Lama dah tak open threesome , ada yg nak join threesome tak area batu pahat?
No title available

Product Placement
$LAYYYTER

oozey mess
noise dept.
RMH

pixel skylines
Monterey Bay Aquarium
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

PR's Tumblrdome

★

JVL

Discoholic 🪩
Claire Keane

@theartofmadeline
No title available

if i look back, i am lost
Alisa U Zemlji Chuda

tannertan36

izzy's playlists!
seen from United States
seen from Malaysia

seen from India
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from New Zealand
seen from United States

seen from United States
seen from Poland
seen from Serbia

seen from Germany
seen from Türkiye
seen from United States

seen from France

seen from United States
seen from Switzerland
seen from United Kingdom
@apaigiler2729
Lama dah tak open threesome , ada yg nak join threesome tak area batu pahat?
Berzina dengan Ayah kandung
Aryanti adalah namaku. Aku berasal dari Johor, seorang anak tunggal yang tinggal bersama ibu saudaraku. Ibuku telah lama meninggal dunia sejak umurku tiga tahun. Ayahku berasal dari Singapura, bekerja sebagai buruh kasar. Aku dijaga oleh ibu saudaraku yang tinggal di Johor sejak kecil hingga umurku cecah 12 tahun. Karena keadaan sangat tidak menginzinkan, aku tinggal bersama ayahku di Singapura agar lebih senang untuk ke sekolah.Kami tinggal di rumah sewa 1 kamar Dari kecil aku memang selalu mendahagakan kasih sayang dari seorang ibu dan bapak. Sejak tinggal bersama bapak, akulah yang selalu memperbarui dan membersihkan rumah setelah pulang dari sekolah. Aku sudah mulai bersekolah di sekolah menengah setempat. Bapak selalu tidak ada di rumah karena bekerja keras. Walaupun dia sibuk bekerja keras, dia pastikan ada uang belanja untukku dan berikan uang belanja dapur yang patut. Ayah selalu pulang lewat hingga 2pagi dan karena ini aku sering sendirian di siang hari di rumah. Aku sering melihat wajah arwah Ibuku dan Bapak dalam gambar sewaktu mereka baru saja berumahtangga. Kulit ibu bersih, putih melepak .. memiliki ukuran yang sangat cantik .. seakan aktor veteran Latifah Omar dan juga berbentuk badan yang mulus. Bapaku pula berbadan sasa, sama seperti sekarang, berambut ikal dan mempunyai rupa akan Jamal Abdillah. Kulitnya pula sawo matang. Pasangan yang sangat ideal. Terakhir usiaku sudah cecah 15tahun, aku mulai menjadi remaja nakal. Pulang sekolah saja aku dan berjumpa dengan teman pria di taman yang sunyi untuk bercumbu. Jika tidak, aku akan mengajak teman teman sekolah yang lain ke rumahku, kadang kadang membiarkan mereka yang berpasangan bersetubuh di bilikku. Aku tidak tahu mengapa aku bersikap demikian.Barangkali sebab tidak ada orang yang dapat menegur perbuatan ku. Walaupun aku bersikap liar, aku masih belum bertemu seorang pria yang layak menewaskan daraku. Aku pernah menghisap batang konek teman2 lelakiku yang lain tapi aku rasa seperti aku belum temui seorang teman pria yang mempunyai konek yang aku idamkan untuk aku rasai pertama kali. Pada satu hari, satu kejadian terjadi yang merubah segalanya. Di saat itu aku sedang baru mulai cuti sekolah dan seperti biasa teman temanku datang untuk chatting untuk melihat vcd lucah sementara 3 pasangan sedang hebat melakukan maksiat di bilikku. Aku memang selalu suka melihat teman2 bersenggama. Dalam pada masa itu aku akan belajar teknik mereka jadi bila tiba masa nanti aku akan sendiri mencubanya.Aku memakai baju terus jarang pada masa itu tanpa berpakai coli dan celana dalam sebab cuaca panas siang. Tiba-tiba Bapak pulang mengetuk pintu. Aku terperanjat dan terus membuka pintu. Bapak mulai meluru masuk ke rumah lalu ke kamar. Di saat itu 3 pasangan temanku sedang masih di dalam lembah zina yang teramat masih sibuk melampiaskan cinta dan nafsu yang bergelora lalu tidak sadar yang Bapaku sudah di muka pintu kamar. “Hoi!” jerit Bapak. Berambus korang dari rumah aku! . Dengan kilat teman2 aku semua melarikan diri, ada yang masih separuh bogel meluru keluar pintu rumahku. Aku terduduk ketepi pintu kamar dalam ketakutan. Bapak membeliakkan matanya sambil mulai menutup jendela dan pintu rumah. VCD lucah itu masih tersiar terpampang di kaca TV. Bapak mulai mengherdikku ‘Bapak kirim kau ke sekolah kat sini untuk apa hah !!!??, pekiknya .. ‘Dah jadi perempuan apa kamu nie hah!! Tak tau terima syukur aku kutip kau balik! Badan kau tu masih suci atau tidak!! - Jerit Bapak lagi .. ‘Masih pak … ‘Jawabku perlahan dengan perasaan serba salah. “Berani kau menjawab aku eh!” Bapak terus menarik badanku lalu menolakku ke kamar. Di saat itu aku terhidu bau arak. “Maaf pak, Yanti bukan menjawab ..” kataku padanya lagi. Tanpa berkata apa-apa, bapak mulai membuka tali pinggang besinya lalu memmukulku beulang ulang. “Ampun pak!” Yanti tak buat lagi! “Kataku sambil menahan kesakitan.” Ampun?!! Aku tak percaya kau tu masih dara!! “Sudah berapa pria jamah badan kau hah !!!?!!!” - Tengking Bapak lagi “Yanti tak kasi pada siapa, Pak !!!!” rayuku lagi “Aku tak percaya!” katanya. Dalam pada itu Bapak merobek baju jarangku. Di saat itu Bapak melihat tubuhku yang telanjang. Sambil menangis aku memeluk lututku karena malu dan masih dalam kesakitan dipukul bertubi2. “Biar aku periksa!! Aku tak percaya kau masih perawan!” Kata Bapak lalu menolak badanku dengan kasar agar aku terlentang. “Jangan Pak .. Yanti malu …” rayuku lagi sambil nangis terisak-isak “Malu ??!!! Dengan kawan kawan memantat depan mata kau tak tahu malu!” herdiknya lagi. Kakiku dibuka terkangkang … Entah mengapa sambil itu Bapak mulai menbuka pakaiannya. “Jangan Pak ….” aku merayu padanya. “Kau diam!” - Pekiknya lagi. Aku terlihat Bapak sudah telanjang dihadapanku. Aku mulai rasa semakin takut dengan apa kemungkinan Bapak akan lakukan pada diriku. Batang koneknya sangat besar dan panjang seperti aku inginkan sama seperti konek orang negro. Aku mulai rasa tegang dan takut. Aku dapat rasakan dalam benakku Bapak akan menewaskan daraku. Bapak mulai memeriksa lubang pukiku .. Matanya tak lepas melihat tubuhku dengan rakus .. “Jangan Pak … Yanti anak Bapak …” Diam!! “Katanya lalu Bapak mulai mengeluarkan lidahnya sambil menjilat jilat lubang pukiku …” Oughhhhhh. Pak … Jangan … “Bapak mulai menjilat lubang pukiku dengan liar dan rakus ..” Sebelum kau kasi lubang puki kau pada betina tepi jalan, lebih baik kau kasi pada bapak sendiri! “Bentaknya lagi” UghOhh Bapak …. Ermmmm …… Nggghhh … “Bapak mulai menggomoli badanku dengan lidahnya .. Terasa geli, sakit dan sedap bercampur aduk .. Tangan bapak meraba seluruh pelosok badanku.” Arrgghhh …. Bapakkkk .. Jangan !!!….. aku merayu dengan nada berserah. Akhirnya lidah Bapak bertemu lidahku .. Bapak mulai menghisap bibirku dengan kasar. Bau arak jelas dirasa di bibirku. “Arghhhh … emmmmh .. Pak …. jan … gan …..” Lidahnya mulai melumati leherku yang paling sensitif .. Aku sudah tidak mampu untuk melawan nafsu shahwat bapak. Di saat dia melumati leherku, tangannya memeluk tubuhku dengan erat sementara sebelah tangannya menggetel biji kelentitku. Dia mulai meremas kedua putingku dengan kasar sambil menjilatku di leher lagi … “Pakkk ….” desahku ..“. Arghhh …. sedapnya pak … ” “Sedap eh .. nak tambah sedap lagi tak … jawabnya sambil meremas puting tetekku …” Ohhhhhh … pakk ….“ desahku Bapak mulai mencium mulutku lalu melumati bibirku … Tubuhnya basah dengan peluh itu menimpa tubuhku dan tangannya tidak pernah berhenti meraba tubuhku .. Di saat kesedapan disentuhi oleh bapakku sendiri, dia mulai menjilati leher ku lagi, kali ini dengan kasar …. “Ouuhhhhh ….. Bapak … Sedapnya …….” desahku lagi Karena terasa diangkut dengan gelombang nafsu Bapak kandungku sendiri yang berusaha sungguh untuk menjamah tubuhku .. aku berubah kali ini bereaksi mencium mulutnya yang berbau arak bertubi tubi … Aku seperti hilang akal akibat dirundung shahwat yang tidak bisa terbendung itu .. Di saat itu aku rasa aku terlalu terhutang budi dengan Bapak .. Aku mulai melawan ciumannya lalu merubah posisi. Kali ini aku yang membalas untuk mencium tubuhnya yang sasa itu bertubi-tubi … “Arrrghhhh …. Yanti …….” teriak Bapak” Ya .. pak … “jawapku sambil menjilat putingnya. “Isap konek Bapak nak …” rayunya Tanpa berpikir aku terus memegang batang koneknya yang mulai mencuat … Aku mulai menjilat dan menghisapnya dengan rakus … Wajah Bapak jelas terpancar rasa kesedapan akibat kelakuanku … Aku semakin merasa geram lalu mengisap dengan kasar batang koneknya karena ukurannya makin membesar sepanjang 15inci dan lebarnya sebesar bambu yang besar … aku sudah tidak sabar … Dengan tiba2 Bapak berdengus lalu membalikkan badanku … Batang koneknya yang besar itu digesel2 di pintu lubang pukiku … Gara2 perbuatan itu, air pelumas pukiku mulai mengalir … dan pukiku mulai rasa gatal minta ditujah dengan batang konek … “Pakk …. Yanti rasa gatal pak …..” rayuku menahan perasaan Bapak mulai terasa marah …. “Kau dah rasa gatal eh perempuan sundal, Kau dah giankan rasa konek eh … itu sebab biar aku yang rasa dulu … baru temu buku dengan ruas …. Perempuan sial … Memang perempuan umur kau gini memang nak kena kasi konek tiap hari … Kau ni macam arwah ibu kau, selalu mintak bersenggama .. Itu sebab kau tu bernafsu kuat! Puki gatal miang “kata Bapak sambil masih menggeselkan koneknya dengan kasar di pintu lubang pukiku … “Pak … jangan siksa Yanti macam gini …” “Argghh …. ermm …. Yanti tak tahan …..” rayuku lagi. Bapak mulai mengesek masuk batang koneknya yang terhunus besar perlahan lahan ke dalam puki … Aku rasa gian dan ingin merasakan batang konek ke dasar pukiku .. Tapi Bapak seolah olah cuma mau masuk sedikit demi dikit semata2 untuk menyiksa perasaanku …. Bapak menjilat leher ku lagi .. seperti sudah tahu itu tempat pusat kelemahkanku .. “Ohhh …. Bapak ….. Jan … gan siksa .. Yanti camni …. Argghh ….” desahku lemah” Habis kau nak bapak buat apa ???!!… “ katanya sambil melumati putingku. “Pak …. Yanti tak tahan ……” jawapku keresahan. “Tak tahan nak Bapak buat apa?” Sambil menujah koneknya perlahan ke dalam pukiku. “Masukkan …. pak ….” kataku semakin berani. “Masukkan apa ??!!!” herdiknya lagi “Masukkan batang konek bapak DALAM PUKI Yanti! Yanti DAH TAHAN NIE !!!!!! - herdikku Kali ini tanpa menunggu Bapak menujah lalu menerobos batang koneknya yang gagah itu ke dasar pukiku … “ARRRGHHH !!!!!! SAKIT!! PAKKKK !!!!!” jeritku … darah mulai mengalir dari pukiku tanpa dipedulikan Bapak “Rasakan perempuan sial !!!… nak rasa batang konek jantan sangat kan .. Ambik kau! “Jawab Bapak sambil mulai memompa pukiku dengan kasar .. Sedapnya rasa pukiku ditujah dengan batang konek bapak … Akibat ukurannya yang besar, semua G Spot yang aku ada semuanya terasa megakibatkan aku terair lagi .. Nafsuku dan Bapak sudah tak terbendung lagi .. Aku tidak sangka perzinaan anak dan bapak kandung begitu hebat … Hubungan sedarah sangat menghairrahkan pada waktu itu. Benda benda yang terlarang biasanya bila dicoba akan rasa sedap. Ayah menpunyai tenaga yang luarbiasa dan dia tidak berhenti sekejap pun untuk terus nafasnya .. Barangkali sebab kerjanya kerja kasar. Batang koneknya yang hebat itu tertanam ke dasar pukiku dan setiap kali Bapak memompa ke dasar, terasa senak perutku dibuatnya .. "Padan muka kau dara kau Bapak ambik … asyik tengok gambar orang memantat aje kan?! Mulai hari ini kau harus nak layan Bapak kat ruangan paham!!” Ujarnya lagi Kali ini rambut dijambak dan Bapak mulai merubah posisi di belakangku lalu mulai dengan posisi doggy … “Sedap tak perempuan sial? … Sedap tak konek bapak kau sendiri?” tanya Bapaku sambil membisik di telingaku sambil memompa .. Sedap pak … Argh … Nnghh …. sszz.sss sedap ….’ desahku lagi … “Mulai sekarang nak main batang orang lain tak? Tanyanya lagi samibil memompa ke dalam pukiku lau biarkan ke dasar” Tttak … Pakk ….“ jawapku kesakitan karena rasa senak .. "Habis konek sapa kau nak, betina jalang? "kata Bapak, kali ini menjilat leherku.” Arrrrgghh …… nak .. konek … Bapak .. sorang … ermm ….. nghsh .. “jawabku yang sudah hampir tak bermaya … . Ayah mulai membalikan tubuhku terlentang laku memasukkan batangnya yang sedap itu ke dasar pukiku lagi … Kali ini dia memeluk tubuhku dengan erat. Sambil memompa dengan kasar, dia memelukku dan mencium bibirku bertubi tubi … "Bapak sayangkan kau .. bapak cintakan kau …” “Yanti jangan takut .. ayah akan jaga Yanti dengan baik” “Yanti jangan munafik dengan Bapak lagi” bisiknya ke telingaku .. “Yanti pun sayangkan Bapak … Yanti rindukan Bapak …” “Yanti tak mau tinggalkan Bapak ….” “Ohhh …. Yanti!!” teriaknya sambil masih memompaku mendalam dengan kasar … Aku sudah tidak tertahan akibat perasaanku yang terlalu lama tersimpang … Aku mulai melihat wajah Bapak dengan penuh kasih sayang .. “Bapak .. ambillah tubuh Yanti .. Yanti rela dikerjakan Bapak tiap hari sampai bila bila .. Yanti rela tubuh Yanti dijamah setiap waktu dan tiap hari … Yanti akan jadi hamba seks Bapak .. Orang lain tak perlu tahu .. Saudara kita pun tak ambil kisah tentang kita. Yang penting Bapak sayang Yanti .. "Buat pertama kalinya Bapak tersenyum dan ternyata dia terlihat sangat tampan dan macho.” Oh Yanti Sayangku ….“ desah Bapak sambil memeluk san menciumiku bertubi2 lagi Dalam saat ini konek Bapak masih tertanam dalam kebijakan pukiku … Kami saling berpelukkan dan berciuman dengan kasarnya. Kami melampiaskan nafsu kami sepanjang tengah hari itu hingga waktu malam .. Aku sangat tertegun dengan kehebatan nafsu Bapak sebab setelah 8 jam kami bersetubuh, dia masih mampu bertahan. Batang koneknya kini sudah jadi milikku .. masih keras di dalamku .. Kali ini aku pula memainkan perananku .. Tiap kali Bapak memompa koneknya ke dalam kebijakan pukiku, aku mulai bertarung balik. Perbuatan ini membuatnya rasa geram denganku .. "Ahh … Yanti … Bapak … nak lepaskan … Bapak tak tahan lagi … kata Bapak sambil menahan. Baiklah Pak …. arrhhmmm … ermm … Yanti dah tak tahan …..” desahku “Arrrghhnnn Bapak yang lalu dalam!” Teriaknya … Aku rasa cairan panas mengisi ruang lubang pukiku … Sangat sedap rasanya “Pak ?….” tanyaku manja sambil menghadap wajah Bapak yang mengadapku. “Ya Yanti … "Yanti makan obat perancang tau …” kataku selamba “Ye ke … Jadi? tanya Bapak” Yanti nak memantat lagi ?…. Boleh ?…. “Tanyaku lagi … seperti menggoda …” Haha … sini kau … “jerit Bapak kecil lalu merangkulku lalu menindih tubuhku … Ayah mulai menjilat leherku untuk membangkitkan syahwatku …. kami bersetubuhi berulang ulang kali pada malam itu seperti pengantin baru. Rupanya aku baru dapat tahu bahwa Bapak diberhentikan kerja karena perusahaannya tutup .. Dia diberi uang kompensasi sebesar $ 60 ribu Akibat khawatir dia tidak mampu membayai uang sekolah aku dia pergi minum degan teman2 senasib. Sepanjang libur sekolah itu kami tidak kemana- mana … Hanya pergi ke toko untuk membeli barang dapur dan pil perancang. Kami bersetubuh sepanjang hari dan tiap2 hari dan berhenti untuk makan atau ke toilet. Di rumah kami tidak berpakaian .. Bapak lebih suka aku telanjang agar senang untuk kami bersetubuh ketika nafsu mendatang. Tingkap dapur dan kamar dan pintu selalu tertutup agar tetangga tidak mengambil tahu. Bapak memiliki nafsu seks yang buas. Tiap pagi kami bangun tidur selalu mulai dengan memantat .. waktu aku masak sarapan Bapak akan menjilat leherku sengaja membangkitkan nafsuku. Setelah makan waktu mandi bersama, dia akan menjamah tubuhku di kamar mandi. Apabila masak waktu tengah hari, dia akan masukkan batang koneknya yang idaman aku itu, digesel gesel di bontotku saat aku memotong bawang. Biasanya perbuatan itu akhir dengan persetubuhan dan Bapak akan lepaskan air maninya ke dalam rahimku. Pada waktu malam saat menonton TV aku akan menhisap batang koneknya hingga keras lalu dipancutkan ke mukaku. Aku tidak pernah jemu disetubuhi bapakku sendiri karena batang konek Bapak memang sudah jadi idamanku. Bapak pula pernah mengatakan bahwa perempuan muda remaja seperti aku perlu sering disetubuhi karena perempuan muda lebih cepat resah kalau tidak dapat dipuaskan nafsunya. Bapak pula tidak pernah mencari perempuan lain setelah ibuku meninggal dunia. Kekosongnya dan nafsunya tersimpan hingga dia menyetubuhiku. Aku sadar perbuatan kami memang terkutuk namun kami merasa bahagia bersama. Aku sudah mengambil keputusan untuk berhenti sekolah jadi aku bisa luangkan waktu bersama Bapak. Bapa pula akhirnya mendapatkan kerja malam agar dapat luangkan waktu siang hari bersamaku. Hidup kami berlanjut hingga kini
Nak open 3 some area batu pahat..ada yang nak?
Ani Dahaga
Kini sudah 3 bulan peristiwa hitam di mana aku diperkosa oleh anak saudara suami berlalu. Nasib baiklah benih yang ditabur oleh Zaidin dan Zairul ke dalam rahim ku tidak menjadi. Walau pun aku kesal dengan kejadian tersebut, namun ianya memberi kesan dan dimensi baru dalam kehidupan seksual ku. Aku melayan kemahuan seksual suami hanya untuk melaksanakan tanggung jawab ku sebagai seorang isteri.
Memang aku jarang mendapat kepuasan dari hubungan tersebut, tidak seperti yang diberikan oleh Zaidin dan Zairul ketika merogol ku tempoh hari. Kesan dari kejadian tersebut juag timbul keinginan dalam diri ku untuk bersetubuh dengan lelaki lain. Tetapi bila memikirkan aku ini isteri orang dan aku masih menyayangi suami ku, keinginan tersebut ku pendam sahaja dalam diri ku. Kini hampir 3 bulan suami ku berada di luar negara. Aku tinggal bersama mak mertua ku untuk menjaga dia yang tidak berapa sihat.
Sepanjang 3 bulan di kampung suami ku kerja-kerja harian ku banyak dibantu oleh Mat Napi iaitu kawan baik adik ipar ku. Dia memang tidak berkeberatan untuk membantu ku di saat aku memerlukan pertolongan. Dia juga selalu membawa buah tangannya untuk ku. Sikap baiknya terhadap ku, kadang- kadang menimbulkan tanda tanya kepada aku samada dia betul-betul ikhlas menolong atau menginginkan sesuatu balasan dari ku. Entahlah, sejak akhir-akhir ini nafsu ku sering memuncak, mungkin disebabkan lama juga aku tidak berhubungan seks dengan suami ku.
Setiap malam burit ku berdenyut- denyut kegersangan minta dipuaskan. Nak menunggu kepulangan suami 2 bulan lagi adalah terlalu lama rasanya kurus keringlah aku menahan penderitaan batin ku. Anak saudara suami ku, Zaidin dan Zairul pulak tak balik ke kampung kalau tak mahu aku mengulangi perbuatan yang lepas, manakala Pak Mat pula dah ada bini muda. Dalam kepala ku hanya terbayang Mat Napi, tapi risau juga aku kerana Mat Napi ni ramai kawan, tak rela tubuh ku nanti dikenduri oleh kawan- kawannya nanti, kalau Mat Napi seorang sahaja aku tak kisah sangat kalau tergadai tubuh pun.
Suatu hari selepas menerima barangan dapur yang dipesan daripada Mat Napi, aku mengajaknya minum sambil berbual-bual di bahagian dapur yang agak terselindung. “Suami Kak Ani tak pulang lagi ke?” tanya Mat Napi memulakan bicara. “Belum, bulan depan baru dia pulang,” jawab ku. “Lama juga dia pergi oversea, tak sunyi ke?” tanyanya lagi. “Sunyi pun nak buat macam mana, bukan ada orang lain nak teman,” jawab ku meminta simpati. “Kalau macam tu jom lah ikut saya pergi bandar, tengok wayang ke,” pelawa Mat Napi. “Ishh kau ni Mat Napi, saya ni kan bini orang, apa pulak kata orang kampung nanti bila tengok saya keluar dengan awak,” jawab ku. “Kalau tak boleh keluar siang kita keluar malam, memang lama dah saya teringin nak berdating dengan Kak Ani,” sambung Mat Napi lagi.
Meremang bulu roma ku mendengar pelawaan Mat Napi tersebut. “Ishh keluar malam saya tak beranilah Mat Napi, kawan- kawan awak tu semuanya nakal-nakal belaka, cari peluang nak berjubur je, silap- silap nanti saya pulak akan dikerjakan oleh mereka, ishh tak sanggup saya,” jawab ku berterus terang. “Ala kak ani kalau bab berdating ni saya seorang je, memang saya tak akan ajak orang lain, akhir-akhir ni malam-malam tak boleh tidur la, teringat Kak Ani, peluk bantal je, kalau boleh nak juga peluk orangnya sekali,” rayu Mat Napi. “Peluk je tau jangan lebih- lebih nanti lain jadinya,” sambung ku, burit ku mula berdenyut membayangkan adegan tersebut. “Memang nak peluk je tak lebih dari itu, malam ni boleh,” rayu Mat Napi lagi.
“Malam ni tak boleh lah Mat Napi, saya dalam keadaan haid ni, bila bersih nanti saya akan beritahu bila kita boleh jumpa, tapi janji awak seorang je tau, kalau ada orang lain, saya lari balik,” sambung ku lagi. “Ala Kak Ani bukannya nak lebih-lebih dapat peluk sekali pun jadilah,” rayu Mat Napi lagi. Ketika itu aku melihat bahagian depan seluar Mat Napi mula menonjol, zakarnya mungkin dah menegang kot, fikir ku lagi. “Baiklah kalau setakat nak peluk tu, saya boleh bagi peluang tu sekarang,” ujar ku. Aku mengajaknya ke belakang pintu iaitu tempat yang agak tersorok sikit dan membiarkan tubuh ku dipeluk rapat dari belakang oleh Mat Napi. Terasa batang zakarnya yang dah menegang itu menekan rapat alur punggung ku.
Tangannya mula meramas buah dada ku sehingga terasa puting tetek ku mula mengeras. Setelah membiarkan Mat Napi meramas tetek ku beberapa kali, aku menolak tubuhnya lembut. “Dah lah cukup setakat ni, dah dapat peluk tubuh saya kan,” ujar ku. Aku lihat muka Mat Napi berpeluh, mungkin terlalu bernafsu kot. “Sebab itulah saya nak berdating dengan awak dalam keadaan diri saya bersih, saya takut awak tak tahan je nanti, lagi pun kalau saya dah bersih tu bonus untuk awak, bukan setakat peluk cium atau raba tetek saya je, bahagian bawah pun awak boleh raba, silap-silap kalau saya dah tak tahan awak boleh rasanya sekali,” ujar ku lagi berseluruh. “Betul ke ni Kak Ani, ni yang buat saya tak tahan ni, kena balik melancap dulu lah,” balas Mat Napi bersahaja. “Eh ke situ pulak awak ni, tu la suruh kahwin awal tak mahu, kalau tak adalah jugak tempat untuk nak lepaskan nafsu awak tu,” sambung ku lagi.
Hari terakhir haid ku, aku mengajak Mat Napi menemani ku ke farmasi untuk membeli pil cegah kehamilan, sebagai persiapan diriku untuk berdating dengan Mat Napi malam besoknya. Petang itu juga adik ipar ku yang masih dalam pantang kerana melahirkan anaknya yang ke 4 pulang bersama suami dan anak-anak nya untuk menziarahi ibunya yang sakit itu.
Berderau darah ku bila melihat Zaidin berada di rumah, maklumlah beliau pernah menikmati tubuhku, aku bimbang dia mahu mengulanginya lagi. Aku hanya tersenyum bila di sapa oleh Zaidin, manakala biras ku yang merupakan suami adik ipar ku yang ku panggil abang Adam dari tadi asyik menjeling tubuh ku sahaja. Maklum lah orang tengah berpuasa nafsu kerana bini dalam pantang. Keesokannya pagi-pagi lagi aku mandi wajib. Bila keluar sahaja dari bilik air aku terserempak dengan abang Adam suami adik ipar yang menunggu untuk masuk kebilik air.
Aku yang ketika itu hanya sempat disapa olehnya. “Hai Ani awal mandi?” tanyanya. “Mandi hadaslah bang,” jawab ku pendek. “Eh suami takde pun mandi wajib jugak ke,” sambungnya sambil tergelak kecil. “Orang baru suci haid lah, ke situ pulak fikir abang adam ni,” jawab ku sambil tersenyum. Aku lihat abang Adam memandang dengan geram ke arah tetek ku yang menggebu itu. Aku tahu dia memang geram dengan tubuh ku.
