1.
Hati itu seperti perpustakaan. Berjajar buku - buku lama, dan baru. Dan saya meraih satu buku diujung sana. Dengan sampul yang kusam, juga halaman awal yang mengusam. Mata menyisir alinea - alinea, kata - kata manis yang kuutarakan dahulu. Pada satu kalimat aku termangu. “Mencintaimu bagai bertelanjang dada di antartika. Bodoh.” Kataku saat itu. Namun entah rotasi cinta berputar kemana. Aku mendapatkan gadis semenakjubkan dirimu. Melalui banyak waktu berdua. Merasakan bagaimana lengan itu melingkari pinggangku. Merasakan bagaimana ibu jari itu mengusap titik - titik air di pipiku. Merasakan bagaimana dicintai, juga mencintai.








