women empowering women: the story of on purpose, by kate spade new york
Keep reading
Happy international women’s day!!!
styofa doing anything
Today's Document

JVL
Game of Thrones Daily
Misplaced Lens Cap
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
No title available

#extradirty

Andulka

if i look back, i am lost
Lint Roller? I Barely Know Her
One Nice Bug Per Day
wallacepolsom
No title available
Peter Solarz

pixel skylines

Kiana Khansmith

⁂

祝日 / Permanent Vacation
Not today Justin
seen from T1

seen from Singapore
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from T1
seen from United States
seen from Poland

seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from China

seen from Poland
seen from Israel
@amateurflies
women empowering women: the story of on purpose, by kate spade new york
Keep reading
Happy international women’s day!!!
-amateurflies
Ketika pena lebih mampu mengutarakan segalanya melalui tulisan yang disertakan rasa. Dibanding dengan bibir yang hanya mampu berucap tanpa merasa. Atau hati yang hanya mampu merasa tanpa bisa menyuarakannya.
An Amateur
The most beautiful experience we can have is the mysterious. It is the fundamental emotion that stands at the cradle of true art and true science.
Albert Einstein (via lifeofquotations)
Bukan Salahmu
Pada beberapa hal dalam hidup ini, mungkin kita harus salah dulu, baru belajar. Namun pada beberapa hal yang lain, cobalah belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. Karena hidup, rasanya terlalu panjang, sehingga tidak semua salah harus kau alami sendiri untuk kemudian kau pelajari.
●
Bukan salahmu. Terkadang kau jatuh cinta pada orang yang salah. Entah karena dia yang sudah berpasangan, salah satu dari kalian berdua tidak direstui orangtua, atau bahkan perbedaan-perbedaan yang masuk dalam prinsip hidup masing-masing. Lepaskan sesuatu yang terus-menerus menyulitkanmu. Lepaskan sesuatu yang tidak kautemui jalan menuju ke sana. Lepaskan.
Bukan salahmu. Terkadang kau memaksakan diri hendak memperoleh sesuatu yang begitu sulit kau genggam. Sekolah favorit, pekerjaan bergengsi, lingkup pertemanan yang kau lihat lebih keren. Lalu batas-batas itu tidak kau sadari. Dan kau bersikeras lagi dan lagi. Kau lupa bahwa yang tidak untukmu, selamanya tidak akan untukmu. Dan bila kau sempat menggenggamnya, percayalah itu tidak akan bertahan lama.
Bukan salahmu. Terkadang kau menyalahkan takdir. Karena rasanya hatimu begitu sesak, enggan menerima semua nyata. Lalu kau lupa, bahwa yang terbaik sudah ditetapkanNya. Bahwa ini bukan perihal apa yang kau kehendaki. Namun apa yang Tuhan tetapkan, sejak awal.
Maka, meski segala hal kau pikir bukan salahmu, tak ada salahnya kau belajar. Bersyukur, menerima, tidak memaksakan diri untuk mengerti. Kau adalah sebaik-baiknya dirimu menerima apapun yang Tuhan beri.
●
© Tia Setiawati | Palembang, 17 Februari 2017
#Repost @eriscafebriani with @repostapp ・・・ Plato pernah bilang, "Para pemuda-pemudi sekarang mencintai kemewahan; mereka memiliki sopan-santun yang buruk, rasa benci terhadap otoritas; mereka membangkang terhadap orangtua dan suka bercakap keras di tempat berlatih. Pemuda-pemudi sekarang adalah tiran; bukan pelayan bagi rumah tangga mereka. Mereka tidak berdiri saat orangtua memasuki ruangan. Mereka melawan orangtua, makan dengan rakus, menyilangkan kaki, dan meneror para guru." Degradasi moral bahkan sudah ada sejak zaman Plato dan menjadi tradisi turun temurun, orangtua selalu menganggap remaja di generasinya sebagai degradasi peradaban, tapi peradaban tetap tidak runtuh. Perbedaan pola pikir antara generasi kini dan generasi terdahulu kadang menimbulkan kesalahpahaman, pola pikir, serta aturan sosial yang akhirnya menimbulkan kebencian antargenerasi. Membanding-bandingkan generasi kini dan generasi terdahulu, kemudian timbul pemikiran di setiap generasi bahwa generasi mereka adalah angkatan yang spesial. Contoh kecilnya adalah