Malam itu kebetulan ada kerja-kerja kenduri kahwin di rumah Pak Awang, selang beberapa rumah daripada rumah mertua ku. Aku memberitahu adik ipar ku yang aku nak ke sana untuk membantu apa yang patut, walaupun sebenar nya aku ingin pergi berdating dengan Mat Napi. Mat Napi yang siap menunggu membawa ku ke sebuah pondok durian di tepi sungai. Terdapat tikar kecil dan bantal yang tersedia ada di situ, mungkin digunakan oleh tuan pada siang hari.
Sampai saje di situ Mat Napi terus memeluk dan meromen tubuh ku lalu membaringkan tubuh ku di atas tikar tersebut. Aku membiarkan sahaja Mat Napi mengerjakan tubuh ku kerana aku juga menikmatinya. Setelah puas mengerjakan pipi dan tetek ku lalu dia menyelak kain batik yang aku pakai mendedahkan burit ku yang sudah dibasahi oleh air mazi ku sendiri. Aku terkejut dan kegelian bila Mat Napi menjilat alur burit ku.
Aku mengepit kepala Mat Napi kerana kegelian yang aMat sangat. Inilah kali pertama burit ku dijilat, memang nikmat rasanya, aku tak dapat mengawal nafsu ku lagi lalu aku melepaskan air mani ku yang menyembur keluar dari lubang burit ku, Mat Napi dengan lahap menjilat dan menghirup air mani yang keluar dari lubang burit ku tersebut dengan penuh bernafsu. Belum hilang keletihan kerana telah keluar air mani, nafsu ku kembali bangkit. Mat Napi mengeluarkan batang zakarnya dan menyuanya kemuka ku.
Aku terkejut dan seram bila melihatkan saiz batang zakarnya yang begitu besar dan panjang mengalahkan saiz Mat salleh. Rasa-rasanya dua kali ganda saiz zakar suami ku. Mat Napi mengesel-geselkan kepala zakarnya yang besar mengembang itu pada bibir ku. Mat mungkin mahu aku mengulum kepala zakarnya, lalu aku membukakan sedikit mulut ku.
Melihatkan mulut ku sudah terbuka dengan segera Mat Napi menekan zakarnya kedalam mulut ku. Terasa penuh dan sendat mulut ku. Mampukan lubang burit ku menerima saiz zakar yang sebegini besar fikir ku lagi, berderau darah ku memikir adegan seterusnya. Aku meminta agar Mat Napi segera menyetubuhi aku. Mat Napi naik ke atas tubuh ku lalu menindih dadaku, aku meluaskan kangkangan ku dan membetulkan kedudukan punggung memudahkan dia bercelapak di celah kangkang ku.
Aku mula terasa yang zakarnya yang keras dan besar itu bergesel dengan permukaan faraj ku yang dah lencun. Aku memegang batang zakarnya dan mengosok-gosok pada rongga faraj ku. Mat Napi mula menekan zakarnya dan rongga faraj ku mula mengembang dan terkuak untuk menerima kemasukan batang zakar Mat Napi yang agak besar itu.
Apabila kepala takuk nya melepasi rongga faraj ku, terasa otot faraj mula meregang untuk menyesuaikan saiz zakar yang memasukinya hingga terasa senak dan pedih pada faraj ku. Namun begitu kehangatan dan kegelian yang maksimum ku rasakan pada dinding faraj bila batang zakar Mat Napi menyelusuri hingga ke dasar faraj ku. Aku mengerang kuat menahan kesenakan dan kenikmatan tersebut. Nasib baiklah tempat tersebut jauh dari orang, jadi aku bebas mengeluarkan suara menahan asakan pelir Mat Napi pada lubang faraj ku.
Terasa penuh dan padat rongga faraj ku bila Mat Napi menusuk zakarnya ke dalam lubang burit ku yang aku rasa terkuak dan terbuka luas itu. Walau pun terpaksa menahan kesenakan dan keperitan namun begitu kenikmatan serta kesensasian yang disalurkan daripada zakar Mat Napi tetap dirasakan di mana keseluruhan dinding faraj ku dapat merasa kehangatan dan kepejalan otot batang zakar Mat Napi tersebut.
Seakan mahu keluar isi faraj ku bila Mat Napi menarik keluar batang zakarnya dari rongga burit ku. Nasib baiklah Mat Napi tidak mengambil masa lama untuk memancutkan air mani nya, tak sampai 10 minit dia menghenjut tubuh ku, dia mula memeluk kemas tubuh ku dan menusuk zakar nya sedalam yang mungkin, aku mengerang keras menahan kesenakan kerana kepala zakarnya yang menekan rahim ku, terasa berdas-das pancutan air mani dilepaskan dalam rahim ku, terasa penuh rongga burit ku dengan air maninya. Setelah habis pancutan maninya aku menolak tubuh Mat Napi dari tubuh ku dan mencabut batang zakar nya dari lubang burit ku, bunyi plop terhasil bila kepala zakarnya terkeluar dari rongga faraj ku. Air maninya mengalir keluar dari lubang burit ku. Terasa luas rongga burit ku serta kepedihan akibat asakan batang zakar Mat Napi masih dirasai. Setelah membasuh sisa air mani yang mengalir keluar, aku mengajak Mat Napi pulang, dia meminta untuk menyimpan seluar dalam ku sebagai kenangan.
Dalam perjalanan pulang bersama Mat Napi, aku terserempak dengan abang Adam suami adik ipar ku. Terkejut juga aku bila disapa olehnya. “Tadi kata pergi rumah kenduri,” tegur abang Adam. “Sudah, dah nak balik ni, takut balik sorang, sebab tu la ajak Mat Napi teman kan,” jawab ku selamba cuba menyembunyikan perkara yang sebenar. “Kalau macam tu jom la, abang pun nak balik ni, dari kedai tadi beli ubat nyamuk,” pelawa abang Adam. Suami adik ipar ku sudah berusia dalam lingkungan akhir 40an tapi masih gagah lagi. Aku tiada alasan terpaksa lah menerima pelawaan abang Adam tu.
Setelah mengucapkan terima kasih kepada Mat Napi aku menaiki kereta abang Adam. Dalam kereta tersebtu aku masih terasa yang sisa air mani Mat Napi masih meleleh keluar dari lubang burit ku menyebabkan kain batik yang aku pakai kelihatan basah sedikit
STUDENT EX CANTIK PALING PRO HISAP BATANG
PRIVATE GROUP TELE, KOLEKSI AWEK MELAYU LATEST BOGEL
NAK JOIN MEH PM
TUKAR ISTERI
Amir kelihatan serba tak kena. Duduk salah berdiri pun salah. Anak lelakinya yang berumur 7 tahun kelihatan masih leka bermain dengan permainan video di lantai ruang tamu. Hatinya berkecamuk antara marah dan sedih. Semuanya kerana rakaman CCTV tersembunyi di rumahnya yang memaparkan aksi keberahian sepasang manusia di segenap sudut rumahnya.
Mata Amir memandang ke jam di dinding. Dia tahu di situ terletak kamera pengawasan yang dipasang secara sembunyi-sembunyi. Malah bukan di situ sahaja, di dapur, bilik tidur, tangga, garaj kereta dan belakang rumah turut diletakkan tanpa pengetahuan isterinya. Amir mengangkat punggung menuju ke bilik kerjanya. Isterinya sedang memasak di dapur melihat Amir dan tersenyum melihat suaminya itu.
Amir membalas senyuman isterinya. Sebaik pintu di tutup, Amir membuka komputernya dan melihat kembali rakaman- rakaman cctv yang membuatkan hatinya serba tidak tenteram. Dari satu video beralih ke satu video. Berbagai gelagat dapat di lihat di skrin komputernya. Rakaman isterinya curang dan melakukan hubungan tubuh dengan salah seorang jirannya membuatkan Amir menjadi geram menontonnya. Mata Amir galak menonton isterinya terkangkang di sofa dengan kain batiknya yang terselak ke perut.
Sementara itu Zainal kelihatan sedang berlutut di lantai menjilat puki isteri Amir dengan sungguh berselera sekali. Di sudut video itu tertera jam menunjukkan pukul 10 pagi. Ternyata waktu yang paling sesuai berikutan anaknya pada waktu itu berada di sekolah dan Amir pula berada di pejabat. “Tak kerja ke hape jantan ni….” getus Amir di dalam hati. Kemudian video itu memaparkan isteri Amir, Farah menghisap konek Zainal.
Kepala Farah bergerak seiring dengan batang konek Zainal yang keluar masuk mulut mungil isteri orang itu. Tidak lama selepas itu Amir melihat tubuh Zainal melengkung dan kepala Farah di tarik rapat ke perutnya. Ternyata Zainal sedang mengalami kemuncak nafsu. Farah kelihatan memeluk punggung Zainal yang sedang terkejang-kejang mengalami orgasme. “Sial kau Zainal. Puas kau bagi bini aku telan air mani kau ye…” getus Amir dengan geram di dalam hati. Kemudian Amir menonton video yang lain pula.
Kejadian berlaku di dapur. Kelihatan Farah sedang mendukung anak Zainal yang dijaganya. Zainal turut kelihatan berada di situ. Zainal meraba-raba punggung Farah yang bekain batik dan mereka seperti berbual sesuatu. Amir melihat bagaimana Zainal yang kemudiannya membuka seluarnya dan menghunuskan koneknya yang keras di punggung Farah. Bagaikan perempuan miang, Farah melentikan-lentikan punggungnya sambil Zainal menekan koneknya di punggung Farah sambil memeluk wanita itu.
Seketika kemudian, Farah hilang dari pandangan dan kembali semula ke dapur tanpa bayi Zainal. Pasti dia meletakkan bayi itu di ruang tamu. Mereka berdua berpelukan dan berciuman. Farah kelihatan menjambak konek Zainal yang keras sambil merocohnya dengan laju. Kemudian Farah berpaling dan menonggeng di kabinet dapur. Zainal di belakangnya menyelak kain batik Farah ke pinggang dan berlutut di belakang wanita itu.
Celah punggung dan kelengkang Farah habis di jilatnya. Melentik-lentik punggung Farah menikmati jilatan nafsu dari Zainal. Pasti sedapnya bukan main lagi. “Tak guna punya betina….” getus hati Amir lagi sambil menyaksikan video rakaman itu. Zainal berdiri dan menghunuskan koneknya di celah kelengkang Farah. Melentik-lentik punggung Farah sewaktu menerima kemasukan konek Zainal di lubang pukinya. Zainal menekan koneknya hingga habis masuk ke dalam. Farah menolehh ke arah Zainal dan berkata sesuatu.
Kemudian Zainal pun mula menghenjut tubuh Farah. Geram Amir melihat Zainal menghayun koneknya keluar masuk lubang puki isterinya. Melentik punggung isterinya yang bergegar sewaktu dihenjut Zainal dari belakang. Kedua-dua tangan Zainal keras memegang kanan kiri pinggul Farah sambil menghenjut keras dan laju. Farah kelihatan sedang menikmati persetubuhan segera itu. Dari wajahnya yang terpapar di dalam rakaman, jelas sekali wanita itu menyukai persetubuhan itu dan seronok menikmatinya.
Kain batik Farah melorot jatuh menutup punggungnya. Amir lihat Zainal membiarkan punggung Farah ditutupi kain batik. Malah sambil menghenjut, Zainal turut menarik kain batik Farah agar kelihatan sendat menutupi punggung Farah. Semakin lama hayunan tubuh Zainal semakin laju. Farah juga kelihatan semakin ghairah dengan tubuhnya yang melentik dan kepalanya yang terdongak. Zainal beberapa kali menampar punggung Farah dan secara tiba-tiba Zainal mencabut koneknya keluar dari tubuh Farah. Segara wanita itu berlutut menghadap Zainal sambil mulutnya ternganga menadah air mani yang bakal dipancutkan lelaki itu. Amir lihat Zainal menggenggam koneknya dan dihalakan ke mulut isterinya.
Farah bagaikan wanita yang kehausan mengangakan mulut kepada konek Zainal yang sedang menanti waktu untuk meledakkan air mani. Tubuh Zainal pun akhirnya terkejang-kejang. Koneknya di halakan ke wajah Farah. Amir lihat memancut air mani Zainal ke muka isterinya dan sebahagian besar darinya masuk ke dalam mulut isterinya. Amir turut melihat Zainal menggoncang koneknya hingga air maninya habis meleleh masuk ke dalam mulut isterinya yang ternganga. Habis sahaja air mani dilepaskan, Zainal menyumbat koneknya masuk ke dalam mulut isteri Amir.
Farah terus mengolom konek Zainal hingga membuatkan lelaki itu menggigil tubuhnya kerana kenikmatan yang sungguh hebat di kolom mulut isteri orang itu. Amir berdengus kecil. Skrin paparan video di tutup dan matanya kosong memandang wallpaper yang menunjukkan gambar mereka bertiga sekeluarga. Sayu hati Amir memandang wajah anaknya yang seorang itu.
“Assalamu’alaikum” “Wa’alaikumsalam. Eh, Amir.. Masuk.. jemput masuk” kata Zainal yang kebetulan berada di garaj kereta sedang mengilatkan kasutnya. Amir masuk melalui pintu pagar rumah Zainal yang sememangnya tidak berkunci itu. “Wah… kilat betul kasut kau Nal…” kata Amir. “Biasalah, hujung minggu… Kalau tak kilat nanti Sarjan marah” kata Zainal yang merupakan kopral polis. “Bini kau mana Nal?” tanya Amir.
“Ada kat dalam. Dia baru balik kerja tu.” kata Zainal. “Baru balik kerja ye… Aku sebenarnya ada…..” kata-kata Amir terhenti sebaik melihat Hayati yang masih beruniform jururawat keluar ke garaj. “Eh… Amir rupanya…. akak ingat siapa tadi..” kata Hayati. “Eh kak Yati… Baru balik kerja ye…. saja je nak jenguk abang Enal ni buat apa petang- petang… Baby mana?” tanya Amir.
