Jika suatu hari nanti kamu tidak lagi mencintaiku, aku hanya minta satu hal: hari itu tidak ada.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Janaina Medeiros
Monterey Bay Aquarium
h

Kaledo Art
Sweet Seals For You, Always

PR's Tumblrdome
NASA
No title available
No title available
Sade Olutola
Peter Solarz

titsay

JVL
Cosmic Funnies
$LAYYYTER

#extradirty
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
noise dept.

❣ Chile in a Photography ❣

seen from New Zealand
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Spain

seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from Thailand

seen from Jordan

seen from United States

seen from South Korea

seen from United Kingdom

seen from Argentina
seen from United States
seen from United States
seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@anotherdidhurt
Jika suatu hari nanti kamu tidak lagi mencintaiku, aku hanya minta satu hal: hari itu tidak ada.
Denganmu Aku Selalu Setuju
Ini memang hari Minggu,
jangan lupa esok Senin.
Rindu sudah mandi dan sedang bercermin.
Ada baiknya kamu lekas minta izin,
karena hadirmu kutunggu di kantin.
Kuketuk sekali lagi pintu malam ini.
Adakah kiranya debar itu masih tersembunyi?
Kubasuh lagi sepi dengan diksi manis,
agar kelak datang gerimis,
hati ini tahu untuk siapa puisi ini ditulis.
Kuberi tahu, ini hari Rabu.
Selasa selalu terburu-buru,
sementara Kamis kian menggebu-gebu.
Jangan lupa esok sisakan sedikit senyum untukku.
Masihkah Jumat memimpikan Sabtu?
Ah, ini hanya aku yang tak sabar menunggu.
Kasihan aku.
Oh, iya. Kamu tadi dihukum karena terlambat, ya?
Huh! Pantas saja senyummu tak tersisa.
Dan ini memang hari Minggu,
tetapi jangan lupa esok Senin.
Yang baru atau yang dulu hanya perihal waktu.
Tapi…
denganmu
aku
selalu
setuju.
(2011)
Mungkin, kau adalah hujan yang tak ingin dipayungi. Maka jatuhlah. Jatuhlah di mana saja bersama takdir yang tak bisa kau ubah.
It’s hard.
kelak, suatu hari nanti,
kata-kata akan tumbuh dewasa
dan mulai kuliah di luar kota
dan mencari kerja
dan jatuh cinta
dan menjalani kehidupannya.
maka tersisa kau dan aku
pada usia senja
berdua menikmati setia
bersama pelukan-pelukan
juga ciuman-ciuman
dan cerita-cerita setelahnya.
Hujan yang turun tanpamu tetaplah hujan. Tetapi, setelahnya tak ada pelangi.
If You Love Someone, Tell Them.
Suara dari potongan adegan Grey’s Anatomy, Sex Education, How I Met Your Mother, Meet joe Black, The Perks of Being a Wallflower.
Musik latar oleh Eskmo - I Love You And I Let You Go, dari 13 Reasons Why.
I saw a future in her eyes, but she didn’t.
Sepotong Senja untuk Ayahku
—meminjam judul cerpen gubahan Seno Gumira Ajidarma
Suatu sore kulihat kau sedang melihat senja
Kau duduk di atas harapan dan segala doa-doa baik
Ditemani sebatang amin kau menghisap segala beban yang gemar menyapa
Pundakmu saksi betapa perjalanan yang jauh sekalipun mampu ditempuh dengan sekali peluk
Di antara kekecewaan dan nasib-nasib buruk
Kau masih berani meneguk air mata kami
Kesedihan barangkali intisari cap orangtua
Dan kau butuh untuk mengelabui kecewa atau sekadar merayakan gaji yang tak seberapa
Setelah kau pamit untuk memandikan gelisah
Senja yang kau lihat tadi aku potong ujungnya
Hari ini kau merayakan hari jadi
Akan kuhadiahi kau sepotong senja
Senja yang mungkin tak seberapa ini adalah bukti
Bahwa anak laki-lakimu ini masih belum berani melawan dunia
Sepotong senja ini kutitip pada doa-doa baik
Semoga lekas sampai
Semoga kau senantiasa bahagia
Selamat hari lahir, Ayah
Maaf anakmu belum bisa pulang.
Shandy Pratama Putra
Jakarta, 2 April 2020
musik latar gubahan Gardika Gigih
Satu hal yang paling aku takutkan dari perpisahan. Kelak, mungkin kita akan bertemu kembali, namun tak saling menemukan.
Mungkin memang rindu diciptakan agar membuat kita saling percaya, bukan saling curiga.
aku pernah jadi yang kau puji, sebelum akhirnya jadi yang kau benci.
Untuk kamu...
Yang sedang berjalan, namun tanpa tujuan.
Yang sedang berjuang, namun sendirian.
Yang sedang menunggu, namun tak kunjung datang.
Yang sedang menggenggam, namun terlupakan.
Tak mengapa, kenyataan kadang begitu menyebalkan. Tetap jaga api terus menyala. Dan selalu percaya bahwa senyum yang kau harapkan hari esok, berawal dari sedih yang kau lewati hari ini.
- tentang 26 dan hal-hal di baliknya -
sehabis tegukkan gelas terakhir puisi malam tadi
di teras aku menghisap sebatang pedih sendiri.
berdua dengan sepi.
bertiga dengan mimpi.
setelah berkelana ke tempat yang
tak sanggup dijangkau pelukan,
May pulang membawa kekosongan
dalam dadanya.
sambil meletakkan sedihnya,
May berbisik lirih, “saya pulang hanya ingin
memastikan bahwa kamu
baik-baik saja.” omong kosong May
kali ini terpental perasaan damai
yang aku bangun di antara derai air mata
dan pura-pura bahagia.
ia meraih sesuatu dari
dalam kepalanya, “saya bawakan kamu sesuatu.
tapi nanti saya kirim lewat whatsapp.
saya hanya tak ingin jatuh cinta pada
sinar mata yang sama kedua kali” celotehnya
yang diiringi kedipan mata kanan—yang
justru membuatku jatuh cinta (lagi) padanya.
sekali.
dua kali.
tiga kali.
berkali-kali.
ia memberiku beberapa gerimis
yang katanya ia temui saat
perjalanan melupakanku.
ia ikat rapi dan diberi pita merah,
whatsapp mengantarkannya padaku
tepat jam 12 malam detik pertama
malam ini.
di akhir tumpukan gerimis
aku melihat sebuah kertas
cokelat bertuliskan:
Selamat hari lahir, Shandy
Mari menepi
Rayakan sepi
Sekali lagi."
Dan kalimat kawan saya itu hadir kembali semalam.
Mungkin kita tak akan pernah bertemu lagi. Menatap berulang kali langit gelap yang tak terlihat apa-apa. Tertawa meski tak tahu ada canda di mana. Atau menyusuri jalan kiri walau kita saling tahu bahwa tujuan ada di jalan kanan.
Namun ingatlah satu hal, jika suatu hari nanti kita bertemu, tolong ingatkan saya bahwa dulu—saat sop kambing terasa nikmat tiada tara, saat pizza xtra large sanggup dihabisi berdua, serta nasi merah panas yang selalu ingin dikunyah—pernah ada seorang penambang bodoh yang menghancurkan sebongkah permata karena sibuk menggali lebih dalam terus ke dalam makin ke dalam terlalu ke dalam hingga ia jatuh lalu terkubur lalu mati dalam penyesalannya sendiri.
Esok siapa yang tahu.
Namun gelak tawa serta perih hari ini, adalah kepulan asap kopi yang pernah kita teguk kemarin.