Setelah malang melintang di dunia per-freelance-an, akhirnya gue berlabuh sebagai seorang karyawan (meskipun masih kontrak selama setahun) di sebuah perusahaan manufaktur alat farmasi. Perusahaan yang lebih kurangnya sesuai dengan value yang gue punya. Karena gue bukan orang yang mau kerja dengan prinsip “yang penting kerja aja dulu”. Gue lebih baik menghabiskan waktu dengan belajar apa yang gue suka sebagai sebuah investasi.
Tentunya banyak perbedaan yang terjadi saat menjadi freelancer dan karyawan kantoran. Salah satunya terkait pendapatan yang diperoleh. Beberapa orang yang pernah sharing sama gue mengaku bahwa pendapatan mereka sering habis ntah bermuara kemana, gak kerasa. Oleh sebab itu, gue ingin membuat rencana alokasi dana agar pendapatan yang gue pake tau bermuara kemana aja.
Banyak artikel yang memuat tulisan terkait pengalokasian dana. Ada yang membaginya menjadi 7 bagian (biaya utama, orang tua, tabungan, peningkatan kualitas diri, sosial, menikmati hidup, tak terduga), ada yang memakai persentase 30:70 atau 10:20:30:40 dan ada juga yang menurut Li Ka-Shing, seorang pengusaha asal Hongkong yang membagikan tips agar cepat kaya dalam waktu singkat dengan membagi pendapatan menjadi 5 bagian (biaya hidup, sosial, belajar, wisata, investasi).
Setelah melakukan revisi beberapa kali, akhirnya gue memutuskan untuk membaginya menjadi 5 bagian dengan persentase 2,5:7,5:10:30:50. Persentase 2,5:7,5:10 sifatnya tetap setiap bulan, sedangkan yang 30:50 sifatnya fleksibel. Angka 30 pada bulan Agustus rencananya akan gue pake untuk biaya kursus. Berhubung biaya kursusnya lumayan jadi persentase 2,5:7,5:10:30:50 akan dipake selama 2 bulan berturut-turut. Angka 50-nya akan gue gunakan untuk keperluan sehari-hari. Itu pun ada yang sifatnya tetap dan fleksibel, seperti untuk tetap ada top up gopay dan pulsa sedangkan fleksibel misalnya biaya makan, jalan-jalan, beli sepatu, tas atau yang lainnya. Gue merencanakan setiap bulannya membeli keperluan yang memang dibutuhkan sebagai apresiasi buat diri gue sendiri.
Biaya investasi sama nabungnya kok belum keliat kayaknya? Biaya investasi untuk dua bulan berturut itu gue taro di biaya kursus karena kursus bisa meningkatkan kualitas diri sehingga menjadi bentuk investasi. Gue berpikir bahwa uang akan habis tapi gak dengan ilmu sehingga gue harus menukar uang dengan ilmu. Kalau terkait tabungan, memang dua bulan berturut ini belum ada alokasi khusus tapi semoga aja dari 50 ini masih ada sisa sehingga masih bisa buat nabung.
Semoga semua yang diketik ini gak berakhir menjadi sebuah wacana haha. Itulah alasan gue nulis di Tumblr karena Tumblr bisa menjadi alarm buat diri gue. Makanya aneh banget kalau sampe sekarang buka Tumblr masih pake vpn padahal sebegitu besar manfaat buat gue pribadi dan gue juga yakin buat temen-temen di luaran sana. Jadi curcol kesana :’)
Mohon doanya semoga rencana alokasi dana ini bisa berjalan dengan semestinya. Karena gue hanya bisa merencanakan tapi nafsu bisa mengacaukan. Hemat pangkal kaya. Boros temennya setan.
Sampai jumpa di realisasi alokasi dana. Bye!