“Ada kat dalam tu ha. Tengah kena layan dengan akak- akaknya…. Akak baru balik kerja ni yang masih belum buka uniform lagi ni…. Eh… Amir duduk dulu ye…” kata Hayati yang kemudiannya berpaling dan berjalan masuk ke dalam rumah. Mata Amir geram menatap punggung isteri Zainal yang kelihatan begitu sendat sekali dibaluti uniform jururawat berwarna putih ketika itu. Seluar uniform Hayati kelihatan sungguh sendat sekali dan oleh kerana baju uniform Hayati agak singkat dan terselak di punggungnya, mata Amir dapat melihat warna seluar dalam biru terpamer di punggung Hayati yang bulat dan lebar itu.
Melentik-lentik punggung Hayati yang lebih besar dari isterinya sewaktu berjalan. Melenggok-lenggok mempamerkan kemontokan bontotnya yang berlemak dan kelihatan sungguh subur itu. “Tadi kau kata ada hajat… apa dia Mir…” kata Zainal. “Ni ha…” kata Amir sambil menunjukkan handphone miliknya kepada Zainal. Zainal pun mengambil handphone itu dan melihat apa yang ada di skrin. Pucat lesi wajah Zainal apabila melihat video dirinya sedang menyetubuhi isteri Amir tanpa seurat benang di atas katil master bedroom rumah Amir. “Aku… err… aku….” kata Zainal tergagap-gagap. “Tak apa… kau tengok dulu sampai habis… memang aku datang sini pun nak tunjuk kat kau… tengok je sampai habis…” kata Amir.
Zainal yang serba salah pun mengikut sahaja kata Amir, menonton rakaman video yang dimainkan di handphone itu. Zainal melihat tayangan semula dirinya menghenjut Hayati, isteri Amir dalam berbagai posisi. Kedua-duanya telanjang tanpa seurat benang. Video itu dimainkan sehingga ke babak terakhir. Berkerut dahi Zainal melihat dirinya di dalam video itu kelam kabut mencabut koneknya dari tubuh Farah yang terkangkang telanjang dan menyuapkan koneknya ke dalam mulut isteri Amir itu. Terkejang tubuh Zainal di dalam video itu memancutkan air mani di dalam mulut Farah sambil memaut kepala wanita itu agar air maninya terus sampai ke tekak dan terus di telan seperti selalu. Sebaik habis tayangan video itu, Zainal menghulurkan handphone itu kembali kepada Amir.
Menggeletar tangannya pada waktu itu. “Aku tau kau cuak Nal. Aku tau kau tak sangka aku boleh rakam semua ni. Ini baru satu, ada banyak lagi sebenarnya yang masih aku simpan dalam PC” kata Amir. “Berapa banyak kamera kau pasang Mir?” tanya Zainal dalam nada ketakutan. “Satu je, kat dalam bilik ni la. Aku dah syak lama sebenarnya tu yang aku pasang satu dalam bilik. Rupa- rupanya macam ni kau buat ye.” kata Amir yang menyembunyikan lokasi- lokasi lain kamera tersembunyinya. “Mir… aku minta maaf Mir… aku janji….” “Dah… dah… dah….. Aku datang sini bukan nak maafkan kau dan nak bagi kau lepas gitu je…
Kalau nak settle mesti ada syaratnya…” kata Amir. “Mir.. kau cakap berapa je.. aku boleh bayar…” kata Zainal. “Ada aku minta kau duit ke? Aku cuma bagi kau 2 pilihan je sekarang ni… Pertama, ini video aku bagi pejabat agama dan Farah aku ceraikan. So, kau boleh ambik dia lepas ni…” kata Amir. “Kau gila… mana bini aku bagi aku kawin sorang lagi… tolong la Mir… kau jangan ceraikan dia ok…. aku janji aku tak kacau lagi rumah tangga kau..” rayu Zainal dalam suara yang perlahan agar tidak didengari oleh isterinya di dalam rumah. “Hey… rileks la… masih boleh kowtim la… satu lagi syaratnya adalah…. aku lebih suka syarat yang kedua ni sebenarnya berbanding yang first tadi…. dan aku pun berharap sangat supaya kau pun setuju syarat yang kedua ni…” kata Amir.
“Kau cakap je Mir… kalau kau suka syarat yang kedua tu, aku pun suka juga… tapi apa syaratnya Mir…” kata Zainal yang semakin gabra dengan keadaan dirinya. “Kau boleh main dengan bini aku…. tapi aku juga nak main dengan bini kau…..” kata Amir. “Kau biar betul…” Kata-kata Zainal terhenti sebaik isterinya keluar membawa dulang berisi 2 cawan kopi dan sepiring kuih. “Ala kak Yati ni susah-susah je…. ” kata Zainal sambil matanya memandang seluruh tubuh Hayati yang sendat beruniform putih jururawat ketika itu. “Tak ada susahnya Mir… borak panjang nampak… citer apa je?” tanya Hayati yang sedang berlutut di depan Amir menghidangkan air dan kuih di atas meja kecil. “Alah cerita pasal handphone ni kak.
Abang Enal nampaknya minat dengan handphone saya ni” kata Amir sambil matanya menatap peha Hayati yang kelihatan sendat dengan seluar uniform putih sewaktu berlutut di depannya. “Abang nak tukar handphone ke bang?… ” tanya Hayati kepada Zainal, suaminya. “Alah…. cuma minat je… nak beli berangan je la… awak ingat gaji saya ni besar sangat nak beli handphone baru?” kata Zainal. “Hah tau pun…. baik beli susu anak lagi bagus kan Mir? Lain la Amir ni… gaji besar… bini tak kerja pun tak apa…” kata Hayati kepada Amir yang sedang khusyuk menatap tubuhnya. “Tak besar mana la kak…. rezeki masing-masing….” jawab Amir. “Oklah… akak masuk dulu la.. kacau korang berbual je…” kata Hayati sambil berdiri dan menuju ke pintu masuk.
“Terima kasih ye kak buatkan air petang-petang ni… mengganggu je saya ni…” kata Amir sambil melihat lenggokkan punggung bulat Hayati yang semakin terserlah bentuknya kerana baju uniform sendatnya terselak ke pinggang, mendedahkan seluruh punggungnya yang memperlihat warna seluar dalam birunya kepada Amir. “Tak ada kacaunya Mir..” kata Hayati sebaik tiba di muka pintu rumahnya sambil berpaling memandang Amir. Hayati lihat mata Amir tidak lepas memandang punggungnya dan kemudiannya memandang wajahnya. Hayati tersenyum dan berdiri sejenak memandang Amir sambil melentikkan bontotnya. Dia lihat mata Amir kembali memandang tubuhnya yang sudah pun diperlihatkan dari sisi. Sudah pasti lelaki itu melihat lentikan punggungnya yang berseluar ketat. Hayati memberikan senyuman kepada Amir sambil menjelingnya dan masuk terus ke dalam rumah.
“Nakal juga ye kau Amir…” getus hati Hayati sambil berjalan menuju ke dapur bersama dulang di tangannya. “Lain macam je aku tengok cara kau tengok bini aku Mir… betul ke kau nak main dengan dia?” tanya Zainal. “Betul…. camne? Ada berani?” tanya Amir. Zainal terdiam sejenak sambil memandang kosong cawan- cawan berisi air kopi di hadapannya. “Ok… aku setuju… tapi… kau kena mengayat dia sendirilah ye…” kata Zainal. “Boleh… cuma aku perlukan bantuan kau untuk dapatkan dia…. kau kena bagi lebih ruang untuk aku sentiasa dapat bersama dia… boleh?” tanya Amir.
“Macam mana?” tanya Zainal. “Esok weekend, kita memang tak kerja. Tapi hari Isnin nanti kau suruh bini kau pergi kerja dan balik kerja dengan aku selama seminggu. Kau bagi alasan kereta dia nak kena hantar bengkel. Amacam?” tanya Amir. “Tengok la nanti camne” jawab Zainal. “Macam berat hati je nampaknya… Rilek la brader, kau boleh main dengan bini aku, takkan kau tak bagi aku main pulak dengan bini kau. Seminggu tu la masanya aku nak ayat dia. Kalau tak, aku balik kepada option nombor satu tadi. So, camne?” tanya Amir inginkan kepastian melihatkan Zainal seakan ragu-ragu untuk menurut katanya.
“Kau betul-betul sure ke boleh bagi aku main bini kau macam selalu aku buat?” tanya Zainal. “Ye betul. Yang penting line korang sendiri yang jaga la. Kalau ada apa-apa berlaku aku tak nak tanggung. Aku pun sama juga” kata Amir meyakinkan Zainal yang masih ragu-ragu. “Ok.. mula dari hari isnin nanti kau boleh pergi dan balik kerja dengan bini aku. Soal alasan tu nanti aku settlekan” kata Zainal. “Itu macam la brader. Alang- alang buat jahat biar sama- sama rasa” kata Amir dan kemudiannya terus menghirup air kopi di cawannya hingga habis dan meminta diri untuk pulang.
“Mir.. tunggu jap…” kata Zainal sewaktu Amir ingin keluar dari pintu pagar rumahnya sambil berjalan menuju ke arah Amir. “Aku nak tanya sikit la…. sebenarnya apa yang buat kau nak sangat main dengan bini aku tu. Sebab, kalau nak ditengokkan, bini kau tu berkali ganda lebih solid dari bini aku yang dah beranak 3. Si yati tu dah la lebih berlemak dari bini kau” tanya Zainal. “Bini kau tu tak gemuk la Nal. Dia normal cuma tak jaga badan je. Setakat lemak sikit- sikit tu biasalah. Aku geram kat bontot dia yang besar tu. Kena pulak kalau dah pakai uniform ketat macam tu, mananya aku tak geram. Oklah, hari isnin nanti jangan tak jadi. Ahad malam aku call untuk confirmkan” kata Amir dan terus berjalan meninggalkan Zainal menuju ke rumahnya yang terletak selang 5 rumah dari rumah Zainal.
Zainal menutup pagar dan menuju ke kerusi. Kelihatan isterinya sudah pun keluar bersama dulang untuk diletakkan kembali hidangan minum petang yang disajikan sebelum itu. “Borak apa je tadi bang?” tanya Hayati. “Borak kaum bapak… kenapa?” tanya Zainal. “Saja je tanya. Hensem betul si Amir tu kan bang?” tanya Hayati. “Ah…. dah bawa masuk semua ni… macam-macam pulak awak ni….. haa.. satu lagi, kereta awak saya nak hantar pergi servis isnin nanti, jadi awak pergi balik kerja dengan Amir tau” kata Zainal.
“Abang dah cakap kat dia ke tadi?” tanya Hayati. “Dah… dia setuju…. abang nak bagi duit minyak, tapi dia menolak. Nanti awak cuba la bagi dia duit minyak isnin nanti” kata Zainal. “Boleh… ” jawab isterinya. “Kalau hari isnin tak settle kereta awak kat bengkel, awak naik kereta Amir lagi la esoknya atau sampai kereta awak ok” kata Zainal. “Teruk sangat ke rosaknya kereta saya bang? Saya bawa rasa macam ok je?” tanya Hayati. “Awak mana tau pasal kereta, tau bawa je. Camne? Boleh tak?” tanya Zainal. “Boleh sangat bang… kalau selalu saing dia pergi balik kerja pun apa salahnya…” jawab Hayati sambil masuk ke dalam rumah bersama dulang hidangan minum petang yang sudah habis. “Bini aku ni pun semacam je kat kau… Senang la kerja kau Mir…” getus hati Zainal sambil mengeluarkan sebatang rokok lalu dinyalakan.
Amir menunggu beberapa minit di dalam kereta dan kemudian kelibat Hayati pun kelihatan yang kemudiannya terus masuk ke dalam kereta. “Amir…. ni Amir punya….” kata Hayati sambil menghulurkan duit RM10 kepada Amir. Amir mengambil duit itu dan memandang Hayati di sebelahnya. “Kenapa Amir tengok akak macam tu?” tanya Hayati tersipu malu. “Tak payah la kak, memang dah kita kebetulan sama laluan. Saya tak rugi apa-apa pun, sebaliknya beruntung dapat tumpangkan perempuan cantik macam ni.
Akak ambik la balik duit ni” kata Amir sambil meletakkan duit itu di atas peha Hayati sambil mengambil kesempatan meramas peha Hayati yang sendat berseluar uniform jururawat itu. “Mir…. janganlah macam ni…” kata Hayati. “Akak cakap macam tu bermaksud saya tak ambik duit tu atau pun saya pegang peha akak?….” tanya Amir. “Errrrr…… mmmm… dua-dua… hi hi hi….” jawab Hayati sambil ketawa kecil. “Kak… akak ada 3 orang anak nak kena suap. Lain la dengan saya ni cuma ada sorang anak je. Akak ambil balik ye duit ni. Walau akak pergi balik kerja saing dengan saya sampai tua pun akak tak perlu bayar satu sen kat saya” kata Amir.
“Tapi akak kesian kat Amir. Dahlah kena tunggu akak, lepas tu naik kereta Amir. Tak sedap la kalau akak tak bayar Amir…” kata Hayati masih membiarkan Amir meramas pehanya. “Kalau akak nak bayar boleh… tapi saya tak nak duit…” kata Amir. “Habis tu Amir nak apa?” tanya Hayati. “Saya nak cium akak…” jawab Amir. “Mir… Akak ni bini orang Mir…” kata Hayati. “Saya pun laki orang kak… Takkan la saya nak buat depan orang ramai…” kata Amir. “Habis tu Amir nak cium akak kat mana?” tanya Hayati. “On the way balik nanti saya singgah la kat kebun getah estate tu” kata Amir. “Sana clear ke?” tanya Hayati. “Kita tengok dulu macam mana. Tapi dari kata-kata akak tu macam ok je…” kata Amir. Hayati cuma tersenyum dan Amir pun mula memandu pulang. Sebaik tiba di tempat yang dimaksudkan, Amir pun terus memegang tangan Hayati. Hayati hanya tersenyum memandang Amir dan perlahan-lahan Amir mendekatkan wajahnya ke wajah Hayati.