selfie, seandainya kamera dengan mudah mencetak foto dan mengunggah ke sosmed. Yakin generasi terdahulu tidak memamerkan atau melakukan selfie? Bahkan zaman Renaisans jauh lebih parah, mereka sampai menyewa pelukis-pelukis ternama dunia hanya untuk mengabadikan gambar dan melukis diri mereka sebagai ungkapan narsisme pada diri sendiri. Degradasi zaman di tiap generasi pasti ada, bedanya sekarang ada medsos yang membuat semua berita mudah terekspos dan diakses dari manapun. Dan di setiap generasi, kita masih punya sosok bijak yang bisa dijadikan panutan serta generasi yang memiliki contoh buruk. Pembelajaran itu bisa didapatkan di manapun dan dari siapapun, bahkan melalui yang berusia lebih muda dari kita sekalipun. Begitu juga yang muda, kita bisa belajar serta menghargai pendahulu. Stop bilang "generasi saya dulu begini, beda dengan generasi sekarang yang blablabla" karena yang salah itu bukan generasinya, tapi individunya. 😁
#Repost @eriscafebriani with @repostapp ・・・ Plato pernah bilang, "Para pemuda-pemudi sekarang mencintai kemewahan; mereka memiliki sopan-santun yang buruk, rasa benci terhadap otoritas; mereka membangkang terhadap orangtua dan suka bercakap keras di tempat berlatih. Pemuda-pemudi sekarang adalah tiran; bukan pelayan bagi rumah tangga mereka. Mereka tidak berdiri saat orangtua memasuki ruangan. Mereka melawan orangtua, makan dengan rakus, menyilangkan kaki, dan meneror para guru." Degradasi moral bahkan sudah ada sejak zaman Plato dan menjadi tradisi turun temurun, orangtua selalu menganggap remaja di generasinya sebagai degradasi peradaban, tapi peradaban tetap tidak runtuh. Perbedaan pola pikir antara generasi kini dan generasi terdahulu kadang menimbulkan kesalahpahaman, pola pikir, serta aturan sosial yang akhirnya menimbulkan kebencian antargenerasi. Membanding-bandingkan generasi kini dan generasi terdahulu, kemudian timbul pemikiran di setiap generasi bahwa generasi mereka adalah angkatan yang spesial. Contoh kecilnya adalah selfie, seandainya kamera dengan mudah mencetak foto dan mengunggah ke sosmed. Yakin generasi terdahulu tidak memamerkan atau melakukan selfie? Bahkan zaman Renaisans jauh lebih parah, mereka sampai menyewa pelukis-pelukis ternama dunia hanya untuk mengabadikan gambar dan melukis diri mereka sebagai ungkapan narsisme pada diri sendiri. Degradasi zaman di tiap generasi pasti ada, bedanya sekarang ada medsos yang membuat semua berita mudah terekspos dan diakses dari manapun. Dan di setiap generasi, kita masih punya sosok bijak yang bisa dijadikan panutan serta generasi yang memiliki contoh buruk. Pembelajaran itu bisa didapatkan di manapun dan dari siapapun, bahkan melalui yang berusia lebih muda dari kita sekalipun. Begitu juga yang muda, kita bisa belajar serta menghargai pendahulu. Stop bilang "generasi saya dulu begini, beda dengan generasi sekarang yang blablabla" karena yang salah itu bukan generasinya, tapi individunya. 😁
you’re too late.
did you feel it?
You Never Relize
Dia terlalu sibuk mencintai, sampai-sampai dia tidak menyadari kalau di belakangnya masih ada saya yang terseok-seok mengejar cintanya. Saya bingung, bagaimana bisa saya bertahan di posisi menyakitkan seperti ini. Kadang saya merasa lelah, selalu mengejar dia yang semu untuk saya dapati. Walau nyatanya, saya hanya ingin menjadi seseorang yang selalu ada untuk dia.
This is my life. I really dont care what everyone said about me and thinking about me. Cause only me who can change my life to be better and make my life be worth.
Me
Great spirits have always encountered violent opposition from mediocre minds.
Albert Einstein (via lifeofquotations)
The worst part of holding the memories is not the pain. It’s the loneliness of it. Memories need to be shared.
Lois Lowry (via lifeofquotations)
Life isn't about take and give, or give and take. But life is about give and also give. Cause happiness doesn't result of what we get, but what we give.
Unknown