Entah sudah berapa banyak hal lagi pribadi ini membohongi dirisendiri, terutama perihal romantika hati yang katanya penuh dinamika, bohong kalau bilang tak rindu sentuhan, bohong kalau tidak ingin bercanda yang menyenangkan, bohong kalau tidak ingin ribut hanya karena hal sepele.
Merenung panjang disetiap malam, mencoba menjawab dan meyakinkan diri ini, ingin tapi takut, seperti itu lah kondisinya, dibeberapa kesempatan sahabat baik berceletuk, "bukan tidak ingin, emang kau saja yang belum selesai dengan masa lalu". Entahlah, yang pasti hal itu tak ingin aku ungkit dengan banyak frasa.
Naif sekali jadi rasanya setiap momen nongkrong atau berkumpul dengan sahabat dan bercerita soal romantika, pribadi ini seolah mampu menutupi kering kelontangnya hati ini (kalimat ini kok menjijikan yak), bersembunyi dibalik topeng kepura-puraan dan segaris senyum dibibir penuh kebohongan, dan berdalih dengan kalimat "mau fokus mencari cuan"
Lalu sampai kapan ? Pertanyaan yang selalu berkumandang dibenak, menjelang tidur pulas ku setiap malam.