Hayati memejamkan matanya dan merelakan bibirnya bersatu dengan bibir Amir. Berkucuplah mereka berdua bersatu bibir dan saling menggumpal lidah. Hayati membiarkan Amir meraba seluruh pelusuk tubuhnya hingga tanpa dia sedari zip seluar uniformnya telah pun dibuka dan memberikan laluan kepada Amir untuk menyeluk tangannya masuk ke celah kelengkangnya yang semakin basah seluar dalamnya dengan cecair keberahian. Amir menarik tangannya keluar dari dalam seluar Hayati. Dia membuka seluarnya dan mengeluarkan koneknya yang semakin keras mengharapkan perzinaan.
Dia memegang tangan Hayati dan menariknya agar jururawat itu memegang koneknya. Seperti yang diminta, Hayati memegang konek Amir dan tanpa dipinta, Hayati merocoh konek Amir hingga nafsu Amir semakin kuat ingin menyetubuhi isteri orang yang masih sendat beruniform jururawat itu. Amir menyeluk kembali tangannya ke dalam seluar uniform Hayati. Seluar dalam Hayati semakin lecun dengan cairan pekat nan licin. Ternyata Hayati semakin bernafsu. Lebih-lebih lagi apabila Amir menggosok pukinya hinggakan Hayati mengerang kesedapan sewaktu mereka masih lagi berkucupan. Amir pun melepaskan kucupan di bibir Hayati dan mula mengucup telinga Hayati yang masih ditutupi tudung. Kemudian ciumannya beralih ke leher. Hayati hanya memejamkan mata kerana berasa sungguh asyik dengan permainan asmara itu. “Mir…. ohhh……” Hayati mengeluh sedap sewaktu Amir mengusap pukinya yang tembam. “Sedap kak?…. ” tanya Amir. “Sedap….. Mir… jangan bagi tau sesiapa ye kita buat macam ni….” kata Hayati sambil mengurut-urut konek Amir yang keras di dalam genggamannya.
“Sudah tentu kak…. Hisap pelir saya kak…” kata Amir yang kembali duduk di tempat duduk pemandu. Hayati terus menunduk dan menyuap konek Amir ke dalam mulutnya. “Ohhhhh…. sedapnya….” Amir merengek sedap sewaktu seluruh koneknya masuk ke dalam mulut Hayati dan apabila bibir mungil jururawat itu mengepit pangkal konek Amir. Amir sungguh terangsang melihat kepala Hayati yang bertudung putih bergerak turun naik mengolom koneknya. Amir kemudian melihat tubuh Hayati yang montok berbaju uniform jururawat yang ketat ketika itu.
Semakin ghairahnya menjadi-jadi. “Dah lama saya mengidam nak rasa body akak yang ketat dengan uniform ni” kata Amir sambil mengusap tubuh Hayati. Koloman Hayati semakin lama semakin laju. Amir dapat merasakan koneknya semakin licin di kolom mulut Hayati. Amir tahu, air mazinya sudah pasti berlimpahan di dalam mulut Hayati. Di campur pula dengan air liur wanita itu, sudah tentu koneknya banjir di dalam mulut Hayati. Sambil menikmati hisapan Hayati yang sungguh sedap di koneknya, Amir mengambil peluang itu untuk melondehkan seluar dan juga seluar dalam Hayati hingga mendedahkan seluruh bontot jiran tetangganya itu. Bontot isteri orang beranak 3 yang usianya lebih tua 5 tahun darinya itu di ramas dengan geram.
Daging punggung yang lebar dan berlemak dan setiap hari dibaluti seluar uniform jururawat yang ketat kini terdedah tanpa berseluar. “Kak Yati… dah kak… ” pinta Amir dan Hayati pun kembali duduk di tempat duduk sebelah pemandu. Mereka kembali berkucupan dan ketika itulah Amir membaringkan tempat duduk Hayati. Sambil berciuman, Amir menanggalkan seluar Hayati berserta seluar dalam yang basah dengan air nafsu. Amir naik ke atas tubuh Hayati. Terkangkang Hayati memberikan ruang kepada Amir. Konek Amir di rocoh- rocoh dan bagaikan sudah tidak sabar lagi untuk melakukan persetubuhan, Hayati menarik konek Amir masuk ke lubang pukinya yang sudah sedia menanti.
“Ohhhh…. Amirrrr……” Hayati mengeluh kesedapan sewaktu lubang pukinya menerima konek Amir yang keras menyodok masuk. Mudah saja konek Amir masuk ke dalam lubang puki Hayati yang longgar itu. Terus disantak hingga tenggelam seluruh koneknya hilang di telan lubang puki jururawat yang empuk itu. Amir memeluk tubuh montok Hayati. Koneknya dibiar berendam di kolam puki Hayati. Sekali lagi mereka berkucupan. Amir dapat merasakan lubang puki Hayati mengemut koneknya dengan penuh sedap sekali. Amir terus menghenjut koneknya keluar masuk. Bermula dengan rentak perlahan dan semakin lama semakin laju rentak henjutannya.
“Cepup… cepap… cepupp… cepappp….” bunyi lubang puki Hayati yang melimpah dengan air mazi dirinya dan juga milik Amir kedengaran sungguh jelas sekali di dalam kereta itu sewaktu Amir menjolok koneknya keluar masuk. “Sedapnya Mirrr….. aahhhh…” Hayati merengek sedap sambil memeluk Amir. Amir terus menghenjut tubuh Hayati yang ketika itu masih bertudung dan berbaju uniform. Seluar putih jururawat Hayati sudah terlucut terus ke lantai kereta bersama seluar dalamnya. Bontot Amir kelihatan turun naik mengepam koneknya keluar masuk ke lubang puki Hayati yang sungguh licin dan melimpah dengan air persetubuhan. “Licinnya lubang cipap akak….. ohhh… rasa macam nak terpancut kak….” kata Amir.
“Lepas luar Mir… ohh…. akak pun dah nak sampai sayanggg… ahhhh…” kata Hayati. Semakin lama henjutan Amir semakin laju dan padat. Hayati juga semakin kuat mengerang kesedapan. Nafasnya semakin sempit dirasakan dan otot- otot tubuh wanitanya semakin lama semakin keras. “Amirrr… sedapppnya sayangggg…. ahhhhh!!!” Hayati merengek kuat sewaktu kemuncak orgasmanya tiba. Dia memeluk tubuh Amir dengan kuat dan tidak mahu melepaskannya. Ketika itu jugalah Amir merasakan saat pelepasan air maninya pun tiba. “Kak Yati… ooohh… oohhh… ohhhhh!!!” Amir memeluk tubuh Hayati dengan erat dan menjolok koneknya ke dalam lubang puki Hayati sedalam- dalamnya. Air maninya pun dipancutkan terus mengisi telaga bunting Hayati.
Mengeluh Hayati ketika merasakan air mani Amir memancut-mancut di dalam lubang pukinya. Terkemut-kemut otot pukinya sewaktu merasakan konek Amir berdenyut kuat melepaskan benih-benih subur mengisi lubang buntingnya yang sememangnya sedang subur ketika itu. Hayati sedar dia mungkin akan hamil dari benih yang Amir semai. Namun kesedapan yang sedang dirasakan membuatkan dia melupakan tentang perkara itu. Kenikmatan yang sedang dirasai lebih diberi keutamaan pada waktu itu. Mereka berdua pun berpelukan dan berkucupan sambil menikmati saki baki denyutan-denyutan nafsu dari konek Amir yang masih berada di dalam lubang puki Hayati.
Sebaik nafsu masing-masing reda, Amir pun menarik keluar koneknya dari lubang puki Hayati. Meleleh air maninya keluar menodai kusyen tempat duduk. Hayati turut melepaskan nafas kelegaan sebaik konek Amir keluar sepenuhnya dari lubang pukinya.
Menyesal “Abang…. hari ni Yati balik lambat sikit tau. Ada meeting kat hospital” kata Hayati di dalam telefon. “Awak nak balik pukul berapa?” tanya Zainal. “Tak tahu lagi. Mungkin pukul 10 kot” jawab isterinya. “Ok..” kata Zainal dan terus mematikan talian. Matanya memandang jam di tangan. Baru pukul 6.30 petang. Maknanya pasti puas Amir melanyak isterinya di hotel pada hari itu. Zainal sudah sedia maklum sebenarnya sebelum isterinya menghubunginya kerana dia sudah pun menerima sms dari Amir yang mengatakan ingin membawa isterinya di hotel untuk lepaskan gian.
“Dahsyat kau Amir…. Semalam baru first day bawa bini aku, kau dah dapat tibai dia dalam kereta. Hari ni baru hari kedua kau dah boleh bawa dia ke hotel. Aku pun dulu nak mengayat bini kau dekat sebulan baru dapat main. Kau memang dahsyat Amir” kata hati Zainal sendiri. Sementara itu pada masa yang sama, namun di tempat yang lain, Hayati meletakkan telefonnya di atas meja di hadapannya selepas selesai menghubungi suaminya, Zainal. Dia memandang wajahnya di cermin sambil memperbetulkan tudung uniform putih di kepalanya. Seketika kemudian wajahnya berkerut dan dia memejamkan mata. Mulutnya ternganga dan merengek kesedapan.
“Awak… ohh… ohhhhh…. dah la tu… saya penat berdiri” kata Hayati sambil menoleh ke belakang. Kelihatan Amir sudah pun berada dibelakang Hayati. Berlutut di lantai dan seluruh wajahnya rapat di belahan bontot Hayati yang sudah tidak berseluar dan juga berseluar dalam. Tubuh Hayati meliuk kenikmatan hingga melentik bontotnya sewaktu lidah Amir menjilat pukinya dan lubang bontotnya saling silih berganti. Amir pun bangun berdiri. Telanjang tanpa pakaian di tubuhnya. Koneknya keras mendongak ke langit. Dia melihat tubuh Hayati yang hanya bertudung dan berbaju uniform jururawat di hadapannya. Bontot Hayati yang lebar dan bulat menonggek itu di tatapnya dengan geram.
“Amir ni tengok bontot akak macam nak makan je…. dah geram sangat ke? Farah punya tak sedap ke?” tanya Hayati yang menuju ke katil dan naik ke atasnya. Amir tidak menjawab sebaliknya dia ghairah melihat bontot Hayati yang sedang merangkak naik ke atas katil perlahan-lahan. Terus dia menerkam Hayati hingga menonggeng bersujud wanita itu di atas katil. Ketika itu jugalah Amir menyumbat koneknya masuk ke lubang bontot Hayati. Terbeliak mata Hayati sewaktu merasai lubang bontotnya dimasuki konek Amir. Terus dia menjerit kesakitan dan meminta Amir berhenti melakukannya namun ternyata sia-sia. Amir terus menjolok koneknya masuk ke dalam lubang bontot Hayati sambil kedua-dua tangannya kuat memaut pinggul berlemak wanita itu yang empuk.
Patutlah lama benar Amir menjilat lubang bontotnya sebelum itu. Rupa- rupanya dia memang ingin melicinkan lubang bontot Hayati untuk memudahkan koneknya meliwat bontot isteri Zainal pada hari itu. “Amir… jangan… tak boleh masuk kat situ… sakit…. aduuhhhh…” rayu Hayati namun ternyata rayuannya itu sia-sia. Amir semakin ghairah menjolok lubang bontot Hayati hinggakan wanita itu menangis merayu meminta agar Amir menghentikan perbuatannya. “Aduhhh… banggg…. tolong Yati banggg… Amir rogol bontot Yati bangggg… hu hu hhuuuu… abangggg….
” Yati menangis-nangis memanggil suaminya namun segalanya sia-sia. Semakin lama rengekan Hayati semakin hilang. Dia sudah tidak mampu lagi untuk bersuara. Dia hanya mampu menahan kesakitan dan mengharapkan agar perkara itu segera selesai. Namun sedang dia menonggeng dalam kepasrahan, tubuhnya ditolak hingga dia terbaring terlentang. Kakinya dikangkang Amir dan kemudian lubang pukinya pula menjadi habuan seterusnya. “Amir… Mirrr… slow-slow sikit… bontot akak masih sakit…
” rengek Hayati sewaktu Amir cuba memasukkan koneknya ke dalam lubang puki Hayati. Amir pun memperlahankan kegelojohannya. Dari bertindak sebagai seorang perogol, Amir pun bertukar menjadi pasangan yang romantis pula hingga Hayati terlupa kepada perbuatan Amir yang merogol bontotnya sebelum itu. Hayati memegang batang konek Amir dan di sumbat konek lelaki itu perlahan-lahan ke dalam pukinya. Sebaik dia merasakan konek Amir masuk ke dasar pukinya, tubuh Hayati melentik sambil dia merengek kesedapan. Amir memeluk Hayati dan mula menghenjut perlahan- lahan hingga dia merasakan puki Hayati semakin dibanjiri air nafsu yang melimpah- limpah.
Amir mengucup leher dan dada Hayati yang masih berbaju uniform. Hayati pula semakin hilang dalam nafsunya. Mereka pun mula bersetubuh dalam kedudukan normal sehingga kedua- duanya mencapai kemuncak kenikmatan yang tiada taranya. Sekali lagi dalam dua hari berturut-turut Hayati merasakan air mani Amir membuak-buak memancut di dalam lubang pukinya. Hangat seluruh rahimnya menerima limpahan benih-benih Amir yang terus disenyawakan telurnya yang subur. Oleh kerana kesedapan yang sukar diucapkan itu, Hayati dengan rela menyerahkan tubuhnya untuk sekali lagi disetubuhi Amir buat kali ke dua pada hari itu. Pusingan kedua ini menyaksikan kedua-dua pasangan akhirnya telanjang tanpa seurat benang di atas katil.
Cadar katil bertompok dengan air persetubuhan di sana sini. Gigitan cinta berbekas bersepah di peha dan bontot Hayati. Tidak sia-sia dia dirogol bontotnya oleh Amir kerana dapat dia menikmati persetubuhan pusingan kali kedua yang tidak pernah dilakukan suaminya sepanjang mereka berkahwin. Hayati pun pulang ke rumah pada jam 12 tengah malam setelah di hantar oleh Amir. Zainal yang sebenarnya sudah tahu dengan apa yang mereka berdua lakukan di hotel buat- buat tidak kisah dan membiarkan isterinya terperap lama di bilik air membersihkan diri. Ketika itulah dia memeriksa seluar dalam dan seluar uniform isterinya di dalam bakul pakaian kotor.
“Mangkuk kau Amir… berapa gayung kau pancut dalam bini aku hari ni… menambah anak lagi la aku gamaknya lepas ni…” kata Zainal di dalam hati sambil melihat tompokan basah yang besar berbau air mani di kelangkang seluar dan seluar dalam isterinya. Zainal kemudian memeriksa hendphone isterinya. Terkejut dia melihat terlalu banyak sms antara isterinya dengan Amir sewaktu bekerja pada hari itu. Kesemuanya berbaur lucah dan paling mengejutkan Zainal adalah luahan kesediaan isterinya yang ingin pergi dan balik kerja bersama Amir sampai bila-bila asalkan dapat bersetubuh dengan lelaki itu selalu. “Lahabau kau Amir…. menyesal aku main dengan bini kau…..” kata hati Zainal di dalam hati. Beberapa jam selepas itu, di rumah Amir. Selepas memastikan isteri dan anaknya benar-benar tidur, Amir pun masuk ke bilik kerjanya dan membuka komputernya. Satu-satu rakaman video pada hari itu dilihatnya dan dia tertarik kepada rakaman yang berlaku pada pukul 10.30 pagi.
Di dalam video itu menayangkan Zainal menarik tangan isterinya menuju ke sofa di ruang tamu. Kelihatan Zainal sudah tidak berseluar dan hanya berbaju. Sementara isterinya pula sudah tidak berbaju dan hanya berkain batik. Zainal duduk di atas sofa dan Farah pula menyelak kain batiknya dan duduk di atas Zainal. Walau pun terlindung oleh kain batik isterinya, Amir tahu pada waktu itu konek Zainal sudah pun masuk ke dalam tubuh Farah. Amir melihat isterinya yang sedang duduk di atas Zainal mula bergerak tubuhya turun naik. Zainal pun mula bemain-main dengan tetek Farah. Beberapa minit selepas itu kelihatan Farah segera berdiri dan terus berlutut di lantai menghisap konek Zainal. Zainal pun memegang kepala Farah dan menghenjut mulut suri rumah itu hingga tubuhnya melengkung sambil koneknya di tekan ke dalam mulut Farah. Amir tahu, pasti ketika itu isterinya sedang meneguk air mani yang sedang dilepaskan Zainal di dalam mulutnya. “Tak apa Nal…. aku puas main dengan bini kau….” kata hati Amir sambil tersenyum.
