─────────── Dadaku sangat sesak malam ini.
Kemarin aku melihat seseorang ditemani oleh orang yang dicintainya. Tidak ada yang salah dengan itu. Aku ikut senang melihatnya. Hanya saja, di sela-sela senyumku, ada ruang kecil dalam hatiku yang tiba-tiba berbisik,
"Andai suatu hari nanti, setelah selesai melewati hari yang panjang seperti ini... aku tidak perlu lagi mencari suaramu lewat layar, karena kamu sudah berdiri di sampingku."
Tapi anehnya, di tengah rasa sesak yang hebat ini, aku tetap tidak ingin meminta waktu mempercepat langkahnya. Sebab aku tahu, kita sedang menanam sesuatu.
Dan pohon tidak pernah tumbuh lebih cepat hanya karena kita merindukan buahnya. Ia tetap membutuhkan musim demi musim, hujan demi hujan, juga kesabaran yang kadang terasa melelahkan. ─────────── Gatau mau nulis apalagi aku mau lanjut nangis dulu byeeeee I miss youuu so so so muuuuch Nopaaal huuu aku cengeng bgt sebeel!










