Sebuah tulisan yang pernah di post di Instagram dan menjadi pilihan terbaik dalam prosa lirik oleh Joko Pinorbo
Kepingan yang hilang senja kemaren
itu saja sajak sajak yang terpampang.
Tanpa sapa panorama, juga sedikit cahaya di ufuk barat yang tak kenal canda.
barangkali berdiriku bukan bagian dari antri. Walaupun telah kubelai daun pohon disamping matamu. Yang kadang berseri saat ombak berlari.
Juga tak ada sahutan nama, meski
penjuru gelap menerpa sunyi sepi.
Sedetik kemudian, aku minta perhatian
Melakukan segala dan melambai tangan, lalu menari, lalu kembali, lalu memangku irisan hati.
Hanya beralaskan bayang bayang, kembali bolehlah angan-angan. Jika,
teduhnya senja ini membawamu ikut pulang. Tanpa duduk dibawah pohon rindang.
Itu saja, seperti desir pasir sahara.
Gemericik yang dianggap hanya sekadar suara. Sama, bahkan tak dibeli dalam negosiasi jual aroma.
Umpamakan saja bahwa aku seperti itu.
Laksana hembusan yang tak ada juang,
Angin keheningan tanpa perasaan yang menyapa sejukku.