Main bertiga
Sambil memeluk isteriku Iza dari belakang, aku mencium tengkuknya…
“Emmm lama dah kita tak bersama,” aku berkata padanya.
Iza hanya mengeluh, “penatlah bang. Dah tua-tua ni penatlah, malaslah.”
Aku cuba merangsangnya dengan mengusap-usap bahunya dan cuba menyeluk untuk mengusap buah dadanya, namun Iza menolak tanganku.
Aku kata pada dia, “hai! Tak kan boring kot. Ke awak ada lelaki lain yang dah main dengan awak…” biasalah mulut aku celupar sikit.
Iza memandangku sambil kata, “ha’ah ada… lagi besar panjang batang dia dari awak punya.”
“Aaaik ye ke?” kataku.
Aku rasa cemburu mana tak isteri aku ni putih tinggi cantik orangnya walau dah menjejak 40 tahun. Buah dadanya sedang besar tapi kalau dia memakai blouse dan terbuka celahannya tertelan air liur ibuatnya.
Iza selalu memakai tudung dan sejak dia kembali bekerja sebagai agen jualan hartanah aku tengok pakaian dia up to date walaupun tak seksi tapi dengan blouse yang agak ketat dengan seluar panjangnya memang nampak seksi. Kadang-kadang aku temankan dia membawa pelanggannya untuk sewa atau membeli kondominium mewah ada jugak pengawal keselamatan di pondok guard tu menjeling kat Iza. Aku tahu kadang-kadang blouse Iza agak terlekang sikit memang nampak buah dada putihnya terbungkus dengan bra hitam atau cream.
Aku selalu kata, “hai nampaklah bra you…”
“Ala biarlah bukan terluak pun.”
Aku gelak je cuma aku kata, “kesian guard tu melancap balik kang.”
Balik dari pertanyaan aku tadi Iza hanya senyum, “kenapa cemburu… awak gila ke saya nak buat macam tu…”
Aku terus memeluk Iza dan berkata, “betul ke awak ada main dengan orang lain…”
Tiba-tiba aku rasa ghairah pulak. Aku kata, “kalau ada saya tak marah awak…asal awak puas dah.”
Memang betul zakar aku taklah hebat hanya normal saiz je. Selalu lepas main dengan Iza aku takut dia tak puas tapi dia sentiasa senyum kata you puas ok lah.
Aku kata, “really kalau you ok dan puas tapi I nak tau macamana you main dengan dia kalau boleh kita main sekali…”
Iza bangun dan pandang aku…
“You memang gila la…” sambil baring kembali Iza berkata, “betul ke you ok? Tak marah kalau I main dengan lelaki lain batang panjang dan besar dari you lagi… tak cemburu ke…”
Aku gelak je.
“Iye ke you dah main? Kalau ada nanti Iza bagi tahu…” itu akhir perbualan kami tak ada apa-apa berlaku malam tu kami tidur kosong saje.
Pergerakan Iza semakin kelainan akhir-akhir ini dia tidak meminta aku menemankannya lagi seperti dulu dan dia sentiasa bekerjasama dengan seorang agen lelaki dari syarikat hartanah lain. Aku selalu memerhatikannya kerana cara dia berjumpa dengan agen lelaki iu agak kelainan, aku rasa mungkin ada sesuatu telah berlaku antara mereka berdua.
Aku rasa kelainan kerana satu malam aku ajak Iza main dan Iza melayan aku hingga bila zakar aku masuk ke liang cipapnya aku rasa macam longgar sikit. Mungkin Iza dah main dengan agen tersebut…
Aku rasa lebih ghairah malam tu hingga Iza minta aku cepat sampai. Malam tu aku pancutkan mani aku terus dalam cipapnya selepas hampir lama tak berbuat demikian memandangkan kami telah punya tiga orang anak. Lepas main malam tu aku bertanya padanya.
“Sayang kenapa cipap you rasa longgar je ni?”
Iza nampak serba salah …dia diam.
Aku kata pada dia, “you tahu tak kalau orang jantan ni main dengan bini orang dia memang suka sebab kalau mengandung laki dia ada so tak payah tanggung apa-apa.”
Iza diam je tanpa suara…
Aku kata pada dia, aku pernah berkata aku tak marah, aku akan faham situasinya tapi kalau betul.. dia kena bagi tahu aku siapa orangnya.
Malam tu aku main dengan Iza lagi sekali yang tak pernah aku buat maklumlah aku rasa ghairah walaupun Iza tidak mengiyakan. Aku tahu dia curang dengan aku.
Hujung minggu sedang aku berehat menonton TV, Iza lepak sebelah aku sambil senyum dia tanya,”erita apa tu..”
“Ala kartun biasalah tv hari-hari kartun.”
Aku senyum memadang Iza sambil tangan aku mengusap usap bahunya, ada apa nak cerita kataku.
Iza kata, “betul ke you tak marah kalau I cakap I termain dengan orang lain…”
Aku terpaku seketika …memang betul tekaan aku.
Aku kata
, “ya I tak marah kalau you jujur mengaku you pernah buat dengan orang lain.”
Aku bertanya siapa? Iza kata agen lelaki yang selalu dia bekerjasama menjual hartanah.
“Berapa kali dah?” aku bertanya.
Iza diam sambil berkata 3 kali..
“Wah wah aku kata 3 kali dah puas lah agen tu ya.”
Iza nampak resah… takut aku mengamuk…memang aku nak mengamuk tapi sudut hatiku berkata dah lama berkahwin dengan Iza umur kami pun dah 40 ke atas anak pun dah besar tak payahlah kecoh-kecoh.
Aku diam sambil mencium bibir Iza aku kata, “kalau you puas I ok je tapi I nak tahu terperinci.”
Iza terus memeluk aku dan minta maaf.
Aku kata, “rilek la so bila nak cerita…”
Iza senyum sambil berkata agen tu nak jumpa aku kerana dia rasa bersalah dan nak meminta maaf.
“Emm…” aku kata, “ok bila-bila la.”
Iza kata sekarang kita jumpa dia dekat satu kondominium mewah yang dia nak jual. Aku kata ok gak dalam hatiku aku terfikir emm mungkin aku nak ajak mereka main sekali lagi depan aku.
Dalam perjalanan Iza hanya diam tak berkata apa-apa cuma dia minta maaf dan berkata kasih sayangnya hanya pada ku dan anak-anak. Agen tersebut namanya Fikri dan orangnya umur 35 tahun. Muda lah tu.
Sampai di kondo mewah tersebut kami disambut oleh seorang agen hensem orangnya dan tegap badannya. Patutlah isteriku cair bersama Fikri…Fikri bersalam dengan aku dengan muka agak serba salah. Aku terus sambut salamnya dan berkata padanya aku dah tahu segalanya…Fikri terus memohon maaf diatas keterlanjurannya…
Aku terus memegang bahunya sambil berkata, “yang lepas tu lepas la toksah fikir lagi.”
Aku kata padanya, “rilek lah aku bukan nak bunuh dia pun…”
Aku kata padanya, “amacam sedap tak main dengan Iza?”
Iza terbeliak memandang aku sambil kata, “apa you cakap macam tu…”
“Ala…” aku kata, “biasalah apa nak malu… dia dah balun you cukup-cukupkan.”
Fikri hanya senyum memandangku dan mohon maaf lagi…
Aku kata padanya, “you tak jawab soalan I, ok ke main dengan isteri I ni?”
Fikri kata Iza memang seksi gila memang taste dia.
Aku gelak sambil berkata, “ok apa kata kita teruskan permainan bertiga.”
Iza kata, “hiish you gila la…”
Aku kata apa gilanya sambil tu aku terus peluk Iza dan kucup bibirnya dan tangan aku terus mengusap-usap pangkal dadanya… Aku terus menggamit Fikri untuk join aku…
Aku kata pada Iza, “hari ni kami nak kongkek you puas-puas…”
Masa tu Fikri terus peluk Iza dari belakang…aku lepas pelukan aku sambil aku ambil camcoder aku untuk merakamkan permainan Iza dan Fikri.
Aku kata pada Fikri… “tudung dia biar jangan ditanggal…”
Fikri senyum sambil terus dengan ganas mengangkat blouse Iza ke atas… dan Iza mengangkat tangannya dengan mudah blouse Iza terlepas dari badannya… hanya tinggal bra hitamnya dan seluar jean yang dipakainya. Iza mengeluh di sofa mewah kondo tersebut sambil Fikri mula menanggalkan seluar jean Iza. Badan Iza melentik bila Fikri mencium buah dadanya yang dibaluti bra hitam dan tinggal seluar dalam hitam jarang hingga nampak alur cipap Iza.
Aku merakamkan segalanya…aku kata pada Iza bukak pakaian Fikri… Iza bangun dan mula menanggalkan baju T Fikri… memang sasa badan Fikri.. lantas Iza membuka zip seluar Fikri dan menanggalkannya terus kini mereka berdua hanya tinggal seluar dalam saje.
Aku suruh Iza tanggalkan seluar dalam Fikri… pelan-pelan Iza tarik seluar dalam Fikri dan aku lihat batang Fikri memang besar dan panjang rasa-rasa 8 inci ada tu melintang kebawah dan terlepas dari seluar dalamnya batang Fikri meconggak ke atas memang panjang dan besar aku cemburu kerana batang aku cuma 5in je…
Aku suruh Iza urut dan kulum batang Fikri….Iza pandang padaku dan berkata, “you ok ke…”
Aku kata, “buat je la…dah bagi rasa… bising lak…”
Iza terus senyum dan menggulum batang Fikri yang mana memang nampak memenuhi mulut Iza. Fikri kelihatan tak tahan dengan isapan Iza… hingga akhirnya Fikri menolak kepala Iza dan dengan ganas dia menolak Iza diatas sofa dan terus menanggalkan bra dan seluar dalam Iza…
Fikri dengan lahap terus menjilat buah dada Iza…aku terus merakam gelagat mereka. Waktu tu aku pun dah bogel dah batang aku pun dah m
encanak keatas…memang ghairah betul tengok Iza di gomol buah dadanya… dengan mata kuyu dengan keluhan kecil keluar dari mulut Iza…iiisshhh sedap Fikri…
Aku ambil shot dekat-dekat bila Fikri mula lebarkan kangkang Iza dan terus menjilat cipap Iza… terangkat buntut Iza kena jilat oleh Fikri. Aku merakam dekat cipap Iza dengan lidah Fikri mula menjilat dan menkuak-kuak bibir cipap Iza… kelihatan kelentit Iza tersembul merah kena jilat oleh Fikri… Dalam keadaan terkangkang Iza menggeleng-geleng kepalanya sambil tangannya mengapai-gapai keudara…
“Oooouchhh… iiishhh bang bang tolong …” itu kata Iza. “Iza tak tahan ni…”
Aku pandang Iza keadaannya memang tengah stim gila…belum pernah dia stim gila macam tu. Aku terus rakam muka Iza tengah stim gila tu dan aku menyua batang aku kat muka Iza…
Iza terus capai batang ku dan menggulumnya…wah nikmatnya dikulum Iza ….Iza kulum agak rakus hingga akhirnya aku tak tahan dan aku pancut semua air mani ku dalam mulut Iza…
“Aaaargghhh….” sambil aku letak tepi camera aku capai kepala Iza dan aku pancut semua air ku….
“Aaargghh….” satu, dua tiga das penuh hingga kelihatan air mani ku terkeluar tepi mulut Iza…
“Aaaarggggh….” Iza terus kulum batangku sambil dia terkial-kial kena jilat cipapnya oleh Fikri.
Aku terus tarik batang ku dari mulut Iza…dan Iza senyum padaku sambil berkata, “sedap tak bang…”
Aku angguk kepala sambil senyum…
“Aaaoouch…” kata Iza. “Fikri pelan-pelan you jilat rakus… aauuuh!”
Iza terangkat bontotnya lagi bila Fikri gigit kelentit Iza…Iza mendongak kepalanya keatas atas reaksi Fikri…
Aku kata pada Fikri… “Fikri fuck her hard with your long big dick….”
Fikri senyum kat aku sambil kata, “ok bang…”
Dia terus duduk di tengah celapak Iza…sambil memegang batang besarnya diletak ditengah-tengah bibir cipap faraj Iza….dua jarinya menguak bibir cipap Iza dan terus menolak kepala takuknya masuk dan terus menekan masuk…Iza mendengus.
Aku capai balik camera dan merakam saat-saat yang ghairah ni…aku tau semua orang akan terangsang melihat video ni…Fikri terus menolak semua batangnya 8in ke dalam cipap Iza..ialah dah 3 kali main dengan Iza…dah tentu tak de masalah batang besar tu masuk dalam cipapnya…mata Iza menjadi putih…stim gila Iza waktu tu…hanya keluar perkataan isssh…issshhhh je …
Iza dah lupa aku ada sebelahnya sambil merakam muka stim dia dan aku terus suruh Fikri apalagi henjutlah…Fikri senyum kat aku dan terus menyorong keluar masuk batangnya …
Aku rakam keadaan cipap Iza bila batang Fikri keluar kelihatan bibir cipap Iza terkeluar dengan dinding cipap merahnya sekali keluar… sekali masuk Iza menggetap bibirnya sambil badannya mendonggak ke atas hingga membuat buah dadanya membusung keatas…
Fikri kelihatan geram dan terus kulum puting
tetek Iza yang tengah tegang keatas…aku rakam waktu tu…memang puting tetek Iza panjang bila tengah stim….sambil kulum puting Iza Fikri menghenjut Iza …kelihatan badan Iza tehangguk-hangguk menahan kesedapan sambil mulutnya terbuka …batang ku keras kembali…nampak gaya Fikri betul-betul mengerjakan isteriku Iza…dibalun laju-laju Iza hingga bergegar sofa tempat mereka melepaskan nafsu mereka….
Aku terus merakam kenikmatan dua manusia ini….Iza mendongak keatas dengan kakinya melipat dipinggang Fikri sambil memeluk Fikri kedakapanya Iza mengeluh kuat…akhirnya Iza klimak…sambil menjerit kuat “aargggghhhh…abang, Fikri …Iza sampaiiii….arrgghh….”
Agak lama Iza klimak sambil batang Fikri penuh ke pangkal cipap Iza…. Iza mengeluh lagi…” wah nikmat betul Iza kena balun dengan Fikri ni….”
Aku senyum puas lihat isteriku Iza puas….sambil melepaskan ikatan kakinya dipinggang Fikri…dengan pantas Fikri menghenjut cipap Iza…aku memang dah stim gila dah…tapi camera ditangan tak ku lepaskan…aku harus rakam semuanya…
Fikri henjut laju lagi…aku tau Fikri nak habiskan babak-babaknya pula….kalau perempuan baru klimak elok kita cepat-cepat sampai nanti dia rasa geli dan pedih….Iza terhenjut-henjut dengan buah dadanya terbuai-buai…mulutnya ternganga kena henjut batang 8in Fikri…aku terus beri semangat pada Fikri…
Aku kata, “bro henjut kuat-kuat bini a
ku tu…bagi dia puas…”
Fikri hanya diam…concentrate menghenjut Iza…mukanya jadi merah…dan aku lihat henjutannya makin laju…aku lihat berbuih putih dicipap Iza…tanda air nikmat Iza dikocak dengan laju…Iza menggeleng-geleng kepalanya ….
“Aaaargghhh Fikri I nak keluar lagi ni….aaargghhhh…”
Fikri terus menjunam batangnya dengan keras terus kedasar cipap Iza…Iza menjerit kuat…sambil kakinya terus merangkul keliling pinggang Fikri…tanda Iza klimak
lagi…Fikri terus mengeluh dia melepaskan berdas-das air maninya ke dalam cipap Iza…
“Aaaarghhh….” dua…suara manusia melepas kan nikmat sek mereka.
Fikri mencabut keluar batangnya dari cipap Iza…plop..bunyi keluar dari lubang cipap Iza.. Aku terus merakam kat cipap Iza…ternganga lubang cipap Iza …terkena batang besar Fikri…
Aku letak tepi kamera dan aku balikkan badan Iza …Iza hanya mengikut je…dia keletihan…aku memang tak tahan dah…keras
gila batang aku ni….aku belum lagi dapat jolok kat lubang Iza…sambil meniarapkan badan Iza aku tarik badan Iza separuh kehujung sofa hingga kedua-dua kakinya kebawah dan separuh bandanya masih diatas katil…ketika itu bontotnya terkuak dan melihatkan lubang cipapnya masih terbuka…Iza nampaknya Iza keletihan…
