna dalam pencarian kesejatian diri jawabannya ada di dalam dirimu sendiri. Tuhan yang kamu cari ada di dalam dirimu sendiri, bermakna ketika bingung dimana Tuhanmu, cara satu-satunya adalah ketika kamu mendekat kepada-Nya, maka kamu akan menemukan keberadaan Tuhan dekat denganmu. Ada cerita dan prosa di dalam buku ini. Tulisan sahabat saya bagus sekali, berbeda gaya penulisan dengan saya.. hehe. Saya tiba-tiba flash back ternyata tulisan saya yg terlihat sederhana itu bermakna luar biasa bagi saya. Cerita prosa tentang pertemanan, persahabatan dan cinta (dalam arti luas) yang terlihat sepele itu tapi sebenarnya ada makna yang luar biasa di dalamnya. Terimplementasi dari kehidupan nyata yang difiksikan dan dibumbui agar menarik. Sungguh terima kasih untuk sahabat saya @aliktahasnah yang berkenan menulis bersama saya dulu. Jika tidak ada kamu, mungkin aku tidak bisa merealisasikan buku ini. Sudah lima tahun buku ini lahir, sudah banyak pula peristiwa yang mengikutinya. Semoga apa yang kusampaikan dapat diterima dengan baik. :) https://www.instagram.com/p/CDd8FIesSuFGbRHasnhU_luq0g14NbGn8Y_oGw0/?igshid=1x5t6tj1gpigu
Terkadang kita tidak bisa memilih takdir kita, karena Tuhan yang memilihkannya.
Anakku, kali ini mama ingin bercerita tentang kamu.
Kamu lucu sekali. Udah itu aja. :")
Akan ada saatnya aku menang
:")
Seutuhnya, sepenuhnya ku mencintaimu, anakku.
Semua ada masanya. Ada orang yang menikah dulu, baru beberapa waktu kemudian mendapatkan pekerjaan mapan. Ada orang yang mendapatkan pekerjaan mapan dulu, baru menikah setelahnya. Ada yang baru menikah, langsung dikaruniai anak. Ada yang lama sudah menikah, tapi tak kunjung punya anak. Dan seterusnya.
Aku pun punya waktuku sendiri.
Halo, bayiku. Aku tak menyangka sudah punya anak, sudah melewati masa kehamilan yang bagiku tidak mudah, karena aku sedikit lemah, sering kali bolak balik kamar mandi karena ingin buang air kecil sejak trimester awal, dan tambah parah di trimester akhir, mual dan tak doyan makan saat awal masa kehamilan, sering pusing dan tak enak badan, juga sering kontraksi palsu.
Setelah sembilan bulan, aku sedikit takut membayangkan rasanya lahiran, tapi mau tak mau harus aku lewati. Pada akhirnya hari itu tiba juga, dan rasanya bagiku luar biasa. Untungnya bayiku segera lahir dengan kontraksi yang sakitnya bukan main. Mulai terasa sakit saat jumat subuh dan bayi lahir habis shalat jumat selesai.
Rasanya dijahit habis lahiran tak kalah sakit, belum lagi pemulihan pasca lahiran. Sungguh atas kuasa Allah SWT aku bisa melewatinya. Semua sudah berlalu, aku bahagia melihat bayiku.
Sekarang tiap hari ada yang kuberi ASI, ada yang merengek menangis minta minum ASI, ada yang membuatku begadang hampir tiap malam, ada aktivitas mengurus bayi dalam hidupku. Aku masih tak menyangka, aku sudah jadi ibu dan punya anak. Rasanya baru kemarin aku nongkrong bersama teman-temanku sehabis pulang kerja, sekarang ritme hidupku sudah berbeda.
"Bayiku, mama kamu ini masih punya mimpi-mimpi yang ingin mama wujudkan. Bersinergi ya dengan mama."
Selamat malam anakku, semakin hari kamu semakin lucu. Kucium pipi bayimu yang masih berusia empat minggu. Besok pagi tepat satu bulan kelahiranmu. Sehat, panjang umur dan salih ya. Jangan mudah menangis.