
❣ Chile in a Photography ❣
trying on a metaphor
Sweet Seals For You, Always
Misplaced Lens Cap
macklin celebrini has autism
No title available
he wasn't even looking at me and he found me
Xuebing Du

roma★

★

gracie abrams
No title available
𓃗
The Stonewall Inn
cherry valley forever
d e v o n
occasionally subtle
One Nice Bug Per Day
TVSTRANGERTHINGS
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

seen from Honduras

seen from United Kingdom

seen from Pakistan
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Finland

seen from Singapore

seen from Iraq
seen from Spain
seen from Singapore
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from Indonesia
@andhinarm
Terence and Tink poster
source: pinterest.
Mama sering mengingatkan ketika sudah sah jd tukang insinyur atau ketika tali toga dipindahkan, maka sering lah mengucap Basmallah. karena dari sana perjalanan baru 'kan dimulai. Terima kasih banyak kpd semua pihak yg tlh membantu scr moril dan materil. Alhamdulillah, semoga kelulusan ini bukan hanya tepat waktu tp juga ada di waktu yang tepat. dan semoga tahun2 depan bs pake almamater lagi. Bismillahirrahmanirrahim. 💙💙💙💙
when ddgp singin’ in the rain wkwkwk. o, cindera mata’s month. kangen.
the dreams just begun and i'm still have an oath for you
Cerpen : Lelah
Aku lelah dalam berjuang, di usia yang berbilang masih muda ini. Seketika aku ingat bagaimana orang tuaku dulu berjuang. Melangkahkan kaki dari rumah ke tempat kerjanya, belum berkendara seperti saat ini. Seketika aku merasa malu.
Cita-citaku terlalu tinggi, sampai-sampai mereka berdua tidak paham dengan apa yang aku citakan. Namun, mereka dengan tulus hati mendoakan; semoga apa yang aku cita-citakan itu tercapai.
Sementara aku sendiri ragu apakah bisa mencapainya atau tidak. Di tengah-tengah jalan yang penuh liku ini. Jalanan yang padat, setiap hari aku harus menantang air dingin di pagi hari, melawan kantuk, menerjang kemacetan, duduk berjam-jam dan sesekali pergi ke lapangan untuk survey, kemudian pulang selepas isya dalam keadaan lelah.
Semua ini membuatku rindu pada rumah. Pada setiap butir nasi hangat yang ibu ambilkan dari ricecooker. Pada sayur tadi siang yang dihangatkan kembali. Aku rindu pada setiap kemudahan yang aku dapatkan ketika aku di rumah. Meski berbilang usiaku sudah 25-an, aku tetaplah anak-anak di mata mereka.
Aku lelah di perjalanan ini. Perjalanan yang membuatku risau, apakah ini jalan yang benar atau bukan. Apakah aku akan menjalani jalan ini hingga akhir hayatku? Mencari rezeki di sana? Dan juga jalan yang akan aku ceritakan dengan bangga ke anak-anakku nantinya.
Aku lelah dan lagi-lagi aku malu kepada ayah. Setiap pagi, sewaktu aku masih tinggal dengan mereka. Ayahlah yang selalu mencuci baju sekeluarga, sementara ibu memasak di dapur. Aku hanya perlu bersiap diri. Dan ayah, ia harus berburu dengan waktu agar bisa berangkat tepat waktu.
Aku lelah dan lagi-lagi aku malu kepada ibu. Aku tahu, betapa bangganya beliau ketika bercerita kepada kerabat dan tetangga tentang anaknya yang berhasil masuk universitas, kemudian lulus dengan predikat cumlaude, tak lama setelah itu diterima bekerja.
Aku malu bila aku hendak mengeluh lelah. Aku tahu, mereka tidak perlu tahu kerisauanku. Sebayaku menyebutnya Quarter Life Crisis. Mereka hanya perlu mendengar kabar baik, agar hatinya tentram dan doanya tidak dipenuhi kekhawatiran, dan sesungguhnya itulah kesimpulannya. Aku tidak ingin mereka khawatir. Yogyakarta, 24 Agustus 2017 | ©kurniawangunadi
Bersyukurlah karena nilai diri kita diukur dari proses, bukan hanya dari hasil. Bahkan baru memulai niat, kita sudah mendapatkan nilai kebaikannya. Bahkan saat kita ‘dihentikan’ saat menjalani proses, nilai kebaikan itu tidak serta merta lenyap meski belum tahu bagaimana hasil akhirnya. Untuk itu, jalani perjalanan ini sebaik mungkin. Karena bisa jadi memang sebelum sampai tujuan, Dia menghentikan perjalanan ini. Memanggil kita tiba-tiba.
Sebab kematian tidak menunggu apapun.
Kurniawan Gunadi
(via kurniawangunadi)
piye iki.
“fell so far away from where we used to be, and now we're standing, and where do we go when there's no road to get to your heart? so, let's start over again..”
tunggu banana mah, pah.
Percayalah bahwa seburuk apapun hal di belakangmu yang telah terjadi, itu tidak mutlak menjadi nilai yang tertanam padamu. Setiap orang punya kesempatan yang sama, hanya saja ujian setiap orang itu berbeda. Ditakar pada kemampuannya masing-masing. Barangkali apa yang kita alami belum seberapa di banding yang lain. Kalau kita merasa ujian saat ini begitu berat, tandanya kita lebih kuat dari itu. Kalau ada orang yang tak bisa menerimamu karena masa lalu dan hal-hal buruk yang telah terjadi, bersyukurlah. Sebab lebih sulit menjalani suatu hubungan dalam penerimaan yang pura-pura. Kelak, akan ada yang cukup lapang hati dan pikirannya untuk menerimamu. Dan untuk bisa menemukannya, cobalah untuk melapangkan hati dan pikiranmu untuk menerima dirimu sendiri, jujur thdp apapun kondisinya, dan mensyukurinya.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
don't u know how much i miss u, mom&dad? tunggu banana.
stressed out.