Aku dengan geram aku masukkan batang aku kat cipap Iza…memang loggar dah …aku tak kira aku henjut je cara doggie …aku geram tengok bontot Iza yang bulat tu…Fikri senyum padaku sambil dia berehat sebentar….aku henjut kuat-kuat bergegar-gegar badan Iza…hanya keluar
kata….isssh iissss dari mulut Iza…
Aku terfikir kenapa tak aku balun lubang dubur Iza…mesti ketat lagi…terus aku cabut batangku dan aku gosok air nikmat dihujung batangku kat lubang dubur Iza…aku tolak pelan-pelan…memang susah ketat…Iza terkapar-kapar sambil menjerit, “bang bukan kat situ….”
Aku tak peduli …hari ini aku akan jolok lubang satu ni ….balasan kecurangan dia padaku…walaupun aku tak kisah dia main dengan Fikri tapi dah 3 kali dia menyorok perbuatannya….Iza menjerit no no…
Fikri pula bagi semangat kat aku…. “bang tolak kuat-kuat bang bagi dia rasa…”
Aku terus tolak masuk batang aku dan Iza menjerit kepedihan…memang ketat, panas dan mencengkam….aaah sedap…aku terus menyorong dengan laju ….Iza mula mengerang mungkin kesedapan…lama aku sorong tarik…hingga berpeluh-peluh cara doggie Iza mula mengerang kuat….manakala aku lihat Fikri mula menyuakan batang panjangnya ke mulut Iza…Iza mula menggulum batang Fikri…
Kini dua lubang Iza dipenuhi batang …aku henjut lagi jubur Iza…memang lazat….akhirnya Fikri aku lihat terpancut dalam mulut Iza…aku lajukan dorongan aku dan akhirnya aku dakap Iza dari belakang dan aaarggg aaargghh aku pancut semuanya dalam jubur Iza…Iza pun mengeluh panjang…..kami bertiga terkapa ersebelahan…kepenatan mengharungi kenikmatan yang direlakan oleh aku…aku lihat wajah Iza kepenatan dan kepuasan…memang kenikmatan ini aku relakan dan akan berpanjangan entah sampai bila…
Real women fantasize about this TRUTH!!!!!!
Sedap arhh mkn dlm talam
Nah belanja
Nak open 3some dengan wife aku area johor skudai ..ada yg berminat x?
pancut kt muka
Jom VIP Telegram : @sedapgiler
Swap
Boleh
Bersalah kah aku ini
Kejadian ini berlaku 10 thun yg lepas, aq ketika itu masih lg berkeja d sebuah syarikat d pantai timur, aq sudah punya ank n suami, ketika itu aq bru berumur 33 thun, ku sorg saje yg berumur 15 thn, yg aku heran, adakah keturunan ku hanya ank satu saje, sbb mak bapak pun ank tunggal, suami sendiri pun ank tungal, dan aq berkahwin di usia ku 17 thn mana kala suami ku berumur 21 thn, name ku suraya, dan aq tergolong d mane aq ni jenis kuat sex, dan kejadian itu n berpunca aq kawin pada usia ku 17 thn adalah sbb aq tangkap basah, berpunca menemankan kwan deting, dan kwan ku blik atas sbb menghantar adk nya pulang sbb mengantuk, jadik aq d tingalkan berdua dgan pakwe kwan ku itu, kebetulan ketua kg serta beberape org kg lalu d hadapan ponduk d mane aq dgn suami ku itu duduk, d jadikan cite ketua kg n be2 rape org kg terus menangkap n menahan ku,
Yg membuat aq terpakse kawin itu, sbb ketua lg itu adalah bapak ku sendiri, ketika itu aq bersama suami ku ini, sedang d soal siasat, kwan ku pun dtg, dia melihat ku dgn pakwenya dan beberapa org kg mengelilingi ku, tpi dia memberi isyat jari suruh ku menutup mulut, jadik aku yg menangung malu, jadik mlm itu jugak aku d ningkahkan oleh imam kg ku d hadapan mak bpk ku, serta mak bapak mertua ku, serta beberapa org kg, mengapa aq diam saje, sbb aq ank tungal dan aku x nak bapak ku malu, jadik aq terpakse kawin
Dan selang 6 bulan aku d sahkan mengandung 4 blan dan ketika itu aq menduduki spm, tiada sape yg tahu yg aq sudah berkawin kecuali kwan ku itu, tetapi dia merahsiakan nya bersama, dan dlam mengambil keputusan spm, perut ku sudah membusung, kwan2 yg lain serta cikgu semua terkejut, sbb aku dtg bersama suami ku, x nk menjadik fitnah, aq membawe sijil perningkahan ku bersama, membuktikan yg aq meningkah dulu bru hamil, dan d pendikan cite, ank ku pun sudah berumur 1 thun aq mendpat kerja d sebuah syarikat d banda kelahiran ku, suami ku mengizinkanya aq bekerja d situ, dan ank ku, ibu ku yg mengajanya, sbb dia sendiri ingin menjaga nya sbb x nak aq memberi penjagaanya pada org lain, dia bilang itu satu2nya cucu dia,
Diam tak diam, ank2 ku pun dah meningkat dewasa, dlm kehidupan family ku amat bahagia, tpi kebahagian ku tdak berpanjangan, ketika selepas menyambut hari kelahiran ku yg ke 31, suami d tangkap polis atas sbb suami ku dituduh membunuh 2 org pekerja bangunan, sbb dia la org yg terakhir kluar dri umah kongsi dia org, padahal dia ingin memberi tahu pada jaga, tpi ape boleh buat, bukti xde, jadik suami d tuduh atas membunuh itu, dan d penjarakan 8 thun belom lg sabit atas kesalahanya,
Di pendekan cite, dlam ketika suami ku d dlm jel, aq amat gersang sgt ketika itu, genap suami ku 2 thun d dalm jel, aq mule rase hairan sbb asal aq bgun pagi cipap ku kan basah, mule aq ingat mimpi basah, biasa lame x d belai laki, lame2 kelamaan asal bgun pgi mesti cipap ku basah n cadar ku pun basah, dan aq berpikir x kan la ari2 aq bermimpi basah saje, kebiasaan nya asal aq meminum air buatan ank laki ku, esok nya pasti basah cipap n cadar ku, mlm tu aq nekat untuk x minum air buatan ank laki ku itu, tpi lepas d beri air buatan ank ku itu, konon2 aq meminumnya smpi abis, padahal aq membuangnya d singki, selang 20 mnit lepas itu, aq buat2 mengantuk n ingin tdor, selepas hampir sejam aq buat2 tido, pintu blik tu terbuka, aq buat2 x tahu n tdo saje, selimut ku d alehkan ketepi, dan bju kelawar ku d selak keatas n panty ku d londehkan, dan kemudian kaki ku ke kang2kan seluas2 nya, kemudian cipap ku d jilat dgn bergitu mengasikan, aq hanya diam saje, sbb melayanya
Dalam x smpi 15 d jilat aq smpi kekemuncaknya, dan aq kelimax buat pertama kali nya, 5 mnit kemudian pintu cipap di tenyeh ngan kepale btg nya, dgn mudah btg nya masuk habis ke dlm cipap ku, aq diam saje tpi bila bila mule menolak n menarik btg nya, aq mendesah slow saje, dlm 15 mnit kemudian, aq klimax sekali lg, kemudian aq d merengkan dan aq d jolok lg, 10 mnit leps itu, aq d tongengkan n d doggy, aq smpi 5 mnit d doggy, aq klimax sekali lg, lelaki itu terus mendoggy ku semahu nya, kemudian dia menelentangkan ku n d jolok nya lg semahu nya, kemudian aq smpi lg buat kali ke 4 nya, ketika aq klimax, laki itu.mencabut btg nya, n d memancutkan mani nya d atas perut ku, 5 mnit lepas itu laki itu membersihkan mani itu n memakaikan kembali panty ku n baju ku, kenapa aq kate aq d meringkan n d tongengkan begitu mudah, sbb body ku ini, ibarat mira filza, so mudah aq d golek2 kan, aq jadik tanda tanya, siapakan lelaki itu, adakah ank lelaki ku atau org lain, sbb btgnya n permainanya mcm bukan umur seusia ank ku, adakah aku d jual ank bujangku, itu yg menjadik tanda tanya bg ku, sbb bilik ku gelap, sbb aq sudah biasa aq mematikan lampu d sisi katil ku,
Kesokan mlm nya ank ku mcm biasa memberikan aq air minum kesukaan ku, milo ais, mcm yg aq katekan, sejam lepas aq masuk blik ku, n mcm smlm la dia kan lakukan keatas diriku ini, smpi la aq kan klimax yg ke 4 tu, aq hidupkan lapu d sisi katil ku, aq amat terkejut, ank lelaki ku yg sedang menjolok cipap ku, ank pun same terkejut bila melihat ku sdng tgk dia d atas ku, kemudian dia mencabut btgnya dri cipap ku, n dia terus meminta maaf d kaki ku, dalam keadaan bogel, mlm tu pun aq s bogelkan ank ku, hendak aq mrah benda dag jadik, sbb bukn sekali ni aje, aku pun x jadik nk mrah dia, sbb dia la satu2 nya ank ku, kemudian aq memangilnya n duduk d sisi ku atas katil itu, aq bertanya pada nya,
Sudah bpe lame abg buat mcm ni pada mama, dia mule2 agak keberatan nk bercakap, aq memujuk.nya lg, mama x mrh abg lau abg bercakap jujur, x lame lepas tu ank ku berckap, maaf mama, abg dah buat mcm ni dah dkat 6 bulan mama, aq pun agk terkejut, n berkata, betul ke ni abg, abis selama ni abg bg mama air milo tu abg bubuh ubat la ye, dia pun mengangukan kepale nya, n aq bertanya pada nya, dri mane abg dpat ubat untuk tidurkan mama, dia berkate dri ah choi, sbb dia pnh buat kat ibu dia dulu gak, lepas ibu dia layan dia, bg ubat tu pada abg, dan aq bertanya lg, nape abg buat kat mama mcm ni, dia memjawap, sbb dia tgk video kwan sklh dia buat kat mama dia n kwan lg sorg buat kat akak ipar dia, yg sorg lg buat kat nenek dia, sorg lg buat ngan mak cik dia, aq jadik terkejut bila kwan2 dia buat semua tu, aku bertanya lg, bpe org kwn2 dia tu, dia ckp 4 org, tpi kite buat kwan 5 org sex tu family, 5 org masuk abg mama, aq terkejut smpi mcm tu skali budak2 zaman it ni ye, aq bertanya lagi, 4 org semua melayu ke, dia menjawap, yg ngan nenek dia tu india, sbb dia dri kecik d bela nenek dia, yg ngan ibu dia main tu cina, sbb bapak dia pun mcm papa duduk dlm jel, yg ngan mak cik dia tu budak thai, dia pun makcik dia jaga dri kecik, yg ngan akk ipar dia tu, melayu gak, abg dia 5,6 bulan skali blik, blik pun 2,3 minggu je, lepas tu pergi lg 5,6bln, dan dia melanjut lg ckp, mama nak tgk x, sbb dia org ada buat video yg dia org main ngan semua tu, aq jadik terkejut, aq pun ckp betul ke ada video dia org, dia pun berlari kluar ambik hp dia n tunjuk kepada ku,
Alangkah terkejutnya aq bila d tunjukan n aq melihat video tu pada ku, sbb video tu semua melayan same2 nak, n aq memang cukup knal la semua tu, sbb semua budak tu sebaya ank ku yg umur nya 15 thn, aq sendiri dah jumpe semua org tua nya tu, jadik aku memang knl la dia org time mengambil penyata ank ku, yg aq heran, 4 video tu, semua masing2 layan mcm pasangan kekasih, bukan mcm keadaan ku kena bg ubat, aku bertanya abis abg ada ambik video abg jolok mama tak, ank ku membuka 1 fail yg ada kate laluanya, di dlm fail tu ada lebeh kurang 27 video yg dia tgh mengongkek ku tpi dia x menunjukan muka ku, kebanyakan ny video dia rakam adalah mendoggy ku, aq bilang, video sudah d berikan pada kwan2nya melihat belom, dia bilang sudah ada 15 video, time aq melihat video yg d mane kwanya sedang main bersama ibu nya yg cina itu, aq jadik syok n sedar x sedar tgn ku mebelai2 btg ank ku sendiri yg berada d sisi ku, x abis aq melihat nya, aq sendiri d kerjakan ank ku, smpi aq merasa puas mlm itu, dan esok nya aku mengabil cuti sakit, sbb aq terlalu leteh, sbb bukan seruond, tpi 3 ruond aq main dgan ank ku sendiri mlm itu,
Time aq d rumah, ank ku pun memang cuti sklh, sekejap ank ku ni umur dia 15, tpi bdan dia ala2 badan arif aiman la ketika itu, jadik xde masalah kalau dia boleh mangangkat ku, sbb badan ku ala2 mira filza, tgh ari tu, kami berbual n berjanji akan menyimpan rahsia ini bersama, dan lepas kami bersembang, kami melakukan aktiviti kami mcm mlm td d ruwang tamu, smpi la ke ptg, lebeh kurang 2 ruond aq d kerjakan ank bujang ku, dn kami mandi bersama n siap2 kami kluar mkn, blik dri mkn jam 8 mlm, smpi saje d rumah ank ku menariku masuk dlm rumah dan mengunci pintu umah terus mengomol ku d pintu, n satu2 pakaian kami hilang dri tubuh masing2, smpi la ke bilik ku, kami dah bogel, ank ku menolak ku ke atas katil n mengangkangkan ku seluas2nya d menjilat cipap ku semahunya, aq terus mendesah kesedpan, dan kami terus belayar bersama2 smpi ke destinasinya, aq sudah pasti 4x klimax, ank ku sekali je pancut, dan kami perpelukan bersama, dan aq bekate pada nya, abg ni hebat la, puas mama kena, x mcm papa, mama sekali klimax, pada dah game jugak, tpi abg ni gagah, dah la gagah btg abg besar n panjang, x sepadan ngan umur abg, jauh beza ngan papa punya, betul ke mama, btul syg, ank memcium dahi dan kami melakukan lg aksi berahi ank n mama, dan senjak itu kami tdur seblik ibarat suami isteri, bukan lg ank n mama
Selang 3 blan lepas itu, di mane cuti sklh akhir tahun, kwan2nya n ank ku berkate dia membuat rancangan akan bercuti ke krabi bersama ibu, nenek, makcik n akk ipar, jadik aq pun bersetuju, jadik kami pun pergi ke krabi bersama2 menaiki kapal terbang, jadik kami x jangal sbb kami dh saling knl kan, sbb yg india tu nenek yg main ngan cucunya tu, pun x tua mane, umur dia dlm 43 gitu, sbb dia kwin muda, umur kwin ketika 14 thun, dan ank dia kwin mudah jugak, ank dia kwin umo 13 thn, so dia dpat cucu dia usia muda, dri situ yg puan ah mei ni buat group, ibu2 hot, hanya 5 org saje ahlinya, d krabi kami mcm pasangan kekasih masih masing2, sbb kami tidak memangil ayat ibu atau ank, ayat pangilan kami semua bertukar syg n baby, dan selepas 1 thun kemudian, aq mendapat kabar suami ku akan d jatuhkan hukuman gantung smpi mati, aq n ank ku pun bersedih la, same yg lain, sethun kemudian aq d kejut kan dgan kehilangan mak bapak serta mak n bapak mertua ku semua, ketika dlm perjalanan pergi 1 majlis d kl, telah mengalami kemalangan sebuah bas, tingal kami 2 beranak, selepas kejadiah itu, dan ank ku pun sudah abis spm, aq n puan ah mei berpindah ke kl, yg kwan ank ku yg bersama akak iparnya berpindah ke perak, sbb laki dia d pidahkan ke perak, yg mak cik n nenek tetap d kelantan, sethun lepas itu, aq berpindah sekali lg ke serawak, sbb aku dpat kerja d serawak dan aq d naikan pangkat atas keje ku, dan bos ku membuka syarikat d serawak, aq menjadik ceo nya, dan aq nekat untuk berkahwin, dan aq berkawin dgan ank bujang ku sendiri, dan setalah aq sah menjadik isteri kepada ank ku, n aku sedang hamil cucu ku, ah mie memberi tahu dia pun sudah kawin dengan ank nya, yg akk ipar pun dah kwin ngan adk ipar nya, sbb laki nya meningal exsiden,
Dan skrg aq sudah berusia 43 thun, suami ku 25 thn, aq amat bahagia d samping suami tersayang, setah 7 thun mendiri rumah tanga bersama ank bujang ku sendiri, aq d kurniakan 3 org ank kami yg comel, ank sulong berumur 6thun perempuan, ank kedua ku kembar sepasang berumur 4 thun, dan aq lalui setiap hari melayan nafsu suami x miss pun, skrg jiran2 ku berkate, hbt ye u su, suami muda, sentiasa ada sisi u je, cemburu i tgk, x rengang ngan u n ank2 nya ye, sentiasa blik rumah awal, jarang kuat lepak ngan kwan2 dia lak, ari2 u masakan dia kat umah je, aq hanya senyum je, ketika aq menulis cerita ku ini, aq skrg tgh bercuti bersama kluarga tersayangku n aq melihat suami ku yg sedang melayan kerenah ank2 kesyganya mandi d kolam d hotel yg terletak d sabah,
