Aku Layaknya Samudra
Layaknya samudra yang kau lihat, dia begitu tenang. Tapi kau pun tau, ia begitu dalam, menyimpan banyak rahasia.
Kau tak tahu apa yang ia simpan di dalamnya, mungkin ia menyimpan sebuah monster laut yang mengerikan, atau mungkin ia menyimpan bangkai paus yang mati karena seonggok sampah yang dilemparkan oleh manusia-manusia tak bernurani.
Kau pun tak tau apa yang sedang terjadi di dalam sana, mungkin sebuah getaran yang bergemuruh mengacaukan habitat para penghuninya, atau mungkin seekor ikan nemo yang menangis mencari anaknya yang hilang, atau mungkin terumbu karang yang sudah pasrah menunggu kematian akibat limbah-limbah manusia tak bertanggung jawab.
Kau tak tau itu semua, yang kau tau hanya ketenangan yang ia tampakan. Hanya orang hebat dan berani yang mampu menyelaminya. Karena untuk melakukan itu, kau butuh persiapan yang matang. Kau butuh beberapa tabung oksigen, jangan lupa baju menyelam dan pelampungnya. Dan yang pasti kau harus yakin dengan dirimu, kalau ragu lebih baik urungkan saja niatmu.
Kau tak bisa menyelaminya dengan modal nekat, yang ada kau akan mati. Belum lagi jika kau menemui hiu di dalamnya.
Begitulah diriku, sayang. Diriku menyimpan banyak hal yang tak kamu tahu, melebihi diamku yang selalu kau lihat. Di dalamnya ada sebuah logika dan rasa yang selalu bertempur, mengkanibalkan satu sama lain. Dan logika selalu menang, membiarkan rasa bersembunyi di palung terdalam.
Di dalamnya tersimpan kata yang tertahan pada lidah. Rasa yang tertahan dalam dada. Dan angan yang tertahan oleh ragu.
Belum ada yang mampu menyelaminya, karena memang hanya orang hebat nan berani yang mau untuk melakukannya. Jika kau mau mencoba, jangan lupa persiapan yang matang dan alat tempurmu. Karena untuk menyelamiku, tidak semudah itu, sayang.
@rumpunaksara
ADRR July 28th, 2017 14:30 WIB