Sekian saje coretan ku ini,
#bersalah kah aku ini
ustazah shanifa
episod 8
aq sudah tekad aq akn ubah semuanya dalam rumah nie..pada keesokan harinya aq cuba pancing nafsu dia..pada petang itu aq cuba dari blik aq hnya memakai boxer yg ketat hinga menyebabkn batang aq tersembol tpi lembik biasa konek besar..aq pergi terlihat dy sedang bsuh pingan nmpak bentok bontok tpi tk nmpak lurah sepender dh…smpai ke aq kjut dye dri blakang dn die terkejut menutup mata setelah aq berboxer sahaje..dye ckp"kenapa pkai boxer uarat tu".. dgn keras kepala aq mnjawab"ala panas ustazah..kat bawah tu sbb tu pakai boxer ala buka la mate tu kite dlm rumah nie" dn ustazah mebuka perlahan hingga pipinya merah..dn suruh makn lalu dia duduk disebelah aq perlahan lahan dia duduk muka sipu malu…saja aq perhati jew..aq cuba mengerak batang aq sedikit lalu dia makan tnpe menoleh dekat aq..tpi anak mate.memandang konek aq tersembul nie.aq gerak btg aq terus dia tersedak aq bg air dye senyum jew..lantas aq bngkit dri dari kerusi.dn cuba bgesel batang aq dgn lengan dia lalu terkejut berenti mkn seketika wktu tu..aq twu dye dpt rasa konek aq yg besar..aq sengaja ckap ke blik nk tgok reaction dia dri celah tnga tibe2 dye menarik kain dia dn menlancap biji kelentik nya dn meramas teteknya yg gebu itu cuba untuk mengangu aktiviti dya dgn pergi dapur mengejut..lalu terkejut kelam kabut dia buat dia ada lipas tdi pastu dye ckap dye masok blik aq pon masok blik aq..aq menbuka laptop tgok dri cctv aq terkjut dye cuba bogel diri lalu memasang filem lucah ustazah dh pndai tgok blue.mybe dye baru beli sbb dh lame tk dpt btg..aq melihat dri cctv dye melancap dgn penuh ghairah..sehinga air dye memancut keluar..tk kelamaan aq pulak batang mecanak naek nie..melihat puki dya yg tembam tu tk than aku air mazi pon dh meleleh..aq twu dye akan dtg blik sebb dya tk puas hati tgok batang aq..aq sengaja tk tutop rapat bia dia tegok aq lancap btg aq dri luar..lepas tu aq tgok kluar dri blik makne dye keluar tgok aq..hanya memaki coli dengan seluar dlm dtg ke arah bilik ku dye misti cuba dy tk tahu pasang cctv dpn pintu aq..
episod 9
lalu dye mengintai aq di celah pintu..dn terperanjat melihat batang begitu besar canak naek air mazi melimpah keluar sengaja aq buat tk nmpak aq lancap batang bgi laju..biar tawu btapa lama btng aq bertahan smbil aq melihat blue aq tanpa berfikir panjang aq mengambil spender dia unto hidu dn jilat aq melihat cctv dye menutup mulot dye makna dye terkejut la dgn perbuatan aq selama nie..smpai sengah jam pada tu..tnpe henti tngan aq kocak batng..aq akhir nk smpai ke penamat..terasa padu air mani aq bertakung dn mula merasa nikamat pancut dari batang dya masih memehati mcm truja ngan batang aq akhir aq mencut semua keluar hinga mencurah tv dpn begitu bnyak laju menutup mulot dia teperanjat air bnyak tu..lepas tu aq mnbiarkan air mani aq berburan di bawah..dn aq baring dn pura2 tdo tbe2 dia masok dn.menyentuh air mani aq..dn dye cuba hendak menyentuh batang aq dn dgr dri mulot die “besarnya..aq mnunggu saat itu..perlahan dia cuba memegang nmpak dia tk berani dn dia menarik tgn dia semula megambil sepender..dgn batang aq belum jatuh lgi..aq tkira mlm aq kne prap dia teros aq bgun sebelah dia..dn dia terkejut terus menutup teteknya cipat walau pon berpakaian dlm..pastu aq buat terkejut dye nk mntk maaf sebab masok tk bg tawu aq teros pegang tgn dn berdiri sementara batang masih terpancak lg dya memandang ke arah lain dn dn berckap terdesak2” dh berapa lame azzrull buat kja mcm nie “dgn jujur aq mnjawab pertama kali tgok ustzah..pastu ustazah ckp jgn sebut ustzah laps nie dh bnci..aq pon menyebut ifa..aq pon ckap"smpai bile ifa nk mcm nie sdangakan azzrull ade laki ifa pon tk kenal ifa’ nanti merosak jiwa ifa dh azzrullkn ade azzrul merhati ifa lame sudah azzrull betul2 terangsang bila tgok ifa2 smpai azzrull memasang cctv di bilik melihat dri jauh itu azzrull lancap hari2 bila tgok salin pakaian..ifa teros tergaman dn terduduk..aq bercakap” smpai bila ifa nk sorang lgi dlm blik puas nafsu sorang2 ifa memerlukan azz waktu nie sex sma2 tiap2 hari pon tkpa lgi pon laki kt bawah sebelah tu dh igat kita kawin..ni mase kita lepas nafsu kita..lg pon azzrul dh jnjy dgn ustaz jage ifa rugi ifa tak merasakan sex sebenar org bkn tahu pon"sex ini sihat ifa"..batng aq mula kendur tpi cipap basah..tibe2 ifa bngkit mengejut tnpe cube menutup buah dade dye smbil dye menuju keluar pintu dye menoleh kebelakang mamandang dn dia berckap"jom kita mula kn hidup baru “yess aq ckap yeahaaa haha!!!!
Malam Piala Dunia
Kisah kehidupan yang jarang diberitahu kepada orang ramai adalah kisah perhubungan seks bersama pasangan. Semua akan pendam perasaan agar tidak terguris perasaan pasangan masing-masing.
Kisah kali ini antara Rosli dengan isterinya Wawa. Rosli berusia 50 tahun manakala Wawa menjangkau 46 tahun. Sepanjang perkahwinan 25 tahun lalu mereka tidak dikurniakan zuriat. Wawa disahkan doktor tidak mampu melahirkan zuriat kerana mandul.
Untuk mengisi kesunyian rumah tangga mereka mengambil anak angkat lelaki, kini anak angkat mereka baru bekerja di Ipoh.
Keinginan seks Rosli semakin menjadi-jadi walaupun usia telah 50 tahun. Suatu malam sewaktu Rosli ke bandar untuk menyaksikan perlawanan bola Piala Dunia bersama kawan2 nya terjadi peristiwa hitam dalam hidup Wawa dan Rosli.
Tanpa rasa curiga seperti biasa, usai perlawanan bola Piala Dunia sekitar jam 3 pagi, Rosli balik kerumah dan menuju kedapur untuk meneguk air masak. Berderau darahnya apabila melihat pintu dapur terkuak dan diamati ada tanda umpilan, mengsahkan rumahnya telah dimasuki pencuri.
Rosli segera ke bilik tidur dan amat terkejut apabila melihat Wawa tidak sedar diri terkangkang dalam keadaan tanpa sehelai benang. Rosli mendekati isterinya, perut dan tetek isterinya ada cecair pekat berbau hanyir. Rosli tahu cecair diatas tubuh isterinya adalah air mani lelaki.
“Ayang…ayang….bangun…bangun…ayang…” Rosli mengoncang tubuh isterinya. Mata Wawa terbuka sedikit sambil memberikan senyuman, Wawa kembali terlena.
Rosli melihat sekitar bilik dan ternampak cebisan kertas diatas meja solek.
“Maaf, kami meminjam isteri tuan sekejap. Kerana dia tidak berikan kerjasama, kami berikan ubat supaya dia ikut apa arahan kami. Tuan jangan marah pada isteri tuan, dan tuan kami nasihatkan agar tidak melapor apa yang terjadi jika tuan tidak mahu video layanan luarbiasa isteri tuan tersebar. Video itu kami buat salinan untuk tuan, ada bersama surat ini. Sekian, terima kasih, isteri tuan masih seperti anak dara, kami menyukainya dan akan hubungi tuan nanti.” mengeletar tangan Rosli meletakkan surat yang telah habis dibacanya dan terlihat ada memori kad diatas meja.
Dengan badan mengeletar bercamour marah dan geram Rosli mengambil memori kad dan dimasukkan kedalam adapter lalu dimasukkan ke tv. Rosli melihat di kaca tv bagaimana isterinya bergelut dengan perogol itu. Tiga orang termasuk yang merakam video.
“Akak jangan melawan..” jerkah salah seirsng lelaki itu sambil meneluk Wawa dari belakang dengan kuat. Kaki Wawa bagaikan menari2 diudara dan seorang lagi lelaki memegang mulut Wawa lalu menuangkan air dan dipekapnya mulut wawa dan ditutup hidung Wawa. Akibat hendak kesukaran bernafas, Wawa tertelan air didalam mulutnya.
Wawa mula lemah tidak merontw kesan ubat yg dimasukkan kedalam air itu tadi.
“Akak buka baju, nak tengok akak mesti lawa” Arah salah seorang lelaki perogol itu. Cahaya lampu yang terang dalam bilik itu menyaksikan Wawa membuka baju kurungnya dan dilemparkan keatas lantai.
“Wahhh, akak memang lawa, body cantik” puji salah seorang perogol. Tangannya meramas tetek Wawa.
“Akak bogel terus… Tak tahan nak tengok body akak tanpa pakaian” arah lelaki itu lagi. Wawa tersenyum dan terus berbogel.
“Akak bogelkan kawan saya tu” arah lelaki itu, dan Wawa menghampiri salah seorang perogol dan menanggalkan seluruh pakaian perogol itu.
Nafas Wawa semakin kencang campuran ubat perangsang dengan penenang telah menguasai tubuhnya. Rosli nampak zakar perogol itu berbuai2 lembik. Wawa tanpa diarah memegang zakar perogol itu dan mengurutnya perlahan2 sambil memandang wajah perogol itu dengan senyuman. Sedikit demi sedikit zakar perogol itu mengeras dan memanjang sekitar 7 inci. Dua belah tangan Rosli melekap pada batang zakar perogol itu namun masih ada sisa batang yang terlepas dari gengaman isteri Rosli. Isteri Rosli mengulum kepala zakar dan batang yang masih tersisa.
“Pandai akak..sedap….” puji perogol itu. Rosli tahu Wawa suka hisap tapi dengan hanya sebelah tangan Wawa telah cukup penuh keseluruhan zakar Rosli.
Salah seorang perogol telah berbogel dan mendapatkan Wawa yang asyik menghisap ‘aiskrim mentah’ sambil nenunggeng. Terangkat sedikit punggung Wawa apabila rakan perogol itu meraba cipap Wawa.
Setelah rakan perogol itu merasakan cipap Wawa telah berair dia meletakkan batang zakarnya dipintu faraj Wawa. Kepala zakar ditusuk perlahan dengan dibantu cecair mazi yang dikeluarkan oleh Wawa memudahkan kemasukan zakar perogol itu. Perogol itu tidak membenamkan zakarnya kedalam faraj Wawa sebaliknya bermain2 sorong tarik pada permukaan luar faraj Wawa.
“Akak tahan sikit ya” beritahu perogol itu, Wawa anggukkan kepala.
“Saaakittttauwwwwwww” jerit Wawa menerima tusukan kepala zakar yang besar membelah lubang vagina Wawa yang sepanjang perkahwinan dengan Rosli tidak pernah walau sekali pun diteroka oleh suaminya.
“Sedapnyaaa… Ohhhh ahhhh hissshhh” Wawa mula merasa nikmat permainan sorong tarik.
“Lubang akak sempit sangat…, sedap… Terasa akak kuat kemut” puji perogol itu sambil mendayung dengan gaya sungkit.
“Sedapnya…ohhhsedappp ohhhhaaaahhhh sedapppp aaaaahhhh” Wawa meracau tangannya mencapai batang zakar yang dihisapnya lalu dia menghisap dan mengulum dengan rakus.
“Uhhhuhhh..uhhharrr..ohhh..uhhhaaaahhh” Lelaki yang menyula farajnya menarik batang zakar keluar dari cipap Wawa dan sperma lelaki itu memancut dibelakang Wawa.
“Ambik gambar jer… Dah pergi jamah rasa pulak” Arah perogol yang baru selesai mendapat kepuasan.
“Jali tu kena hisap, biar dia dululah” kata perogol yg merakam video.
“Jali tu konek dia panjang dan besar, kang kau rasa longgar pulak” ujar perogol itu lagi.
Gambar di Tv bergoyang dan nampak baju berselerak diatas lantai. Kemudian kamera beralih tangan.
Perogol yang merakam video menelentangkan Wawa diangkatnya kedua belah kaki Wawa keatas bahunya sambil di angkat kaki Wawa bertemu dahu, dia menusukkan zakarnya yang keras kedalam faraj Wawa.
“Auwwww….aahhhh” Wawa tersentap menerima tusukan, jika tadi dia merasa sakit, tapi kali ini dia merasa nikmat ditusuk bertalu2. Kawan perogol ini tidak dapat bertahan lama.
“Betullah ketat lagi…” Pujinya sambil mendayung laju terasa geli nikmat dikepala zakarnya. Batang zakarnya terasa dipicit2.
“Ohhhhjaahhhh uhhhhhhhhaaaaahhhhj” perogol itu memuntan spermanya didslam faraj Wawa.
“Aaaaaaaaauuuuuhhhhhhsedapppppppnyaaaa…..aaaaaaaaarrrrhhhhh…ahh…ah…” tubuh Wawa kejang seketika dan mengelepar melepaskan air nikmat yang memancut dari tubuhnya.
Tidak tunggu lama, perogol yang bernama Jali mengangkangkan kedua belah kaki Wawa dia terus menusuk perlahan kedalam faraj Wawa.
“Ohhhh….ohhhh..uhhhhh…hishhhh sedap…sedapp.bang…lagi bang….lagi….. Ohhhhh” Wawa meracau kenikmatan dan minta ditusuk lebih dalam lagi.
“Ohhhhhhhh sedappppp” Wawa terkinja menerima tusukan seluruh zakar Jali terbenam, kepala zakar Jali menyentuh dasar faraj Wawa membuatkan Wawa rasa sesikit senak.
Rosli menyaksikan video di closeup kearah faraj Wawa. Zakar Jali terbenam dicengkam faraj Wawa seperti botol air mineral besarnya terpasak kukuh didalam faraj isterinya. Apabila Jali menarik zakarnya kelihatan jelas kelopak bibir luar terikut keluar dan apabila zakar dibenamkan bibir luar terbenam sekali. Video perlahan2 beralih merakam wajah Wawa yang dalam kenikmatan dengan mata terpejam dan mulut ternganga kemudian fikua dituju ke tetek Wawa yang pejal kemudiab fokus kembali menumpu dilubang faraj Wawa.
Jali benar2 meratah tubuh Wawa sepuas2nya pelbagai gaya diperlakukan. Dengan Jali Wawa telah mencapai klimaks lebih 5 kali. Jali masih mendayung beraneka rentak. Wawa sudah keletihan amay sangat. Tenaganya telah habis untuk meneruskan persetubuhan dengan Jali. 30 minit berlalu Jali semakin laju. Tetek Wawa berbuai seperti berpusing mengikut irama tusukan yang semakin mengila.
“aaaaaaaahhhhhaahhhhhhaahhhhaaarhhhhh” Jali kejang diikuti Wawa yang sama kejang mereka memancutkan air nikmat serentak.
“ohhh sedap kak….sedap sangst…” bisik Jali, Wawa memeluk dan mengucup dada Jali. Video menghala kearah faraj Wawa yang ternganga terlopong luas ketulan air mani meleleh keluar… Video berakhir dengan mengambsrkan keseluruhan tubuh Wawa dengan wajah Wawa yang lena kerana kelesuan.
Keesokan harinya setelah Wawa bebas dari pengaruh ubat yg diberikan dia menangis sepuas2nya.
“Maafkan abang, ayang, kalau abang tak pergi tengok bola Piala Dunia, tak jadi begini…” pujuk Rosli.
Wawa merangkul Rosli erat dalam esak tangisannya.
“banggg….” suara Wawa tersekat bagaikan ada batu dikerongkongnya. Rosli menatap wajah isterinya yang ayu jelita. Rosli bertuah memperisterikan Wawa yang bagaikan ratu, cantik jelita, menjadi idaman setiap jejaka.
Seminggu berlalu, Rosli terima panggilan telefon.
“abang dah tengok video yang kami tinggalkan?” suara dihujung telefon bagaikan berikan isyarat jelas siapa yang membuat panggilan.
“dah, kenapa?” balas Rosli ringkas.
“begini, aku nak datang malam ni, boleh?” lelaki dihujung telefon memberitahu hasratnya. Rosli memandang kearah Wawa, dia menutup mulut telefon dan bertanya pada Wawa.
“suka hati awaklah” balas Rosli ringkas.
Episod permainan seks antsra Rosli dan Wawa mula berubah. Tunggu sambungan pada episod akan datang.